Dream Online Awal Mula

Dream Online Awal Mula
Episode 11 Calon Menantu


__ADS_3

Malam kian larut Sasha tertidur dipangkuan Lara yang sedang menonton berita di Televisi. Sementara itu didalam kamar Misha akhirnya membuka matanya, ia melihat ke sekitar dan ia menemukan dirinya ada di kamarnya.


Misha masih ingat apa yang terjadi pada dirinya dia memeluk tubuhnya sendiri dengan tangannya mengepal kuat dengan ekspresi tampak sangat sedih sekaligus kecewa. Tubuhnya masih terasa sakit di beberapa bagian, namun bukan itu yang membuatnya sekarang menangis.


Sebelum hari ini ia adalah wanita yang bersih dan suci, namun kini ia telah ternoda tubuhnya tidak lagi suci dan ia benci dirinya yang sekarang.


Sedang meratapi dirinya sendiri Misha mendengar suara tv ruang tamu ia segera bangkit menghapus air matanya, ia berpikir adiknya tertidur saat menonton Tv. Namun saat ia keluar ia terkejut melihat mahkluk mengerikan duduk di sofa menonton televisi.


Misha ingin berteriak tapi sebuah gambar muncul di ingatannya, di sana ia melihat ada seorang pria membantunya saat sebelum ia pingsan. Segera ia sadar bahwa mahluk yang duduk di sofa yang menatap kearahnya sekarang lah yang telah menolongnya.


Kemudian Misha melihat adiknya tidur dipangkuan mahluk yang terlihat mengerikan dan memeluk tubuh mahluk itu dengan sangat erat seperti takut mahluk itu akan pergi darinya.


Misha sekarang sangat yakin bahwa mahluk itu adalah manusia bukan monster mengerikan seperti yang ia bayangkan.


‘’Kau akhirnya bangun..’’ kata Lara dengan suaranya yang berat


‘’Tuan maaf atas tindakanku barusan dan terima kasih atas segalanya saya harap saya bisa membalas kebaikan tuan’’ Misha berbicara dengan suaranya yang parau dan sesekali menghilang.


Misha memutuskan memanggilnya tuan karena ia seorang pria dan juga karena ia menghormati orang yang telah menolongnya.


‘'Kau yakin ingin membalasku?’’ tanya Lara dengan tangan sambil mengelus Sasha yang tertidur dengan lembut.


‘’Silahkan tuan apapun itu selama masih dalam kesanggupan saya, saya akan berusaha sebaik mungkin untuk melakukannya’’ kata Misha dengan yakin


‘’Kau yakin?’’ tanya Lara dengan mata sedikit meragukan kata-kata Misha


‘’Saya yakin’’ Misha berkata sangat yakin


Misha sangat bersyukur karena telah diselamatkan, ia sadar setelah diperkosa kemungkinan besar ia akan dibunuh dan jika itu terjadi maka adiknya akan kehilangan satu-satunya penopang untuk bertahan hidup dan sudah di pastikan adiknya akan menyusulnya tidak lama setelah dia.


Bukan berarti ia menyukai Lara namun jika Lara meminta tubuhnya. Maka, ia hanya pasrah menyerahkan tubuhnya yang sudah kotor .


Lara disisi lain melihat Misha berbeda dari wanita yang ia lihat matanya tulus tidak ada jejak mata orang-orang yang melihatnya selama waktu yang lama.


Jika itu masa lalu ia tau mengapa orang begitu menghormati dan menghargainya tapi sekarang dengan apa yang ia tampilkan itu sekali sulit terjadi. Menyadari itu Lara tersenyum dan kemudian berbicara


‘’Kalau begitu ikutlah bersamaku dan menikahlah denganku’’ kata Lara mengajukan lamaran dengan santai sambil melihat reaksi Misha

__ADS_1


‘’Tuan…’’ Misha terkejut dengan permintaan itu


‘’Haha aku mengerti memiliki suami sepertiku memang mimpi buruk bagimu’’ kata Lara santai


‘’Saya tidak bermaksud menyinggung tuan tapi jika tuan menikah dengan saya maka saya harus berhenti bekerja. Tahun-tahun sekarang mencari pekerjaan sangat sulit saya takut kita tidak akan bisa bertahan’’ Misha melihat penampilan Lara dan ia berpikir bahwa Lara kemungkinan besar pengangguran.


‘’Aku tidak suka yang tidak jelas.. katakan kau mau atau tidak?’’ Lara menatap Misha yang tampak berpikir dengan sangat keras dan kemudian menghela nafas.


‘’Jika itu jalan hidup saya maka jadilah saya menjadi istri tuan’’ kata Misha pasrah


Lara menatap mata Misha dengan tajam ia mengawasi setiap gerakan kecil darinya namun ketika Misha berbicara dia sama sekali tidak berbohong.


Dalam proses pemikiran Misha Lara bisa melihat ada keraguan dalam pikirannya disisi lain Lara mengerti itu, ia sendiri tidak terlihat sebagai pria yang baik, parasnya dan juga pakaian yang ia kenakan sekarang membuat wanita kemungkinan besar akan langsung menolak bahkan mungkin lebih dari itu.


Satu-satunya yang Lara pegang adalah bahwa Misha berhutang padanya tapi apakah itu bisa merubah pikirannya? itu jelas sangat sulit. Lara sadar ia kemungkinan besar akan di tolak dari dari pengamatannya melihat gerak gerik Misha, ia akan ditolak.


Tapi saat Misha akan menyampaikan keputusannya Lara melihat perubahan besar dari pikiran Misha. Lara tidak tau dari mana itu datangnya perubahan besar itu tapi dengan itu Lara agak bersyukur.


Mendengar bahwa lamarannya di terima Lara tidak ragu langsung menyuruh Misha untuk membereskan pakaiannya dan Sasha untuk membawanya pulang.


Tidak lama setelah itu Lara keluar meninggalkan kontrakkan dengan membawa tas besar sementara Misha menggendong Sasha yang masih tertidur pulas.


Namun tidak ada keraguan di mata Misha dan percaya Lara bukan orang yang jahat dan karena ia telah menerima Lara sebagai calon istri ia harus mengikuti suaminya serta percaya padanya. disisi lain Lara menyukai keteguhan Misha yang telah membulatkan tekadnya.


Karena sudah tidak perlu lagi untuk mengujinya Lara segera memilih jalan yang benar dan segera masuk ke gang dimana lokasi rumahnya berada.


Pintu besi dibuka Lara dan Misha berjalan melalui lorong panjang, sepi dan kotor. Setelah beberapa Lara berhenti di sebuah pintu dan mengetuk pintu.


Melihat itu Misha agak terkejut ia tidak menyangka Lara tinggal di sana yang tentu lebih baik dari kontrakan tempat tinggalnya sebelumnya dan saat pintu terbuka ia melihat wanita yang sangat cantik jauh lebih cantik darinya dengan pakaian piyama yang hampir transparan.


Misha berpikir itu adalah istri Lara namun ketika Lara berbicara ia merasa malu dengan pikirannya sendiri sekaligus sedikit terkejut.


‘’Bu… coba lihat siapa yang ku bawa’’ kata Lara


‘’Siapa?… teman kerjamu?’’ kata Mischel dengan menggosok matanya serta menguap tampak masih mengantuk.


‘’Haha.. salah, perkenalkan ini Misha calon menantu ibu’’ kata Lara menyombongkan diri

__ADS_1


‘’Apa calon menantu!! minggir ibu ingin melihatnya dari dekat, wanita buta mana yang menjadi istrimu’’ kata Michel dan mendorong Lara hingga terlempar ke samping dengan sangat mudah.


Michel melihat mata Misha memastikan kalau ia tidak buta atau cacat pengelihatan dan kemudian ia melihat anak kecil di gendongnya.


Michel berfikir bahwa anaknya telah membawa seorang janda tapi ketika Lara berbicara ia langsung tahu bahwa pikirannya keliru.


‘’Itu adiknya namanya Sasha dan menantu ibu namanya Misha dia dan adiknya akan tinggal bersama kita mulai hari ini… emm dia cantikan bu’’ Lara berbicara dengan nada narsis


‘’Haha… masuk…masuk tamu besar masuk’’ Michel langsung menarik Misha masuk tanpa memperdulikan anaknya yang sedang menyombongkan diri. ketika masuk Misha terkejut melihat ruangan yang sangat bersih rapi dengan perabotannya yang cukup berhaga .


Misha menemukan bahwa tempat tinggal calon suaminya cukup luas dengan 3 kamar tidur, satu buah dapur serta satu ruang tamu. Michel membiarkan Misha membawa Sasha ke kamar kosong yang merupakan kamar untuk tamu.


Michel mengetahui apa yang terjadi sebenarnya saat Misha mengatakannya semuanya. Ia tidak marah pada anaknya yang seperti memanfaatkan Misha. Bagi Michel hal itu biasa terjadi dalam kehidupannya di masa lalu bahkan dirinya sendiri juga mengalaminya.


Misha duduk di meja makan dan ia melihat piring mahal dengan banyak makanan dihidangkan di meja minimalis dan elegan. Melihat Lara yang makan dengan lahap ia awalnya ragu tapi karena Michel memaksanya ia ikut makan juga .


Misha melihat satu persatu hidangan yang ada di meja, ia dalam hati menghitung ada sekitar tiga puluh ribu dolar di meja makan saat ini dan itu adalah gajinya setelah satu bulan bekerja banting tulang pagi hingga malam.


Misha tidak tau apa pekerjaan calon suaminya dan mertuanya, tapi ia tahu sebuah pekerjaan yang menghasilkan puluhan ribu sekali makan itu tidak lah normal apalagi dengan penampilan lara yang mengerikan semakin sedikit kemungkinan bahwa Lara bekerja ditempat yang baik.


Tetapi sekarang ia akan menjadi istri lara yang berarti ia harus menerima pekerjaan suaminya baik ataupun buruk. Selesai makan dan tanpa beranjak dari tempat duduknya, misha langsung bertanya kepada Lara.


‘’Mengapa tuan ingin aku menjadi istri tuan?’’ tanya misha serius


‘’ Aku suka cara kau mendidik adikmu, kamu juga wanita yang baik dan tidak melihat orang dari permukaanya. aku suka semua itu.. jangan panggil aku tuan kau bisa memanggil namaku kita seumuran aku 30 tahun sekarang dan gadis muda di sampingmu dia baru 51 tahun’’ kata Lara sembari menatap mata Misha kemudian menatap ibunya


‘’Aku mengerti ’’kata Misha dengan matanya sedikit melirik calon mertuanya dan ia telah tertangkap basah oleh Michel.


Misha tidak pernah berpikir Michel akan berumur 51 tahun, ia pikir Michel mungkin seumuran dengannya dan ia bahkan berpikir Michel adalah ibu tiri Lara. Tapi sekarang mengetahui umur calon mertuanya yang sebenarnya ia berpikir ada kemungkinan Michel adalah ibu kandung Lara.


‘’Apa nona muda ingin tau rahasia obat awet mudaku syaratnya adalah kamu harus minum darah perjaka setiap bulan purnama’’ kata Michel bercanda menatap Misha yang meliriknya.


‘’Hahaha… ahhh tolong jangan ambil darahku aku belum pernah in the hoy dengan wanita seumur hidupku’’ Lara membalas candaan ibunya dengan melindungi kepalanya dengan kedua tangannya


‘’Emmm.. kau perjaka? Hahaha… tapi bau mu mengatakan kau sering melakukan itu di masa lalu’’ kata Michel mengejek


‘’Benar…eh.. tidak… aku cuma **** saja aku menggunakan sabun bolong untuk **** tolong jangan makan aku’’ Lara mundur kemudian menunduk berlindung dengan menggunakan punggungnya, sementara  Misha terkikik melihat kelakukan anak dan ibu yang seperti anak kecil.

__ADS_1


‘’Pantas aku mencium bau sabun di ************ mu’’ Michel berbicara mengendus -ngendus ke udara


‘’Ahh… tolong maafkan aku, aku lupa mencucinya’’ Lara berteriak


__ADS_2