
Sun News menerbitkan sebuah artikel di kanal berita mereka mengenai wawancara eksklusif dengan mamanya Inez dan rupanya atikel tersebut menjadi viral bahkan beberapa media elektronik dan online pun ikut memberitkan mengenai sesi wawancara itu. Sun News sendiri juga sudah menggelar jumpa pers dan mengatakan bahwa apa yang mereka tulis itu dapat dipertanggung jawabkan dan tentu saja ucapan pimpinan redaksi dari Sun News itu membuat para wartawan langsung menghampiri Sutikno untuk dimintai keterangan.
“Pak apakah anda sudah membaca berita yang diterbitkan oleh Sun News?”
“Bagaimana pendapat anda dengan artikel yang menyebut anda adalah dalang di balik kecelakaan wanita itu?”
Dan masih banyak lagi pertanyaan wartawan yang membuat kepala Sutikno mau pecah, saat ini Sutikno tengah menghadiri forum komunikasi warga dan wartawan mengacaukan semuanya. Niatnya ingin tebar pesona dan janji
manis di depan warga supaya mendapatkan dukungan dalam pemilihan gubernur justru malah yang ada dirinya dibuat jelek oleh para wartawan asing yang menanyakan perihal kecelakaan Inez. Sutikno memilih untuk bungkam dan dengan pengawalan super ketat, pria itu berjalan menuju mobil dinasnya, setelah sampai di dalam mobil dinasnya nampak Sutikno tidak habis pikir dengan apa yang baru saja terjadi.
“Sun News sudah membuatku geram awas saja kalian berani sekali menerbitkan artikel seperti itu.”
Ketika tiba di kantor wali kota, Sutikno langsung menyuruh orang suruhannya mengirimkan peringatan pada Sun News supaya mereka dapat lebih berhati-hati dalam membuat berita sementara itu tidak lama selepas berita mengenai dugaan keterlibatan Sutikno dalam kecelakaan Inez, partai yang mengusungnya sebagai wali kota memberikan pernyataan bahwa mereka tidak akan pernah mengusung Sutikno menjadi calon gubernur setelah banyaknya sorotan buruk pada bakal calon gubernur mereka.
“Apa-apaan mereka ini? Bagaimana bisa mereka tidak mencalonkan diriku sebagai bakal calon gubernur?!”
Sutikno tentu saja tidak terima dengan keputusan yang diambil oleh ketua umum partai dan ia berniat untuk kembali menemui ketua umum partai dan bicara dengan ketua umum supaya ia tetap dapat dicalonkan.
****
Belinda nampak terkejut melihat artikel mengenai berita buruk suaminya di internet dan yang lebih membuatnya terkejut adalah keputusan partai pengusung yang menjadi kendaraan politik Sutikno maju sebagai bakal calon gubernur memilih untuk tidak mengusungnya karena berita buruk yang menimpa suaminya itu.
“Siapa orang yang ada di belakang semua ini? Sun News tidak mungkin berani melalukan wawancara seperti ini kalau mereka tidak dilindungi oleh orang yang kuat.”
Belinda kemudian pergi ke rumah sakit tempat di mana Inez dirawat selepas dirinya pulang bekerja, ketika tiba di sana Belinda langsung bertemu dengan mamanya Inez dan menanyakan perihal keadaan Inez.
“Keadaannya sudah membaik namun tetap saja dia belum siuman.”
“Semoga saja Inez bisa segera siuman.”
“Amiin dan sebenarnya ada sesuatu yang ingin saya katakan pada anda Nyonya.”
__ADS_1
“Ada apa?”
Mamanya Inez menceritakan bahwa Sutikno pernah mencoba untuk membunuh Inez di depan kedua mata kepalanya sendiri waktu dan tentu saja Belinda nampak tak terkejut dengan tindakan suaminya itu.
“Sutikno akan melakukan apa pun karena dia menganggap Inez adalah salah satu batu sandungan dalam hidupnya, untungnya saja anda dapat menghentikan aksinya.”
“Iya Nyonya, saya tidak habis pikir kalau saat itu saya tidak datang maka sudah pasti Inez sudah pergi untuk selama-lamanya.”
****
Kantor Sun News dirusak oleh orang tidak dikenal dan menjadi buah pembicaraan media sosial banyak yang berspekulasi bahwa Sutikno dalang di balik semua ini namun banyak juga yang menolak karena buzzer yang dikerahkan oleh Sutikno untuk membentuk opini publik bahwa dirinya sama sekali tidak bersalah dalam kasus pengrusakan kantor Sun News. Sutikno sudah datang ke kantor pusat partai untuk bertemu ketua umum namun sayangnya ia tidak mendapatkan apa yang ia inginkan justru banyak sekali wartawan yang mengerubung di depan kantor hingga membuat Sutikno menjadi tidak nyaman.
“Kenapa mereka selalu saja menyorotku?”
Sutikno tidak dapat menahan kekesalannya pada para wartawan yang selalu saja membuntutinya dan malah menanyakan hal-hal yang membuatnya kesal, ia memilih bungkam dan tak mau menatap kamera dengan pengawalan yang ketat Sutikno masuk ke dalam mobil dinasnya dan kendaraan itu pun pergi dari sana.
“Para wartawan itu benar-benar, awas saja kalian semua.”
“Ada apa menelponku? Apakah Inez sudah meninggal dunia?”
“Tidak Tuan, hanya saja istri anda saat ini sedang ada di rumah sakit menjenguk Inez.”
“Apa katamu? Belinda saat ini ada di rumah sakit menjenguk Inez lagi?”
“Iya Tuan, saya akan terus memantaunya.”
****
Hanggara memilih untuk pergi dari rumah setelah Sundari memintanya untuk tetap melanjutkan perjodohan dengan wanita yang bernama Laila itu walaupun Sundari sudah tahu bahwa Belinda adalah orang yang dicintai oleh anaknya. Sundari sudah tidak tahu bagaimana lagi membujuk Hanggara untuk mau melakukan apa yang ia inginkan hingga akhirnya Sundari pun terpaksa datang ke kantor Belinda untuk bicara dengan wanita itu.
“Mau apa anda datang ke sini?” tanya Belinda saat Sundari tiba di ruangan kerjanya.
__ADS_1
“Saya ingin bicara dengan kamu,” jawab Sundari.
Belinda nampak membuang napasnya sebelum mempersilakan Sundari untuk bicara dengannya namun Belinda meminta pada Sundari untuk cepat karena ia tidak memiliki banyak waktu.
“Biaklah, kita langsung masuk pada intinya saja, intinya di sini saya mohon kepada anda untuk jangan mengsuik anak saya lagi, saya ingin Hanggara tetap menikah dengan Laila.”
“Apa maksud anda saya mengusik Hanggara? Saya sama sekali tidak mengusik Hanggara.”
“Kamu seharusnya tahu diri Belinda, kamu dan Sutikno masih menikah bukannya kamu bermain api dengan anakku!”
Belinda nampak tetrawa mendengar ucapan Sundari barusan, Belinda mengatakan bahwa ia melakukan semua ini karena Hanggara yang memulainya terlebih dahulu.
“Tidak akan ada asap kalau tidak ada api kan?”
“Saya mohon segera akhiri semua ini sekarang juga.”
****
Belinda mengirimkan pesan pada Hanggara untuk bertemu nanti malam ketika ia sudah selesai bekerja di sebuah tempat, Hanggara tentu saja tidak menolak dan mengiayakan ajakan bertemu Belinda itu. Setelah menyelesaikan
pekerjannya di kantor kini Belinda pergi menemui Hanggara di sebuah taman yang menjadi tempat mereka untuk bertemu saat ini, saat Belinda tiba di sana nampak Hanggara sudah menantinya.
“Senang sekali akhirnya kamu menghubungiku dan mengajakku bertemu di sini.”
“Sebenarnya ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu, Hanggara.”
“Dari raut wajahmu nampaknya ini adalah masalah serius, ya?”
Belinda kemudian menceritakan bahwa tadi Sundari datang ke kantornya dan mengatakan bahwa Belinda harus mengakhiri hubungannya dengan Hanggara saat ini juga.
“Mamaku datang ke kantor dan memintamu begitu? Lantas apa yang menjadi jawabanmu?”
__ADS_1
“Aku ….”