Dream Online Awal Mula

Dream Online Awal Mula
Episode 17 Pernikahan Lara Dan Misha


__ADS_3

Berada di tempat itu membuat Misha merasa seperti sebuah titik tak berarti, ia melirik punggung calon suaminya yang sekarang terasa sangat dingin dan penuh dengan udara mencekik membuat ia sesak untuk lama-lama menatapnya. Karena tidak merasa nyaman ia melirik ke arah Michel namun ketika ia melirik ia melihat kilasan binatang buas dalam otaknya membuat ia semakin kecil dan kecil.


Lara memimpin masuk ke dalam lift dan pelayan lift membantu Lara untuk naik tanpa harus repot menekan tombolnya.


Misha melihat Michel dan Lara sekarang sangat berbeda dengan ketika mereka di rumah tatapan mereka begitu dingin dan mencekik membuat ia sedikit sesak dan takut.


Di tambah lagi dengan orang-orang bersama Michel dan Lara yang menatapnya dengan tatapan yang mengerikan seperti binatang purba yang akan menerkam mangsanya membuatnya semakin tidak mau berada disana. Disisi Lain Sasha yang awalnya antusias sekarang bersembunyi di belakang Lara dan memegang ujung jari Lara dan tidak berniat melepaskannya .


Lift berhenti naik dan pintu terbuka, Lara memimpin dengan melangkah kedepan disusul oleh Sasha, Misha lalu Michel. Sekarang mereka berada di lantai khusus untuk tempat tinggal sementaranya. Baru setelah Lara dan Michel selesai menikah mereka akan kembali sehari setelahnya. Melihat tidak ada lagi orang disana Misha berbicara dengan Lara.


‘’Aku takut ada disini’’ Misha menyampaikan perasaan selama perjalanan dalam gedung.


‘’Haha… jangan takut mereka tidak kan berani menyentuhmu selama aku ada didekatmu’’ kata Lara dengan santai dan kembali seperti saat ia di rumah sebelumnya ramah dan terasa sangat mudah untuk didekati oleh Misha.


‘’Tidak perlu khawatir Ibu akan terus bersamamu’’ kata Michel ke Misha dengan memgang tangannya untuk lebih menenangkannya.


‘’First Elder Lara mohon maaf mengganggu waktu dan privasi anda kami mendapat perintah dari Grand Elder untuk anda menemuinya di kantornya” suara terdengar dari langit-langit ruangan


Mendengar itu Lara langsung keluar dan naik lift untuk menuju ke ruangan yang di perintahkan oleh suara sebelumnya. Sementara itu Misha tampak masih gugup dengan apa yang terjadi sesaat sebelumnya.


Michel menghiburnya dengan bercanda dengannya awalnya Misha masih takut namun setalah beberapa lama ia kembali santai dan tertawa.


Sementara itu Lara sekarang berdiri menghadap seorang pria yang menatap jendela ke arah luar. Pria itu adalah Grand Elder juga salah satu orang paling berpengaruh di The elder saat ini.


‘’Kau kembali dan membawa calon seorang istri dari keluarga biasa..’’ kata pria tua dengan rambut beruban rapi dan clinis yang menatap ke arah jendela


‘’Lalu kenapa?, kau marah?’’ Lara bertanya dengan tenang


‘’Aku bisa mengerti jika ayahmu memilih wanita itu sebagai istri namun sekarang cucuku ternyata lebih gila dia menikahi wanita biasa yang tidak berarti apa-apa’’ nada pria tua berubah menjadi lebih dingin dalam waktu singkat


‘’Itu adalah pilihanku… bukan urusanmu.. bukankah kau sendiri yang memutuskan hubungan antara kita dulu?’’ kata Lara dengan sangat tenang dan percaya diri.


‘’Aku masih ingat ketika kau menyudutkanku ketika aku masih sangat kecil dan hampir membunuhku dengan membawa 100 orangmu ke tempatku, jika aku tidak berhasil pura-pura mati dan bersembunyi saat orangmu menghancurkan tempatku dengan bom aku pasti sudah mati’’ lanjut Lara mengingat kejadian di masa lalunya

__ADS_1


‘’….’’ pria tua itu diam tanpa kata


‘’Sekarang setalah kau semakin tua dan tidak ada darah dagingmu yang berguna kau memanggilku cucu… lucu sekali’’ Lara berbicara


‘’Jaga bicaramu first elder’’ pria tua itu berbalik dan berkata dengan dingin


‘’Dengan keadaamu yang sekarang siapa yang yang takut dan tunduk padamu?” tanya Lara dengan nada mengejek


‘’Tua bangka springfield bukan orang yang bisa kau tentang sekarang, jika bukan karena anak perempuannya menikah dengan orang dari darahmu dia telah membunuhmu sejak lama’’ tambah Lara dengan nada tegas


“Jalan kau untuk tetap bertahan dengan posisi itu dan juga hidupmu hanya aku dan menantumu yang kau benci dan selalu ingin kau singkirkan dulu, jadi tolong jaga kata-katamu sebelum aku berubah pikiranku untuk membunuhmu’’ Terang Lara dengan serius tanpa rasa takut


‘’Huh…’’ kakek Lara menghela nafas


‘’Sungguh orang-orang tidak berguna aku benar-benar gagal mempertahankan keluarga ini disini’’ keluh kakek Lara.


Lara masih ingat ketika kakeknya berada di puncak jayanya, ia adalah pria yang tidak pernah bisa digoyahkan sekalipun topan datang menggempurnya namun sekarang setelah sekian lama ia telah tertunduk kebanggaannya sudah jatuh kedasar melihat itu hati Lara entah mengapa luluh.


‘’Sudahlah.. ini bukan salahmu memang sudah saatnya untuk sejenak melihat dari bawah dan belajar, sampai pada waktunya akan ada orang dari keturunanmu naik kembali ke puncak ini sekali lagi’’ kata Lara dengan tenang dan sedikit tersenyum.


‘’Baiklah aku permisi Grand elder’’ Lara memberi hormat dan pergi kembali ke kamarnya


Hari berlalu dengan cepat tibalah pernikahan mereka. Acara berjalan dengan sangat  hikmat, saat acara akan selesai segerombolan orang yang di pimpin seorang lelaki tua dengan rambut perak dan tubuh besar masuk kedalam pesta.


Lelaki tua itu adalah kakek Lara dari ibunya bernama Magna Springfield ia adalah first elder saat ini menggantikan Lara yang telah memutuskan pensiun. Melihat Lara di panggung pengatin lelaki tua itu menjadi bersemangat dan langsung naik ke atas panggung.


‘’Maaf… ada banyak nyamuk mengganggu saat aku akan kemari’’ katanya dengan santai


‘’Jangan dipikirkan yang penting mereka tidak menyerap darah kakek, oh ya ini istriku’’ kata Lara membalas


‘’Haha cucu menantu yang cantik, kau pandai memilih wanita’’ puji Magna pada Lara


‘’Hoho aku menyukainya pada pandangan yang pertama dan memaksanya menikah denganku setelah menjadi pahlawannya’’ kata Lara dengan bangga

__ADS_1


‘’Haha.. kau memang seperti ayahmu suka menyudutkan orang lemah dan si kecil ini? Oh ya dimana keluarga menantu? Aku ingin menyambutnya..’’ Magna melihat wanita kecil di samping sambil berbicara


‘’Misha sebatang kara dan ini adalah adiknya Sasha Jinsuka’’ kata Lara mengedipkan matanya pada Magna.


‘’Sayang sekali… bocah ini untukmu membeli permen’’ Magna memberi selembar cek ke Sasha kemudian tertawa ketika melihat Sasha yang tampak agak takut padanya.


‘’Jangan takut itu kakek ayo cium tangan kakek’’ kata Lara dengan lembut mengelus kapala Sasha yang dari tadi bersembunyi di belakangnya. Mendengar kata kakek Sasha langsung keluar matanya berbinar kemudian mengambil tangan Magna dan menciumnya seperti diajarkan oleh Michel


‘’Hahaha.. bagus.. cucu pintar.. haha ini cucuku kalian yang menyentuhnya akan berhadapan denganku’’ Magna mengangkat Sasha dengan bangga dan berteriak kemudian meninggalkan panggung menggendong Sasha yang tampak bersemangat dengan kakek barunya.


Magna memiliki banyak anak tapi semua adalah laki-laki kecuali Michel dan dia juga tidak memiliki cucu perempuan satu pun sehingga ketika melihat Sasha ia sangat senang dan ingin membawanya pulang untuk dijadikan hartanya yang berharga tapi itu hanya sebatas angan yang tidak pernah terwujud.


Setalah gagal membujuk Sasha untuk ikut dengannya dan selesai memberi selamat pada Lara ia pun pergi lagi. Lara itu tidak masalah dengan tindakan itu, kakeknya yang itu memang super sibuk.


Kemudian beberapa saat setelah itu kakek Lara dari ayahnya yakni Grand Elder Bart Hermund naik ke panggung untuk melihat Misha dan Lara kemudian memberi selamat pada kepada mereka.


‘’Selamat atas pernikahanmu semoga kalian menjadi keluarga yang bahagia’’ kata Bart menjabat tangan Lara kemudian Misha.


‘’Terima kasih Grand Elder’’ kata Lara dan Misha dengan hormat


Selesai memberi selamat Bart berjalan untuk keluar dari panggung namun saat ia akan turun Lara berbicara pada Sasha


‘’Sasha… itu kakek cepat cium tangannya’’ kata Lara yang membuat Michel terkejut kemudian ia tersenyum sesaat setelah melihat Sasha mengejar Bart dan mencium tangannya kemudian memeluk kakinya.


Bart mengelus rambut Sasha dan langsung berbalik pergi keluar ruangan. Sesisi ruangan yang tau masalah Lara dan Bart melihat adegan itu sangat terkejut sementara orang-orang yang bersama Bart tampak tidak menyukai hal yang terjadi.


Bart kembali kantornya ia tapi tidak sendiri, ia bersama orang-orang yang bersamanya di pesta sebelumnya dari belakang terdengar seorang berbicara.


‘’Ayah.. orang tidak tau diri itu menggunakan nama ayah untuk menaikkan namanya’’ katanya


‘’Diam.. pergi biarkan aku sendiri’’ kata Bart


Mendengar Bart marah orang-orang bubar dan keluar. Menatap keluar jendela Bart melihat tangannya ia tampak memikirkan banyak hal. Bart tahu bahwa Lara sudah memaafkannya atas tindakannya di masa lalu serta membantunya sedikit meringankan beban yang terus datang kearahnya. Walaupun Lara bukan lagi First Elder ia masih punya pengaruh yang sangat kuat dalam organisasi dengan adegan itu  ia setidaknya bisa mempertahankan posisi itu lebih lama dari sebelumnya ia perkirakan.

__ADS_1


Bart sangat berterima kasih pada Lara yang masih mau membantunya dan menghapus pemisah yang selama ini menghalangi mereka. Ia ingin berbicara saat Lara membuat tindakan itu tapi ia mengerti Lara tidak ingin ia berbicara untuk merendahkan dirinya sebagai Grand Elder di hadapan banyak orang.


‘’Huh..’’ Bart menghela nafas lagi


__ADS_2