
Belinda nampak heran dan terkejut ketika mendapati Hanggara ada di rumahnya dan tengah berbincang dengan Chelsea dan sontak saja Belinda bertanya apa yang Hanggara lakukan di rumah ini. Chelsea menjawab bahwa
dialah yang meminta Hanggara untuk datang ke sini karena ingin berbicara beberapa hal dengan omnya. Belinda tidak banyak mengatakan sesuatu dan langsung pergi ke kamarnya, bayangan ketika Chelsea menanyakan perihal apa yang dilakukan oleh dirinya dan Hanggara pada waktu itu masih jelas di dalam ingatan Belinda dan ia tidak mau kalau sampai Chelsea tahu hubungannya dengan Hanggara yang sebenarnya.
“Tidak, aku hanya ketakutan saja, Chelsea tidak akan menanyakan hal itu lagi ataupun curiga padaku.”
Walaupun Belinda sudah berulang kali meyakinkan dirinya bahwa semua itu tidak akan terjadi dan hanya akan menjadi ketakutannya saja namun tetap saja pikiran negatif itu tetap saja muncul dan Belinda pun tidak dpaat tenang sampai Hanggara pulang karena ia tidak mau Chelsea melihat Hanggara dan dirinya berduaan lagi yang pastinya jika putrinya melihat itu maka akan lebih banyak lagi pertanyaan yang muncul di dalam benak Chelsea.
“Tenangkan dirimu Belinda, semua akan baik-baik saja.”
Belinda menghirup udara banyak-banyak dan kemudian perlahan menghembuskannya, ia tidak boleh terlihat panik dan tidak nyaman ketika berhadapan dengan anak-anaknya karena ia tidak ingin membuat mereka menaruh curiga berlebih padanya. Selepas mandi dan berpakaian, Belinda tidak keluar kamar dan memilih untuk rebah di kasurnya, baru saja ia hendak memejamkan matanya pintu kamarnya terbuka dan sontak saja Belinda menoleh ke arah pintu kamar yang rupanya di sana nampak Hanggara yang tentu saja membuat Belinda terkejut bukan main.
“Apa yang kamu lakukan di sini?” tanya Belinda setengah berbisik.
Hanggara tidak menjawab pertanyaan Belinda namun pria itu menutup pintu kamar dan menguncinya kemudian berjalan menghampiri Belinda, Hanggara nampak tersenyum dan duduk di tepian ranjang Belinda.
“Kenapa kamu sepertinya takut sekali denganku, Belinda?”
****
Belinda menghela napasnya berat dan kemudian ia pun menceritakan perihal ketakutannya kalau anak-anaknya tahu hubungan yang terjalin di antara mereka berdua. Hanggara dapat memahami ketakutan Belinda namun
Hanggara sendiri merasa bahwa ia lelah jika harus menyembunyikan hubungan mereka terus menerus dari anak-anak Belinda.
“Aku yakin bahwa Chelsea dan Austin sudah cukup dewasa dan dapat menerima hubungan kita.”
Namun ucapan Hanggara barusan ditolak oleh Belinda, wanita itu mengatakan bahwa ia belum siap untuk mengatakan kejujuran pada kedua anaknya lagi pula Belinda ragu jika ia sudah jujur pada kedua anaknya maka
kedua anaknya itu akan mendukung mereka, rasanya masih sangat tidak mungkin jika ia memikirkan hal itu.
“Baiklah kalau begitu, aku tidak akan memaksamu untuk mau mengatakan kejujuran pada anak-anak.”
“Namun kenapa kamu tidak pulang? Hari sudah malam.”
__ADS_1
“Chelsea memintaku untuk menginap di sini.”
“Apa maksudmu? Chelsea?”
“Iya, dia yang memintaku untuk menginap di sini, bukankah seharusnya kamu gembira karena dapat bersamaku semalaman suntuk?”
Belinda sendiri bingung harus bahagia atau sebaliknya dengan ucapan Hanggara barusan, Belinda sendiri masih kalut dan bingung hingga akhirnya Hanggara mencium bibirnya perlahan yang membuat Belinda untuk sementara
dapat melupakan masalah yang tengah ia hadapi sementara itu di luar pintu kamar Belinda nampak Chelsea tengah berdiri mematung.
****
Keesokan paginya Belinda ketakutan kalau Chelsea mengetahui apa yang dilakukannya dan Hanggara semalam namun ketakutan Belinda itu sama sekali tidak terbukti karena Chelsea bersikap biasa saja padanya dan Hanggara dan tidak ada tanda-tanda bahwa Chelsea memergoki hubungan mereka seperti yang ada dalam mimpinya semalam.
“Mama kenapa pagi ini? Sepertinya sedang tidak sehat, ya?” tanya Austin.
“Mama baik-baik saja, hanya kurang tidur,” jawab Belinda.
Chelsea nampak akrab sekali dengan Hanggara mengobrol di meja makan dan membuat Belinda merasa sedikit lega walaupun sebenarnya ia masih khawatir kalau sewaktu-waktu Chelsea adalah orang pertama yang akan tahu
“Kenapa Mama menatapku begitu?” tanya Chelsea yang membuat Belinda terkejut.
“Bukan apa-apa, kamu sepertinya asyik sekali mengobrol dengan ommu,” jawab Belinda.
“Apakah Mama ingin mengobrol juga dengan om Hanggara?”
“Tidak, bukan seperti itu.”
Hanggara hanya tersenyum pada Belinda yang membuat Belinda memalingkan wajahnya, ia tak mau terlalu akrab dengan Hanggara yang pada akhirnya membuat Chelsea curiga berlebih padanya nanti. Setelah sarapan, Hanggara pulang ke apartemennya dan setelah Hanggara pulang nampak Belinda dapat menghela napasnya lega, setidaknya setelah Hanggara pulang dirinya tidak perlu was-was lagi kalau Chelsea akan bertanya sesuatu padanya. Belinda segera masuk ke dalam kamarnya namun Chelsea memerhatikan Belinda dan sepertinya ada sesuatu yang tengah gadis itu pikirkan.
****
Sutikno datang ke rumah untuk menemui Belinda dan bicara dengan istrinya itu, ketika Sutikno datang dirinya malah disambut oleh Austin yang tentu saja anaknya itu sama sekali tidak menyukai kedatangan Sutikno ke rumah ini.
__ADS_1
“Mau apa Papa datang ke sini?”
“Ada sesuatu yang perlu Papa bicarakan dengan mamamu, dia ada di dalam kan?”
“Apakah Papa sedang berusaha menipuku? Kalau memang Papa ingin bicara dengan mama kenapa tidak lewat telepon saja?”
“Papa sudah mencoba untuk bicara dengan mama lewat telepon namun mamamu tidak mau menjawab telepon dari Papa dan akhirnya Papa datang ke sini.”
Sutikno kemudian masuk ke dalam rumah ini dan Belinda nampak terkejut dengan kedatangan suaminya, Sutikno mengatakan ada sesuatu yang ingin ia bicarakan dengan Belinda. Sutikno mengajak Belinda menuju ruangan
kerjanya dan Belinda mengekor saja di belakang Sutikno.
“Jadi kenapa kamu datang ke sini?”
Sutikno tidak langsung menjawab pertanyaan Belinda namun Sutikno menyeringai pada Belinda yang membuat Belinda merasa heran dengan tingkah suaminya.
“Kenapa kamu malah menyeringai padaku?”
“Apakah kamu menikmati malam-malam panasmu dengan Hanggara, Belinda?”
“Apa yang sedang kamu bicarakan ini, Sutikno?”
“Sudahlah Belinda kamu sepertinya tidak lebih baik dariku, kamu berselingkuh juga dengan Hanggara dan bahkan kalian menghabiskan malam di rumah ini, kalian benar-benar tidak memiliki malu.”
****
Belinda merasa kesal bukan main dengan ucapan Sutikno barusan ia meminta Sutikno untuk pergi sekarang juga dari rumah ini namun Sutikno mengatakan bahwa ia akan bercerai dengan Belinda dengan syarat bahwa Belinda harus jujur pada anak-anak mengenai hubungannya dengan Hanggara.
“Kalau kamu tidak mau jujur pada anak-anak maka selamanya aku tidak akan pernah menceraikanmu Belinda.”
Setelah mengatakan itu Sutikno pergi keluar dari ruangan kerjanya sementara Belinda termenung dengan ucapan Sutikno barusan, kesempatan untuk berpisah dengan Sutikno sudah ada dan pria itu sepertinya bersedia untuk bercerai dengannya namun syarat yang diberikan oleh Sutikno itu yang membuat Belinda bimbang, apakah yang harus ia lakukan saat ini? Sutikno baru saja keluar dari ruangan kerjanya dan menemukan Chelsea berdiri tidak jauh dari pintu ruangan kerjanya yang membuat Sutikno heran.
“Kenapa kamu berdiri di situ?”
__ADS_1
“Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan pada Papa.”