
" Putri!!!!"
Brak....
Brugh....
Mobil yang melintas di depan Putri dengan kecepatan tinggi itu pun menubruk tiang, sedangkan Putri jatuh di trotoar menimpa tubuh Bastian. Beruntung Bastian tepat waktu menyelamatkan Putri, kalau tidak entah apa yang akan terjadi.
" Kamu baik baik saja?" Tanya Bastian merapikan anak rambut Putri.
Putri langsung beranjak dari tubuh Bastian. Ia kembali berjalan, namun Bastian segera mencekal tangannya.
" Dengarkan penjelasanku dulu!" Ucap Bastian.
" Tidak ada yang perlu di jelaskan, semuanya sudah jelas bagiku. Sekarang lepaskan aku!" Ucap Putri tegas.
" Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kamu mendengarkan penjelasanku." Ucap Bastian.
" Baiklah aku akan mendengarkannya, sekarang lepaskan aku!" Sahut Putri.
" Jangan berbicara di sini! Kita bicara di tempat lain saja." Bastian menarik Putri menuju cafe yang ada di seberang jalan.
Bastian masuk ke ruang vvip, ia duduk di kursi namun Putri tetap berdiri.
" Duduk!" Tekan Bastian menatap Putri.
" Kau sudah memaksaku ke sini, jadi jangan paksa aku untuk mengikuti ucapanmu lagi. Atau aku akan pergi dari sini Tuan Bastian Rahedja." Sahut Putri dengan nada mengancam.
Bastian menghela nafasnya dalam dalam.
" Maafkan aku jika aku telah membohongimu, sebenarnya aku tidak berniat berbohong. Aku berencana memberitahumu semua ini setelah aku pulang dari sini." Ucap Bastian.
Putri hanya mendengarkannya saja tanpa berniat menyela ucapan Bastian.
" Namaku Bastian Rahedja, aku pimpinan perusahaan BR Corporation. Aku sengaja menyembunyikan identitasku untuk mencari pendamping hidup yang benar benar mencintaiku dan menerimaku dengan tulus apa adanya aku. Namun selama ini aku tidak pernah menemukan wanita yang mau menerimaku kecuali kamu."
Bastian menggenggam tangan Putri.
" Amoora adalah asisten sekaligus sahabatku, aku sengaja membuat berita dengan mengakuinya sebagai kekasihku karena aku melindungimu dari paparasi. Aku tidak mau membuatmu tidak nyaman berhubungan denganku karena terus di kejar paparasi sayang. Karena aku yakin, setelah ini akan banyak media yang mengejar aku maupun
pasanganku." Ujar Bastian.
Putri menarik tangannya dengan kasar.
" Kau tidak melindungiku tapi kau malu punya tunangan sepertiku. Aku bukan gadis yang bisa kau banggakan. Aku..
__ADS_1
" Bukan begitu sayang, aku berkata yang sejujurnya." Sahut Bastian memotong ucapan Putri.
Putri menatap Bastian dengan tajam.
" Apa kau pikir aku tidak bisa menghadapi para awak media begitu? Apa kau pikir aku selemah itu? Bahkan sekarang aku bisa menghadapi mereka semua. Jangan meremehkan aku tuan Bastian! Aku tidak seperti para wanitamu yang bisanya hanya merengek dan berlindung di belakangmu saja." Ucap Putri menunjuk wajah Bastian.
" Aku minta maaf jika ternyata aku salah mengira! Jika aku tahu kamu tidak keberatan, aku pasti akan mengumumkan hubungan kita ke muka umum." Ucap Bastian.
" Tidak perlu berkilah tuan Bastian, aku paham benar sifat dan ilmu lelaki jika ketahuan belangnya." Ucap Putri.
Bastian terkekeh mendengar ucapan Putri.
" Tapi aku tidak seperti itu sayang, aku benar benar berkata sejujur jujurnya. Kalau kamu tidak percaya, nanti Amoora akan aku suruh untuk menjelaskannya padamu. Sekarang pakai cincin ini kembali di jari manismu, dan jangan pernah kau melepaskannya lagi." Ucap Bastian menarik tangan Putri.
Saat Bastian hendak memasukkan cincinnya, tiba tiba Putri menghentak kasar tangannya hingga membuat cincin itu mengelinding ke lantai.
Klunting....
Bastian melongo tak percaya dengan apa yang Putri lakukan padanya.
" Aku tidak pernah mengambil apalagi memakai barang yang sudah aku buang. Sekali aku tidak membutuhkannya maka selamanya aku tidak akan membutuhkannya lagi. Aku bisa mencari yang baru yang jauh lebih berharga dari barang itu sendiri." Ucap Putri penuh makna.
" Baiklah aku akan membelikannya yang baru, aku...
" Aku tidak akan memakai barang yang sama dari orang yang sama, aku tidak membutuhkan semua ini tuan Bastian." Ucap Putri.
" Hubungan kita berakhir sejak dirimu menjadi tuan Bastian Rahedja pemilik perusahaan BR Corporation, kau bukan siapa siapaku lagi. Karena aku bertunangan dengan Mas Bastian seorang pekerja di perusahaan kakakku bukan dirimu." Ucap Putri membuat Bastian terkejut.
" Sayang aku...
" Aku harap kita tidak akan pernah bertemu lagi, karena aku tidak mau melihat wajah pembohong seperti dirimu." Ucap Putri.
Putri berjalan menuju pintu, Bastian beranjak menyusulnya. Saat Putri hendak membuka pintu, Bastian menarik Putri lalu segera mengunci pintunya. Ia mengantongi kunci pintu di saku celananya.
" Apa apaan ini tuan Bastian." Ucap Putri dengan nada tinggi.
" Jangan keras kepala sayang, aku akui aku salah karena telah menyembunyikan identitasku darimu. Aku salah karena telah mengakui wanita lain sebagai calon istriku, aku..
" Kalau tahu salah kenapa kau lakukan hah!!!" Bentak Putri terbawa emosi sambil menatap Bastian dengan tajam.
" Kau menempatkan aku di posisi yang buruk tuan Bastian Rahedja." Teriak Putri membuat hati Bastian mencelos.
" Apa kau pikir dengan menyembunyikan aku dari paparasi, mereka tidak akan mengejarku?" Tanya Putri.
" Kau salah Tuan... Mereka justru akan mengejarku jika mereka tahu kau menikah denganku. Mereka akan menganggapku sebagai orang ketiga dan perusak hubungan orang."
__ADS_1
Ucapan Putri membuat Bastian terkejut.
" Aku tidak sudi di nilai seperti itu oleh mereka semua. Julukan itu sangat menghina harga diriku tuan Bastian. Sekarang menyingkirlah! Aku mau pulang. Aku akan membatalkan semua persiapan pernikahan kita. Sekarang minggirlah! Aku tidak mau melihat wajahmu lebih lama lagi" Ucap Putri mendorong tubuh Bastian, ia mengambil kunci di saku celana bagian belakang Bastian lalu membuka pintunya.
Putri berjalan meninggalkan ruang vvip tersebut. Ternyata Abel sudah menunggunya di meja depan.
" Bagaimana Put?" Tanya Abel mendekati Putri.
" Putus." Sahut Putri.
" Ya sudah tidak apa apa, kita bicarakan masalah ini di rumah. Ayo kita pulang!" Ucap Abel.
Abel menggandeng tangan Putri meninggalkan cafe itu. Tiba tiba Bastian mengejar mereka berdua, ia menarik tangan Putri kembali acara fashion show.
" Lepaskan aku!" Putri mencoba memberontak namun ia kalah tenaga dengan Bastian.
Sampai di ruangan fashion show, semua mata tertuju ke arah mereka berdua. Bastian terus menarik tangan Putri menaiki tangga menuju panggung. Sampai di atas panggung Bastian melingkarkan tangannya ke pinggang Putri membuat semua orang terheran.
" Tuan Bastian, apa ini? Siapa wanita ini? Bukankah kekasih anda, nona Amoora?" Tanya pembawa acara merasa bingung dengan apa yang terjadi di depannya.
" Mohon maaf semuanya, sebenarnya saya tadi mengatakan kebohongan kepada kalian semua."
Mereka nampak saling melempar pandangan.
" Sebenarnya Amoora bukan kekasih ataupun calon istri saya. Dia adalah asisten pribadi saya. Saya sengaja menyembunyikan identitas calon istri saya yang sebenarnya demi kenyaman calon istri saya, tapi malah terjadi kesalahpahaman di antara kami."
" Saya perkenalkan calon istri saya yang sesungguhnya, dia adalah Arsya Putri Aditya dari keluarga Aditya yang tinggal di kota Jakarta. Walaupun terlihat sederhana, namun dia begitu istimewa di hati saya. Selama ini dia sama sekali tidak tahu kalau saya seorang pemimpin perusahaan besar di sini, dia hanya tahu kalau saya adalah pegawai rendahan di perusahaan kakaknya. Saya sengaja melakukan penyamaran untuk mendapatkan wanita sepertinya, wanita yang tulus mencintai saya apa adanya." Ucap Bastian.
Bisik bisik pujian dari orang orang mulai terdengar di telinga keduanya. Seseorang menghampiri Bastian lalu memberikan sesuatu padanya.
" Arsya Putri Aditya, maafkan aku yang telah membohongimu selama ini. Bukan maksudku menyakiti hatimu, tapi aku hanya ingin mendapatkan yang tulus seperti dirimu. Sekali lagi aku melamarmu, aku ingin semua orang tahu jika aku benar benar menginginkanmu menjadi istriku. Maukah kau menerimaku dan melanjutkan hubungan ini?" Bastian berlutut di depan Putri sambil menyodorkan sekotak cincin yang baru ia beli.
" Terima terima terima." Sorak orang orang yang ada di sana.
Putri menatap Bastian, begitupun sebaliknya.
" Maaf aku tidak bisa."
Jeduaarrrr.....
Nah loh... Kenapa nggak bisa nih? Jangan lupa tekan like koment vote dan hadiahnya..
Terima kasih...
Miss U All...
__ADS_1
TBC...