Dream Online Awal Mula

Dream Online Awal Mula
Episode 24 Arc Dark Eye : Batu Api Part IV Dan Desa Mor Part I


__ADS_3

Desa sekarang menjadi lebih ramai setelah penjualan pertama Lara dan dengan keluarnya Lara membawa begitu banyak batu api di tangannya membuat para penambang berbondong-bondong masuk ke gua. Namun, ketika mereka sampai di lokasi mereka hanya bisa melihat Lara menambang dan kembali membawa batu api, menjualnya dan menjadi lebih kaya dari sebelumnya.


Dengan cepat waktu berlalu, sekarang Lara baru saja kembali dari menambang dan di depan kuil sudah banyak para prajurit kerajaan dan Paladin berkumpul.


Bersamaan dengan itu terlihat seorang Pendeta yang datang bersama mereka. Lara melihat penampilan Pendeta itu dan mengetahui ia adalah Pendeta Tingkat 5. Lara mengetahui hal itu karena melihat kalung milik Pendeta itu yang seharusnya hanya bisa kenakan oleh Pendeta Tingkat 5 atau Imam senior.


Dalam Dream Pendeta Tingkat 10 adalah yang tertinggi ia memiliki gelar sebagai Paus dan tingkat 7-9 disebut Bishop Pendeta Tingkat 7 Bishop Muda dan 8 adalah Bishop senior sementara Pendeta Tingkat 9 adalah Bishop Calon Paus.


Lara sendiri adalah Pendeta Tingkat 1 atau Pendeta Muda, ia belum bisa dikatakan Pendeta benar sebelum mencapai Pendeta Tingkat 2 yang disebut Pendeta Senior. Disisi lain Pendeta Tingkat 3 atau yang disebut juga sebagai Pendeta Utama.


Walapun sesama Pendeta, fungsi mereka pada dasarnya berbeda-beda contohnya Lara adalah seorang Pendeta Tingkat 1 ia hanyalah seorang Pendeta Muda yang belum berpengalaman dan masih dalam pengawasan penuh Gereja.tugasnya tidak banyak ia hanya menyampaikan beberapa berkat dan sedikit ceramah dengan tema yang sudah di atur untuknya.


Disisi lain Pendeta Senior dan Pendeta Utama mereka sudah di bebaskan dari pengawasan bahkan bisa membangun Kuil sendiri selama Gereja memberikan mereka Izin.


Sementara itu Pendeta Tingkat 4 sampai 6 disebut sebagai Priest atau Imam. Pendeta Tingkat 4 disebut dengan Prist Muda dan Pendeta Tingkat 5 disebut Priest Senior. Sementara itu Pendeta Tingkat 6 disebut adalah Priest Calon Bishop.


Lara tidak bisa membandingkan dirinya dengan seorang Pendeta Tingkat 5 atau Imam Senior yang merupakan petinggi sebuah Gereja besar di Gereja dan juga Kerajaan. Imam  Senior sekarang yang berdiri didepan Lara pastilah petinggi Gereja di Philotas dari pengikut Dewi Luna.


‘’Pendeta Muda aku sangat terkesan, kau bisa merenovasi kuil kita hingga sebagus ini dalam hanya kurang dari sebulan bekerja’’ kata Imam senior pada Lara dengan nada memuji dan terlihat sangat bersahabat


‘’terima kasih imam senior telah memuji hamba’’Lara merendah


‘’Semoga Luna memberkatimu’’ Imam mengangkat tangannya memberikan berkat


‘’Semoga Luna memberkati Imam’’ kata Lara tanpa ragu menundukan kepalanya


‘’Kedatangan ku kesini untuk memberi tahu kenaikanmu sebagai Pendeta Senior’’ kata Imam senior yang menunjuk Lara


‘’Terima kasih Imam’’ Lara berterima kasih dengan hormat


‘’Karena kau cukup baik disini atas nama paus aku memerintahkanmu untuk menjadi Pendeta di Desa Mor untuk meningkatkan pengalamanmu disana’’ kata Imam dengan nada memaksa dan memrintah serta ada nada merendahkan.


Lara tau apa yang diinginkan Imam yang ada di depannya sekarang. Ia ingin orangnya bahkan mungkin dia sendiri untuk menjabat di sini menggantikan Lara kemudian memetik serta mencuri keberhasilan Lara dalam menemukan tambang Batu api untuk kemudian menaikkan pamor serta jabatannya sendiri.


Lara tidak memiliki pendukung atau relasi, satu-satunya yang dekatnya hanyalah Igaram Penerus Saint Anggelia seorang. Lebih lagi ia juga bukan dari pengikut Dewi Luna melainkan pengikut Dewi Anggelia yang basisnya bahkan tidak di Philotas ataupun kekaisaran Alexandria melainkan kekaisaran Temugin yang berada jauh di timur benua.

__ADS_1


Jika pun Lara sekarang ada di Temugin ia masih tidak bisa berbuat apapun dikarenakan KeGerejaan Anggelia sudah runtuh sejak kepergian Saint Anggelia ke dimensi tanah Baldur bersama dengan Anak Dewi Angglia serta 90% kekuatan geraja Anggelia ke sana.


Dengan harapan bisa menemukan cara untuk membangkitkan kembali sesembahan mereka yakni Dewi Anggelia yang tubuhnya terbujur kaku tak bernyawa di benua Awal Mula.


Lara menerima air suci dan berkat yang diberikan walapun dia sebenarnya tidak membutuhkannya selain pengakuan resmi dari Gereja terkait pengangkatannya sebagai Pendeta Senior.


Lara masuk ke kamarnya dan melihat Ijah dan Mila yang menatap dirinya saat membersihkan buku di meja. Saat melihat mereka berdua ia langsung berbicara


‘’ Aku mengampuni apa yang telah kalian lakukan,tidak perlu membayar ganti rugi apapun lagi anggap saja itu bonus dari kuil untuk semua kerja keras kalian’’ kata Lara dengan santai


‘’Pendeta…’’ mereka tampak tidak suka Lara pergi


‘’Sudahlah, siapapun yang menjadi Pendeta disini yakinlah dia pasti orang yang baik’’ kata Lara


‘’tidak, Pendeta anda adalah yang terbaik’’ kata mila


‘’Haha.. terima kasih aku titip kuil ini pada kalian’’ Lara berbicara dan menepuk bahu mereka seraya berjalan melewati mereka.


Lara tau ia tidak bisa menunggu terlalu lama disini karena sejatinya ia telah diusir oleh Imam yang terus mengawasinya setiap waktu. Michel yang menonton dari awal, benar-benar tidak menyukai Imam yang tampak tersenyum melihat kepergian Lara yang tanpa perlawanan apapun.


Batu Api yang ada di dalam gua bukanlah mineral yang terbentuk secara alami melainkan di buat oleh seseorang untuk menahan Platos untuk tidak meletus serta menahan sesuatu yang lain tersebunyi di bawah.


Sekarang setelah ribuan tahun Batu api tidak lagi bisa menahan sepenuhnya dan dengan terus mengambil batu api disana akan membuat Gunung Platos lebih cepat meletus dari yang direncanakan kemudian pada akhirnya bencana yang tak terbayangkan akan datang.


Lara sudah mengecek bagian kanan yang sebelumnya ia acuhkan, ia menemukan itu adalah sarang para Tikus Kecil. Lara tidak berani untuk mengganggu mereka karena para tikus tampaknya memiliki pemimpin tingkat elite yang berada di ujung gua. Sehingga saat ia akan maju lebih jauh,ia memutuskan menghentikan rencananya untuk membersihkan gua dari para tikus.


Lara sekarang sudah menjadi Pendeta Tingkat dua, ia teringat dengan Igaram yang juga belum ada kabarnya sampai sekarang. Begitu pun dengan paus dari pengikut Dewi Luna yang ada di Duran yang sebelumnya Lara temui bersama Igaram.


Selama di Platos Lara terus berusaha mencari obat untuk Igaram tapi ia tidak menemukan apapun disana dan sekarang adalah waktu yang tepat untuk pindah ke tempat lain dengan kemungkinan yang lain.


***


Desa Mor adalah sebuah desa di pinggir hutan mor ada banyak pemain yang datang kesini dan rata-rata mereka adalah pemburu.


Namun untuk kehidupan masyarakat asli disana terbilang sangat menyedihkan bahkan lebih menyedihkan dari pada di Platos sendiri. mereka di berkahi tanah yang subur karena lokasi mereka yang berada jauh dengan daratan tingi Philotas dan lebih dekat ke Duran. Tapi, sayangnya tanah yang subur itu tidak sama bisa ditanami oleh warga sama sekali sejak 200 tahun yang lalu.

__ADS_1


Sudah banyak yang mencoba dengan berbagai jenis tanaman namum semua mati ketika mereka baru membuat beberapa tunas. Yang paling aneh adalah hutan serta gulma sama sekali tidak mengalami dampak sementara semua tamanan warga seperti gandum, sawi, kol, wartel dan sebagainya mati.


Semua macam pakar tanaman sudah di perintahkan untuk mengatasi masalah yang terjadi. Namun, sekali lagi semua kembali dengan tangan kosong tanpa satupun solusi.


Kemudian mulai timbul isu bahwa masalah sebenarnya ada didalam Hutan Mor itu sendiri yang merupakan hutan terbesar di Alexandria dan juga salah satu yang paling misterius dari semua hutan yang ada di Alexandria.


Hutan Mor sendiri adalah lokasi untuk para Monster yang terkenal paling aktif di Alexandria setelah Hutan Hulios yang ada paling utara Philotas.


Lara membuka surat yang diberikan oleh Imam sebelumnya. Di dalam surat itu ia diperintahkan untuk membantu memecahkan masalah tersebut dengan imbalan ia akan diberikan kesempatan untuk menjadi Pendeta utama atau Pendeta Tingkat 3.


Lara meremas surat itu dan kemudian membuangnya keluar jendela ia sangat membenci imam senior itu dan berharap Imam akan segera membuat bencana bagi Platos dan semua kesalahan akan ditunjukan padanya dan bukan pada Lara.


Mengingat itu Lara langsung turun dan mengambil lagi surat yang ia lemparkan karena Lara berpikir bahwa kemungkinan surat itu akan berguna suatu saat.


***


Lara turun dari kereta dan melihat kuil yang tampak sudah tidak lagi memiliki bentuk bahkan dinding yang ada sudah hancur tanpa ada lagi atap yang melindungi bagian dalam dari hujan dan panas.


Lara membuka pintu dan sekali lagi ia mengutuk si Imam. karena apa yang ia lihat adalah semak-semak bukan seperti yang dikatakan imam sebelumnya ketika ia akan berangkat ke Desa Mor.


Kuil itu sudah ditinggalkan sejak lama dan sudah menjadi reruntuhan dari pada sebuah bangunan. Selain kondisinya yang tidak lagi layak Lara juga tidak di berikan uang untuk merenovasinya yang seharusnya menjadi tugas dari Imam sebagai pemberi perintah.


‘’Ibu akan kembali untuk membunuh imam itu’’ kata Michel tidak lagi tahan dengan apa yang terjadi pada anaknya


‘’Tidak, aku tidak ingin disalahkan atas bencana yang akan menimpa Platos serta seluruh Alexandria. Kita harus bersabar saat ini, aku akan memotong kepalanya tapi bukan dengan tanganku. Monyet itu bisa menari sekarang tapi setelah itu ia akan jatuh dan mati dari ketinggian’’ kata Lara dingin penuh niat membunuh


‘’haha… baiklah ibu mengerti ibu akan membantumu membersihkan tempat ini’’


‘’tidak perlu, aku akan mengerjakan semuanya sendiri ibu bisa bersenang-senang’’ Lara berbicara tanpa melihat ibunya


Michel sangat mengerti bagaimana sifat anaknya. Ketika ia tidak ingin diganggu. Maka, tidak akan ada yang bisa ia lakukan untuk membujuknya. Lara keluar dan berpisah dengan ibunya. Ia berkeliling desa dan melihat bagaimana desa itu hampir  seperti desa mati karena begitu sepinya.


Lara memperkirakan tidak lebih dari 300 kepala keluarga di desa itu dan mereka semua meLarat. Walaupun ada banyak player yang datang tapi itu bukanlah penduduk asli melainkan pendatang yang tidak memberi sumbang sih apapun kecuali masalah bagi desa kecil seperti Desa Mor.


Lara tidak langsung ke toko serba-serbi yang merupakan satu-satunya toko di desa itu saat ini. Toko serba-serbi di mana pun memang ramai dikunjungi oleh para pemain yang memerlukan perbaikan, membeli potion atau sekedar beristirahat.

__ADS_1


Itu karena toko serba-serbi biasanya menjual barang-barang yang lebih murah dan juga lebih nyaman dari pada toko Khusus yang biasanya memiliki harga selangit dan juga tidak bersabahat.


__ADS_2