
Satu bulan telah berlalu, saat ini tuan Alif nampak sedang marah marah karena los kontak dengan Dean selama satu bulan ini.
" Dean sialan!!!!" Teriak tuan Alif menyapu semua barang barang yang ada di meja.
" Astaghfirullahal'adzim Ayah... " Ucap nyonya Aisyah.
" Sabar Yah! Ayah sendiri yang mempercayakan Ara kepada Dean, lalu kenapa sekarang Ayah marah marah begini?" Sambung nyonya Aisyah.
" Ayah tidak tahu jika kejadiannya akan seperti ini Bunda, bagaimana bisa bocah itu berbuat seperti ini kepada kita? Kemana dia membawa Ara pergi Bun? Ayah sudah mencarinya ke setiap sudut kota Jogja, tapi Ayah tidak berhasil menemukan Ara. Ayah sangat khawatir di sini, Ayah takut Ara kenapa napa. Ayah harus bagaimana Bun?" Ucap tuan Alif duduk di kursinya.
" Bunda juga tidak tahu harus bagaimana Yah, tapi Bunda yakin kalau saat ini Ara pasti baik baik saja. Dean mencintainya, Dean pasti bisa menjaga Ara dengan baik. Dean tidak akan menyakiti Ara Yah. Kita berdoa saja semoga Allah selalu melindungi putri kita." Ujar nyonya Aisyah.
" Dean benar benar licik, setelah apa yang Ayah lakukan padanya dia malah membalas Ayah seperti ini. Dia ingin menguasai putri kita sendirian. Jika Ayah bertemu dengannya, akan Ayah patahkan tulang lehernya." Ucap tuan Alif geram.
" Semua ini karena kesalahan yang Ayah lakukan pada putri dan menantu kita. Seandainya saja Ayah mau menerima Yoga pasti semua ini tidak akan terjadi. Saat ini mereka pasti sudah hidup bahagia bersama anak anak mereka." Ucap nyonya Aisyah.
" Yoga." Gumam tuan Alif.
" Ayah harus menemui Yoga dan meminta penjelasan darinya kenapa Dean bisa membawa Ara." Tuan Alif bergegas keluar dari kamarnya. Ia mengendarai mobil menuju rumah Yoga.
Sampai di rumah Yoga, tuan Alif segera turun dari mobil. Ia memencet bel pintu rumah Yoga.
Ting tong...
Tak lama nyonya Hana membuka pintunya.
" Tuan Alif, untuk apa anda datang ke sini?" Tanya nyonya Hana ketus. Ia membenci pria yang ada di hadapannya karena ia merasa kehancuran yang putranya alami karena perbuatannya.
" Saya mau bertemu Yoga, bisa Anda panggilkan Yoga kemari?" Sahut tuan Alif.
" Mau apa anda menemui putra saya? Bukankah hubungan kedua keluarga telah berakhir?"
Tuan Alif mengerutkan keningnya mendengar ucapan nyonya Hana.
" Hubungan mereka belum berakhir karena Yoga belum menceraikan Ara." Sahut tuan Alif.
" Hubungan kami telah berakhir Ayah, aku sudah menceraikan putrimu satu bulan lalu."
Jeduarrrr....
__ADS_1
Tuan Alif nampak sangat terkejut. Ia tidak tahu menahu akan hal itu. Ia menatap Yoga sambil mengerutkan keningnya.
" Apa maksudmu Yoga? Selama lima tahun ini kau tidak mau menceraikan Ara kan? Lalu kenapa kau begitu mudah menceraikan Ara setelah kau bertemu dengannya?" Tanya tuan Alif.
" Haruskah aku menjawab pertanyaan anda tuan Alif? Selama lima tahun ini aku selalu bertanya pada anda dimana keberadaan Ara, tapi sekalipun anda tidak pernah memberikan jawaban kepada saya." Ucap Yoga dingin.
" Yoga aku menyesal, aku menyesal telah berbuat buruk padamu dan lebih mempercayai Dean dari pada kamu. Selama satu bulan ini Dean dan Ara tidak ada kabar. Entah kemana Dean membawa pergi Ara. Aku sangat khawatir Yoga." Ucap tuan Alif.
Sebenarnya Yoga sangat terkejut dengan ucapan tuan Alif. Namun ia bersikap setenang mungkin.
" Itu bukan urusan saya Tuan, karena Ara bukan lagi siapa siapa saya. Maaf saya harus pergi."
Yoga segera berlalu menuju mobilnya. Hari ini ada pertemuan penting dengan suster Leni. Entah apa yang akan mereka bicarakan hanya mereka berdua saja yang tahu.
" Inilah karma yang anda tanggung tuan Alif. Sekarang anda merasakan bagaimana rasanya mencari seseorang yang anda cintai. Lebih lebih yang anda cari adalah darah daging anda sendiri. Inilah yang Yoga rasakan selama lima tahun ini, beruntung saat ini Yoga sudah bisa melupakan Ara. Jadi dia bisa melanjutkan hidupnya dengan baik." Ucap nyonya Hana membuat hati tuan Alif mencelos.
Dengan langkah gontai tuan Alif meninggalkan rumah Yoga. Ia melajukan mobilnya menuju rumahnya kembali.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Pagi ini Ara sedang duduk di depan meja rias, ia menatap dirinya di depan cermin. Wajahnya nampak sangat cantik karena riasan dari MUA ternama. Ya... Hari ini merupakan hari pernikahan Ara dan Dean. Setelah akta cerai dari pengadilan turun, Dean langsung mengundang penghulu untuk menikahkan mereka. Dean sudah melakukan pengamanan untuk proses pernikahannya agar tidak terendus oleh orang luar, termasuk Yoga dan keluarga Ara.
Dean berjalan menghampiri Ara. Ia membungkuk lalu memeluk leher Ara dari belakang.
" Kau sangat cantik sayang." Ucap Dean menatap Ara melalui pantulan cermin.
" Hari ini akan menjadi hari yang bahagia untuk kita berdua. Aku dan kau akan bersatu menjadi keluarga yang utuh yang tidak bisa di pisahkan sampai kapan pun. Aku bahagia sayang, aku sangat bahagia." Ucap Dean.
" Apapun bisa terjadi Kak, jangan berbicara seolah olah hubungan kita akan kekal abadi. Apalagi hubungan ini terjalin berdasarkan keterpaksaan saja. Hubunganku dengan mas Yoga saja bisa berakhir apalagi hubungan ini." Ucap Ara.
Dean mengepalkan erat tangannya.
" Apa bedanya hubungan ini dengan hubunganmu sebelumnya? Kau memang tidak terpaksa menikah dengan Yoga, tapi Yoga terpaksa menikah denganmu."
Deg...
Ucapan Dean menohok hati Ara.
" Apa kau juga akan membanggakan hubungan seperti itu?" Tanya Dean melepas pelukannya.
__ADS_1
" Mulai sekarang kau harus belajar mencintaiku, aku berjanji akan membuatmu bahagia berada di sampingku. Bukankah selama ini kau sudah membuktikannya? Sekarang ayo kita keluar, penghulu dan kedua saksi sudah menunggu kedatangan kita." Ujar Dean.
Ara tidak bergeming, ia hanya bisa diam tanpa berniat beranjak dari tempatnya.
" Ayolah sayang!" Dean menarik bahu Ara membuat Ara terpaksa harus berdiri.
" Senyum! Jangan membuat orang berpikir kalau kau terpaksa menikah denganku. Atau kau akan tahu apa yang bisa aku lakukan padamu." Ancam Dean.
Ara berjalan berdampingan dengan Dean menuju ruang tamu dimana acara ijab qobul mereka di adakan. Penghulu dan dua saksi sudah siap di tempatnya, Dean dan Ara duduk di depan penghulu tersebut.
" Apa kalian sudah siap?" Tanya penghulu.
" Sudah Pak." Sahut Dean.
" Berhubung wali dari mempelai wanita berhalangan hadir, maka kewaliannya di wakilkan pada wali hakim." Ujar penghulu.
" Iya Pak." Sahut Dean.
" Bagaimana bisa kau tidak menganggap ayahku yang masih hidup kak Dean, kau benar benar keterlaluan." Batin Ara.
Ada alasan kenapa penghulu bersedia menikahkan mereka tanpa kehadiran wali nikah karena Dean menunjukkan bukti video tuan Alif yang menyerahkan kewaliannya kepada wali hakim yang ia rekam beberapa bulan lalu sebelum Ara bertemu dengan Yoga. Sepertinya Dean telah mempersiapkan semuanya dengan matang.
Penghulu memulai acaranya, hingga sampai pada acara inti.
" Saudara Rodean Wilson irjayatama."
" Saya."
" Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Azzahra....
" Ya Tuhan jika memang ini takdirku aku ikhlas menerimanya. Aku serahkan takdirku kepadamu, aku ikuti kemana Kau akan membawaku. Jika memang kak Dean jodoh terbaik untukku maka lancarkan pernikahan ini. Jika bukan, aku mohon kirimkan malaikat penolong untukku." Batin Ara yang tidak bisa fokus pada acara ijab qobul nya.
" Bagaimana saksi?"
Bagaimana nih? Sah atau tidak? Gantung lagi ya he he.... Biar makin penasaran.
Jangan lupa berikan like koment 🌹yang banyak biar Ara semangat menjalani hidup sebagai istri baru Dean.
TBC.....
__ADS_1