
Sundari mencoba untuk menghubungi Laila dan mengajak wanita itu untuk bertemu namun sayangnya telepon dari Sundari itu tidak dijawab oleh Laila namun walau bagaimanapun Sundari tetap tidak mau menyerah dan mencoba mendatangi Laila untuk bertemu dengan wanita itu serta bicara dengannya. Sundari pergi menemui Laila di tempat kerja wanita itu dan kedatangan Sundari itu nyatanya membuat Laila terkejut, terlambat juga kalau ia mau menghindari wanita ini karena Sundari sudah melihatnya tadi ketika datang.
“Jadi kenapa Tante ke sini?”
“Tentu saja Tante ke sini karena ingin bicara denganmu akan tetapi kamu tidak menjawab telepon dari Tante.”
“Oh aku minta maaf karena tidak menjawab telepon dari Tante karena aku sedang sibuk tadi.”
Sundari menghela napasnya panjang, ia tahu bahwa Laila hanya mencari alasan saja di depannya untuk tidak terlihat buruk karena mengabaikan panggilan telepon darinya namun Sundari tak mau memedulikan akan
hal itu, Sundari kemudian meminta Laila untuk bicara empat mata di ruangan kerja Laila dan akhirnya di sinilah mereka.
“Sebenarnya apa yang ingin Tante katakan padaku?”
Sundari tak mau membuang banyak waktu untuk mengatakan apa maksud serta tujuannya datang ke sini menemui Laila, Sundari kemudian mengatakan kalau ia datang ke sini untuk meminta Laila melanjutkan perjodohannya dengan Hanggara. Sontak saja Laila menggelengkan kepalanya dan mengatakan bahwa masalah itu sudah selesai.
“Tidak Laila, sekarang Hanggara sudah tidak menjalin hubungan dengan wanita itu, mereka berdua sudah putus.”
“Namun apakah ada jaminan kalau semua akan baik-baik saja, Tante? Hanggara tidak mencintaiku dan kalau kami berdua menikah maka aku sendiri tidak yakin apakah hubungan kami dapat bertahan lama atau tidak.”
“Tante yakin bahwa hubungan kalian pasti akan berlangsung lama, Nak.”
Namun Laila menggelengkan kepalanya, ia sama sekali tidak yakin dengan apa yang dikatakan oleh Sundari barusan, Laila meminta waktu pada Sundari untuk memikirkan semua ini dan Sundari pun menghela napasnya
panjang, ia memberikan waktu pada Laila memikirkan semua ini.
“Akan tetapi Tante berharap kamu dapat mempertimbangkannya lagi.”
****
Belinda mendatangi Austin dan mengajak anaknya itu untuk bicara, Austin sendiri nampak tidak suka ketika mamanya datang ke tempatnya bekerja dan disaksikan oleh banyak teman kerjanya saat ini hingga Austin tidak memiliki pilihan untuk ikut dengan mamanya pergi. Mereka berdua bicara di koridor yang sepi, Belinda mengatakan pada Austin bahwa ia merindukan Austin dan meminta Austin untuk pulang ke rumah.
__ADS_1
“Bukankah Mama lebih bahagia kalau aku tidak ada di rumah? Mama lebih dapat leluasa untuk berduaan dengan om Hanggara kan? Sudahlah Ma, Mama tidak perlu bersandiwara di depanku seperti ini dengan menginginkanku
kembali ke sana.”
“Mama sama sekali tidak bersandiwara Nak, Mama benar-benar merindukanmu untuk kembali ke rumah dan asal kamu tahu Mama dan om Hanggara sudah tidak memiliki hubungan lagi.”
Austin nampak terkejut dengan ucapan Belinda barusan, ia sama sekali tidak dapat memercayai hal tersebut namun Belinda berusaha untuk terus meyakinkan Austin bahwa saat ini ia sama sekali tidak bercanda dan
mengatakan yang sebenarnya.
“Mama berani bersumpah dengan apa yang baru saja Mama katakan padamu jadi tolong kamu percaya pada Mama.”
Austin dapat melihat bahwa mamanya begitu serius ketika mengatakan itu namun Austin mengatakan pada mamanya bahwa ia butuh waktu dan tidak bisa begitu saja kembali ke rumah itu.
****
Walau sudah berusaha sekuat tenaga membujuk Austin untuk dapat kembali ke rumah dan mereka dapat kembali tinggal seperti dulu lagi namun Austin nyatanya masih membutuhkan waktu untuk semua ini dan Belinda tidak dapat memaksakan kehendaknya pada Austin apalagi saat ini Austin sudah dewasa dan dapat mengambil keputusannya sendiri. Ketika Belinda tiba di rumah ia merasa kesepian karena tidak ada seorang pun yang dapat ia ajak bicara,
“Mungkin memang ini adalah jalan yang terbaik untuk kami.”
Belinda kemudian memutuskan untuk tidur saja namun ia tidak dapat memejamkan kedua matanya walaupun ia sudah mengantuk, Belinda memutuskan untuk keluar dari dalam kamarnya dan berjalan-jalan di ruang tengah
rumah ini. Rumah ini begitu sepi dan ia kesepian saat ini, ia butuh seseorang untuk diajak bicara dan bayangan apa yang pernah terjadi di antara dirinya dan Hanggara bermain di dalam benaknya, ketika mengingat kejadian itu tentu saja Belinda menjadi sedih dan menangis dibuatnya.
“Kenapa aku harus mengingat semuanya?”
****
Sundari mendatangi apartemen Hanggara untuk memastikan kalau anaknya itu baik-baik saja dan Hanggara mengatakan pada Sundari bahwa ia baik-baik saja dan tidak perlu Sundari selalu datang ke apartemennya ini.
“Mama kemarin bicara dengan Laila dan mengajaknya untuk kembali melanjutkan perjodohan yang sempat batal akibat ulahmu itu.”
__ADS_1
“Kenapa Mama begitu terobsesi untuk aku menikah dengan wanita itu? Aku sama sekali tidak tertarik dengannya, Ma.”
“Karena dia wanita dari kalangan terhormat, Hanggara. Mama tentu saja mendukung perjodohan kalian karena dengan kamu menikah dengannya maka perusahaan akan menjadi lebih besar dan memiliki koneksi ke pemerintahan.”
“Sudah aku duga kalau Mama akan berpikiran seperti itu, apakah Mama mendekati papa hanya karena uang saja?”
“Apa maksudmu mengatakan itu?”
“Mama selama ini tidak pernah mencintai papa kan? Mama hanya menginginkan uang papa dan apa yang dikatakan oleh kakak semuanya benar?”
“Astaga Hanggara, kenapa kamu jadi mengatakan hal omong kosong seperti ini?”
Hanggara nampak menghela napasnya panjang, ia meminta Sundari untuk tidak ikut campur dalam masalah pribadinya, ia dapat menentukan apa yang terbaik untuknya.
“Tolong Mama hargai keputusanku.”
“Apakah ini artinya kamu masih ingin mengejar-ngejar wanita tidak tahu malu itu? Astaga Hanggara, apa yang sebenarnya terjadi pada dirimu?”
“Ma, aku sudah mengatakan jangan campuri urusan pribadiku!”
****
Sutikno mendapat masalah besar karena kejaksaan kini benar-benar sedang mengincarnya dan sudah mengumpulkan semua bukti yang cukup untuk menangkapnya dan menjebloskannya ke dalam jeruji besi. Sutikno sudah melakukan semuanya secara maksimal untuk membuatnya lolos dari jerat hukum namun atas desakan masyarakat maka ia tidak dapat berbuat banyak karena kejaksaan pun sedang mencari citra baik di masyarakat.
“Sial, bagaimana bisa semuanya harus berakhir begini?”
Chelsea diam-diam menguping pembicaraan Sutikno dengan orang kepercayaannya mengenai situasi yang terjadi, Chelsea sendiri jadinya bingung kalau nanti Sutikno dipenjara maka ia akan tinggal dengan siapa?
“Kamu kenapa di sini?” tanya Sutikno yang membuat Chelsea terkejut karena papanya berhasil memergoki dirinya.
“Tidak, aku tidak sedang melakukan apa pun.”
__ADS_1
“Jangan bohong, kamu pasti mendengar apa yang tadi Papa perbincangkan bukan?”