
Lara melihat karpet merah dengan list emas terbentang di depan gerbang istana menyambut mereka. Ketika melewati gerbang Lara menemukan ada lapangan besar di depannya dengan penuh bunga-bunga disisi kiri dan kanan.
Lara melihat bunga-bunga yang di letakan terlihat masih segar dan setahunya hanya bangsa Elf Pohon yang bisa membuat bunga-bunga layu kembali menjadi segar kembali.
Tentu ada juga manusia yang memiliki kemampuan seperti elf pohon namun pasti sangat jarang kemungkinan besar bahwa bunga-bunga itu adalah bunga yang baru dipetik dan diletakan dan disusun di lapangan istana . Jika orang bisa melihat dari udara terlihat jelas bunga-bunga tersusun membentuk kata Alexandria.
‘’Dia masih boros seperti dulu’’ komentar Bege di depan melihat lapangan penuh dengan bunga.
‘’paduka juga sama ‘’ kata Lara dengan suara mengejek
‘’haha aku berbeda dia membuang-uang uang pada hal-hal tidak perlu, tapi aku tidak’’ Bege membela diri
‘ya..ya..ya’’ lara hanya berkata malas dan mengabaikannya
‘’Lihat kilau itu, cih… pakaian tua untuk penjaga benar-benar pelit’’ komentar Bege menunjuk ke atas para prajurit yang berjaga
‘’paduka juga sama pelitnya, paduka tidak punya istana padahal kau seorang pemimpin. ras’’ komentar Lara tanpa menyembunyikan apapun
Lara sudah mendengar dari Michel keadaan Istana Elf Pohon. Keadaanya benar-benar tidak layak. Begitu banyak debu dengan banyak barang-barang rusak, berantakan dan tidak terawat dengan baik.
‘’Aku punya istana’’ bege tidak setuju dengan kata kata lara
‘’Itu punya leluhur paduka, keadaannya sudah parah dan tidak terurus. Apa guna armor mengkilat jika istana paduka seperti kandang sapi’’ komentar lara tanpa rasa hormat lagi
‘’haha…. lalu menurutmu bagaimana?’’ Bege menatap Lara serius saat ini. ia sepertinya tidak cukup menerima hinaan yang di lemparkan padanya
‘’jika aku jadi paduka, aku akan merenovasi istana dan membuatnya sama mengkilatnya dengan pakaianku, apa guna punya mainan yang terus baru tapi kotaknya tua dan bobrok, siapa yang akan melihat mainan milikku jika kotaknya saja tidak menarik untuk dilihat’’ Kata Lara membalas tatapan Bege
‘’emmmm… benar juga, kenapa aku tidak memikirkannya sebelumnya. hahaha… kau dengar itu kan, besok kita akan merenovasi istana membuatnya lebih mengkilat biar si Isac tau apa namanya sebuah istana’’ kata Bege menunjuk pengawalnya di belakang
Monca dan semua anggota Guildnya yang mengamati dari belakang merasa ada yang salah dengan otak Raja Pohon yang satu itu, ia sebenarnya tidak memikirkan rakyatnya malah lebih fokus menyombongkan dirinya di depan orang lain.
Walaupun begitu, orang-orang di dekatnya tampaknya tidak mempermasalahkan kelakuan Bege yang menyimpang, mereka juga sepertinya tidak melihat itu sebagai keburukan karena pada dasarnya mereka juga suka dengan kilauan armor mereka. Menemukan sikap itu, Monca dan lainnya mengerti bahwa buah memang tak jatuh jauh dari pohonnya.
Ketika masuk kedalam istana mereka di sambut dengan prajurit dengan armor lengkap yang berbaris memberi hormat serta beberapa pelayan cantik dan tampan yang memandu Lara dan lainnya bejalan. Para pelayan terus bicara tentang kemegahan istana dan barang-barang mewah yang dimiliki istana dengan sangat lengkap bahkan sedikit berlebihan.
Bege di belakang dengan sedikit berbisik mengomentari armor yang di kanakan barisan prajurit yang ada disisi kanan dan kiri mereka. Warna kilau emas tidak bagus menurut Bege, ia suka dengan silver. selain memiliki fungsi untuk kesehatan, silver juga memiliki kemegahan yang tidak dimiliki oleh emas.
‘’Itu bukan emas asli’’ Lara membenarkan pandangan Bege, kemudian sadar bahwa sebenarnya Bege telah memperalat dirinya.
‘’Emas palsu!!!!...,sialan si pelit itu. padahal ia sudah sangat kaya, tapi begitu pelit pada armor anak buahnya’’ komentar Bege sangat dan keras langsung menusuk ke hati para prajurit yang menyambut. Wajah mereka masam setelah mendengar itu, tapi tidak ada satupun yang berani berbicara. Sangat jelas bahwa Raja Pohon ini sebenarnya sudah tahu kalau itu adalah kuningan dan sengaja memancing Lara untuk mengatakan kebenarannya.
Lara melihat hiasan-hiasan di istana. seperti kata Bege, Isac memang boros dalam menggunakan uangnya untuk mempercantik istananya. Lara dan lainnya akhirnya sampai di hall setelah lama berjalan berkeliling beberpa saat. Selama perjalanan mereka di arahkan untuk melihat dekorasi istana dan mendengar pencapaian-pencapain Kaisar mereka.
setelah sampai di ruangan utama Istana, Lara dan seluruh orang menyadari mereka sebenarnya hanya di bawa berputar-putar untuk melihat istana. Lara dan lainnya melihat ke arah pria yang ada di kursi paling megah, sama seperti ketika mereka memandang Bege. Dua orang paling berkuasa ini sama-sama bukan Raja dan Kaisar yang baik, keduanya sama-sama suka pamer ke orang lain dengan apa yang mereka punya.
‘’Bege… taman lama, bagaimana istanaku?’’ kata pria yang berada diyang duduk di kursi termegah di ujung
‘’Membosankan’’ balas Bege dengan nada mengejek
‘’hahaha… istana ku jauh lebih baik dari rumah kayumu kan?’’ kata Isac pada bege dengan nada bangga
‘’ya terserah, tapi emas palsumu benar-benar membuat ku muak’’ kata bege membalas ejekan Isac
‘’Haha… kita terkadang harus berhemat untuk hal-hal tidak penting, kau pasti mengerti itu kan teman?’’ kata Isac berbicara di dikursinya dan kemudian ia berbiacsra lagi
‘’Aku tidak berpikir kau datang kesini untuk membantuku kan?’’ tanya Isac penasaran
__ADS_1
‘’Bagaimana jika aku ingin membantumu menyingkirkan mata gelap? ’’ Kata Bege dengan nada santai
‘’!!!’’ Isac terkejut dan memandang Bege aneh
‘’Apa kepalamu terbentur sesuatu belum lama ini?’’ Isac menatap bege dengan raut wajah khawatir
‘’Jika kau tidak butuh, maka aku akan kembali’’ Kata Bege siap memutar badannya pergi
‘’Haha… jangan marah begitu, apa rencanamu’’ tanya Isac
‘’Teman, kau bisa bicara sekarang’’ Bege mempersilahkan lara untuk berbicara
Lara mengamati setiap orang di dekat Isac kaisar Alexandria, dia melihat ada begitu banyak orang dari orang dari Gereja Pengikut Dewi Morgana maupun dari Gereja Pengikut Dewi Luna disisi kiri dan kanan Isac. Semua yang berdiri disini saat ini haruslah seorang BBishop muda aling tidak atau bahkan calon paus. sementara untuk Paus biasanya berada di Katedral dan hanya akan datang ke Kekaisaran saat keadaan benar-benar genting.
Kebetulan saat ini adalah keadaan genting dan Lara menemukan ada dua orang dengan jubah paus tepat di samping isac. Satu Paus Gereja Luna dan satu Paus Gereja Morgana, Lara telah melihat paus Gereja Pengikut Dewi luna sebelumnya di Duran. Tapi, kali ini jelas ia adalah orang yang berbeda, yang berarti terjadi sesuatu dengan Paus mereka yang ada di Duran.
Lara cukup tahu bahwa Gereja Pengikut Dewi Luna hanya memiliki satu Katedral yang berarti mereka hanya memiliki satu orang Paus. Seorang paus akan di gantikan jika Paus yang lama mati atau memundurkan diri. Lara memiliki kecurigaan bahwa Paus Gereja Pengikut Dewi Luna telah mati dan Igaram terlibat dalam masalah tersebut.
‘Yang mulia saya akan memperkenalkan diri saya dulu, saya adalah seorang Imam dari Gereja Pengikut Dewi Luna’’ Lara mulai berbicara tanpa ragu
Sebelum berangkat lara menuju ke Alexandria menggunakan hadiah dari Bege untuk menaikan tingkatnya menjadi tingkat Tier 1 dan menjadi seorang Imam. Hal itulah yang membuat lara sedikit lama tiba di lokasi pemberangkatan.
Nama: Lara (Tier 1)
Ras: manusia
Job: Pendeta tingkat 4
Guild: tidak ada
Chaos 1000
HP:100%
MP: 100%
Chaos: 100 point
Stamina : 85 %
Kelaparan :75
Kehausan: 64
STR:B
AGI:B
VIT:B
INT:B
LUCK:D
Faith : A++
Chaos : SSS
__ADS_1
Resitensi
Chaos 1000
Stun 400
Ilusi 400
Buff
-
Debuff
-
Kelebihan
v Memiliki Fisik yang kuat dan bisa bertahan dalam berbagai kondisi Iklim Sulit
v memiliki resistensi pada serangan kejutan yang akan membuat efek Stun pada pemain dan berbagai efek Ilusi
v setelah melewati kesulitan dan kesialan ia sering mendapat kejutan tak terduga
v Memiliki Element Chaos dalam tubuh dengan tingkat kemurnian tinggi yang membuatnya memiliki ketahanan yang kuat pada sihir tipe Element kecuali element Divine
Kekurangan
v penampilan yang buruk rupa akan membuat pemain sulit mendapatkan kepercayaan dari orang lain
v pemain akan cendrung dijauhi banyak orang karena penampilannya
v keberuntungan pemain yang buruk akan membuat pemain sering kali terlibat masalah
Tinggi : 201 cm
Berat : 91 Kg
Kondisi kesehatan
v Lelah
Lara sekarang telah naik ke dari biasa ke Tier 1, dengan menjadi tingkat Tier 1 kekuatannya akan di tingkatkan dan indeksnya akan di sesuaikan kembali oleh sistem. Walaupun indeksnya terlihat menurun sebenarnya kekuatan Lara tidaklah menurun sama sekali bahkan meningkat.
Michel sudah naik ke tingkat Tier 1 sebelum Lara, tapi jika di bandingkan dengan para prajurit Elf Pohon Elite, ia masih cukup jauh dibawah. Para prajurit Elf Pohon Elite kemungkinan besar sudah mencapai Tier 2. sementara Bege sendiri, Lara yakin kemungkinan besar sudah ada di tingkat Tier 4 atau mungkin lebih.
Setelah menggunakan skill yang tertera dalam buku yang di temukan Saintes Anggelia. Dua element Gelap dan cahaya milik Lara bersatu dan membentuk Element Chaos. Disisi lain Lara juga mendapat status Chaos dengan indeks SSS. Dengan status ini memungkinkan Lara untuk menggunakan Energi Chaos dan skill yang terkait dengan Element Chaos.
‘’Imam?… apa yang kau imam?’’ isac berbicara melihat penampilan Lara
‘’Benar yang mulia, saya baru saja mejadi seorang imam belum lama ini setelah menerobos tingkat’’ kata Lara dengan tenang
‘’Begitu, dari gereja mana kau berasal’’ Isac sedikit berpikir dan kemudian bertanya
‘’Hamba berasal dari Gereja Pengikut Dewi Luna yang mulia’’ jawab Lara langsung tanpa ragu
‘’Aku mengerti, bicaralah’’ kata Isac tidak mencari lebih jauh.
__ADS_1