
Sundari mencoba untuk tetap mendapatkan hati dari kedua orang tua Laila supaya putri mereka diizinkan untuk melanjutkan perjodohan ini dengan Hanggara namun kenyataannya Sundari harus menerima kenyataan bahwa
tidaklah mudah baginya untuk meyakinkan kedua orang tua Laila untuk melanjutkan perjodohan itu apalagi ia selalu diusir dari rumah kedua orang tua Laila. Ketika ia mencoba untuk menghubungi gadis itu, Laila tidak pernah mau menjawab telepon atau pesan yang ia kirim. Sundari pun akhirnya mengubah strategi, ia mencarikan wanita lain untuk Hanggara dan tentu saja Sundari tidak ingin secara sembarangan memilih wanita yang akan kelak menjadi menantunya.
“Mau apa Mama datang ke sini?” tanya Hanggara ketika mamanya datang menemuinya di apartemen.
“Tentu saja ada sesuatu yang ingin Mama bicarakan denganmu.”
“Sayangnya saat ini aku sedang tidak ingin membicarakan apa pun dengan Mama, silakan Mama pergi saja.”
Sundari tentu saja sama sekali tidak mau mendengarkan apa yang dikatakan oleh Hanggara barusan, ia berusaha untuk tetap bicara dengan putranya karena ia bilang ada masalah penting yang harus mereka bicarakan.
“Baiklah, apa yang ingin Mama bicarakan denganku?”
“Mama ingin kamu pergi menemui wanita yang kelak akan menjadi calon istrimu.”
Hanggara yang mendengar ucapan Sundari barusan tentu saja muak bukan main, ia mengatakan pada Sundari bahwa ia sama sekali tidak tertarik untuk menjalin hubungan dengan siapa pun saat ini dan ia meminta Sundari untuk jangan memaksanya untuk melakukan seperti apa yang diinginkan oleh wanita itu.
“Mama tidak mau tahu, pokoknya kamu harus mengikuti apa yang Mama inginkan jika kamu memang masih menghormati Mama sebagai mamamu.”
Setelah mengatakan itu Sundari pun kemudian pergi dari apartemen Hanggara, Sundari sangat yakin sekali bahwa Hanggara pasti tidak mau menjadi anak yang durhaka maka dari itu Hanggara pasti mau tidak mau harus mengikuti seperti apa keinginannya.
“Tenangkan dirimu Sundari, anak itu pasti akan melakukan apa yang kamu inginkan.”
****
Belinda mendengar kabar bahwa Sutikno ditangkap oleh kejaksaan akibat kasus korupsi dan suap yang pernah ia lakukan saat itu, tentu saja Belinda khawatir dengan keadaan Chelsea saat ini karena kalau Sutikno ditahan maka Chelsea sendirian di rumah itu. Belinda kemudian pergi ke rumah dinas itu untuk menjemput Chelsea namun ia tidak menemukan Chelsea di rumah itu, kata asisten rumah tangga di rumah itu Chelsea sudah pindah sejak kemarin.
“Kamu tahu ke mana Chelsea pergi?”
__ADS_1
“Maaf saya tidak tahu, Bu.”
Belinda nampak menghela napasnya panjang, ia kemudian mencoba menghubungi Austin namun sayangnya nomor ponsel Austin tidak dapat dihubungi.
“Kenapa dia tidak mengaktifkan ponselnya?”
Belinda kemudian tanpa membuang waktu segera pergi menuju apartemen Austin, ia yakin bahwa Austin ada di apartemennya saat ini dan tidak butuh waktu yang lama sampai Belinda tiba di sana, ketika Belinda tiba di
sana ia menekan bel pintu berulang kali namun tidak ada jawaban hingga Belinda menanti di depan pintu sampai Austin membuka pintu. Setelah penantian cukup lama akhirnya Belinda menemukan sosok Austin dan Chelsea yang baru saja tiba di apartemen ini, mereka bertemu di koridor dekat unit apartemen Austin tinggal. Tentu
saja keduanya sama sekali tidak menyangka kalau akan bertemu Belinda di sini.
“Kenapa Mama ada di sini?” tanya Austin.
****
“Bukankah Mama lebih bahagia kalau kami tidak ada di rumah itu?”
“Kata siapa Mama lebih bahagia? Mama sama sekali tidak bahagia akan hal itu.”
Austin menggelengkan kepalanya tanda ia tak memercayai apa yang Belinda katakan, Austin menceritakan bahwa beberapa hari yang lalu Hanggara juga datang ke sini dan meminta Austin supaya mendukung hubungan Hanggara dan Belinda yang justru membuat Austin jadi semakin marah pada Hanggara.
“Mama yang sudah mengutus om Hanggara untuk menemuiku kan? Sayangnya rencana Mama sama sekali tidak berhasil, aku tidak akan mudah dibujuk oleh om Hanggara.”
“Mama sama sekali tidak mengerti apa yang kamu bicarakan, Mama sama sekali tidak merencanakan apa pun soal Hanggara yang datang menemuimu di sini, lagi pula sudah berulang kali Mama mengatakan pada kalian bahwa saat ini Mama tidak memiliki hubungan apa pun dengan Hanggara.”
Austin dan Chelsea nampak tidak memercayai apa yang Belinda katakan, mereka berdua masih belum dapat menerima semua ini dan meminta supaya Belinda tidak memaksakan mereka dan pergi dari apartemen ini sekarang juga.
****
__ADS_1
Inez bahagia bukan main saat tahu Sutikno dipenjara oleh perbuatannya yang melakukan suap dan korupsi namun Inez belum puas karena kejahatan Sutikno yang sudah membunuh calon anaknya belum juga mendapatkan
titik temu. Mamanya Inez mengatakan pada Inez bahwa sudah saatnya Inez tidak ikut campur lagi dalam masalah pria itu namun Inez merasa bahwa semua belum berjalan seperti yang ia inginkan.
“Mama tidak mau kamu melangkah lebih jauh lagi, lebih baik sekarang kamu mulai menata kehidupanmu lagi yang sempat hancur oleh pria itu.”
Inez menggelengkan kepalanya, ia mengatakan pada sang mama bahwa sampai kapan pun ia tidak akan pernah melupakan apa yang pernah dilakukan oleh Sutikno padanya dan ia bersumpah akan menutut balas Sutikno atas
perbuatannya.
“Bagaimanapun juga Sutikno harus membayar perbuatan yang telah ia lakukan pada calon anakku, aku tidak rela dia menghilangkan anakku!”
Inez kemudian pergi dari rumah ini walaupun mamanya sudah berusaha menahannya dan bertanya mau pergi ke mana wanita itu saat ini, akan tetapi Inez sama sekali tidak menjawab pertanyaan yang diajukan oleh mamanya dan tetap saja pergi keluar.
“Ya Tuhan, ke mana dia akan pergi?”
Inez menuju rumah Belinda, ia ingin meminta bantuan Belinda supaya wanita itu dapat membantunya memberikan ganjaran setimpal atas apa yang sudah Sutikno lakukan.
****
Hanggara mendapatkan telepon dari rumah sakit bahwa mamanya kembali mencoba melakukan tindakan mengakhiri hidup dengan minum obat tidur setelah Hanggara berkeras bahwa sampai kapan pun ia tidak akan pernah mau dijodohkan dengan siapa pun lagi karena satu-satunya wanita yang ia cintai adalah Belinda. Ucapan Hanggara itu tentu saja membuat Sundari sedih sekaligus marah, ia tidak terima dengan keputusan Hanggara yang masih mencintai wanita itu oleh sebab itu Sundar nekat melakukan percobaan bunuh dirinya yang kedua.
“Kenapa Mama melakukan ini?” tanya Hanggara saat ia sudah masuk ke dalam ruangan inap Sundari.
“Karena Mama ingin mengakhiri semuanya sampai di sini, bukankah kamu tidak mau menuruti apa yang Mama inginkan?”
“Ma aku ….”
“Kalau memang kamu tidak mau menuruti Mama, maka biarkan Mama mati saat ini juga!”
__ADS_1