
" Kau masih sah menjadi istriku, walaupun kita lama berpisah tapi aku tidak pernah menceraikanmu."
Jeduarrrr.....
Bagai di sambar petir di siang bolong, tubuh Ara kaku tidak bisa di gerakkan. Ia menatap Yoga dengan tatapan yang sulit di artikan.
" Kebohongan apa lagi yang kau tunjukkan Mas? Kita sudah lama bercerai, dan kau pun sudah menikah lagi. Lalu untuk apa kau mengucapkan kata kata itu? Apa kau berpikir aku akan mempercayai pria pembohong sepertimu? Jangan pernah mempermainkan perasaanku lagi! Aku sudah hidup tenang selama ini, biarkan aku tetap seperti ini!" Ujar Ara dengan mata berkaca kaca. Ia merasa Yoga kembali mempermainkannya.
" Ayo Ara!" Dean kembali menarik tangan Ara.
" Lepaskan istriku!" Ucap Yoga mencekal tangan Ara yang satunya.
Dean tidak bergeming membuat Yoga terpancing emosi.
" Lepaskan istriku!!!" Bentak Yoga mendorong Dean dengan keras.
Brugh...
Tubuh Dean menabrak pintu. Yoga mendekatinya lalu menatapnya dengan tajam.
" Aku tidak tahu siapa kau sebenarnya, apa tujuanmu dan apa masalahmu denganku. Yang jelas aku tidak akan membiarkanmu membawa istriku sebelum semuanya jelas di sini. Malam ini Ara tidak ada jadwal tugas, jadi dia bebas berada di sini sampai pagi. Aku harap kau tahu diri untuk tidak mencampuri urusan kami. Dan sebagai dokter senior aku yakin kau punya attitude yang baik. Silahkan pergi dari sini!" Ucap Yoga tegas penuh penekanan.
Dean menatap Ara begitupun sebaliknya.
" Kak Dean pergi saja! Aku harus meluruskan masalahku dengan suamiku. Sebelum semua ya jelas, aku tidak akan pergi dari sini." Ucap Ara.
Bagaimanapun ia tidak bisa terus terusan menghindari Yoga. Ia ingin menyelesaikan masalahnya sekarang juga agar Yoga tidak berani lagi mengganggunya.
" Baiklah." Dean pergi dengan kesal. Ia tidak terima Ara lebih memilih Yoga yang telah menyakitinya di bandingkan dirinya yang selalu menemaninya.
Di dalam ruangan, Ara menatap Yoga begitupun sebaliknya.
" Sebenarnya teka teki apa yang coba kau mainkan saat ini Mas? Aku merasa seperti orang bodoh yang hanya di permainkan kesana dan kesini saja." Ucap Ara.
" Aku ingin bertanya padamu dan jawab dengan kejujuran, apa maksdumu kita telah berpisah dan aku sudah menikah lagi? Dapat darimana kabar bohong seperti itu?" Tanya Yoga.
__ADS_1
" Lima tahun lalu aku meninggalkan surat cerai kepada ayah."
" Ya aku tahu, sampai sekarang surat itu ada padaku." Sahut Yoga membuat Ara terkejut. Ia menatap Yoga sambil melongo.
" Bagaimana bisa surat itu ada padamu Mas? Surat itu sudah sampai ke pengadilan. Dan akta cerai kita juga sudah turun satu bukan setelah kau menandatanganinya." Ujar Ara.
" Apa??" Pekik Yoga tidak percaya.
" Apa kau gila Ara? Aku mati matian mencarimu karena aku mencintaimu, bagaimana mungkin aku menandatangani surat itu jika aku tidak mau berpisah denganmu. Surat itu ada padaku, masih aku simpan dengan baik dan tidak pernah sampai ke tangan orang lain apalagi pengadilan." Ucap Yoga.
" Ada apa sebenarnya ini? Kenapa ucapan Mas Yoga bertolak belakang dengan bukti yang ayah kirimkan padaku lima tahun lalu? Apa Mas Yoga sedang membodohiku kali ini? Aku harus mencari kebenarannya." Batin Ara.
" Lalu soal pernikahan, apa benar Mas Yoga sudah menikah lagi dengan wanita yang waktu itu bersama denganmu?" Tanya Ara memastikan.
" Sejak aku menyadari perasaanku padamu, aku hanya menginginkanmu. Aku hanya memikirkanmu, aku sibuk mencarimu kemana mana bahkan aku sampai ke luar negeri menemui tuan Wilson hanya untuk membawamu pulang ke rumah. Lalu bagaimana aku bisa menikahi wanita lain? Aku tidak pernah menikahi siapapun setelah menikahimu." Ucap Yoga tegas.
" Akan aku tunjukkan padamu." Ucap Yoga.
Yoga membuka ponselnya, ia menunjukkan bukti foto catatan pernikahan mereka yang masih tercatat di pihak sipil setempat. Ia juga menunjukkan kartu tanda pengenalnya dimana di sana tertulis jelas jika status Yoga kawin bukan seorang duda.
" Ini tanda tanganmu lima tahun lalu, tapi di sisi tanda tanganku masih kosong. Itu artinya aku tidak menceraikanmu Ara. Kau masih sah menjadi istriku selama ini. Kau harap kau tidak berpikir jika bukti yang aku miliki ini palsu." Ucap Yoga.
Menyadari kesalahannya dada Ara terasa sesak, hatinya mencelos mengetahui fakta yang sebenarnya.
" Ya Tuhan... " Ara membungkam mulutnya. Ia tidak percaya jika ia telah melakukan dosa sebesar ini. Dosa karena telah meninggalkan suami dan anaknya selama bertahun-tahun lamanya.
Tubuh Ara luruh ke lantai, ia tak kuasa menahan sesak dan kecewa kepada ayahnya. Ia yakin ayahnya di balik semua ini karena dari awal ayahnya tidak merestui hubungannya dengan Yoga. Tapi kenapa ayahnya tega melakukan semua ini? Kenapa ayahnya tega membiarkan anaknya melakukan dosa selama bertahun-tahun? Sebenarnya apa yang ada di pikiran ayahnya Ara? Pikir Ara.
" Hiks... " Tiba tiba Ara terisak.
" Sayang kamu tidak apa apa?" Yoga berjongkok di depan Ara sambil menyentuh kedua bahunya.
" Hiks... "
" Tenanglah Ara! Jangan menangis!Sepertinya ada kesalahpahaman di sini. Sekarang kita harus meluruskan kesalahan pahaman yang telah menimpa rumah tangga kita. Untuk itu kau harus tenang." Ucap Yoga.
__ADS_1
" Mama... Kenapa Mama menangis?" Melihat mamanya menangis, Rere turun dari ranjang mendekati Ara.
Ara mengusap air matanya, ia menatap Rere lalu memeluknya.
" Maafkan Mama sayang hiks..." Ucap Ara.
" Rere sudah lama memaafkan Mama. Mama jangan menangis lagi! Atau Rere ikut menangis nih." Ucap Rere.
" Iya sayang maafkan Mama." Ucap Ara.
Sebisa mungkin Ara menenangkan dirinya. Ia tidak mau membuat putri tercintanya merasa sedih.
" Minumlah!" Yoga memberikan segelas air putih kepada Ara. Ara segera meminumnya hingga tandas.
" Terima kasih." Ucap Ara memberikan gelas kosong kepada Yoga.
" Rere kau kembalilah ke ranjangmu! Kau harus istirahat. Papa ada urusan dengan mamamu yang harus papa selesaikan." Ucap Yoga.
" Baik Pa, tapi tolong jangan buat Mama menangis lagi!" Ucap Rere.
" Baiklah sayang." Sahut Yoga tersenyum.
" Kita duduk di sofa saja, di sini lantainya dingin." Yoga membantu Ara berdiri, mereka duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
Yoga menggenggam tangan Ara.
" Apa yang membuatmu berpikir jika aku telah menceraikanmu dan menikah lagi dengan wanita lain? Pasti semua ini ada sebabnya kan? Kau wanita cerdas, tidak mungkin kau bisa berpikir seperti itu kalau tidak ada bukti yang jelas." Ucap Yoga.
" Lima tahun lalu satu bulan setelah kepergianku aku mendapat foto akta perceraian kita Mas. Aku percaya karena surat itu resmi di keluarkan oleh pengadilan agama Mas. Aku sudah meneliti semuanya. Dan di bulan berikutnya aku mendapat foto undangan pernikahanmu dengan Karina. Aku bahkan mendapat foto pernikahanmu dan dia dengan jelas Mas. Aku berpikir itu sebabnya kau memintaku pergi dari hidup kalian karena kau telah mencintai wanita lain." Terang Ara.
" Semua itu tidak benar Ara. Sepertinya ada yang sengaja melakukan semua ini. Kalau boleh tahu kau mendapatkan foto itu dari siapa?" Tanya Yoga menatap Ara.
" Ayahku."
Deg...
__ADS_1
TBC...