Dusta Di Atas Cinta

Dusta Di Atas Cinta
Bekerja Sama Dengan Seseorang?


__ADS_3

Cukup lama Belinda berada di rumah sakit untuk mengobrol dengan mamanya Inez, Belinda mengatakan bahwa semua biaya pengobatan Inez akan ditanggung olehnya jadi wanita ini tidak perlu khawatir. Tentu saja mamanya Inez begitu bersyukur dan berterima kasih atas kebaikan hati Belinda ini, setelah itu pun Belinda pamit untuk pulang ke rumahnya. Baru saja melangkahkan kaki beberapa meter dari ruangan inap Inez, Belinda merasakan bahwa ada seseorang yang tengah mengawasinya saat ini.


“Apakah itu hanya perasaanku saja?”


Belinda kemudian melanjutkan langkah kakinya menuju lift dan sepanjang perjalanan dari rumah sakit menuju rumah tidak ada kejadian yang aneh, baru saja Belinda tiba di kamarnya ponselnya berdering dan ketika Belinda melihat siapa orang yang menelponnya saat ini rupanya Hanggara yang menelponnya.


“Ada apa menlponku malam-malam begini?”


“Aku dengar dari anak-anak bahwa kamu tadi belum pulang ke rumah, kamu di mana sekarang?”


“Tentu saja aku di rumah sekarang, aku baru saja tiba di rumah sampai kamu menelponku.”


“Memangnya kamu dari mana?”


Belinda kemudian menceritakan bahwa ia baru saja menjenguk Inez di rumah sakit karena wanita itu mengalami kecelakaan, Hanggara nampak tak habis pikir kenapa Belinda mau menjenguk wanita yang merusak rumah tangganya dengan Sutikno namun Belinda mengatakan bahwa ia tidak memiliki masalah apa pun dengan Inez.


“Dia sedang mengandung dan itu mengingatkanku ketika pertama kali mengandung Austin 22 tahun yang lalu.”


“Lalu bagaimana keadaannya sekarang?”


“Kondisinya sudah membaik dan melalui masa kritis walaupun ia masih belum sadarkan diri.”


Mereka berdua sempat mengobrol singkat sebelum akhirnya Belinda memutus sambungan telepon mereka karena ia harus mandi dan berganti pakaian kemudian tidur. Selepas melakukan semua itu Belinda sudah rebah di atas kasurnya namun kedua matanya enggan terpejam padahal besok ia harus pergi ke kantor.


“Sutikno, kenapa kamu tega sekali melakukan hal keji itu pada wanita yang tengah mengandung anakmu?” lirih Belinda sebelum akhirnya ia berusaha memejamkan kedua matanya.


****


Ketika ruangan inap Inez kosong tiba-tiba saja seseorang membuka pintu ruangan inap wanita itu dan orang tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah Sutikno, pria itu nampak memerhatikan Inez yang masih belum


sadarkan diri, ia mendapatkan kabar bahwa anak yang tengah dikandung oleh Inez sudah tidak dapat diselamatkan dan hal tersebut membuatnya lega.


“Seharusnya kamu ikut mati bersama anakmu namun kenapa kamu masih hidup di dunia ini?”


Sutikno menghampiri Inez dan kemudian tangannya sudah terjulur untuk membuka masker oksigen yang menjadi alat untuk membuat Inez tetap bernapas dan hidup, akan tetapi sebelum sempat Sutikno melakukan aksinya

__ADS_1


rupanya mamanya Inez sudah kembali ke ruangan inap putrinya dan memergoki apa yang Sutikno hendak lakukan pada putrinya.


“Apa yang sedang anda lakukan di ruangan ini?”


Sontak saja Sutikno terkejut dengan kedatangan wanita itu, ia bersuaha bersikap sebiasa mungkin supaya mamanya Inez tidak curiga berlebih padanya namun tentu saja mamanya Inez melihat dengan kedua mata


kepalanya sendiri bahwa Sutikno hendak melakukan perbuatan buruk pada putrinya.


“Anda tidak dapat membodohiku Pak Wali kota, jelas-jelas anda hendak melakukan hal yang buruk pada putriku barusan, anda ingin menjadi seorang pembunuh?!”


Sutikno nampak tertawa mendengar ucapan wanita ini, ia mengatakan bahwa wanita ini harus menjaga ucapannya jika ia tidak mau berurusan dengan hukum.


****


Belinda sudah ada di kantornya dan tengah rapat dengan direktur pemasaran mengenai strategi perusahaan untuk lebih luas memasarkan produk baru mereka ke pelanggan selain itu Belinda juga menyimak bagaimana review


konsumen yang telah membeli dan menggunakan produk baru perusahaan mereka. Belinda nampak begitu puas dengan review yang diberikan konsumen yang dinilai begitu positif dan tentu saja dapat mendongkrak penjualan produk mereka. Setelah rapat berlangsung kini Belinda berjalan menuju ruangan kerjanya dan baru saja ia hendak membuka pintu ruangan kerjanya, ponsel yang ada di tangannya berdering, tertera nama Sutikno di sana dan Belinda tak mau menjawab telepon dari Sutikno, ia memilih untuk mengbaikan telepon tersebut dan berjalan


masuk menuju ruangan kerjanya. Baru saja Belinda duduk, Sutikno kembali mencoba menghubunginya dan kali ini Belinda menjawabnya.


“Apakah kalau Hanggara yang menghubungimu maka kamu akan bersikap seperti ini juga?”


“Aku tidak memiliki waktu untuk membahas hal konyol denganmu, bisakah kamu langsung masuk pada intinya saja kenapa menelponku saat ini?”


“Aku menelponmu untuk menanyakan apa yang sebenarnya kamu rencanakan pada Inez?”


“Inez? Memangnya kamu memikirkan apa yang akan aku lakukan pada wanita itu?”


“Kemarin kamu mendatangi rumah sakit tempat di mana Inez dirawat kan?”


****


Sampai hari ini Inez belum sadarkan diri juga, mamanya masih setia menunggu sampai Inez sadarkan diri dan saat ia tengah menunggui putrinya siuman, pintu ruangan inap putrinya terbuka dan menemapakan seseorang


di sana. Mamanya Inez sontak saja curiga dan khawatir kalau orang ini adalah orang suruhan Sutikno untuk mencelakai putrinya.

__ADS_1


“Siapa anda? Aku akan memanggil suster kalau anda berani macam-macam!”


“Tunggu dulu Bu, saya Dea dari Sun News dan saya datang ke sini untuk melakukan wawancara dengan anda mengenai kecelakaan yang menimpa putri anda.”


Mamanya Inez nampak memerhatikan dengan seksama wanita yang mengaku sebagai wartawan itu dan wanita bernama Dea itu memerlihatkan kartu tanda pengenal persnya yang membuat mamanya Inez pun percaya dengan yang Dea katakan ini.


“Tetapi putriku ini bukan artis atau selebriti bagaimana bisa kamu mau mewawancaraiku?”


“Tapi putri anda dekat dengan pak wali kota kan?”


Sontak saja mamanya Inez terkejut dengan pertanyaan wartawan bernama Dea ini, ia bertanya dari mana Dea bisa mengetahui mengenai hal tersebut namun Dea tak mau memberitahunya.


“Anda cukup berikan informasi saja pada saya dan saya akan bekerja untuk mengungkapkan kebenaran ini.”


“Apakah aku dapat memercayaimu?”


“Tentu saja Bu, anda dapat memercayai saya.”


Walau pada mulanya ragu namun akhirnya mamanya Inez pun setuju untuk memberitahu Dea mengenai apa saja yang ia ketahui dalam hubungan Inez dan Sutikno.


****


Sundari menunggu sampai Hanggara pulang ke rumah, wanita itu nampak begitu gelisah hingga akhirnya Hanggara pun tiba juga di rumah, Sundari langsung mengajak Hanggara untuk bicara saat ini juga. Hanggara


tidak menaruh curiga sedikit pun dengan maksud Sundari mengajaknya bicara ini namun setelah ia tahu apa maksud dan tujuan Sundari mengajaknya bicara tentu saja Hanggara kesal.


“Mama ingin supaya perjodohanmu dengan Laila tetap berjalan.”


“Bukankah Mama tahu bahwa aku mencintai Belinda, kenapa Mama masih ingin melanjutkan perjodohan ini?”


“Sadarlah Hanggara, Belinda adalah kakak iparmu dan Mama tidak akan membiarkan kamu untuk menikah dengan kakak iparmu sendiri!”


“Mama melakukan ini karena takut pada kakak kan? Mama tidak perlu takut dengan ancamannya karena aku akan pasang badan untuk Mama.”


“Bukan seperti itu Nak, hanya saja….”

__ADS_1


__ADS_2