DUDA SEDINGIN SALJU

DUDA SEDINGIN SALJU
HAPPY WEDDING


__ADS_3

Hari ini tiba hari pernikahan Bastian dan Putri yang mereka selenggarakan di sebuah ballroom hotel ternama di kota itu. Dengan di balut gaun pengantin ala barbie berwarna cream membuat Putri kelihatan sangat cantik. Ia mengapit lengan Bastian berjalan menuju pelaminan.


Ya... Tadi pagi mereka resmi menjadi pasangan suami istri. Malam ini mereka melanjutkan acara resepsi. Sorot lampu kamera awak media tak henti hentinya menyorot mereka berdua. Keduanya nampak sangat serasi, yang satu tampan dan berwibawa dan yang satu cantik dan murah senyum.


Setelah tiba di atas pelaminan, keduanya melakukan sesi foto. Berbagai gaya mereka lakukan sesuai arahan kameraman. Selesai sesi foto, para tamu undangan berderet antri untuk mengucapkan selamat dan memberikan doa terbaik untuk keduanya.


Yoga, Ara dan Rere maju ke depan memberikan selamat kepada Putri.


" Selamat sahabatku, semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah dan warrohmah. Dan semoga segera di beri momongan." Ucap Ara memeluk sahabat sekaligus adik iparnya.


" Terima kasih Ra. Aku aminin semua doa doa kamu." Sahut Putri.


Begitulah kiranya ucapan dan doa yang kedua mempelai dapatkan dari para tamu undangan. Sampai acara selesai, Bastian membawa Putri ke kamar pengantinnya. Kamar yang sudah di hias sebagaimana kamar pengantin pada umumnya.


Putri menatap ranjang yang nampak penuh dengan kelopak mawar putih yang melambangkan kesucian. Dua handuk berbentuk angsa yang saling menunduk dan kelambu yang terbuat dari kerang kerang. Lilin aroma terapi yang menyala menggantikan nyala lampu.


" Kenapa sayang? Apa kamu merasa gugup?" Tanya Bastian menyentuh kedua bahu Putri dari belakang. Ia menempelkan dagunya ke pundak Putri hingga nafasnya berhembus mengenai leher Putri membuat tubuh Putri meremang.


" I.. Iya Mas." Sahut Putri gugup.


" Tidak apa apa, gugup itu wajar terjadi pada pengantin baru seperti kita. Bahkan bukan kamu saja yang gugup, aku juga." Ujar Bastian mencium ceruk leher Putri.


" Mas jangan seperti ini! Aku mau mandi dulu." Ujar Putri menghilangkan debaran jantung yang terasa begitu kuat.


" Mandinya nanti saja, sekalian setelah kita melakukan olahraga malam. Kalau mandi sekarang tanggung, entar keringetan lagi." Ujar Bastian.


" Ya Tuhan Mas Abbas nggak peka banget sih, aku gugup banget ini. Rasanya tubuhku seperti jelly." Ujar Putri dalam hati.


Bastian memutar tubuh Putri menjadi menghadapnya. Putri menundukkan kepalanya, Bastian langsung menarik dagu Putri membuat Putri menatapnya. Bastian memajukan wajahnya lalu mencium bibir Putri dengan lembut. Ia menekan tengkuk Putri untuk memperdalam ciumannya. Suara decapan memenuhi ruang kamar mereka.


Tanpa Putri sadari, Bastian membuka resleting gaun yang di pakai oleh Putri hingga membuat gaun itu melorot. Bastian mendorong pelan tubuh Putri ke atas ranjang tanpa melepas pagutannya, ia mengukung tubuh Putri dengan menahan tangannya di samping kepala Putri.


Ciuman yang semula lembut kini semakin menuntut. Bastian memainkan lidahnya di leher Putri. Sesekali ia menyesapnya hingga meninggalkan stempel kepemilikan berwarna merah keabuan. Tanpa sadar Putri mendes@h pelan membuat jiwa kelakuan Bastian semakin memuncak.


Tangan Bastian mulai berkelana kemana mana mencari area favoritenya.

__ADS_1


" Shhh Mas." Desis Putri saat Bastian meremas salah satu gundukan kembarnya.


Entah siapa yang memulai, membuat keduanya sama sama polos tanpa sadar.


" Mas datang sayang." Bisik Bastian di telinga Putri.


" Hmmm." Sahut Putri menganggukkan kepalanya.


Bastian segera mengarahkan bola panjangnya ke gawang yang sudah tidak di jaga oleh sang kiper. Dengan perlahan ia mendorong bolanya menuju bibir gawang.


" Shhh." Putri mencengkeram sprei dengan kuat, menyadari hal itu Bastian menghentikan kegiatannya. Ia ingin memberikan ruang untuk Putri melupakan rasa sakitnya. Bastian kembali mencecap bibir Putri dengan lembut membuat sang empu terlena hingga tanpa ia sadari Bastian telah berhasil memasukkan bola ke dalam gawang dengan sempurna. Bahkan saat ini Bastian sudah memulai permainannya.


Suara des@h@n dan er@ng@n memenuhi ruangan kamar mereka. Malam ini menjadi saksi penyatuan cinta antara Putri dan Bastian. Putri nampak terlena dengan kelembutan yang di berikan Bastian kepadanya.


Setelah hampir dua jam lamanya, akhirnya keduanya sama sama tumbang setelah mencapai puncak nirwana bersama sama.


" Terima kasih sayang telah menjaganya untukku. Aku mencintaimu." Ucap Bastian memeluk Putri dari belakang.


" Hmm." Gumam Putri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sinar matahari masuk ke dalam kamar Putri melalui celah celah korden. Putri mengerjapkan matanya, ia tersenyum saat mendapati wajah tampan suaminya berada tepat di depannya. Putri meraba wajah Bastian dengan lembut, ia menatap bibir tipis berwarna merah muda membayangkan apa yang telah terjadi pada keduanya semalam.


Tanpa Putri sadari, ia memajukan wajahnya lalu...


Cup...


Putri mengecup bibir Bastian. Tiba tiba Bastian menahan tengkuknya, ia mengambil alih peran. Ia mencecap bibir Putri dengan lembut. Mata Putri membulat sempurna mendapat perlakuan mendadak dari Bastian. Namun lama kelamaan ia terlena dengan kecupan Bastian. Di rasa kehabisan nafas, Bastian melepas pagutannya.


" Bernafas sayang." Ucap Bastian mengusap bibir Putri menggunakan jempolnya.


Karena malu, Putri menyusupkan wajahnya ke dada bidang Bastian. Bastian terkekeh melihatnya.


" Tidak perlu malu begitu, aku suamimu dan kamu istriku. Sudah sewajarnya kan kita melakukan seperti ini." Ucap Bastian mengelus kepala Putri.

__ADS_1


" Ya tetep aja malu Mas. Apalagi aku tidak terbiasa dekat dengan laki laki selama ini. Tiba tiba kamu datang melamarku sampai kita menjadi satu seperti semalam. Aku merasa sangat gugup." Ucap Putri.


" Tidak apa apa, kalau sudah terbiasa tidak akan gugup ataupun malu lagi." Ujar Bastian.


" Hmm." Gumam Putri menganggukkan kepala.


" Ya sudah ayo kita mandi!" Ajak Bastian.


" Kita mandi sendiri sendiri saja Mas, aku duluan ya." Ujar Putri menyibak selimutnya. Ia tersenyum saat menyadari jika ia sudah memakai piyama. Ia yakin jika Bastian yang telah memakaikan piyamanya saat ia tertidur semalam.


Putri turun dari ranjang tiba tiba..


" Awhhh." Pekik Putri saat merasakan sakit yang luar biasa di bagian bawahnya


" Aku akan menggendongmu." Ucap Bastian turun dari rnahang menghampiri Putri.


Bastian menggendong Putri menuju kamar mandi, ia menurunkan Putri pada bath up yang sudah terisis air hangat.


" Mandilah! Ini ada salep untuk meredakan sakit di bagian itu. Kamu tinggal oles saja, atau mau aku yang mengoleskannya?" Bastian menaik turunkan alisnya.


" Nggak mau, sudah sana kamu keluar, aku mau mandi dulu." Ujar Putri.


" Sebenarnya aku ingin mandi bersama dan mengulang yang semalam." Ujar Bastian menggoda Putri.


" Nggak usah menggodaku gitu deh, atau aku akan marah." Ucap Putri.


" Eits jangan donk sayang! Kalau kamu marah nanti kita tidak jadi bulan madu. Aku sudah menyiapkan semuanya." Ujar Bastian.


" Kalau begitu keluarlah!" Ucap Putri.


" Baiklah sayang." Ucap Bastian mengecup kening Putri.


Bastian keluar dari kamar mandi, Putri melanjutkan acara mandinya.


TBC....

__ADS_1


__ADS_2