
Belinda nampak tak percaya bahwa ia menemukan seseorang yang tentu saja sangat ia kenali tengah berada di rumahnya saat ini dan tentu saja orang yang datang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Hanggara. Belinda nampak menanyakan apa maksud dan tujuan pria itu datang ke sini karena Belinda tidak mau kalau ketika Sutikno kembali ke rumah ia menemukan dirinya dan Hanggara tengah berduaan di rumah ini.
“Kamu sepertinya tidak suka kalau aku datang ke rumah ini.”
“Bukannya begitu hanya saja kamu tahu kalau kakakmu tidak lama lagi akan kembali ke rumah ini, kalau sampai dia menemukan kita tengah berduaan di rumah ini maka aku tidak tahu apa yang akan terjadi berikutnya.”
Hanggara nampak begitu santai saat mendengar ucapan Belinda tersebut, Belinda tentu saja tidak mengerti kenapa Hanggara nampak begitu tenang saat menghadapi hal ini padahal Belinda sendiri tidak mau membuat keributan lainnya dengan suaminya.
“Lebih baik kamu pergi saja Hanggara, aku benar-benar tidak ingin kalau malam ini terjadi keributan lagi antara aku dan Sutikno.”
“Apakah kamu tahu apa yang dilakukan oleh kakakku itu padaku? Dia memberitahu mamaku mengenai kedekatan kita berdua.”
Belinda nampak terkejut mendengar pengakuan dari Hanggara barusan, ia tak menyangka bahwa Sutikno benar-benar ingin membuat hubungannya dengan Hanggara diketahui oleh banyak orang dan tentu saja hal tersebut sangat tidak dapat diterima oleh Belinda padahal selama ini Belinda sudah berusaha menutupi kelakuan Sutikno yang sering bermain api dengan banyak wanita lain di belakangnya.
“Aku tahu apa yang sedang kamu pikirkan saat ini, di saat kamu berusaha mati-matian untuk menutupi kebusukannya dari awak media justru dia seperti ingin mendorong kita berdua agar terlihat buruk di mata banyak
orang, bukan begitu?”
Tidak lama setelah obrolan itu Sutikno benar-benar tiba di rumah ini dan ia nampak tak menyukai kedatangan Hanggara di rumahnya pada malam ini ketika dirinya baru saja pulang bekerja. Hanggara sendiri nampak tak
gentar mendapatkan tatapan mata tajam penuh intimidasi yang dilakukan oleh Sutikno itu.
****
Belinda meminta Hanggara untuk kembali saja ke rumahnya dan membiarkan dirinya dan Sutikno menyelesaikan masalah ini, tentu saja Hanggara pada mulanya menolak permintaan dari Belinda tersebut akan tetapi setelah Belinda memohon padanya akhirnya Hanggara pun luluh dan sebelum ia pergi nampak Hanggara menatap tajam kakak tirinya dan melangkahkan kaki meninggalkan rumah mereka berdua. Selepas kepergian Hanggara nampak Sutikno langsung menanyakan apa maksud Belinda membawa selingkuhannya ke rumah, Belinda nampak tersinggung dengan ucapan Sutikno barusan yang menyebut Hanggara sebagai selingkuhannya.
__ADS_1
“Kenapa kamu marah? Bukankah aku mengatakan kebenarannya bahwa kamu dan Hanggara berselingkuh diam-diam di belakangku selama ini?!”
“Kenapa kamu tega sekali melakukan ini padaku? Selama lebih dari 25 tahun kita bersama aku sudah melakukan apa pun untuk membuat rumah tangga kita nampak begitu indah di mata masyarakat umum walaupun kenyataannya banyak sekali masalah yang tidak diketahui oleh banyak orang. Andai saja mereka semua
tahu orang seperti apa dirimu maka aku berani bertaruh bahwa mereka akan langsung menghujatmu habis-habisan.”
“Kenapa kamu mengatakan hal konyol seperti itu, Belinda? Kamu jelas sekali sudah salah di sini namun kamu tidak menunjukan rasa bersalahmu di depanku dan malah menyalahkanku?! Lucu sekali dirimu!”
“Aku sudah terlalu bersabar menghadapimu selama ini Sutikno, sekarang karena kamu yang memulainya maka aku tidak akan tinggal diam lagi, kalau memang kamu ingin membuat hubunganku dengan Hanggara diketahui oleh
banyak orang maka silakan saja tapi jangan salahkan aku kalau ambisimu untuk menjadi gubernur bahkan lebih dari itu akan sirna saat itu juga.”
****
Sutikno nampak geram sekali dengan tindakan Belinda yang justru mengancamnya seperti itu, tentu saja Sutikno tidak dapat membiarkan Belinda buka suara dan membocorkan perselingkuhannya dengan Inez pada publik
“Aku tidak dapat membiarkan Belinda buka suara, aku harus membuat kesepakatan dengannya.”
Sutikno kemudian mendatangi Belinda dan mengajak istrinya itu bicara, Sutikno mengatakan bahwa ia tidak akan memperpanjang soal hubungan Belinda dengan Hanggara asal Belinda bungkam dan tidak mengatakan apa pun pada semua orang mengenai hubungan terlarangnya dengan Inez.
“Kamu rupanya takut kalau tidak dicalonkan menjadi gubernur oleh partaimu, ya?” seringai Belinda.
“Kamu jangan macam-macam Belinda, kalau kamu berani melakukan tindakan konyol maka perusahaanmu akan segera bangkrut dan akan aku pastikan hal itu benar-benar akan terjadi,” ujar Sutikno.
Akan tetapi Belinda hanya tertawa saja mendengar ancaman Sutikno, Belinda menantang Sutikno untuk melakukan itu jika memang Sutikno berani melakukan itu.
__ADS_1
****
Inez menghampiri Sutikno ke kantor seperti biasanya namun ada sesuatu hal yang berbeda jika biasanya ia memiliki akses untuk bebas keluar masuk kantor wali kota namun tidak dengan hari ini karena Inez justru ditahan
di depan kantor wali kota oleh satpam yang berjaga dan satpam tersebut mengatakan bahwa Inez tidak bisa sembarangan masuk ke dalam jika memang tidak memiliki kepentingan.
“Apa maksudmu? Bukankah aku selalu memiliki akses keluar dan masuk ke kantor ini?!”
“Maaf namun saya hanya menjalankan apa yang diperintahkan oleh pak wali kota.”
Inez nampak tak percaya dengan apa yang satpam ini katakan padanya barusan, ia pun mencoba menghubungi Sutikno akan tetapi justru ponsel Sutikno sama sekali tidak aktif hingga akhirnya membuat Inez kesal bukan
main. Wanita itu masih belum mau menyerah dan mencoba menerobos masuk ke dalam namun tidak diizinkan oleh satpam itu justru akibat tindakan Inez tersebut membuat banyak pengunjung di kantor wali kota dan pegawai yang bekerja di sini menatapnya dengan heran. Inez terus saja berteriak bahwa ia ingin bertemu Sutikno namun satpam malah menyeretnya keluar dari dalam kantor wali kota hingga wanita itu tersungkur di halaman parkir.
“Berani sekali kalian melakukan ini padaku!”
****
Kelvin tidak masuk sekolah hari ini namun sebaliknya hari ini Chelsea masuk sekolah, di sekolah nampak teman-temannya sibuk membahas soal Kelvin yang menjadi korban pengeroyokan oleh orang tidak dikenal saat ia
dalam perjalanan pulang kemarin. Chelsea jadi memikirkan apa yang terjadi pada malam itu ketika Kelvin menyelamatkannya dari Angkasa, jangan-jangan Kelvin dikeroyok oleh kaki tangan Angkasa?
“Chelsea, kamu ini kenapa?”
“Oh aku baik-baik saja.”
__ADS_1
Chelsea kemudian bertekad untuk menjenguk Kelvin di rumah sakit setelah mendapatkan alamat rumah sakit dan juga di kamar berapa Kelvin dirawat dari teman-temannya sepulang sekolah. Akan tetapi belum juga Chelsea berangkat menuju rumah sakit, justru Chelsea melihat Angkasa di kejauhan tengah menantinya di gerbang sekolah, sontak saja Chelsea tegang dan takut kalau sesuatu hal yang buruk akan Angkasa lakukan padanya lagi.
“Apa yang dia lakukan di sini?”