
Walaupun Belinda sudah mengatakan pada Hanggara untuk tidak perlu datang dan mengatakan saja apa yang ingin ia bicarakan lewat telepon namun nyatanya Hanggara tetap saja datang menemui Belinda di rumahnya.
Wanita itu nampak agak tidak nyaman dengan kedatangan Hanggara itu, Belinda pun juga nampak tak mau berbasa-basi terlalu lama dengan Hanggara dan kemudian mendesak pria itu untuk segera mengatakan apa yang ingin ia bicarakan.
“Sepertinya kamu tidak suka dengan kedatanganku, kenapa Belinda?”
“Tentu saja aku tidak suka, kamu tahu sendiri kan kalau ada Chelsea di rumah ini? Kalau dia melihat kita maka aku takut kalau dia akan marah.”
Hanggara nampak tersenyum mendengar ucapan Belinda barusan, Belinda sendiri tidak paham kenapa malah Hanggara tersenyum seperti itu padahal ia mengaatakan hal yang serius dan bukan main-main.
“Kenapa kamu malah tersenyum begitu? Apakah menurutmu ini bukanlah hal yang penting? Aku tidak mau kalau Chelsea marah lagi padaku.”
Hanggara pun mengatakan pada Belinda bahwa sebelumnya ia sudah bicara dengan Chelsea dan mendapatkan respon yang bagus dari anak itu. Belinda sendiri tidak paham dengan apa yang sedang dibicarakan oleh Hanggara
ini.
“Chelsea bilang dia akan mulai menerima hubungan kita, apakah dia tidak memberitahumu?”
“Apa maksudmu mengatakan itu?”
Chelsea mendadak muncul yang membuat Belinda terkejut, ia takut kalau Chelsea akan marah padanya karena Hanggara ada di sini namun justru sebaliknya, Chelsea nampak biasa saja dan tidak marah pada Belinda.
“Aku memang sudah bicara dengan om Hanggara, Ma. Aku tidak akan menghalangi kebahagiaan Mama jika memang Mama bahagia dengan om Hanggara.”
“Kamu dengar sendiri kan apa yang Chelsea katakan barusan?” tanya Hanggara bahagia.
Belinda sendiri nampak masih belum sepenuhya yakin dengan apa yang barusan didengar olehnya karena baginya saat ini adalah sebuah mimpi yang sangat tidak mungkin untuk terjadi.
“Kamu pasti bercanda kan?”
“Bukankah sebelumnya aku pernah mengatakan pada Mama? Kenapa Mama malah seperti tidak percaya begitu?”
__ADS_1
****
Najwa mengatakan pada Sundari bahwa ia tidak dapat melanjutkan perjodohan ini dengan Hanggara akibat kejujuran pria itu dan Sundari tentu saja tidak dapat menerima semua itu. Sundari tidak rela jika Hanggara kembali pada Belinda dan kemudian mereka berdua menjalin hubungan lagi. Najwa mengatakan bahwa ia sudah mengambil keputusan maka ia minta Sundari untuk menghormati keputusannya ini.
“Nak tolong Tante, jangan kamu ambil keputusan seperti ini.”
“Maaf Tante, akan tetapi aku sudah mengambil keputusan dan ketika aku telah mengambil keputusan maka hal tersebut tidak dapat diubah lagi.”
Najwa kemudian pergi begitu saja meninggalkan Sundari, wanita itu nampak tak percaya bahwa sudah dua wanita membatalkan perjodohannya dengan Hanggara akibat Belinda. Tentu saja Sundari tidak akan tinggal diam dengan semua ini namun ia terkejut ketika polisi datang ke rumahnya dan membawa surat perintah penangkapan pada dirinya, Sundari terkejut dengan apa yang sebenarnya terjadi dan ia pun kemudian dibawa polisi menuju kantor untuk dimintai keterangan terlebih dahulu.
“Maafkan aku Ma, akan tetapi Mama memang pantas mendapatkan semua ini akibat apa yang sudah Mama lakukan pada perusahaan Belinda,” ujar Hanggara yang ada di dalam mobilnya dan memerhatikan ketika sang mama digiring masuk ke dalam mobil polisi.
****
Sundari adalah dalang di balik kejadian buruk yang menimpa perusahaan Belinda, ia menyuruh salah seorang pegawai pabrik pembuatan kosmetik untuk mencampurkan bahan berbahaya dan membuat perusahaan Belinda
mendapatkan sentimen negatif bahkan Sundari pun yang melaporkan pada kementrian terkait mengenai penggunaan bahan terlarang dalam pembuatan kosmetik tersebut. Sundari kini harus mempertanggung jawabkan semua kejahatannya di mata hukum, Sundari pun mencoba menempuh jalur hukum atas kasus yang menimpanya ini, ia dan pengacaranya akan melawan dalam persidangan nanti dan kini Sundari mendapatkan kunjungan dari Hanggara.
“Aku minta maaf namun memang inilah yang harus Mama dapatkan setelah yang Mama perbuat pada perusahaan Belinda.”
“Kenapa kamu begitu tega sekali pada Mama, Nak? Aku ini Mamamu.”
“Tapi apa yang Mama lakukan tentu saja tidak dapat dibenarkan, bukan dengan begitu Mama menghancurkan Belinda.”
“Kalau Mama tidak melakukan itu, maka selamanya dia akan selalu menang dan akhirnya kamu akan kembali padanya, Mama tidak mau hal itu sampai terjadi.”
“Jadi Mama masih tak mau menerima hubunganku dengan Belinda?”
“Sampai kapan pun Mama tidak akan pernah merestui hubunganmu dengan Belinda, lupakan saja wanita itu dan cari wanita lain.”
“Maaf Ma, akan tetapi Belinda satu-satunya wanita yang aku cintai dan aku harap Mama suatu hari nanti akan mengerti akan hal itu.”
__ADS_1
****
Kabar bahwa Sundari ditangkap dan dipenjara pun terdengar juga sampai ke telinga Belinda, ia tak menyangka kalau Sundari bisa ditangkap dan kemudian dipenjara. Ia memang sudah mengetahui bahwa wanita itu adalah dalang dari semua kejadian buruk yang nyaris membuat perusahaannya bangkrut namun ia memilih untuk tidak menempuh jalur hukum atas apa yang wanita itu telah perbuat mengingat Sundari adalah ibu dari Hanggara. Belinda pun akhirnya mendapatkan sebuah jawaban kenapa Sundari bisa ditangkap dan rupanya wanita itu
dapat ditangkap dan diproses hukum karena campur tangan Hanggara. Belinda sendiri nampak tak memercayai pada awalnya bahwa Hanggara ternyata mau memenjarakan ibunya sendiri padahal Belinda tidak mempermasalahkan kalau Sundari bebas dari jerat hukum.
“Kenapa kamu melakukan itu pada mamamu sendiri?” tanya Belinda saat mereka tengah makan malam di sebuah restoran.
“Karena walau bagaimanapun dia bersalah dan memang seharusnya dia menanggung semua itu kan?”
“Tapi dia kan mamamu?”
“Walau dia mamaku namun aku tidak dapat membiarkan dia begitu saja bebas dari tuntutan hukum yang berlaku kan?”
“Apakah kamu tidak merasa bersalah dan sedih ketika melihat mamamu dipenjara?”
“Aku sejujurnya sedih melihat mamaku sendiri dipenjara namun aku berusaha menguatkan diriku bahwa ini adalah yang terbaik untuk kami semua.”
Belinda sendiri hanya menghela napasnya berat, ia tak menyangka bahwa semua akan berakhir seperti ini.
****
Kabar mengejutkan didapatkan oleh Siwi ketika putrinya ditemukan sudah tak bernyawa di sebuah kamar apartemen, polisi menduga bahwa Inez mengakhiri hidupnya sendiri namun Siwi tentu saja tidak memercayai itu
semua, ia yakin bahwa ada orang lain yang bertanggung jawab atas kematian putrinya. Kabar duka mengenai kepergian Inez sampai juga ke telinga Belinda, ia tak menyangka bahwa Inez akan mengakhiri hidupnya sendiri walaupun Belinda sendiri tidak sepenuhnya yakin dengan hal tersebut. Ketika Belinda datang untuk memberikan penghormatan terakhir bagi mendiang Inez di rumah duka, Siwi meminta Belinda membantunya mengungkap siapa yang paling bertanggung jawab atas kepergian Inez.
“Tolong bantu aku Nyonya.”
“Saya akan mencoba sebisa saya, Bu.”
“Terima kasih banyak, Nyonya.”
__ADS_1
Namun rupanya ada seseorang di rumah duka itu yang mendengar perbincangan mereka dan nampak tidak suka dengan rencana Belinda yang ingin ikut campur dalam masalah ini.