DUDA SEDINGIN SALJU

DUDA SEDINGIN SALJU
CLIENTKU JODOH DADAKANKU


__ADS_3

Hari ini Dean dan Riani membawa Deni ke rumah Ara. Mereka duduk di sofa ruang tamu sambil mengobrol sampai Rere datang menghampiri mereka.


" Aunti, siapa dia?" Tanya Rere menunjuk Deni.


" Hai Kakak cantik, namaku Deni. Aku anaknya papa Dean dan mama Riani." Ucap Deni menyodorkan tangannya.


" Anaknya aunti Riani?" Tanya Rere sambil mengerutkan keningnya.


Rere berpikir, bukankah Dean dan Riani baru menikah? Mereka juga baru mau punya anak, lalu anak siapa Deni? Pikir Rere.


" Sayang, Deni ini anak Aunti dan Uncle yang telah hilang selama ini. Kami baru menemukannya Nak." Ujar Riani.


" Oh begitu ya Aunti, maaf." Ucap Rere.


Rere menjabat tangan Deni sambil tersenyum.


" Senyuman Kakak manis juga." Ucap Deni.


" Kamu bisa aja." Sahut Rere malu malu.


" Oh ya namaku Rere." Sambung Rere.


" Bolehkah aku menganggapmu kakak? Aku mau punya adik, dan aku juga ingin punya kakak." Ujar Deni.


" Baiklah mulai sekarang kau adikku." Ucap Rere.


" Yei.." Sorak Deni.


" Ma, bolehkah Rere bermain dengan Deni di kamar?" Tanya Rere menatap Ara.


" Boleh sayang, tapi setelah bermain harus di bereskan lagi ya." Ujar Ara


" Iya Ma, terima kasih." Ucap Rere.


" Terima kasih Aunti." Ucap Deni.


" Sama sama sayang." Sahut Ara sambil tersenyum.


Rere menggandeng tangan Deni menuju kamarnya. Ara dan Riani nampak senang melihat kedekatan mereka.


" Aku tidak menyangka kalau Rere begitu terbuka dengan Deni. Dia sebaik dirimu Ra, yang selalu berbuat baik pada semua orang." Ujar Riani.


" Kau jauh lebih baik dari aku Ri, kau bisa menerima anak orang lain menjadi anakmu sendiri, kalau aku belum tentu bisa." Sahut Ara.


" Kau tidak jauh berbeda dariku Ra, bedanya jika Deni bukan siapa siapa kami, tapi kalau Rere anak dari suamimu. Kita sama sama akan merawat dan membesarkan anak orang lain yang bukan darah daging kita." Ujar Riani.


" Iya kau benar. Waktu itu mereka memang anak orang lain, tapi sekarang mereka anak anak kita." Ujar Ara.


" Iya kau benar, semoga kelak mereka menjadi anak anak sholeh dan sholehah." Ucap Riani.


" Amin." Sahut Ara.


Mereka bermain hingga siang hari. Hingga saat Riani mengajak Deni pulang, ia tidak mau karena masih asyik bermain dengan Rere.


" Mama, Deni mau di sini. Di rumah sepi tidak ada temennya." Ujar Deni.

__ADS_1


" Sayang, kak Rere mau istirahat. Deni tidak boleh mengganggunya, besok hari minggu kita ke sini lagi." Ucap Riani.


" Tapi Ma, Deni kesepian di rumah. Waktu sama mama Luna, seharian Deni di perbolehkan main. Nggak pernah di larang atau di cariin. Deni di sini saja ya Ma." Rengek Deni layaknya anak kecil.


Riani menatap Dean begitupun sebaliknya.


" Sayang, Papa ada pekerjaan yang harus di selesaikan. Jadi kita harus pulang sekarang, besok besok kita main lagi ya." Ujar Dean membujuk Deni.


Deni nampak diam saja.


" Atau kalau kamu lebih suka tinggal dengan mama Luna, Papa akan mengantarmu ke sana."


" Tidak mau, Deni tidak mau sama mama Luna. Deni mau sama mama Riani aja." Sahut Deni memeluk kaki Riani.


" Baiklah kalau begitu mari kita pulang." Ucap Riani di balas anggukkan oleh Deni.


" Gendong Pa." Ucap Riani.


" Baiklah, Papa akan menggendong anak Papa yang sangat tampan ini." Sahut Dean menggendong Deni.


" Kami pulang dulu Ra, terima kasih telah mengijinkan anakku bermain dengan Rere." Ucap Riani.


" Kamu ini apaan sih Ri, aku tidak mungkin melarang anak anak bermain. Hati hati di jalan." Ucap Ara.


" Dadah Kakak cantik." Deni melambaikan tangan kepada Rere.


" Dadah adik tampan." Sahut Rere membuat Ara terkejut.


Ara menatap Rere begitupun sebaliknya.


" He he.. Don't angry mom, dedek Deni kan memang tampan." Ucap Rere sambil meringis kuda.


" Ya sudah sekarang Rere sholat dhuhur dulu lalu tidur siang. Jangan lupa hafalan surat yang kemarin Mama minta, setorkan ke Mama nanti sehabis sholat maghrib." Ucap Ara.


" Siap Ma." Sahut Rere.


Ara dan Rere berjalan menuju kamar masing masing.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat ini Putri dan Abel sedang berjalan jalan di sebuah mall. Mereka baru saja memborong baju dan accesoris lainnya untuk keperluan salonnya.


" Kita cari makan dulu yuk Bel! Lapar aku." Ujar Putri.


" Baiklah, ayo!" Sahut Abel.


Mereka berjalan menuju restoran yang ada di lantai bawah. Setelah mendapat meja mereka segera memesan makanan favorite mereka yaitu ayam lada hitam dan jus jeruk.


" Oh ya besok kan kita mau rias tuh calon pengantin, rencananya kita yang ke sana apa dia yang ke salon?" Tanya Abel.


" Nggak tahu Bel, client kita yang satu ini benar benar unik. Wanitanya ngebet banget ini itu, tapi laki lakinya seolah nggak mau menikah gitu. Kalau di tanya si wanitanya, pasti jawabnya terserah. Aku nggak tahu, aku nggak peduli kamu mau pilih yang mana. Kan jadi bingung sendiri si wanitanya." Ujar Putri.


" Terus gimana donk? Lumayan nih job orang gedhean." Ujar Abel.


" Yah kalau mereka datang ya kita dandani, kalau tidak ya udah nggak apa apa. Anggap aja bukan rejeki kita." Sahut Putri tenang.

__ADS_1


" Iya kau benar juga." Sahut Abel.


Saat mereka sedang mengobrol menunggu pesanan, tiba tiba...


" Dia pacar gue." Seorang pria menarik Putri lalu menarik pinggangnya membuat Putri menempel pada tubuh pria itu.


Putri membulatkan matanya menatap pria yang merupakan client yang baru saja ia bicarakan.


Seorang wanita menatap Putri dengan seksama.


" Elo." Wanita itu menunjuk wajah Putri.


" Lo perias pengantin itu kan?" Tanyanya memastikan.


" Wah gue nggak nyangka ternyata lo berniat merebut calon pengantin yang harusnya lo rias besok pagi. Lo menjadikan client sebagai kekasih lo. Kalian benar benar rendahan dan murahan." Cebiknya.


" Siapa yang lo bilang rendahan hah?" Ucap Putri tersulut emosi.


" Lo." Sahutnya.


" Dan Lo." Wanita itu menunjuk pria yang masih melingkarkan tangannya pada pinggang Putri.


" Lo pria tidak tahu diri. Sudah untung gue mau menikah dengan lo, pria miskin tidak punya apa apa. Keluarga lo sangat jauh berbeda dengan keluarga gue Bastian, tapi beraninya lo menolak gue. Anak pembokat aja belagu lo, gue pastikan orang tua lo bakal kehilangan pekerjaannya setelah ini. Dan ya... Gue jamin tidak akan ada wanita yang mau menikahi pria kere seperti lo. Termasuk dia." Ucapnya kembali menunjuk wajah Putri.


" Siapa bilang?" Putri menatapnya dengan tajam.


Wanita itu nampak terkejut, ia membulatkan matanya sambil sedikit membuka mulutnya.


" Jangan menganggap orang miskin serendah itu Nona, kami punya harga diri dan tingkat kesopanan yang jauh lebih tinggi di bandingkan orang kaya semacam lo. Jangankan kesopanan dan harga diri, attitude baik saja lo tidak punya. Apa lo tahu alasan mas Bastian menolak lo?" Putri geli sendiri menyebut pria yang tidak di kenalnya dengan sebutan mas.


" Itu karena lo tidak pantas untuk di cintai siapapun. Lo lebih pantas hidup sendiri tanpa pasangan, karena gue yakin tidak akan ada pria yang bisa menerima sikap lo apa adanya, jikalau pun ada itu pasti dia hanya mengincar harta lo saja." Ucapan Putri menohok hati wanita itu.


" Kurang ajar!!" Wanita itu mengangkat tangannya hendak memukul Putri namun Bastian segera menangkisnya.


" Berani kau menyakitinya, aku tidak akan segan segan berbuat kasar kepadamu. Aku tidak peduli walaupun kau anak majikanku sekalipun." Ucap Bastian menyentak kasar tangan wanita itu.


Dengan kesal wanita itu pergi meninggalkan Bastian.


" Terima kasih." Ucap Bastian.


" Sama sama." Sahut Putri.


Nampak seorang pria dan wanita paruh baya menghampiri mereka.


" Bastian, apa benar gadis ini kekasihmu?" Tanya wanita paruh baya itu.


" Bu...


" Iya Bu, dia kekasihku." Ucap Bastian kembali melingkarkan tangannya ke pinggang Putri.


Putri benar benar terkejut, ia semakin tidak mengerti dengan apa yang ada di pikiran pria di sampingnya ini.


" Namanya Putri Bu, Putri kenalkan dia ibuku tersayang dan ini ayahku tercinta." Ucap Bastian memperkenalkan.


Putri hanya diam saja, ia nampak kebingungan dengan situasi yang terjadi saat ini.

__ADS_1


" Kenapa malah jadi begini, terus kenapa mas mas ini tahu namaku. Bagaimana ini? Mama, anakmu dapat jodoh dadakan seperti tahu bulat yang di jual di pinggir jalan." Batin Putri.


TBC....


__ADS_2