Dua Pilihan

Dua Pilihan
Background CEO


__ADS_3

Visual




Note: Karakter visual hanya Ilustrasi tokoh


Hansel Winata. Pria tegas dan disiplin, yang mempunyai kekayaan berlimpah dan juga pemilik perusahaan XY.


Ia mempunyai wajah tampan dan kulit putih berhidung mancung bak artis korea.


Umurnya baru memasuki 27 tahun, tapi ia sudah sukses besar sebagai pebisinis.


Mempunyai cabang perusahaan di beberapa kota, dan mempunyai property di mana-mana.


Di balik itu, masih ada kekurangan yang selalu ia inginkan.


Yaitu seorang anak, sebagai penerusnya kelak.


Ia menikah saat umur 18 tahun, dan itu karna suatu kecelakaan kecil yang menimpanya dan pasangannya. Karna mereka terjebak dalam satu kamar, hingga di tuduh berzinah.


Istrinya bernama Melodi Ayudia, atau lebih di kenal dengan sebutan Nyonya Melodi Winata.


Umurnya tak jauh beda, yakni 26 tahun.


Setelah mereka menikah, mereka belum sekaya dan sesukses ini. Mereka merintis perusahaan dari bawah. Saling dukung dan saling mendoakan.


Susah senang mereka lalui bersama, jarang sekali terjadi pertengkaran dalam rumah tangga mereka, walaupun Melodi belum bisa memberikannya keturunan.


Melodi adalah wanita yang manis dan baik hati. Ia sangat pengertian pada suaminya, tak heran jika ia selalu di manjakan oleh Hansel.


Ia memiliki tutur kata yang lembut dan juga sopan santun yang tinggi. Ia tidak mempunyai banyak teman seperti orang kaya lainnya, karna ia hanya berdiam diri di rumah.


Pasangan ini begitu romantis hingga saat ini. Mereka juga saling setia satu sama lain.


Jika waktu libur tiba, mereka menghabiskan waktu untuk jalan-jalan keluar negri.


__


Pagi Hari.


Wilona bergegas berdandan rapi untuk kembali bekerja di kantor, setelah kemarin mengundurkan diri, lalu di telpon lagi untuk kembali bekerja.


Karna waktu yang sudah mepet, ia cepat-cepat menjalankan sepeda motornya karna takut telat.


Insiden kecil terjadi di tengah jalan, saat ia hendak berbelok di simpang lampu merah, tiba-tiba ia di serempet oleh mobil mewah berwarna putih hingga ia terjatuh dan sepeda motornya sedikit ringsek.


Seorang wanita cantik sang pemilik mobil itu keluar dari mobilnya bersama sang supir.


"Maafkan kami nona, ayo kita ke rumah sakit, lutut dan tanganmu terluka." Ujar wanita cantik itu dengan cemas.


"Aku baik-baik saja, tidak ada waktu untuk ke rumah sakit. Tapi aku hanya minta tolong.


Tolong antarkan aku ke perusahaan XY, karna aku sudah telat." Sahut Wilona sembari merapikan bajunya yang kotor.


"Tapi bagaimana dengan motormu nona?" Tanya si supir.


"Kau bawa motornya ke bengkel, biar aku yang mengantarnya kerja." Timpal wanita itu.


"Tapi nyonya. Nanti tuan marah padaku jika anda mengendarai mobil sendiri."

__ADS_1


"Biar aku yang urus, sekarang kau perbaiki motor nona ini. Aku akan mengantarnya pergi."


Wanita itu menopang Wilona untuk masuk ke mobilnya. Kemudian mereka bergegas pergi.


"Kau sudah lama bekerja di sana nona?


Sepertinya umur kita tidak berjauhan." Ujar wanita itu sambil menyetir.


"Umurku 25 tahun, tadi kudengar kau di panggil nyonya. Apakah kau sudah menikah?" Tanya wilo penasaran sembari memperhatikan wajah dan pakaian wanita itu.


"Wah, ternyata hanya tua aku setahun.


Iya, aku sudah menikah. Panggil saja aku Melodi.


Siapa nama kamu?"


"Namaku Wilona.


Aku kerja di sana baru sebulan, kemarin aku sempat mengundurkan diri, karna perlakuan CEO dan sekretarisnya gak adil padaku. Tapi entah kenapa, aku di telpon lagi untuk bekerja kembali." Jelas Wilona.


"Begitu kah? Yang sabar ya Wil. Dimana pun tempat kita kerja, pasti ada aja yang gak suka. Inti nya harus bertahan dan lawan jika kau benar." Nasihat Melodi sembari tersenyum.


Setibanya di kantor Wilona masuk bersama dengan Melodi.


Semua karyawan nampak membungkukkan tubuh memberi hormat dan menyapa.


*Ada apa ini? Apakah mereka menghormatiku? Ahh aku tersanjung.* Batin Wilona tersenyum bangga.


Sekretaris Silsila datang menghadap Melodi.


"Selamat pagi buk, tumben ke kantor. Mau ke ruangan bos? Mari saya antar." Ujar Sila tersenyum ramah.


"Tidak perlu sil. Aku bisa pergi sendiri.


Ayo Wil, ikut aku." Melodi menggandeng tangan Wilona untuk mengajaknya ke ruangan suaminya itu.


Sila menatap dalam Wilona sembari menaikkan sebelah alisnya. Ia merasa heran karna Wilona bisa bersama istri bosnya itu.


Wilona tersenyum bangga sambil memeletkan lidahnya pada Sila. Membuta sila makin emosi.


Setibanya di ruangan Ceo. Melodi masuk sambil tersenyum. Di iringi oleh Wilona.


"Selamat pagi sayang. Maaf aku mengganggu." Tutur Melodi bermanja pada Hansel.


Hansel memberinya kecupan mesra. "Sayang, ada apa kau kemari? Oh iya kau bersama siapa?"


Wilo merasa tidak enak, ia pun hendak keluar.


"Em... Maaf, aku permisi dulu."


"Eh, sejak kapan kau disini? Kau membuntuti istriku?" Tegas Hansel.


"Tidak sayang. Tadi aku dan supir mau ke mall, tapi kami tidak sengaja menabraknya. Dia sedikit terluka. Biarkan dia istirahat di sini. Aku akan mengobatinya." Jelas Melodi sembari membersihkan sofa.


"Eh.. Tidak perlu nyonya. Aku hanya luka sedikit, aku bisa kembali bekerja. Aku keluar dulu."


Saat Wilo hendak keluar, namun Hansel menahannya.


"Kau tidak dengar dengan ucapan istriku? kembalilah kesini, dan patuhi perintahnya." Tegas Hansel.


Wilo pun menghentikan langkahnya, dan berbalik berjalan pelan menuju sofa yang sudah di sediakan oleh Melodi.

__ADS_1


"Berbaringlah, aku akan membersihkan lukamu." Melodi mengambil kotak P3K untuk mengobati Wilona.


"Maaf buk, eh nyonya. Biar aku sendiri saja membersihkannya, nanti tangan anda kotor." Ujar Wilona sembari membuka botol alkohol dan menuangkannya di kapas.


Melodi hanya tersenyum. "Panggil saja aku Melodi, gak perlu kasih nyonya atau ibuk." Melo merebut kembali kapas di tangan Wilona lalu mengusapkannya pada luka di kaki Wilo.


"Aww.... Perih.." Wilo memejamkan mata menahan rasa sakit itu.


"Tahan bentar, sedikit lagi kok." Ucap Melo dengan lembut.


*Dia baik banget, beda banget dengan orang kaya lainnya. Cara bicaranya begitu lembut dan sopan.* Wilona menatap wajah Melodi dengan tersenyum bangga karna bertemu dengan orang baik.


Tok..!! Tok..!!


Ketukan pintu dari luar.


"Masuk saja." Sahut Hansel sembari mengetik pada Laptopnya.


Supir Melodi itu masuk dan menghampiri mereka.


"Maaf Tuan, Nyonya. Motor nona ini sudah ada di bawah dan sudah di ganti bagian yang rusak .


"Baiklah, makasih ya pak. Sekarang ayo kita ke mall, mumpung belum terlalu siang." Ujar melodi.


"Wilona, kau di sini saja ya, hari ini gak usah kerja dulu. Istirahat saja." Tutur Melodi tersenyum sambil menutupi kaki Wilo dengan selimut Hansel yang biasa dia pakai.


"Tapi, aku gak enak di sini, apalagi ada suami kamu. Aku gak mau ada gosip." Timpal Wilona.


"Gak akan ada yang berani. Ya sudah, aku pergi dulu.


Sayang, jangan pulang malam ya. Aku akan menyiapkan makan malam untukmu. Jangan lupa ajak Wilona." Melodi mencium tangan suaminya itu untuk berpamitan.


"Sayang, kenapa harus ajak dia?


Aku akan pulang sendiri. Kamu hati-hati di jalan." Ia membalas merangkul Melodi dan mencium kepala istrinya itu.


"Dia tanggung jawabku karna sudah membuatnya terluka. Kali ini aja ya. Ajak dia ke rumah." Melo masih bersikeras memaksa suaminya itu.


Dengan terpaksa, Hansel menuruti kemauan istrinya itu. "Baiklah sayang."


"Ya sudah, aku pulang ya."


"Hati-hati di jalan Melodi. Dan terimakasih" Pungkas Wilona tersenyum.


Setelah mereka pergi, Wilo lanjut berbaring sambil memperhatikan Hansel yang lagi bekerja.


*Sungguh beruntung Melodi, mempunyai suami kaya, baik, tampan, dan juga romantis kayak Hansel. Semoga suatu saat aku memiliki suami seperti dia.* Batin Wilo menghayal.


"Kau menatapku?"


Suara Hansel menyadarkan Wilona. Ia pun langsung mengalihkan pandangannya.


"Maaf bos. Sepertinya anda salah lihat. Tadi aku hanya memperhatikan merk laptop anda. Jangan salah sangka." Bantah Wilona sembari berbalik badan menghadap ke luar jendela.


"Gadis yang aneh." Gumam Hansel dan kembali melanjutkan pekerjaannya.


•••


BERSAMBUNG


Like. Komen. Vote

__ADS_1


__ADS_2