DUDA SEDINGIN SALJU

DUDA SEDINGIN SALJU
HAPPY WEDDING DeRi


__ADS_3

Hari ini Dean dan Riani berkunjung ke rumah Ara. Mereka duduk di sofa ruang tamu berhadapan dengan Ara dan Yoga.


" Maaf mengganggu waktu kalian Ra, aku dan Riani ke sini untuk mengantar undangan ini padamu." Ucap Dean memberikan undangan kepada Ara.


Ara membaca undangannya lalu menatap Riani dengan mata berbinar.


" Kalian mau menikah? Alhamdulillah... Aku ikut bahagia dengan kabar ini. Aku ucapkan selamat untuk kalian berdua dan semoga kalian berbahagia selamanya dan menjadi keluarga sakinah mawaddah dan warrohmah." Ucap Ara.


" Amin, terima kasih Ara." Ucap Dean.


" Sama sama Kak." Sahut Ara.


Dua hari setelah itu, kini tiba saatnya hari pernikahan Dean dan Riani yang di selenggarakan di rumah barunya. Dengan di hadiri keempat sahabatnya dan beberapa tamu undangan, pernikahan Dean dan Riani berjalan dengan lancar.


" Saya terima nikah dan kawinnya Riani Fujianti dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas seberat dua ratus gram di bayar tunai." Ucap Dean lantang.


" Bagaimana saksi? Sah?"


" Sah... "


" Alhamdulillah." Ucap semuanya senang.


Selesai acara keduanya mendapat ucapan selamat serta doa restu dari para tamu undangan.


" Selamat kak, semoga bahagia." Ucap Ara.


" Terima kasih." Sahut Dean.


" Cie cie... Udah jadi pengantin aja nih. Jangan lupa ceritakan kesan malam pertamamu ya Ri." Goda Leni.


" Apaan sih, kamu aja diam diam kok masa' aku harus cerita. Rahasia donk." Sahut Riani terkekeh.


" Kamu nggak tahu aja Len, kesan malam pertama aku begitu menegangkan dan menyakitkan." Batin Riani.


Dean menggenggam tangan Riani.


" Maafkan aku sayang, aku yakin kau pasti sangat terluka teringat malam menyakitkan itu. Maafkan aku." Batin Dean.


Setelah itu mereka duduk berkumpul di meja VVIP.


" Mau makan apa sayang biar Mas ambilkan." Ucap Yoga menatap Ara.


" Apapun aku mau Mas, aku nggak pilih pilih makanan kok." Sahut Ara sambil tersenyum.


" Memangnya kamu nggak mual Ra kalau makan sesuatu? Biasanya kan wanita hamil muda pasti merasakan mual. Apalagi di pagi hari." Ujar Leni.

__ADS_1


" Alhamdulillah aku tidak seperti itu, kalau morning sicknes sih pasti, tapi nggak setiap hari." Sahut Ara.


" Bukankah resiko keguguran lebih tinggi jika kita tidak mengalami morning sicknes Ra?" Tanya Riani memastikan.


" Iya sih, tapi bismillah saja. Aku percaya pada Tuhan yang telah menitipkan dia kepadaku. Apapun yang akan terjadi kepadaku nanti, itu sudah kehendakNya Ri." Ujar Ara.


" Semoga kalian selalu sehat dan panjang umur Ra." Ucap Riani.


" Amin. Terima kasih." Sahut Ara.


" Ya sudah Mas ambilin makannya dulu ya." Ujar Yoga meninggalkan mereka semua.


" Pak Yoga perhatian banget Ra, aku melihat pak Yoga sangat mencintaimu. Kau sangat beruntung bisa memilikinya." Ujar Leni.


" Alhamdulillah Len, aku kembali mendapatkannya juga berkat bantuan kalian berdua. Terima kasih susah berkorban demi kebahagiaanku." Ucap Ara.


" Kami juga bahagia kok Ra, jangan pernah bersalah seperti itu! Kami senang melakukannya." Ujar Leni.


" Sudah! Tidak perlu menyinggung masa lalu yang hanya akan membuat kita saling membenci. Sebaiknya sekarang kita menikmati waktu kebersamaan ini." Ucap Dean.


" Siap Kak." Sahut Ara.


Tak lama Yoga kembali dengan membawa beberapa makanan di atas trolli. Ada bakso, siomay, es krim, martabak telur, dan masih banyak makanan khas luar negeri yang Dean sajikan untuk tamu undangannya.


" Mas kenapa Mas mengambil makanan sebanyak ini? Aku tidak akan bisa memakan semuanya Mas. Ini akan mubadzir jika sampai ada makanan yang tidak tersentuh." Ujar Ara.


" Iya Mas benar." Sahut Ara.


" Ayo kita makan!" Sambung Ara.


Ara mengambil semangkok bakso lalu memakannya dengan khidmat. Begitupun dengan yang lain. Mereka mencicipi menu yang di bawakan oleh Yoga termasuk kedua pasangan pengantinnya.


" Mau makan apalagi sayang?" Tanya Yoga.


" Sudah Mas." Sahut Ara.


" Baiklah." Sahut Yoga tidak memaksa.


" Lhoh ini makanannya masih banyak lhoh Ra, makan lagi gih beberapa menu. Ini ada es krim, dawet sama boba. Cobalah salah satu dari mereka." Ujar Riani.


" Tidak terima kasih, alhamdulillah aku sudah kenyang." Sahut Ara.


" Baiklah kami tidak memaksa." Sahut Riani.


Selesai acara makan makan, Ara dan Yoga kembali ke rumahnya. Begitupun dengan Doni dan Leni, mereka kembali ke rumah yang tidak jauh dari rumah Dean.

__ADS_1


Sampai di rumah, Leni segera masuk ke kamarnya di ikuti Doni dari belakang.


Grep...


Doni memeluk Leni dari belakang. Ia menyusupkan wajahnya ke ceruk leher Leni.


" Kapan aku bisa melakukan malam pertama pernikahan kita sayang?" Bisik Doni di telinga Leni membuat tubuh Leni meremang.


" Kau bisa melakukannya malam ini Mas, tamuku sudah pergi dua hari lalu." Sahut Leni.


" Benarkah?" Tanya Doni membalikkan badan Leni. Leni menganggukkan kepalanya sambil menundukkan kepalanya.


Doni menangkup wajah Leni, Leni mendongak menatap Doni. Doni memajukan wajahnya lalu mengecup bibir Leni dengan mesra. Sadar tidak ada penolakan, Doni mencecap lembut bibir Leni. Ia menggigit bibir bawah Leni membuat Leni membuka sedikit mulutnya. Kesempatan itu Doni gunakan untuk menyusupkan lidahnya. Ia mengekspos setiap inchi mulut Leni.


Suara decapan memenuhi ruangan kamar Doni. Keduanya saling menikmati betapa manisnya saling bertukar saliva. Setelah kehabisan pasokan oksigen, Doni melepas pagutannya. Ia mendorong pelan tubuh Leni ke atas ranjang. Dengan perlahan ia mengukung tubuh Leni.


" Mas nanti malam saja." Ujar Leni.


" Aku sudah tidak tahan sayang, nanti malam bisa di lanjut lagi." Ucap Doni


Doni memulai permainannya dengan bermain main di leher Leni. Ia memainkan lidahnya di sana sambil sesekali menyesapnya.


" Shhh Mas." Desih Leni menahan sendiri yang luar biasa menurutnya.


Ciuman Doni turun ke bawah, semakin turun semakin turun sampai di area favoritenya. Ia menyentuh Leni dengan penuh kelembutan membuat Leni merasa terlena.


Akhirnya siang menjelang sore ini Doni menyatukan cinta mereka dengan penuh kebahagiaan. Leni menggeliat seperti cacing kepanasan merasakan betapa dahsyatnya permainan yang Doni mainkan. Mereka berdua nampak begitu semangat untuk sampai ke puncak nirwana bersama sama.


Setelah satu jam permainan, akhirnya tubuh Doni tumbang di samping Leni.


" Terima kasih sayang." Ucap Doni memeluk tubuh Leni.


" Iya Mas." Sahut Leni.


" Aku mau mandi dulu Mas, gerah banget." Sambung Leni menjauhkan tangan Doni yang melingkar di perutnya.


" Kita mandi bareng saja." Ujar Doni.


Doni menggendong Leni menuju kamar mandi. Sampai di sana ia menurunkan Leni pada bath up yang sudah ia isi dengan air hangat sebelumnya. Mereka merendam tubuhnya pada bath up yang sama. Leni duduk di depan Doni yang saat ini sebuah menyabuni punggungnya.


" Aku sangat bahagia sayang, akhirnya aku bisa menjadikanmu istriku. Aku sempat berpikir kalau aku tidak akan pernah bisa hidup bersamamu. Aku pikir pertemuan pertemuan kita hanya akan menjadi kenangan saja." Ucap Doni.


" Aku juga begitu, aku juga berpikir jika aku hanya akan menjadi wanitamu sementara saja. Aku sama sekali tidak berpikir menuntut tanggung jawabmu Mas. Dan aku juga tidak menyangka jika kebersamaan kita dalam waktu singkat itu bisa meninggalkan perasaan di dalam hatiku." Ujar Leni.


" Semoga kita bisa hidup bersama selamanya sayang, semoga kita bisa hidup bahagia bersama anak anak kita." Ucap Doni.

__ADS_1


" Amin." Sahut Leni.


TBC.....


__ADS_2