
Hari ini keluarga Yoga nampak terkejut karena kedatangan bastian beserta kedua orang tuanya secara tiba tiba. Yoga, Ara, Putri dan nyonya Hana duduk di sofa ruang tamu menyambut keluarga Bastian.
" Maaf Nyonya Hana, Tuan Yoga dan Nona Ara jika kedatangan kemari membuat kalian semua bingung. Kami kemari dengan tujuan yang pertama menjalin silaturahmi dan yang kedua kami ingin meminang Putri untuk anak kami." Ucap pak Asep membuat nyonya Hana terkejut karena tidak ada yang memberitahunya tentang hal ini, ataupun tentang kedekatan Putri dengan seorang pria.
Ya.. Nyonya Hana baru saja pulang dari luar kota setelah dua bulan lamanya ia di sana.
" Tapi sebelum itu, kami ingin mengungkap jati diri kami Nyonya. Kami mantan pembantu di keluarga pak Ruli, sedangkan Bastian bekerja di perusahaan Tuan Yoga dengan jabatan rendah. Mungkin anda berpikir jika kami tidak tahu diri, dengan kondisi kami yang jauh dari kata kecukupan berani meminang putri anda. Saya beserta istri saya memberanikan diri kemari demi mewujudkan kebahagiaan putra kami. Bastian mencintai putri anda dengan tulus tanpa memandang status Putri yang berada jauh di atas kami." Ucap pak Asep.
" Maaf Pak, kami tidak pernah memandang seseorang dari tingkat status dan derajatnya. Hanya saja saya sangat terkejut dengan semua ini. Anak anak saya tidak ada yang memberitahu saya tentang semua ini sebelumnya." Ucap nyonya Hana.
" Silaturahmi anda kami terima, karena kami tidak pernah membatasi seseorang untuk menjadi kerabat kami. Tapi untuk lamaran anda, saya tidak bisa menjawabnya. Karena ini menyangkut hidup putri saya. Biarkan dia yang menentukan siapa yang akan menjadi pendamping hidupnya, yang jelas pria itu harus pria yang bertanggung jawab dan benar benar mencintai dia. Saya tidak mau putri saya mengalami hal buruk ataupun menderita yang di sebabkan oleh suaminya setelah pernikahannya, karena saya punya trauma sendiri untuk hal itu Pak." Sambung nyonya Hana menohok hati Yoga
Pak Asep menatap Bastian, Bastian menganggukkan kepalanya.
" Saya berjanji akan mencintai dan bertanggung jawab penuh untuk kebahagiaan Putri, Nyonya." Ucap Bastian.
" Bagaimana Putri? Apa kau menerima lamaran Bastian? Mama harap kamu memikirkan keputusanmu dengan baik. Karena setelah kau menikah dengannya, Mama tidak punya hak atas dirimu. Jadi apapun yang terjadi padamu setelah menikah, itu tanggung jawab suamimu sepenuhnya." Ucap nyonya Hana tegas.
Putri nampak sedang berpikir. Ara mengelus pundaknya.
" Bismillah sebelum melakukan sesuatu Putri. Dan yakinlah pada hatimu, Allah akan selalu menyertaimu." Ucap Ara.
" Bismillahhirrohmannirrohhim, aku menerimanya Ma." Ucap Putri.
" Alhamdulillah." Ucap semuanya lega.
" Aku hanya membutuhkan doa Mama dan kedua kakakku untuk kebahagiaan memulai hidup baru. Terima kasih telah menyayangiku selama ini." Ucap Putri.
" Doa terbaik kami akan selalu menyertaimu Nak." Ucap nyonya Hana.
Bastian mengeluarkan sekotak cincin lalu mengulurkan tangannya ke depan Putri. Putri memberikan tangannya kepada Bastian. Bastian segera melingkarkan cincin ke jari manis Putri.
Yoga dan Ara tepuk tangan meluapkan kebahagiaan mereka.
" Selamat sayang, semoga bahagia." Ucap Ara.
" Terima kasih Ara." Ucap Putri memeluk Ara.
Setelah itu mereka membicarakan tentang pernikahan Putri dan Bastian. Mereka sepakat akan melangsungkan pernikahan satu bulan lagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Satu minggu setelah lamaran Bastian, Putri bisa bernafas lega karena telah menyelesaikan semua persiapan pernikahannya. Ia bisa santai mulai hari ini, ia duduk di kursi kebesarannya sambil memainkan ponselnya.
Tok tok...
Abel mengetuk pintu ruangan Putri, setelah itu ia masuk ke dalam tanpa menunggu sahutan dari yang punya ruangan.
" Lesu amat calon pengantin, bagaimana persiapannya? Sudah beres kan?" Tanya Abel duduk di depan Putri.
" Sudah." Sahut Putri.
" Terus kenapa lesu begini? Apa karena kepergian Bastian?" Abel bertanya lagi.
" Iya, mas Bastian tidak bisa di hubungi sejak kemarin. Sebenarnya kemana sih dia." Gerutu Putri yang mulai merindukan tunangannya.
" Duh yang mulai rindu, sabar dulu! Bastian pasti sedang menyelesaikan pekerjaannya supaya dia bisa cepat pulang dan bisa bertemu denganmu. Dia pasti sama rindunya denganmu." Ucap Abel.
" Iya." Sahut Putri.
Sudah tiga hari Bastian pergi ke luar kota dengan alasan pekerjaan.
" Oh ya ada undangan fashion show di kota kembang nanti malam. Aku mau ke sana, apa kau mau ikut? Hitung hitung refreshing untuk menghilangkan galaumu itu." Ujar Abel.
" Boleh deh, benar juga katamu. Kapan kita berangkat?" Tanya Putri.
" Oke deh." Sahut Putri.
Mereka melanjutkan mengobrol sampai siang hari.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam ini Abel dan Putri sampai di acara fashion Show yang di gelar di kota kembang. Mereka masuk ke dalam sambil bergandengan tangan, nampak suasana di dalam begitu ramai. Mereka mencari tempat duduk di barisan paling depan agar bisa melihat para model dengan jelas.
Tak lama acara pun di mulai, sambutan sambutan di berikan dari panitia penyelenggara. Sampai pada seorang pembawa acara menyebutkan nama yang tidak asing bagi Putri.
" Sebelum kita menyambut pemilik acara ini, saya akan sedikit memberikan informasi kepada kalian semua yang hadir di sini. Beliau mengadakan acara ini untuk menyambut kekasihnya yang baru datang dari luar negeri. Kabarnya mereka akan menikah satu bulan lagi."
Ucapan pembawa acara membuat semua orang terharu, bagaimana ada seorang pria yang begitu memperhatikan kekasihnya. Mereka menjadi penasaran siapakah pria itu?
" Marilah kita sambut Tuan Bastian Rahedja dan kekasihnya, Amoora Denada." Ucap pembawa acara lantang.
Putri dan yang lainnya menatap ke arah pintu panggung. Nampak seorang pria tampan dan seorang wanita cantik berjalan sambil bergandengan tangan. Tatapan Putri terpaku pada pria itu, pria yang tidak asing baginya.
__ADS_1
" Selamat datang Tuan Bastian dan Nona Amoora." Ucap pembawa acara di balas anggukkan kepala oleh keduanya.
" Tuan Bastian, kami mendengar berita jika kalian menjalin hubungan asmara dan akan menikah bulan depan. Apa itu benar?" Tanya pembawa acara menatap Bastian.
" Ya... "
Jeduaarrrr...
Dunia Putri seakan hancur seketika. Tubuhnya kaku, matanya berkaca kaca menatap ke depan. Abel menatap Putri dengan perasaan sedih. Ia bisa merasakan bagaimana terlukanya perasaan sahabatnya.
" Kami akan menikah bulan depan, namun pernikahan kami di adakan secara tertutup. Kami harap kalian bisa menjaga privasi kami." Ucap Bastian.
Tes...
Air mata menetes begitu deras di pipi Putri. Tidak sanggup menahan rasa sesak di dadanya, Putri maju ke depan sambil melepas cincin pernikahannya.
Tiba tiba Putri melempar cincin itu di depan Bastian.
Klunting.....
Cincin itu berhenti tepat di kaki Bastian. Bastian menoleh ke arah Putri dan...
Deg....
Jantung Bastian terasa berhenti berdetak. Putri mengusap air matanya, tanpa berkata apa apa ia berlari meninggalkan Bastian dan yang lainnya.
Bastian mengambil cincin itu lalu segera berlari mengejar Putri. Semua orang nampak bingung dengan apa yang terjadi. Mereka bertanya tanya kenapa Bastian mengejar wanita itu, padahal kekasihnya ada di sampingnya.
Putri berlari menuju jalan raya di ikuti oleh Abel.
" Putri tunggu!" Teriak Abel namun Putri tidak menghiraukannya.
" Putri!!" Teriak Bastian mengejar Putri.
" Putri tunggu! Dengarkan penjelasanku dulu! Putri!"
" Kau jahat Mas... Kau pembohong, kau pendusta. Kau bilang akan membuatku bahagia tapi kau justru membuatku menderita. Hiks... Aku menderita karena cinta ini, aku terluka karena perasaan ini. Aku membenci perasaan ini, aku membencinya hiks... "
Putri terus berlari sampai...
" Putriiiii!!!"
__ADS_1
Brak......
TBC....