Dusta Di Atas Cinta

Dusta Di Atas Cinta
Menemuinya Secara Langsung


__ADS_3

Austin datang untuk menjemput Chelsea pulang ke rumah namun ia melihat ada sesuatu hal yang sepertinya tengah dipikirkan oleh Chelsea saat mereka dalam perjalanan pulang ke rumah, Austin pun nampak bertanya pada


Chelsea mengenai apa yang terjadi pada adiknya itu namun Chelsea tidak mau mengatakan apa pun padanya.


“Apakah ini ada hubungannya dengan Angkasa?”


“Kak, sudah aku katakan bahwa ini tidak ada hubungannya dengan dia.”


“Kamu tidak perlu ragu untuk mengatakan yang sejujurnya padaku Chelsea, aku akan mendengarkan semua ceritamu.”


Akan tetapi Chelsea masih belum mau mengatakan apa pun pada kakaknya bahkan sampai mereka tiba di rumah, Chelsea sendiri langsung pergi ke kamarnya tanpa mengatakan sepatah kata pun pada kakaknya dan tentu


saja sebagai seorang kakak Austin khawatir bahwa Chelsea menyembunyikan hal yang penting.


“Kenapa dia seperti itu? Apa yang sebenarnya dia sembunyikan?”


Chelsea sudah berada di dalam kamarnya dan masih menatap layar ponselnya, ia ragu apakah harus menghubungi Hanggara atau tidak namun setelah melalui proses pertimbangan yang panjang akhirnya Chelsea pun memutuskan untuk menelpon Hanggara dan ia bertekad harus menanyakan hal itu secara langsung pada omnya tersebut.


“Iya, aku tidak dapat menundanya lagi, aku harus tahu apa yang sebenarnya terjadi,” lirih Chelsea.


Chelsea pun kemudian memberanikan diri untuk menelpon Hanggara dan mengatakan pada omnya tersebut untuk mau bertemu dengannya karena ada sesuatu hal yang ingin ia bicarakan.


“Tentu saja, di mana kita akan bertemu?”


“Aku akan mengirimkan alamatnya pada Om nanti.”


Maka setelah perbincangan singkat itu, Chelsea menutup sambungan teleponnya dan mengirimkan alamat di mana mereka janjian bertemu nanti, Chelsea nampak menghela napasnya dan berusaha meyakinkan dirinya untuk


melakukan hal ini.


“Bagaimanapun juga aku harus tahu apa yang sebenarnya terjadi di antara om Hanggara dan mama selain itu juga aku harus memastikan kalau apa yang ada di dalam pikiranku ini tidaklah benar.”


****


Akhirnya Chelsea sudah berganti pakaian dan bersiap untuk pergi, Austin tentu saja penasaran hendak pergi ke mana adiknya saat ini dan Chelsea mengatakan bahwa ia akan bertemu dengan Hanggara namun Austin nampak tidak mau percaya begitu saja dengan Chelsea.


“Tidak, kamu pasti ingin bertemu dengan Angkasa kan?”

__ADS_1


“Kak, aku sudah mengatakan bahwa aku ingin bertemu om Hanggara bukan Angkasa.”


“Kalau begitu biarkan aku ikut supaya aku yakin bahwa kamu mengatakan yang sebenarnya.”


Chelsea nampak kesal dengan sikap kakaknya ini yang keras kepala dan ingin ikut dengannya padahal saat ini dirinya sudah nyaris terlambat untuk menemui Hanggara dan ia tidak ingin membuat omnya itu menunggu


lama.


“Sudahlah Kak, taksi yang aku pesan sudah tiba, aku pergi dulu.”


Chelsea kemudian berlari keluar rumah mengabaikan Austin yang memanggil namanya, Austin sendiri nampak penasaran kenapa Chelsea bersikap seperti tadi barusan dan ia tentu saja tidak akan percaya begitu saja ketika Chelsea mengatakan ingin bertemu dengan Hanggara.


“Aku harus tahu dia pergi ke mana.”


Maka kemudian Austin pun mengikuti ke mana perginya Chelsea, ia mengikuti taksi yang membawa Chelsea menuju sebuah restoran dan Chelsea nampak turun di sana, Chelsea masuk ke dalam restoran itu dan Austin


mencari tempat untuk memerhatikan Chelsea tanpa dilihat oleh adiknya tersebut. Tidak lama kemudian akhirnya orang yang ditunggu oleh Chelsea pun datang dan ia duduk di kursi yang berhadapan dengannya.


****


“Kenapa dia harus melakukan ini, sih?”


Dea mendapatkan telepon dari sebuah nomor dan Dea sudah dapat menebak siapa orang yang menelponnya dengan nomor ini, Dea kemudian menjawab telepon tersebut dan mengatakan pada orang tersebut untuk jangan melakukan ini lagi.


“Apakah kamu tidak menyukai bunga yang aku kirim hari ini?”


“Pak, mau anda berusaha sekeras apa pun saya tidak akan melakukan seperti apa yang anda inginkan.”


“Kamu jangan terlalu percaya diri dulu Dea, saya yakin bahwa cepat atau lambat kamu akan menjadi milik saya dan itu adalah sesuatu hal yang akan terjadi.”


Dea nampak menggelengkan kepalanya dan menutup sambungan teleponnya barusan, kini Sun News sudah ditutup karena dianggap beroperasi secara ilegal oleh wali kota dan Sun News tengah menempuh jalur hukum supaya mereka dapat kembali beroperasi.


“Pak wali kota, anda benar-benar orang yang licik namun saya tidak akan membiarkan anda bersikap sewenang-wenang.”


****


Hanggara datang menemui Chelsea di restoran yang sudah mereka sepakati sebelumnya untuk bertemu, Hanggara tentu saja penasaran dengan apa yang hendak keponakannya ini bicarakan padanya karena sepertinya kalau Hanggara melihat dari raut wajahnya sepertinya ada masalah serius yang ingin Chelsea bicarakan dengannya.

__ADS_1


“Ada apa Nak? Apa yang ingin kamu bicarakan dengan Om?”


Chelsea tidak langsung mengatakan apa yang sedang ada dalam pikirannya namun ia menatap terlebih dahulu Hanggara sebelum akhirnya ia menghela napasnya panjang, Hanggara sendiri nampak penasaran dan sabar menantikan apa yang sebenarnya hendak Chelsea katakan padanya.


“Om, sebenarnya ada sesuatu hal yang menggangguku belakangan ini.”


“Apa itu?”


“Aku memikirkan sesuatu hal yang sebenarnya sangat takut untuk aku pikirkan dan aku sangat takut kalau hal itu adalah sebuah kenyataan.”


“Katakan saja apa yang sedang kamu pikirkan, Om akan mendengarkanmu.”


Chelsea nampak menghela napasnya panjang sebelum memulai bercerita apakah gerangan yang membuatnya menjadi kepikiran belakangan ini. Chelsea nampak mulai bercerita mengenai apa yang ia lihat pada malam iutu


ketika Hanggara masuk ke dalam kamar mamanya dan kemudian Chelsea mendengar suara aneh dari dalam kamar mamanya.


“Apa yang sebenarnya Om dan mama lakukan malam itu?”


tanya Chelsea.


Hanggara sendiri nampak terkejut dengan pertanyaan yang diajukan oleh Chelsea barusan, ia sama sekali tidak menyangka kalau aksinya masuk ke dalam kamar Belinda ternyata dipergoki oleh Chelsea.


****


Jawaban dari Hanggara mengenai apa yang sebenarnya ia lakukan di kamar Belinda pada malam itu tidaklah membuat Chelsea menjadi lebih lega dan puas, ia justru merasa kalau Hanggara sama sekali tidak jujur padanya


mengenai apa yang sebenarnya ia lakukan dengan Belinda malam itu. Ketika ia tiba di rumah nampak Belinda sudah menunggunya dan Belinda mengungkapkan rasa khawatirnya pada Chelsea yang tidak ada di rumah ketika ia kembali ke rumah.


“Kamu dari mana saja, Nak? Kenapa ponselmu tidak aktif?”


“Aku habis menemui om Hanggara, Ma.”


“Kenapa kamu menemui dia? Apakah ada sesuatu hal yang penting?”


“Iya, memang ada sesuatu hal yang penting maka dari itu aku harus menemuinya.”


“Apa yang sangat penting itu hingga kamu harus menemuinya?”

__ADS_1


__ADS_2