
Visual
Note: Visual karakter hanya Ilustrasi tokoh
Wilona Rosita. Gadis mungil memiliki bulu mata lentik, dan hidung yang sedikit mancung, berkulit sawo mateng, dan mempunyai wajah berbentuk oval yang sempurna.
Rambut ikalnya terurai setengah dada, berwarna coklat gelap, sangat indah jika tertiup angin.
Gadis berusia 25 tahun itu memiliki sifat yang ramah sosial, periang dan mudah bercanda dengan senyuman manis dari bibir imutnya.
Ia bukan berasal dari keluarga kaya raya, namun hidupnya berkecukupan.
Berdampingan dengan kedua orang tua dan adik perempuannya yang membuat hidupnya makin bahagia.
Saat ia kuliah, ia pernah pacaran satu kali.
Namun ia di hianati saat ia benar-benar mencintai kekasihnya itu.
Pengalaman itulah yang membuatnya jera dan tidak ingin memiliki kekasih bahkan sampai saat ini.
Ia mempunyai dua sahabat baik yang selalu ada untuknya saat susah atau senang.
Sahabatnya itu juga bekerja di perusahaan yang sama di tempat Wilona bekerja.
__
Pagi hari di kantor XY, perusahaan terbesar di jakarta.
Wilona datang lebih pagi, karna ada jadwal piket selaku staff biasa.
Mobil berwana pink tiba, memasuki halaman parkir kantor.
Turunlah seorang wanita cantik, berpakaian ketat dan rok pendek di atas lutut.
Ia berjalan mendekati Wilona.
"Waahh,, anak udik sudah datang. Mau bersih-bersih ya? Kasian amat." Ejek wanita tersebut dengan tatapan kesombongan.
"Maaf nona, ini masih pagi. Tolong jangan membuat keributan." Jawab Wilona sembari berlalu meninggalkan wanita itu.
"Heh. berani kau meninggalkanku saat aku lagi bicara?! Heii Wilona, kau itu masuk ke sini karna kebetulan saja, bukan karna otakmu yang cerdas. Sudah sebulan kerja tapi gak ada kemajuan." Sindir wanita itu dengan menaikkan sebelah alisnya.
Wilona tidak terlalu menanggapi ucapan itu, ia menolehkan kepalanya sedikit pada wanita itu.
"Apa masalahmu? Urus saja kerjaanmu!" Tegas Wilona kemudian langsung pergi.
Wanita itu diam dalam amarah. "Ahhh.. Kurang ajar! Berani sekali dia ngomong kayak gitu! Aku ini sekretaris bos besar, semua orang menghormatiku selain dia! "
Gerutunya kesal sambil berjalan masuk kantor.
Ya, wanita itu adalah sektretaris Boss besar atau CEO dari perusahaan tersebut.
Ia bernama Silsila Adisti.
Sila memang tidak menyukai Wilona sejak ia bergabung di perusahaan tersebut. Ia merasa iri pada Wilo karna banyak yang menyukainya dan banyak yang berteman dengannya.
Kana itulah, ia selalu mencari kesalahan supaya Wilo di pecat.
Namun tidak semudah itu, karna Wilo mempunyai otak yang cerdik. Yang siap membalikkan keadaan.
__
Siang hari. Wilo mendapat telfon mendadak dari keluarganya.
Ia mendapat kabar bahwa adiknya mengalami kecelakaan.
Wilo bergegas pergi, ia hanya berpamitan pada kedua sahabatnya karna ia dalam keadaan panik.
__ADS_1
"Mita, Sinta. Aku pulang dulu ya, Adikku kecelakaan. Tolong sampaikan pada bos." Ucapnya cemas dan tergesa-gesa, ia menarik tasnya, lalu pergi dengan sepeda motornya.
"Hati-hati Wilo." Teriak Sinta dengan cemas.
"Kasian sekali dia. Semoga adiknya baik-baik saja." Sahut Mita.
"Heii kalian berdua! Ngerumpi apaan? Kerja sana!." Tegas Sila.
"Gini buk, tadi Wilo pamit mau...."
Sila langsung menghentikan ucapan Mita. "Sudah.. sudah.. Aku gak mau mendengar nama itu. Sekarang kalian balik kerja sana!." Langsung pergi.
*Hmm.. Sepertinya Wilona pergi tanpa pamit. Heh, bagus! Lihat saja apa yang terjadi padanya besok!* Batin Silsila sembari menyeringai jahat.
_
Esok pagi.
"Wil, gimana keadaan adikmu? parah gak?" Tanya Mita.
"Gak terlalu parah sih, dia di serempet saat pulang kampus. Hanya luka-luka kecil saja.
Oh iya, kemarin kalian kasih tau bos kalo aku pulang?"
Mita dan Sinta saling lirik.
"Maaf wil, kami gak berani ngomong langsung sama bos." Ujar Mita tertunduk.
"Hah serius? Wahh bisa kena masalah ini."
"Tapi, kemarin kami mencoba mengatakannya pada sekretaris Sila, tapi dia gak mau mendengarkan kita." Sahut Sinta merasa bersalah.
"Haiss.. Ya sudahlah gak apa-apa, ini bukan salah kalian. Palingan aku kena SP (Surat Peringatan) oleh bos." Jawab Wilo pasrah.
Sekretaris Sila datang menghampiri dengan gaya khasnya yang seksi.
"Aku? ada apa buk?" Tanya Wilo bingung.
"Jangan banyak tanya, mungkin dia mau kasih kamu hadiah." Sahutnya makin tersenyum lebar.
"Tunggu apa lagi. Ayo ikut aku!" Sila berjalan berlenggak-lenggok, di iringi oleh Wilo.
*Perasaanku jadi gak enak.* Batin Wilo.
Setibanya di ruangan CEO, ia duduk di hadapan bos yang tampan itu.
"Wilo. Kau tau kenapa kau di panggil kesini?" Tanya bos.
"Gak tau bos." Jawabnya takut dan tertunduk.
"Kamu tidak tau dengan kesalahanmu?" Tegas bos besar itu.
"Maafkan aku jika aku ada salah bos." Ucap Wilo tertunduk.
"Yang aku mau, kau jelaskan apa alasanmu pulang siang kemarin tanpa pamit, dan gak balik ke kantor lagi! Ada apa?" Bos itu mulai terpancing emosi.
"Maaf bos, kemarin aku dapat kabar bahwa adikku kecelakaan. Tapi aku sudah minta tolong sama Mita dan Sinta untuk mengatakannya pada bos dan sekretaris Sila. Tapi..... "
"Tapi apa Wilo? Kau mana ada izin. aku liat kok kamu pergi kemarin." Sahut Sila menyeringai.
"Iya, tapi kau tidak mau mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Mita dan Sinta. Padahal mereka mau menjelaskan bahwa aku pulang karna suatu alasan." Tegas Wilona.
"Wilo.! kau berani membentak sekretarisku?
Kau hanya pekerja staff di sini. Apa kau mau kupecat!" Bos itu menepuk meja sambil berdiri.
Wilona pun ikut berdiri. "Bos, bukan aku tidak menghormati dia, tapi ini gak adil untukku. Sahabatku sudah berusaha untuk menyampaikannya, tapi dia tidak peduli."
Bos itu melirik pada Sila. "Benarkah begitu Sil?"
__ADS_1
"Bos, aku bekerja denganmu sudah bertahun-tahun. Apa kau lebih mempercayai dia dari pada aku? Lagian kalo dia memang mau izin, kenapa gak ngomong langsung sama aku." Bantah sila.
"Jangan mentang kau sudah lama bekerja di sini, terus kau tidak bisa berbuat salah? kau pikir aku gak tau dengan akalmu yang selalu mencari masalah supaya aku di pecat? sebenarnya apa masalahmu padaku?!" Jawab Wilo tegas menghadap dan menunjuk Sila.
"Wilo.!! Hentikan! jangan kurang ajar pada atasan!" Bentak bos besar.
"Oh... beginikah struktur perusahaan ini?
Apakah tidak ada hukum yang adil untuk karyawan? kenapa seakan pilih kasih?.
Kalian tidak mengerti dengan perasaanku saat ini!! Adikku kecelakaan. tapi kalian tidak ada rasa empati sama sekali?"
Wilo meneteskan air mata dalam amarah.
"Sekarang, aku mengundurkan diri! Jika sikap kalian seperti ini pada karyawan, maka tidak akan ada karyawan yang bertahan lama pada perusahaan ini. Permisi.!"
Wilo pergi dengan perasaan kesal dan linangan air mata.
Saat ia keluar, ternyata banyak karyawan wanita yang menyaksikan kejadian itu dari luar ruangan.
Mereka mendekat saat Wilo keluar.
"Kalian? kenapa berkumpul di sini.?" Tanya Wilo sambil mengusap air matanya.
"Wil, perasaan kami sama denganmu. Terkadang kami merasa tertekan dalam pekerjaan. Sedangkan bos dan sekretarisnya tidak mentolerir jika kami melakukan kesalahan.Tapi kami tidak seberani kamu." Tutur salah satu karyawan yang seumuran dengannya.
"Benar, kami ingin sekali protes. Tapi kami tidak berani. Karna sekretaris Sila selalu mengancam kami." Sahut yang lainnya.
"Benarkah? itu berarti bukan salah bos sepenuhnya. Tapi buk Sila lah yang berperan penuh di balik ini. Sekarang, kalian lakukanlah apa yang ingin kalian lakukan. Aku pergi dulu" Ujar Wilo sambil berlalu.
Semua karyawan itu masuk memenuhi ruangan Ceo untuk mengutarakan pendapat dan kritikan mereka.
"Heii ada apa kalian masuk berombongan?" Tanya Sila kaget.
"Bos, kita cuma mau menyampaikan, bahwa Wilo gak salah, dia sudah minta izin, tapi buk Sila tidak mau mendengarkan, kami menyaksikan semua.itu."
"Benar! Selama ini buk Sila selalu mengadukan kesalahan kami pada bos, padahal hanya kesalahan kecil, tapi dibuatnya besar. supaya kami mendapat SP."
"Kami semua mau mengundurkan diri bos. Terimakasih telah menerima kami bekerja di sini." Semua karyawan itu berjalan pelan keluar ruangan.
"Semuanya, tunggu!! Kau bahkan belum bicara apapun. Kembali lagi kesini." Tegas bos itu.
Karyawan itu menghentikan langkah mereka dan berbalik menghadap bos.
"Sila, tolong jelaskan, apakah benar yang mereka katakan tadi?" Tatapan amarah di mata bos tertuju di wajah Sila.
Sila diam sembari mencari akal. "Em.. itu bos, sebenarnya maksudku bukan kayak gitu. Hanya saja....."
"Sekarang kau mendapatkan SP 1. Jangan kau ulangi lagi kesalahan ini jika kau masih ingin berada di posisi ini.!!
Dan kalian semua, kembalilah bekerja seperti semula." Tegas bos itu dengan wajah yang sangar.
"Kami tidak ingin bekerja, jika Wilona tidak kembali bekerja lagi." Sahut semua karyawan bersamaan.
Bos itu berfikir sejenak.
"Baiklah, Wilona akan kembali bekerja besok. Sekarang keluarlah! Kau juga keluarlah Sila!"
"Baik bos." Sila melangkah pergi dengan wajah tertunduk malu sekaligus kesal.
*Wilona!! Kau membuatku kena SP!! Lihat saja, aku tidak akan membiarkan hidupmu tenang!*
•••
BERSAMBUNG
Bantu Like, Komen, Vote dan Favorite ya😉
Jika berkenan, follow Author. Makasih.
__ADS_1