Dusta Di Atas Cinta

Dusta Di Atas Cinta
Kemelut Baru


__ADS_3

Belinda terkejut ketika memandangi ponselnya justru ponsel itu berdering dan ketika ia melihat layar ponselnya tertera sebuah nama yang langsung ia jawab panggilan tersebut. Belinda nampak tegang wajahnya setelah mendapatkan telepon tersebut dan ia mengatakan akan segera datang ke sana untuk mengecek semuanya. Belinda langsung pergi dari ruangan kerjanya dan kemudian dengan didampingi oleh asisten pribadinya ia langsung menuju pabrik tempat pengolahan bahan kosmetik yang katanya ditemukan adanya bahan beracun yang merugikan konsumen. Tentu saja Belinda terkejut dengan kabar itu apalagi sampai ditemukannya bahan beracun padahal selama ini perusahaannya tidak pernah memiliki masalah dengan bahan-bahan terlarang seperti itu.


“Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Belinda pada kepala pabrik saat ia tiba di pabrik tersebut.


Kepala pabrik pun menjelaskan apa yang terjadi ketika ada sebuah inspeksi dari kementrian di pabrik ini beberapa hari yang lalu, ia menjelaskan bahwa mereka mendapatkan kabar dari kementrian bahwa bahan kosmetik yang diolah mereka mengandung bahan berbahaya yang dapat berbuah serius pada kulit manusia. Belinda tentu saja terkejut dengan berita tersebut dan ia meminta hasil laporan dari kementrian yang ditemukan bahan berbahaya itu.


“Tidak mungkin, pasti ada kesalahan di sini, selama ini kita tidak pernah menggunakan bahan-bahan berbahaya untuk mengolah produk kosmetik.”


Belinda tentu saja tidak dapat membiarkan semua ini terjadi begitu saja apalagi ini menyangkut kredibilitas perusahaannya selama bertahun-tahun. Ketika Belinda baru saja keluar dari pabrik tersebut sudah banyak sekali


wartawan yang datang meliput ke lokasi kejadian, begitu mereka melihat Belinda sontak saja para wartawan langsung ingin melakukan wawancara dengan Belinda.


“Bu, apakah anda sudah mendengar berita yang beredar mengenai hasil penelitian bahwa kosmetik perusahaan anda mengandung bahan berbahaya?”


“Apakah benar yang diberitakan, Bu?”


“Bu Belinda, boleh minta waktunya sebentar.”


Dan masih banyak sekali wartawan yang berusaha menyodorkan mikrofon pada Belinda namun Belinda menolak untuk mengatakan apa pun pada wartawan, ia memilih untuk segera masuk ke dalam mobil dengan pengawalan


super ketat oleh pengawal dan juga satpam.


****


Sementara di kantor sendiri juga tidak kalah heboh, wartawan ingin sekali melakukan wawancara dengan petinggi perusahaan mengenai kasus ini namun sesuai dengan instruksi dari Belinda bahwa tidak ada yang boleh


bicara apa pun pada wartawan karena perusahaan tengah melakukan investigasi internal mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada produk kosmetik mereka hingga bermasalah dengan hal ini. Belinda langsung memimpin rapat dengan dewan direksi perusahaan mengenai pemberitaan di media ini, dalam rapat itu dipaparkan sejumlah


keluhan konsumen yang sudah menggunakan produk mereka dan hasilnya mengejutkan.

__ADS_1


“Hampir 20% dari konsumen yang dilakukan survey ternyata hasilnya mereka mengalami iritasi pada kulit mereka dan ….”


“Apakah kamu yakin bahwa ini adalah salah produk kita? Bisa saja kan mereka begitu karena mereka memiliki alergi sebelumnya?” tanya Belinda saat seorang direktur pemasaran tengah melakukan presentasi di depan


peserta rapat yang hadir.


Tentu saja Belinda tidak mau kalau sampai reputasi perusahaannya hancur akibat kasus ini yang baru pertama kali ditemukan, Belinda meminta semua orang untuk bekerja sama menutup mulut dalam kasus ini hingga ia mendapatkan titik terang apa yang sebenarnya terjadi. Setelah rapat itu, Belinda kembali ke kantor dan kemudian ia baru sadar bahwa hari sudah malam dan ia belum makan siang sejak tadi.


****


Di rumah Chelsea menonton berita di televisi mengenai perusahaan mamanya yang tengah dilanda musibah karena adanya berita mengenai produk yang dijual oleh perusahaan mamanya rupanya mengandung bahan-bahan terlarang yang tidak baik untuk kulit dan membuat beberapa konsumen merasa marah dan kecewa hal tersebut juga berbanding lurus dengan penelitian yang dilakukan oleh kementrian terkait mengenai sampel produk kosmetik yang selama ini dijual oleh perusahaan mamanya.


“Kamu menonton apa?” tanya Belinda saat ia kembali ke rumah dan menemukan Chelsea di ruang tengah.


“Bukan apa-apa,” jawab Chelsea seraya mematikan televisi.


“Kenapa dia tidak mau jujur padaku kalau menonton berita itu?”


Belinda sendiri kemudian masuk ke dalam kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian, ia seharian ini sangat lelah sekali akibat harus memimpin rapat selama nonstop, ia jadi melupakan istirahat saking ia sangat ingin sekali menyelesaikan masalah ini sebelum semuanya terlambat.


“Siapa sebenarnya yang melakukan semua ini, aku yakin pasti ada sabotase dalam masalah ini,” lirih Belinda saat ia sudah ada di dalam kamarnya.


****


Hanggara sendiri nampak terkejut saat mendengar berita bahwa perusahaan Belinda tengah dilanda gonjang-ganjing seputar produk kosmetik mereka yang menurut kementrian ketika melakukan riset justru menunjukan sesuatu hal yang mencengangkan, bagaimana tidak produk kosmetik yang selama ini dijual oleh perusahaan Belinda ternyata mengandung bahan terlarang dan sangat tidak baik digunakan oleh konsumen. Tentu saja Hanggara terkejut dengan hasil penelitian itu, ia sendiri tidak memercayai apa yang menjadi hasil penelitian


tersebut juga survey yang dilakukan oleh sejumlah lembaga independent yang menunjukan fakta bahwa ternyata ada banyak keluhan mengenai produk kosmetik Belinda yang selama ini tidak pernah terungkap ke media.


“Tidak mungkin, aku tahu persis apa yang selama ini Belinda kerjakan, dia tidak mungkin ingin mencoreng perusahaannya sendiri dengan menggunakan bahan-bahan terlarang.”

__ADS_1


Hanggara sendiri meraih ponselnya dan ingin menelpon Belinda untuk mencari tahu kabar wanita itu saat ini, akan tetapi Hanggara nampak ragu dan bahkan ia malah mengurungkan niatnya untuk melakukan hal tersebut.


“Apakah Belinda akan senang kalau aku menelponnya? Bukankah dia mengatakan padaku bahwa kami sudah tidak ada lagi hubungan?”


Hanggara nampak bimbang apakah ia harus menelpon Belinda atau tidak namun pada akhirnya ia memutuskan untuk tidak menelpon Belinda.


“Pasti dia juga tidak akan mau menjawab telepon dariku.”


Akhirnya Hanggara kembali meletakan ponselnya di nakas dan memilih untuk tidur saja walaupun sebenarnya ia sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada Belinda saat ini.


****


Sundari sudah ada di apartemen Hanggara keesokan harinya dan ia sengaja datang untuk menyiapkan sarapan untuk putranya. Hanggara sendiri nampak terkejut saat keluar dari dalam kamar menemukan mamanya yang


tengah memasak di dapurnya menyiapkan sarapan untuknya. Sundari sendiri nampak tersenyum pada Hanggara dan kemudian meminta Hanggara untuk segera duduk dan mereka bisa sarapan bersama.


“Kenapa Mama datang pagi-pagi begini?”


“Karena Mama tahu kalau kamu pasti tidak ada makanan untuk sarapan, oleh sebab itu Mama datang.”


“Mama datang ke sini pasti untuk sebuah alasan kan? Aku tahu itu.”


“Apakah kamu sudah dengar soal apa yang terjadi pada perusahaan Belinda?”


“Iya, aku sudah mendengarnya.”


“Wanita itu memang pantas mendapatkannya.”


“Kenapa Mama mengatakan itu?”

__ADS_1


__ADS_2