DUDA SEDINGIN SALJU

DUDA SEDINGIN SALJU
MASALAH DATANG LAGI


__ADS_3

Setelah di periksa dokter, Bastian di pindahkan ke ruang rawat inap. Putri menemani Bastian yang masih setia memejamkan matanya sambil duduk di kursi samping ranjang. Ia mengoleskan salep pada ruam yang di derita Bastian.


" Hah.. Kenapa kamu nekat begini sih Mas. Aku jadi merasa bersalah padamu." Ujar Putri.


" Walaupun aku sangat kecewa padamu, tapi aku tidak mungkin menghukummu dengan cara seperti ini. Aku tidak tega melihatmu terbaring lemah seperti ini Mas. Bangunlah! Jangan membuatku khawatir! Aku mohon bangunlah agar aku tahu bagaimana keadaanmu sebenarnya. Setidaknya untuk mengurangi rasa bersalahku padamu." Ucap Putri mengenggam tangan Bastian.


Tok tok..


Pintu di ketuk dari luar, Putri segera berjalan membukakan pintu.


" Ibu, Bapak." Ucap Putri.


Putri segera menyalami calon mertuanya dengan takzim.


" Silahkan masuk Pak, Bu!" Ucap Putri.


" Terima kasih Nak." Ucap bu Lastri.


Keduanya masuk ke dalam mendekati ranjang Bastian. Mereka berdua menatap Bastian dengan tatapan iba.


" Putri, kami ingin meminta maaf padamu karena kami terlibat dalam kebohongan Abbas." Ucap pak Asep.


" Abbas?" Putri mengerutkan keningnya.


" Ya, dari kecil kami memanggilnya dengan panggilan Abbas. Sebenarnya dia anak dari majikan lama kami yang tinggal di Bandung. Kedua orang tuanya berpisah saat Abbas yang masih kecil. Ibunya Abbas meninggalkan Abbas dan ayahnya saat itu bersama pria yang lebih kaya dari ayahnya. Ayahnya mengalami depresi hingga harus di rawat di rumah sakit jiwa. Kami merawat Abbas seperti anak kami sendiri sampai dia tumbuh dewasa seperti sekarang ini. Abbas memiliki trauma tersendiri dengan kisah hidupnya dan ayahnya, itu sebabnya dia berpura pura menjadi miskin untuk menemukan gadis yang mau menerima dia apa adanya. Dan gadis itu adalah kamu Putri." Jelas pak Asep.


" Lalu sekarang dimana kedua orang tua Mas Abbas Pak?" Tanya Putri.


" Keduanya sudah tiada sejak Abbas masih SMA." Sahut pak Asep.


" Kasihan sekali nasib Mas Abbas." Ujar Putri.


" Terima kasih kamu telah menerima Abbas kembali. Ketahuilah, Abbas hanya menginginkan kamu yang menjadi istrinya, dia berpikir tidak ada wanita setulus dirimu setelah pencariannya selama ini. Abbas benar benar mencintaimu Nak Putri. Bapak selalu berharap semoga Abbas hidup bahagia bersama wanita yang akan selalu setia menemaninya. Tidak seperti ibunya yang telah meninggalkan ayahnya." Ujar pak Asep.


" InsyaAllah Pak." Ucap Putri menganggukan kepalanya.


" Satu pesan Bapak untukmu Nak, cintai Abbas untuk selamanya. Buatlah hidupnya bahagia, karena selama ini Abbas tidak pernah merasakan hidup bahagia. Ia selalu merasa kesepian karena teman temannya menjauhinya hanya karena dia seorang anak pembantu seperti Bapak dan ibu. Abbas tidak punya teman selama ini Nak." Ujar pak Asep.


" Ada Pak, dia punya sahabat yang bernama Amoora yang sekarang menjadi asistentnya. Aku rasa Bapak tahu jika kemarin Mas Abbas memperkenalkan Amoora sebagai kekasihnya di depan media." Ucap Putri kesal mengingat kejadian waktu itu.


" Iya Bapak tahu Nak. Dia melakukan semua itu karena niatnya ingin melindungimu dari media. Abbas sudah menceritakan semuanya. Niat Abbas ingin memberitahumu semuanya setelah dia pulang dari Bandung, tapi ternyata kau ada di sana. Maafkan Abbas yang teledor itu." Ucap pak Asep.

__ADS_1


" Iya Pak, sekarang semuanya sudah jelas. Oh ya aku ingin tahu, Mas Abbas alergi apalagi Pak?" Tanya Putri menatap pak Asep.


Pak Asep menatap istrinya.


" Dia alergi sama bulu kucing Nak." Sahut bu Lastri.


" Beruntung saya tidak suka kucing Bu." Ucap Putri.


" Engh... "


Putri menatap Bastian yang mengerjapkan matanya.


" Kamu sudah sadar Mas." Ucap Putri tersenyum.


" Aku ada di mana?" Tanya Bastian.


" Kamu ada di rumah sakit Nak, alergi kamu kambuh. Beruntung Putri tidak terlambat membawamu ke sini." Sahut bu Lastri.


" Maaf jadi merepotkan Ibu dan bapak jauh jauh datang ke sini." Ucap Bastian.


" Tidak apa apa, semua ini musibah. Musibah tidak ada yang tahu kan. Lagian kamu anak ibu dan Bapak, mana mungkin kami akan diam saja melihatmu seperti ini. Apa kamu sudah mendingan?" Tanya bu Lastri menatap Bastian.


" Ya sudah, segera minum obatnya supaya pusing dan sesaknya hilang." Ujar bu Lastri.


" Iya Bu." Sahut Bastian.


Mendengar itu Putri segera memberikan obat dan segelas air putih kepada Bastian. Pak Asep membantu Bastian duduk bersandar pada tumpukan bantal untuk memudahkan Bastian minum obat.


" Terima kasih." Ucap Bastian.


Bastian segera meminum obatnya. Setelah itu Bastian kembali tiduran di atas ranjang.


" Ya sudah jika kamu baik baik saja, Bapak sama ibu mau pulang dulu. Lagian sudah ada Putri yang menjagamu." Ujar bu Lastri.


" Iya Bu." Sahut Bastian.


" Putri, Ibu titip Abbas ya." Ujar bu Lastri menatap Putri.


" Iya Bu, ibu tenang saja! Aku akan menjaga Mas Bastian." Sahut Putri.


Setelah itu pak Asep dan bu Lastri keluar meninggalkan ruangan Bastian. Putri kembali duduk di kursi samping ranjang sambil memainkan ponselnya.

__ADS_1


Bastian menatap Putri dengan intens membuat yang di tatap menyadarinya. Putri melirik sekilas ke arah Bastian lalu kembali fokus pada ponselnya.


" Fokus banget sama ponselnya, lagi lihat apaan sih." Ujar Bastian.


" Lagi lihat berita yang lagi menjadi trending topik minggu ini." Sahut Putri dengan nada kesal.


" Trending topik? Apa yang menjadi trending topik minggu ini?" Bastian bertanya lagi.


" Dengarkan ya! Aku akan membacakannya khusus untukmu." Ucap Putri di balas anggukkan kepala oleh Bastian.


" Sang pemimpin BR Corporation yang selama ini bersembunyi tiba tiba menunjukkan wajah aslinya dengan membawa kekasihnya yang tak lain asistentnya sendiri. Mereka mengumumkan hubungan mereka sekaligus pernikahan yang akan di laksanakan bulan depan." Ucap Putri dengan suara lantang membuat Bastian terkejut.


" Kenapa berita itu terbit? Padahal aku sudah menyuruh Amoora untuk meminta semua media menghapusnya." Ujar Bastian.


" Aku bacakan lagi komentar yang ada di sini." Ucap Putri tanpa mempedulikan ucapan Bastian.


" Mereka nampak sangat cocok, yang satu ganteng dan yang satu tampan. Kelihatan dari keluarga berada, semoga bisa menjadi pasangan yang abadi untuk selamanya. Di tunggu BR junior LAUNCHING." Ucap Putri menekankan kata terakhirnya.


" Sayang jangan salah paham. Aku akan meminta Amoora untuk mengusut media yang berani menerbitkan berita ini." Ujar Bastian.


" Aku tidak peduli." Sahut Putri acuh.


Putri membulatkan mata saat melihat foto dirinya ada di halaman berita.


" Setelah pemimpin BR Corporation mengumumkan hubungannya dengan nona Amoora, tiba tiba seorang gadis biasa datang merusak acara mereka. Entah apa yang gadis itu lakukan, sampai tuan Bastian mengakuinya sebagai kekasih yang sebenarnya."


Putri membuka laman komentar, banyak komentar negatif yang tertulis di sana.


" Mungkin gadis itu ngaku ngaku hamil anak Bastian, jadi menuntut untuk di nikahi."


" Gadis tidak tahu malu, pasti Bastian di guna guna." Ucap Putri terus membaca komentar para netizen.


" Stop it sayang! Kau tidak perlu membaca komentar dari netizen julid. Aku akan menuntut media yang berani memberitakan semua ini. Aku tidak terima kau di hina begitu saja oleh orang orang itu." Ucap Bastian tidak tahan mendengar semuanya.


" Tapi kau sendiri yang menimbulkan berita ini ada Mas. Seandainya kau tidak memperkenalkan Amoora sebagai kekasihmu, atau seandainya kau tidak memperkenalkan aku sebagai kekasihmu yang sebenarnya, semua ini tidak akan terjadi Mas. Kalau sudah seperti ini aku harus bagaimana? Bagaimana aku menatap orang orang di luar sana hah?" Tanya Putri menatap Bastian dengan tatapan tajam.


" Dari awal kau memang sumber masalah untukku. Seharusnya aku tidak masuk ke dalam hidupmu. Sekarang aku benar benar menyesali semuanya. Aku mau pulang, aku akan meminta suster untuk menjagamu. Kalau perlu akui suster itu sebagai kekasihmu juga." Putri meninggalkan Bastian begitu saja.


" Sayang tunggu!"


TBC....

__ADS_1


__ADS_2