DUDA SEDINGIN SALJU

DUDA SEDINGIN SALJU
KONFERENSI PERS


__ADS_3

Hari ini Bastian mengadakan acara konferensi pers untuk membersihkan nama Putri. Dengan di temani Putri dan Yoga, Bastian menghadapi para awak media dan menjelaskan semua yang terjadi sebenarnya termasuk soal Amoora yang menyuap salah satu wartawan untuk menyebarkan berita bohong. Bastian juga membuka sesi tanya jawab dalam acara itu.


" Jadi bukan nona Arsya Putri yang menjadi orang ketiga di sini Tuan Bastian?"


" Bukan, dialah wanita satu satunya yang saya cinta. Sedangkan Amoora hanya sahabat saya. Saya mengundang kalian semua untuk hadir dalam acara pernikahan saya agar kalian semua tahu jika hanya Putri yang akan menjadi istri saya." Ucap Bastian.


" Kami pasti datang Tuan, terima kasih." Ucap salah satu wartawan yang hadir di sana.


" Kami ucapkan selamat untuk kalian berdua, semoga pernikahan kalian lancar dan langgeng selamanya. Terima kasih atas undangannya Tuan." Ucap wartawan wanita dari salah satu stasiun televisi.


" Amin, terima kasih atas doa dan dukungannya. Kami permisi." Ucap Bastian.


Bastian menggandeng tangan Putri meninggalkan ruangan itu di ikuti Yoga dan pengacara Bastian dari belakang.


" Putri, Kakak harus pulang sekarang. Kasihan Kakak iparmu sudah di tinggal selama dua hari ini." Ujar Yoga menatap adik tersayangnya.


" Iya Kak tidak apa apa, aku pulang bareng sama mas Abbas saja. Terima kasih sudah membantu kami." Sahut Putri.


" Apapun untuk adik tercintaku, Kakak pulang dulu. Mari Bastian." Ucap Yoga.


" Iya Bang, hati hati." Ucap Bastian.


Yoga meninggalkan mereka berdua begitupun dengan pengacara Bastian.


" Mas kita mau kemana?" Tanya Putri menatap Bastian.


" Kita pulang ke rumahku." Sahut Bastian.


" Baiklah." Sahut Putri.


Bastian melajukan mobilnya menuju rumahnya yang ada di kota ini. Meskipun lukanya belum kering namun Bastian sudah memaksakan diri untuk segera keluar dari rumah sakit.


Tiga puluh menit kemudian, Bastian sampai di sebuah rumah mewah yang nampak sangat indah dengan taman bunga di depannya.


" Mas ini rumahmu?" Tanya Putri menatap Bastian.


" Iya sayang, kamu menyukainya?" Tanya Bastian.


" Suka sih." Jawab Putri menganggukkan kepalanya.


" Tapi tidak mungkin kan kita tinggal di sini?" Sambung Putri.

__ADS_1


" Setelah menikah kita akan tinggal di sini. Aku harus memimpin perusahaan karena selama ini aku hanya mengandalkan Amoora saja. Sudah saatnya aku menjalankan pekerjaanku sendiri." Ucap Bastian membuat Putri nampak terkejut.


Putri menghela nafasnya pelan, wajahnya nampak muram.


" Kenapa sayang? Apa kamu tidak mau tinggal di sini?" Tanya Bastian menyentuh dagu Putri membuat Putri menatapnya.


" Kalau kamu tidak mau tinggal di sini tidak apa apa, kita akan tinggal di rumahmu. Aku bisa berangkat ke kantor dari sana kan. Aku yakin kamu pasti kepikiran sama salon kamu." Sambung Bastian.


" Jarak dari sana ke sini jauh Mas, kamu akan lelah nanti. Biar aku saja yang tinggal di sini, urusan salon biar nanti aku minta Abel untuk menghandlenya." Ucap Putri.


" Yakin tidak masalah?" Tanya Bastian memastikan.


" Iya Mas. Kata mama kami para wanita harus mengikuti kemanapun suami membawa kami. Karena kami harus berbakti kepadanya." Ujar Putri.


" Pintar sekali calon istriku ini. Ayo kita turun!" Ucap Bastian turun dari mobil.


Bastian menggandeng tangan Putri masuk ke dalam rumahnya. Rumah yang sudah lama tidak ia tempati namun menyewa seorang asisten untuk selalu membersihkan rumahnya.


" Selamat datang Aden dan Nyonya Bastian." Ucap bi Narsih, art yang di sewa oleh Bastian selama ini.


" Terima kasih Bi." Ucap Bastian.


" Panggil saja Putri Bi." Ujar Putri.


" Baiklah." Sahut Putri.


" Kamarnya sudah saya bersihkan Den, saya juga sudah mengganti spreinya dengan yang baru. Tinggal di tempati saja." Ujar bi Narsih.


" Terima kasih Bi, maaf merepotkan." Ucap Bastian.


" Tidak Den, saya kembali ke dapur dulu." Ucap bi Narsih undur diri.


" Ayo sayang kita lihat kamar kita." Ujar Bastian menarik tangan Putri menaiki anak tangga.


" Mas hati hati! Jangan terlalu banyak bergerak! Nanti lukamu bisa berdarah lagi." Ujar Putri.


" Iya sayang, kamu tenang saja! Aku tidak apa apa." Sahut Bastian.


Ceklek....


Bastian membuka pintu kamarnya. Mereka berdua masuk ke dalam. Putri mengedarkan pandangannya ke penjuri ruangan. Ruangan berukuran enam kali enam dengan cat dinding berwarna putih membuat ruangan ini nampak terang, bersih dan rapi.

__ADS_1


" Aku tidak menyamgka kamar kamu jauh lebih besar dari milikku Mas." Ujar Putri kagum.


" Aku sengaja membuat kamar kita lebih besar sayang, jadi besok setelah kita punya anak, mereka bisa bermain main di sini. Jadi kamu tidak kerepotan harus mengikuti mereka kesana kemari." Sahut Bastian.


" Rupanya kau sudah mempersiapkan semuanya." Ujar Putri.


" Tentu dong sayang." Sahut Bastian merangkul pundak Putri.


Putri merubah posisi berhadapan dengan Bastian, mereka berdua nampak saling menatap mata satu sama lain. Bastian menyusupkan tangannya ke tengkuk Putri, ia memajukan wajahnya lalu...


Cup...


Bastian mengecup bibir Putri. Sadar tidak ada penolakan, Bastian mulai mencecap bibir Putri dengan lembut. Ia menggigit pelan bibir bawah Putri membuat Putri membuka sedikit mulutnya. Kesempatan itu Bastian gunakan untuk menyusupkan lidahnya ke dalam mulut Putri. Ia mengekspos setiap inchinya.


Suara decapan memenuhi ruangan kamar mereka. Di rasa kehabisan oksigen, Bastian melepas pagutannya.


" Terima kasih sayang." Ucap Bastian mengusap lembut bibir Putri dengan jempolnya. Putri menganggukkan kepalanya.


" Istirahatlah Mas! Kau pasti lelah sedari tadi duduk dan berdiri." Ucap Putri menarik tangan Bastian ke atas ranjang.


" Sabar sayang, ini belum waktunya." Ucap Bastian mrmbuat Putri menatap ke arahnya.


" Tunggu sekitar dua minggu lagi, baru kita bisa bebas melakukannya." Sambung Bastian.


" Apaan sih Mas, mesum deh pikiran kamu. Aku cuma memintamu untuk. beristirahat bukan mau mengajak itu." Ujar Putri.


" Oh kirain mau mengajak begituan." Ucap Bastiak terkekeh.


" Suka banget deh godain aku sekarang. Aku ngambek lagi nih." Ancam Putri.


" Eits jangan donk sayang! Sekarang mari kita sama sama istirahat." Ucap Bastian menarik Putri hingga jatuh terjerembab di atas kasur.


Bastian segera memeluk tubuh membuat Putri mematung.


" Jangan kaku begitu sayang! Aku tidak akan melakukan apa apa. Aku hanya ingin memelukmu saja. Jangan banyak bergerak! Atau tanganmu akan mengenai perutku." Ucap Bastian.


" Baiklah aku tidak akan bergerak, tapi biar nyaman lebih baik aku miring saja Mas." Ucap Putri merubah posisinya menjadi berbaring miring memunggungi Bastian.


Bastian melingkarkan tangan kirinya ke perut Putri. Ia menyusupkan wajahnya ke tengkuk Putri membuat tubuh Putri meremang.


" Tidak perlu takut! Aku tidak akan macam macam. Aku tahu dimana batasan yang tidak boleh aku lewati. Sekarang istirahatlah!" Ucap Bastian membuat Putri merasa lega.

__ADS_1


TBC....


__ADS_2