Dusta Di Atas Cinta

Dusta Di Atas Cinta
Kecurigaan yang Terbukti


__ADS_3

Setelah keributan pada hari itu Sutikno lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah dinasnya yang letaknya tidaklah jauh dari kantor wali kota, tentu saja ia tidak sendirian karena ditemani oleh Inez walaupun sebenarnya Sutikno tidak mau ada yang menemaninya saat ini karena ia butuh waktu sendiri. Inez sendiri meluapkan kekesalannya pada Sutikno karena sudah menolaknya untuk masuk ke dalam kantor wali kota saat itu dan Sutikno mengatakan pada Inez bahwa ia melakukan itu karena tidak ingin masalah menjadi lebih rumit apalagi semenjak berita bahwa ia berselingkuh dengan Inez maka sorotan masyarakat masih tajam padanya.


“Kamu kan bisa melakukan pencitraan lagi di depan publik, kenapa sampai harus mendepakku seperti itu? Tidakkah kamu tahu bahwa aku sakit karena itu?”


“Aku minta maaf, sejujurnya aku tidak bermaksud untuk melakukan itu padamu hanya saja aku benar-benar tidak memiliki pilihan lain selain itu.”


Inez nampak tak memercayai begitu saja apa yang dikatakan oleh Sutikno, ia meminta Sutikno untuk jujur bahwa pria ini memiliki wanita lain selain dirinya. Sutikno sendiri nampak heran dengan ucapan Inez barusan tentu saja ia sedang tidak bersama atau dekat dengan wanita lain selain dengan Inez.


“Kamu pikir dapat untuk menipuku begini?”


“Harus bagaimana lagi aku mengatakannya bahwa aku tidak sedang dekat dengan siapa pun selain dirimu!”


Inez tetap tak memercayai ucapan Sutikno yang ia anggap hanya sebuah dusta saja, Sutikno pun naik darah dan meminta Inez untuk pergi saja dari rumah ini. Inez sendiri nampak terkejut dengan perintah Sutikno barusan, ia belum pernah mendengar Sutikno mengusirnya dengan lantang seperti ini.


“Sudah aku duga bahwa yang menjadi kecurigaanku itu benar adanya, kamu jadi seperti ini padaku karena ada wanita lain. Katakan padaku siapa wanita itu biar aku labrak dia!”


Sutikno sudah kehabisan kesabaran, ia meminta petugas keamanan untuk menyeret Inez pergi dari rumah dinasnya walaupun Inez meronta dan meminta untuk dilepaskan saat ini juga.


****


Hanggara mencoba bicara dengan Sundari selepas kejadian di mana Sutikno datang ke rumah ini dan kemudian memberitahu pada mamanya bahwa Hanggara memiliki hubungan dengan Belinda dan sejak saat itu Sundari seperti selalu saja menghindari Hanggara namun saat ini Hanggara tidak mau Sundari menghindarinya lagi karena walau bagaimanapun mereka harus bicara saat ini juga.


“Ma, aku ingin mengatakan sesuatu padamu.”

__ADS_1


“Apa itu?”


“Aku memang memiliki hubungan dengan Belinda dan aku mencintainya.”


Sundari nampak terkejut dengan ucapan Hanggara barusan yang secara gamblang mengutarakan perasaannya pada Belinda di depannya, Sundari nampak kecewa dengan kejujuran yang dilakukan oleh Hanggara ini.


“Kamu tahu apa yang sedang kamu lakukan ini? Sutikno akan semakin membenci kita karena perbuatanmu!”


“Aku tahu kalau dia tidak pernah menyukai kita sejak awal, Ma! Akan tetapi aku tidak ingin membohongi perasaanku sendiri jika aku memang menyukai Belinda.”


“Tidak, kamu sama sekali tidak mencintai wanita itu, kamu hanya mendekati Belinda hanya untuk menghancurkan rumah tangga Sutikno dan Belinda kan?! Kamu sudah melangkah terlalu jauh Hanggara, sadarlah bahwa yang


sedang kamu lakukan ini salah dan berbahaya!”


****


Chelsea dengan didampingi oleh Belinda pergi ke rumah sakit di mana Kelvin dirawat, Chelsea sebelumnya memberitahu Belinda mengenai apa yang sudah Angkasa coba perbuat padanya kemarin di sekolah dan Belinda


sudah menelpon pihak sekolah untuk jangan sampai Angkasa masuk lagi ke dalam lingkungan tempat Chelsea sekolah. Chelsea juga memberitahu pada mamanya bahwa Kelvin dirawat di rumah sakit karena ia yakin bahwa Kelvin masuk rumah sakit akibat perbuatan Angkasa.


“Chelsea?”


“Bagaimana keadaanmu? Maaf karena aku baru sempat untuk menjengukmu sekarang.”

__ADS_1


Kelvin nampak sama sekali tidak mempermasalahkan hal tersebut justru Kelvin merasa sangat bahagia karena kedatangan Chelsea untuk menjenguknya di rumah sakit ini. Belinda sendiri nampak tersenyum dan kemudian sempat menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada pemuda ini. Rupanya apa yang menjadi kecurigaan Chelsea itu benar adanya karena setelah Kelvin pulang dari rumah saat itu ia dihadang oleh beberapa orang dan kemudian ia dikeroyok hingga masuk rumah sakit.


****


Berita buruk mengenai Sutikno nampaknya belum juga berhenti sampai di situ, belum selesai kasus dugaan perselingkuhan Sutikno maka muncul lagi beberapa berita buruk mengenai Sutikno yang diduga terlibat korupsi


dalam beberapa dana yang seharusnya disalurkan ke masyarakat dan juga dana infrastruktur. Sutikno langsung membantah semua berita miring itu dan Sutikno pun sesumbar kalau memang ia bersalah maka seharusnya pihak kejaksaan akan langsung menangkapnya. Walaupun di depan awak media Sutikno nampak begitu percaya diri saat memberikan pernyataan namun sebenarnya Sutikno sendiri masih ketar-ketir dengan dirinya apakah akan tetap dicalonkan sebagai gubernur atau tidak.


“Aku tidak akan membiarkan siapa pun menghalangi jalanku untuk mendapatkan apa yang aku inginkan, tidak akan pernah.”


Lagi-lagi Inez mencoba menghubunginya namun telepon dari wanita itu tidak ia jawab hingga akhirnya Inez mengirimkan sebuah pesan pada Sutikno yang intinya bahwa wanita itu mengancam akan menyebarkan foto


mereka berdua pada media dan tentu saja Sutikno geram dan sangat yakin bahwa sebenarnya Inez dalang di balik semua ini.


“Tentu saja, kenapa aku terlalu terburu-buru menganggap bahwa Hanggara dan Belinda terlibat dalam kasus ini, dia bisa saja menjadi pelakunya,” geram Sutikno yang kemudian ia mencoba menghubungi Inez dan tentu saja tidak membutuhkan waktu yang lama untuk Inez menjawab telepon dari Sutikno.


****


Sutikno tidak pernah kembali ke rumah lagi selepas kejadian itu bahkan Sutikno pun tidak pernah menghubungi Belinda untuk menanyakan bagaimana kabar istri dan anaknya yang ditinggal begitu saja selepas kejadian itu. Belinda sendiri nampak tak peduli dengan itu toh tanpa Sutikno pun ia masih dapat hidup dengan penghasilannya sendiri akan tetapi Chelsea merasa bahwa Belinda harus berpisah dengan Sutikno.


“Aku tidak mau Mama menderita terlalu lama lagi dengan papa, lebih baik Mama berpisah dengan papa, aku rasa itu jalan terbaik.”


Belinda nampak tersenyum dan mengusap wajah putrinya, ia terharu dengan perhatian yang diberikan oleh Chelsea padanya walaupun sejak kecil ia tidak pernah dapat sepenuhnya melihat tumbuh kembang putrinya karena

__ADS_1


sibuk bekerja namun di akhir pekan setidaknya Belinda menyempatkan diri untuk menjadi seorang ibu seutuhnya untuk Chelsea dan setidaknya dengan begitu hubungan mereka masih dapat terjalin dengan baik. Ketika Belinda dan Chelsea tengah berpelukan nampak pintu rumah terbuka dan menampakan seseorang yang tengah berdiri di sana menatap mereka berdua, Belinda dan Chelsea pun nampak tak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini.


__ADS_2