Dusta Di Atas Cinta

Dusta Di Atas Cinta
Pergi Sekarang Juga


__ADS_3

Chelsea nampak menghela napasnya karena memang percuma saja kalau ia berkelit, Sutikno sudah tahu bahwa sejak tadi ia secara sengaja menguping pembicaraannya. Chelsea kemudian mengatakan kejujuran pada papanya


bahwa memang ia menguping apa yang tadi papanya bicarakan, Sutikno kemudian meminta Chelsea untuk jangan memikirkan apa yang tadi didengar oleh Chelsea.


“Bagaimana bisa aku tidak memikirkannya? Kalau Papa ditangkap oleh kejaksaan bukankah aku akan tinggal kembali dengan mama? Aku tidak bisa tinggal dengan mama, Pa.”


“Kamu bisa tinggal dengan kakakmu kalau memang hal itu terjadi akan tetapi Papa yakin kejaksaan tidak akan pernah menangkap Papa.”


Walaupun Chelsea sudah ditenangkan oleh Sutikno namun tetap saja gadis itu tidak dapat tenang, ia belum dapat menerima hubungan spesial sang mama dengan Hanggara yang merupakannya omnya sendiri. Chelsea merasa jijik pada mamanya karena menjalin hubungan dengan pria yang usianya jauh lebih muda darinya bahkan Hanggara lebih cocok menjadi kakak baginya dibanding menjadi kekasih mamanya.


“Lebih baik kamu pergi ke kamarmu dan istirahat, jangan memikirkan hal yang aneh-aneh.”


Chelsea menuruti apa yang dikatakan oleh papanya, ia pergi ke kamarnya dan berusaha untuk tidak memikirkan hal buruk itu namun keesokan harinya saat jam pulang sekolah tiba, ia menemukan sang mama yang menunggunya di gerbang sekolah. Tentu saja sudah sangat terlambat bagi Chelsea untuk pergi menghindari mamanya karena mamanya sudah melihat keberadannya.


“Chelsea, tunggu dulu.”


Chelsea berusaha untuk tidak menanggapi mamanya namun Belinda menahan tangannya dan meminta Chelsea untuk bicara sebentar dengannya.


“Apa yang ingin Mama bicarakan denganku? Rasanya sudah tidak ada hal yang perlu kita bicarakan saat ini.”


“Mama mohon padamu untuk kembali ke rumah, Mama sudah tidak memiliki hubungan dengan om Hanggara, percayalah.”


Chelsea nampak tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh mamanya, ia masih berkeras bahwa ia tidak mau kembali ke rumah.


“Chelsea, Mama mohon padamu, tolong kembalilah ke rumah.”


“Maaf Ma, akan tetapi aku belum dapat kembali ke rumah, jangan paksa aku.”


****


Sundari pergi menemui keluarga Laila untuk bicara mengenai rencana perjodohan Laila dengan Hanggara supaya kedua orang tua Laila setuju untuk melanjutkan perjodohan ini. Sundari berusaha meyakinkan kedua orang tua Laila namun sepertinya usaha Sundari sama sekali tidak membuahkan hasil yang ia harapkan.


“Maaf Nyonya Sundari akan tetapi kami tetap tidak dapat melanjutkan perjodohan ini karena bagaimanapun juga Laila sudah memutuskannya.”

__ADS_1


“Akan tetapi kalian kan bisa membujuk Laila supaya mau melanjutkan perjodohan ini.”


“Saya sangat paham bahwa anda ingin sekali Laila dan Hanggara menikah namun kalau Laila tidak mau menikah dengan anak anda, apakah kami harus memaksanya untuk itu?”


“Kalian sengaja melakukan ini kan? Kalian melakukan ini karena kalian tidak percaya kalau anakku sudah tidak memiliki hubungan dengan wanita itu?!”


Sundari jadi terbawa emosi karena penolakan yang dilakukan oleh kedua orang tua Laila ketika ia ingin perjodohan di antara Laila dan Hanggara terjadi akan tetapi kedua orang tua Laila nampak santai dan meminta Sundari untuk pergi kalau memang sudah tidak ada lagi hal yang ingin dibicarakan.


“Kalian mengusirku?” tanya Sundari tak percaya.


“Kami sama sekali tidak mengusir anda Nyonya, akan tetapi kalau memang urusan anda sudah selesai di sini maka alangkah baiknya anda keluar kan?”


****


Chelsea menelpon kakaknya dan meminta bertemu di sebuah café selepas kakaknya pulang bekerja, Austin tiba di tempat mereka janjian agak terlambat karena ada beberapa pekerjaan yang harus ia selesaikan dan juga jalanan ketika jam pulang kantor sangat padat.


“Maaf kalau kamu sudah menunggu terlalu lama.”


“Jadi apa yang ingin kamu bicarakan denganku?”


Chelsea tidak ingin membuang waktu lebih banyak dengan kakaknya, Chelsea mengatakan pada kakaknya bahwa papa mereka akan segera ditangkap oleh kejaksaan karena kasus suap dan korupsi yang dilakukan oleh papa


mereka selama menjabat sebagai wali kota. Chelsea mengatakan bahwa ia takut kalau ketika Sutikno ditangkap maka ia akan kembali tinggal dengan mamanya.


“Aku sejujurnya belum siap untuk tinggal lagi dengan mama setelah tahu kebenaran bahwa mama dan om Hanggara memiliki hubungan.”


“Aku pun demikian, aku belum siap untuk menerima kebenaran itu, om Hanggara dan mama bagaimana bisa mereka melakukan ini pada kita?”


Austin kemudian meminta Chelsea untuk tidak perlu khawatir karena kalau memang sesuatu hal yang buruk terjadi pada Sutikno maka Chelsea dapat tinggal bersamanya di apartemen.


“Apakah hal itu sama sekali tidak merepotkan?”


“Tentu saja tidak, kenapa kamu berpikiran seperti itu? Aku justru senang kalau kita bisa tinggal bersama.”

__ADS_1


****


Hanggara selalu menahan dirinya untuk tidak menghubungi Belinda setelah wanita itu berkeras untuk mengakhiri hubungan mereka, Hanggara tentu saja kecewa dan tak rela jika Belinda ingin mengakhiri hubungan mereka setelah apa yang mereka lalui selama ini. Hanggara menghela napasnya berat dan pada akhirnya ia tidak menelpon Belinda melainkan Austin, ia ingin tahu kabar Belinda dari Austin, cukup lama ia mencoba menghubungi Austin hingga dia menjawab teleponnya.


“Mau apa Om menelponku?”


“Bagaimana kabarmu, Austin?”


“Aku tidak memiliki waktu basa-basi dengan Om.”


“Kamu tinggal di mana? Bolehkah aku datang menjengukmu? Ada sesuatu yang perlu aku bicarakan denganmu?”


Austin awalnya enggan menyebutkan ia tinggal di mana namun akhirnya ia mau juga menyebutkan ia tinggal di mana sekarang. Tentu saja setelah jam kerja selesai, Hanggara langsung pergi menemui Austin di apartemen


pria itu, ia perlu membicarakan perihal hal penting mengenai hubungannya dengan mama Austin itu. Akhirnya Hanggara tiba juga di apartemen tempat di mana Austin tinggal, ia menuju unit apartemen Austin dan menekan bel pintu tersebut, tidak lama kemudian Austin membukakan pintu untuknya dan mempersilakan Hanggara untuk


masuk ke dalam apartemennya.


“Jadi kenapa Om ingin datang ke sini? Cepatlah katakan karena aku tidak memiliki banyak waktu.”


“Baiklah, aku akan mengatakannya sekarang padamu.”


****


Hanggara mengatakan kalau ia sangat mencintai Belinda dan ia sangat tulus dalam mencintai wanita itu, Hanggara mengakui bahwa tindakannya ini salah karena mencintai wanita yang masih menjadi istri orang lain namun Hanggara tidak dapat membohongi dirinya sendiri bahwa ia mencintai Belinda, ia tidak rela jika hubungannya kandas begitu saja di tengah jalan akibat Belinda yang memutuskan hubungan ini karena memilih menjaga perasaan anak-anaknya ketimbang jalinan cinta yang selama ini mereka lalui.


“Austin, kamu sudah cukup dewasa bukankah kamu seharusnya dapat memahami ini?”


“Aku? Om memintaku untuk memahami hubungan salah kalian berdua? Harusnya aku yang marah di sini kenapa Om berani sekali melakukan ini pada mama?! Sejujurnya aku merasa jijik pada Om dan mama setelah tahu hubungan kalian berdua!”


“Austin, tolong bantu aku supaya mamamu tidak memutuskan hubungan kami, aku sangat mencintainya, aku tidak dapat kehilangannya.”


“Pergi sekarang juga dari apartemenku!”

__ADS_1


__ADS_2