Dream Online Awal Mula

Dream Online Awal Mula
Episode 15 Tugas Pertama


__ADS_3

Barbosa dan Lara berjalan masuk dan melihat para Pendeta dan Pendeta Pengawas berdiri berjejer di belakang seorang pria paruh baya yang kehadirannya dan tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. melihat penampilannya Lara yakin bahwa ia posisi yang cukup tinggi di Gereja.


‘’Selamat, Pendeta Barbosa dan Pendeta Lara kalian berdua telah lulus  menjadi seorang Pendeta.’’ kata pria paruh baya itu menyambut dengan hangat.


''Terima kasih..’’ Lara berterima kasih dan sedikit memberi hormat  kepada pria paruh baya yang menyambut, sementara itu Barbosa tampak begitu antusias mengucapkan terima kasih serta memberi hormat yang sangat dalam kepada pria paruh baya tersebut.


Dari ucapan Barbosa, Lara akhirnya mengetahui posisi pria paruh baya itu di Gereja. Ia adalah seorang Paus dari Katedral milik Dewi Lunar yang ada di kekaisaran Alexandria bersamaan dengan itu Igaram terlihat ikut serta berbaris belakang dan bangga menatap Lara yang telah lulus ujian.


‘’Bagus.. bagus Dewi Luna menyertai kalian’’ kata Paus tampak puas dengan penampilan Lara dan Barbosa kemudian memberi berkat dan salam untuk mereka.


‘’Dewi Luna menyertai kita semua’’ kata semua pendeta yang berdiri di belakang Paus sementara itu Igaram yang tetap diam berdiri menatap ke arah Lara tidak menjawab Berkat dan salam Paus. Disisi lain Lara juga tidak menjawab berkat dan salam Paus dan membuatnya ditatap dengan tajam oleh Paus.


‘’Pendeta Lara mengapa kau tidak membalas Berkat dan Salamku?’’ tanya Paus kepada Lara dengan nada yang santai namun  jika didengar lebih dalam ada samar-samar ketidakpuasannya kepada tindakan Lara sebelumnya.


‘’Paus aku bukan pengikut Dewi Luna’’ Jawab Lara tetap tenang seperti sebelumnya


mendengar jawaban Lara kerutan di dahi Paus langsung memerah seperti darah terlihat jelas bahwa ia sangat marah, tapi Paus segera sadar ia harus menjaga Imagenya didepan setiap orang yang kemudian dengan tenang menjelaskan kepada Lara.


‘’Pendeta Lara ada satu hal yang harus kau pahami jika seseorang dari  pengikut Dewi dan Dewa cahaya lain mengambil ujian di Gereja pengikut Dewi Luna maka ia harus menerima konsekuensi untuk menjadi pengikut Dewi Luna jika ia lulus’’ kata Paus dengan nada yang tidak terdengar menyenangkan


Lara tentu saja tahu hal ini, Lara tau bahwa jika ia lulus dalam ujian maka Ia akan menjadi pendeta dari Gereja Dewi Luna. Namun untuk menjawab berkat dan salam dari Paus Lara merasa sangat berat ketika ia ingat kenyataan bahwa para Dewa Dewi sudah tidak ada lagi didunia ini.


‘’Pendeta, aku tau kau tahu hal ini karena kau orang yang cerdas’’ lanjut Paus dengan sedikit memuji Lara namun masih tidak terdengar menyenangkan di telinga


‘’Sekarang kau telah menjadi bagian dari Dewi Luna sekalipun kau tidak menyukainya kau harus menerimanya.. apakah kau mengerti Pendeta?’’ nada Paus terdengar memerintah layaknya seorang bos menegur bawahannya


‘’Dewi luna memberkatimu’’ Paus tanpa menunggu jawaban dari Lara dan langsung mengcapkan berkat dan salamnya kepada Lara.


‘’Dewi Luna memberkati kita semua’’ semua Pendeta kecuali Igaram membalas dan sekali lagi Lara hanya diam tidak mengatakan apapun sama seperti sebelumnya.


Barbosa melihat Lara tetap diam ia menjadi khawatir kemudian berbisik mengatakan pada Lara untuk menjawab berkat dan salam dari Paus, namun Lara hanya diam tidak menggubrisnya dan tetap pada pendiriannya untuk tidak menjawab berkat dan salam yang diarahkan kepadanya.


‘’Kenapa kau masih tidak menjawab Pendeta!!?’’ Paus bertanya dengan nada marah dan keras


‘’Guruku mengajarkan aku begitu’’ kata Lara masih tetap tenang


‘’Siapa gurumu!!!?’’ Paus balik bertanya dengan cepat dan nada lebih tinggi dan lebih keras dari sebelumnya hingga membuat gema yang kuat di dalam ruangan.


‘’Guruku adalah Igaram murid mantan Saintes Anggelia dan sekarang dia tepat di belakang Paus’’ kata Lara sembari melihat kearah Igaram yang membuat Paus segera berbalik dan melihat seorang Pendeta yang maju kearahnya. Paus melihat igaram dengan ketat dan kemudian berbicara.


‘’Penerus Saint tolong katakan apa yang terjadi disini’’ kata Paus


‘’Tidak ada yang terjadi dia hanya lebih tau kebenaran dari pada kamu Paus’’ terang Igaram tidak puas dengan Paus yang memarahi studentnya


‘’Kebenaran apa yang aku tidak tau Penerus Saint terhormat?’’ kata Paus mencoba hormat pada Igaram tapi ada nada ketidakpuasan di nada bicaranya.


‘’Aku tidak akan berkata kebenaran yang ia ketahui dan kau tidak, tapi coba perhatikan dengan jelas siapa yang ingin kamu memberi Berkat dan Salam’’ Igaram tersenyum kemudian Paus berbalik tubuhnya bersinar terang matanya terpaku melihat Lara kemudian ia memejamkan mata sambil menghela nafas kemudian berbicara.


‘’Aku mengerti.. Penerus Saint terima kasih aku hampir membuat kesalahan besar’’ kata Paus melirik Lara dengan pandangan yang berbeda dari sebelumnya.


Para pendeta tidak mengeti apa yang dimaksud Paus tapi mereka mencoba mencari apa yang telah dilihat Paus dengan kekuatannya yang luar biasa itu.


Lara mengerti apa maksud dari perkataan Igaram ini adalah tentang kondisi tubuhnya yang super langka tapi untuk apa itu sebenarnya Lara tidak tau.Igaram mundur dan kembali ketempatnya ia sangat tenang dan hanya menatap Lara dengan bangga.


***

__ADS_1


Acara pengangkatan yang langsung dipimpin oleh Paus berlangsung dengan cepat tanpa embel-embel acara sampingan yang biasanya dilakukan ketika seseorang diangkat menjadi Pendeta.


Setelah acara selesai tanpa basa basi Lara dan Igaram segera kembali ke Gereja Anggelia. Saat berjalan Igaram melihat Lara yang tanang dan tidak mengatakan apapun melihat itu ia berbicara


‘’Untuk menjadi seorang Saint atau Saintes diperlukan kondisi tubuh tertentu dan kau sudah memiliki itu… kau mungkin pendeta tapi kau juga calon Saint paling potensial, karena hal itu kau boleh tidak membalas salam dari siapapun kecuali dia adalah Anak Dewi atau Dewa yang kau ikuti. ’’ jelas Igaram menjawab kebingungan Lara


‘’Kenapa begitu?’’ Lara berbicara


‘’Seorang saint tidak seperti Pendeta Imam, Bishop atau Paus ia memiliki kedekatan pada hanya pada satu Dewa atau Dewi cahaya, menjawab Salam dan Berkat dari Dewi atau Dewa lain adalah sesuatu yang tidak di haruskan padanya’’ kata Igram dengan sangat jelas


‘’Begitu…’’ kata Lara dengan santai dan merasakan ada mata yang menatapnya dari kejauhan dan Lara mengenali siapa itu. Orang yang menatapnya adalah Paus ia tampak membenci dan ingin membunuh Lara.


‘’Pendeta aku merasa ada yang melihatku dari jauh dengan tatapan membunuh’’ kata Lara dengan sedikit berbisik


‘’Emm?’’ Igaram berbalik dan matanya menatap mata Paus dengan tajam dan dengan seketika Paus menundukan matanya dan kemudian mengalihkan pandangannya ke arah lain ketika ia menyadari Igaram melihatnya.


‘’Pengecut’’ Igaram berkata dengan dingin penuh niat membunuh


‘’Haha… pendeta ayo kita kembali tak usah pikirkan dia’’ Lara mengerti mengapa Paus itu ingin membunuhnya. Itu karena walaupun Lara sekarang menjadi pengikut Luna, tapi sebenarnya ia tidak benar-benar milik Luna.


Posisi Igaram sebagai Penerus Saint Dewi Anggelia sekaligus guru bagi Lara membuat Gereja Luna sulit untuk memilikinya sepenuhnya.


Dengan Lara yang menjadi pengikut Dewi Luna maka sama saja dengan menjadi duri dalam daging bagi Gereja Luna.


Mereka seperti membesarkan seekor anjing namun ketika besar anjing itu menjadi milik orang lain. ketika Lara mengetahui bahwa ia memiliki tubuh Saint Lara segera mengerti alasan sebenarnya Paus ingin membunuhnya.


Sesampai di Gereja Lara membaca surat tugasnya sebagai Pendeta Tingkat Satu yang ia terima setelah kenaikannya sebagai Pendeta resmi.


Lara diberikan tugas untuk menjadi Pendeta sebuah kuil kecil di daratan tinggi Philotas tepatnya sebuah desa kecil benama desa Platos, desa ini berada di dekat puncak Gunung Platos yang merupakan gunung berapi tertinggi di Philotas dan kekaisaran Alexadria.


Lara mengerti itu ia dan menyanggupi Igaram yang merupakan gurunya, Lara juga menerima beberapa skill dasar seorang Priest ada skilll yang diberikan pada Lara yakni Heal, Power Up, Aceleration dan Bow Of Light.


Heal


pemula


1 %


Mp 5%/1% Hp


CD 4 menit


v Menyembuhkan luka dan menaikan HP target sesuai dengan MP yang di korbankan perlahan selama 1 menit


v Ada kemungkinan 10% untuk menyembuhkan 10% HP secara instan selain kondisi no 1


Power up


pemula


1 %


Mp 20 %


CD 3 menit

__ADS_1


v Meningkatkan STR target sebesar 10% selama 30 menit


Accerelation


pemula


1 %


Mp 30 % Mp


CD 3 menit


v Meningkatkan kecepatan gerak target sebesar 2 % selama 30 menit


v Ada kemungkinan 5% meningkatkan AGI sebesar 30 % selama 20 detik (100% berarti indeks naik 1 tingkat)


Bow Of Light (Anggelia Shooting Star Style)


pemula


1 %


Mp 10 %


CD 10 Detik


v Melukai target dengan kekuatan cahaya


v Busur cahaya bisa di pertahankan yang akan mengurai MP saat skill digunakan kembali sebesar 3% per anak panah cahaya (catatan anak panah bisa diganti dengan anak panah biasa yang akan menekan penggunaan skill)


Anak Panah yang mengenai target bisa di pertahankan dan di ledakan dengan mengorbankan MP 2% per menit untuk mempertahankan Anak Panah


v da kemungkinan 95% akan terjadi efek Flash Bang ketika Skill diledakan


Lara cukup terkejut saat ia berhasil mempelajari Bow Of Light dari buku yang diberikan oleh Igaram yang ternyata adalah sebuah skill yang telah di kembangkan oleh saintes Anggelia. Lara sangat berterima kasih pada Igaram untuk memberinya kesempatan untuk belajar skill yang unik itu.


Jika itu skill Bow Of Light biasa di toko buku maka skill yang didapat pasti tidak akan semegah dan sekuat itu. Lara telah membaca di forum resmi Dream Online, di sana di jelaskan bawasannya skill bisa dikembangkan setelah mecapai tingkat grand master satu langkah mencapai tingkat lagenda.


 


 


Catatan Penulis


 


1  Saat ini Lara masih seorang Pendeta Tingkat Satu ia bisa disebut dengan Pendeta Muda semnatara itu tingkatan Pendeta dalam cerita ini di bagi 10 tingkat dengan yang tertinggi adalah Pendeta Tingkat 10 atau Paus. 10 tingkat ini di sebut tingkat kecil semenata itu juga ada tingkat besar yang di bagi 4 tingkat mulai dari pendeta kemudian Imam atau Priest, Bishop dan terakhir Paus. Diamana dibagi tingkat 1-3 disebut tingkat pendeta kemudian pendeta tingkat 4-6 adalah tingat Priest atau Imam dan Pedeta tingkat 7-9 adalah tingkatan untuk Bishop sementara paus adalah pendeta tingkat 10.


2 Priest dari jalur pendeta dengan dari jalur Cleric berbeda Priest dari tingkat Pendeta memiliki posisi Resmi atau bisa katakan pegawai tetap bila ada pembaca yang bingung sementara Prist dari jalur Claric mereka hanya pries tidak Resmi bisa dibilang pegawai Kontrak/ Out Sourcesing dalm kehidupan sehari-hari kita.


3 Penerus Saint adalah murid Langsung seorang Saint, posisi Saint sangat tinggi hanya satu di bawah Anak Dewi/Dewa


4 Anak Dewi atau Dewa adalah perwakilan dewa atau dewi yang ada didunia mereka memiliki kekuatan terbesar dalam Gereja.


Penjelasan ini akan dijelaskan tapi mungkin terpisah-pisah dan membuat pembaca yang lompat-lompat akan bingung.

__ADS_1


__ADS_2