
Orang yang datang ke rumah ini tidak lain dan tidak bukan adalah putra pertama dari Belinda dan Sutikno yang selama ini kuliah di Australia dan ia memutuskan untuk kembali ke Indonesia setelah lulus dari universitas
tempat ia menimba ilmu selama ini. Belinda dan Chelsea nampak bahagia dan langsung memeluk sosok yang bernama Austin itu, Belinda dan Chelsea juga mengatakan bahwa mereka bahagia sekali karena Austin kembali saat ini namun Austin nampak heran karena tidak menemukan papanya di rumah ini.
“Apakah papa belum pulang?”
Belinda dan Chelsea nampak terdiam sejenak mendengar pertanyaan dari Austin barusan dan Austin sendiri dapat melihat bahwa ada sesuatu hal yang janggal dari ekspresi yang ditunjukan oleh mama dan adiknya.
“Apa yang terjadi?”
Chelsea kemudian mengatakan pada kakaknya lebih baik Austin pergi saja ke kamar karena saat ini ia pasti lelah setelah perjalanan jauh, Austin sendiri dibantu oleh asisten rumah tangga membawakan kopernya menuju kamar sementara itu saat sudah tiba di kamarnya, Austin meminta Chelsea untuk bicara yang sejujurnya padanya.
“Apa yang terjadi papa dan mama?”
Chelsea awalnya tidak mau membicarakan hal ini dengan kakaknya namun setelah menimbang lama akhirnya Chelsea yakin bahwa mau tidak mau ia harus mengatakan ini pada kakaknya, bagaimanapun juga Austin berhak
mengetahui hal ini.
“Papa dan mama saat ini diambang perceraian.”
Austin nampak terkejut dengan ucapan adiknya barusan, ia sama sekali tidak mengerti kenapa Chelsea mengatakan hal tersebut dan Chelsea pun menjelaskan bahwa selama ini papanya sudah berbuat kasar pada mama mereka dan bahkan papa mereka berselingkuh dengan wanita lain yang membuat Belinda merasa sedih.
“Aku sama sekali tidak berbohong ketika mengatakan ini, aku melihat dengan kedua mata kepalaku sendiri bahwa papa menyakiti mama dan aku yang meminta mama untuk berpisah dengan papa karena aku tidak mau mama tersiksa lagi oleh papa.”
Selepas mengatakan itu Chelsea kemudian pergi dari kamar kakaknya menuju kamarnya dengan perasaan yang bergemuruh.
****
Keesokan harinya saat Chelsea sudah berangkat ke sekolah, Austin mengajak mamanya bicara sebentar mengenai apa yang Chelsea bicarakan padanya semalam. Belinda nampak terkejut saat tahu bahwa Chelsea rupanya menceritakan pada Austin mengenai masalah yang tengah menimpa keluarga mereka.
“Apakah semua yang Chelsea katakan itu semua benar, Ma?”
“Iya, apa yang Chelsea katakan semua memang benar.”
__ADS_1
Austin nampak emosi saat tahu kebenaran yang sesungguhnya, ia tak terima kalau mamanya diperlakukan tidak baik oleh papanya akan tetapi Belinda meminta Austin untuk tenang dan jangan gegabah apalagi sampai membuat
keributan dengan papanya.
“Tapi apa yang papa lakukan sudah kurang ajar, Ma.”
“Mama tahu bahwa apa yang papamu lakukan memang tak dapat dibenarkan namun Mama tidak ingin kamu bersikap kurang ajar padanya, bagaimanapun juga dia adalah papamu.”
Austin nampak menghela napasnya karena emosi yang memuncak saat ini, Belinda nampak tersenyum dan mengusap wajah Austin untuk menenangkan sang putra. Ia meminta Austin untuk jangan pergi ke mana pun hari
ini dan istirahat saja di rumah karena pasti Austin masih lelah kemarin.
“Mama pergi dulu,” ujar Belinda.
“Iya Ma, hati-hati di jalan.”
Belinda pun kemudian keluar dari rumah menuju mobilnya yang sudah menanti di halaman, Belinda nampak menghela napasnya dan berharap semoga saja Austin tidak membuat keributan dengan Sutikno nanti.
****
“Kamu kenapa, Nak?”
“Kenapa Papa datang ke sini?”
“Tentu saja karena Papa merindukanmu, tunggu dulu apa maksudmu Papa datang ke sini? Ini kan rumah Papa.”
“Bukankah Papa lebih sering menghabiskan waktu dengan selingkuhan Papa dan tidak pernah kembali ke rumah ini? Untuk apa Papa datang ke sini?”
Sutikno nampak geram karena tahu siapa yang telah memberitahu Austin mengenai masalah ini, Sutikno berusaha menjelaskan semua pada Austin namun sayangnya Austin sama sekali tidak mau mendengarkan Sutikno dan lebih memilih untuk pergi meninggalkannya.
“Austin, Papa ingin bicara denganmu.”
Namun Austin sama sekali bergeming dan berjalan meninggalkan Sutikno, tidak lama kemudian Chelsea muncul di pintu dan terkejut mendapati papanya ada di rumah ini.
__ADS_1
“Kamu yang sudah memberitahu kakakmu mengenai masalah keluarga kita?!”
****
Ketika Belinda tiba di rumah, dirinya menemukan Chelsea dan Sutikno bertengkar dan tidak lama kemudian Sutikno hendak melakukan kekerasan pada Chelsea namun untungnya saja Belinda dan Austin tiba tepat waktu hingga Sutikno tidak dapat melakukan hal itu.
“Apa yang kamu lakukan pada Chelsea?!” bentak Belinda.
“Kamu dan Chelsea berusaha memengaruhi pikiran Austin supaya dia membenciku, kalian berdua benar-benar tidak dapat aku ampuni!” bentak Sutikno.
“Lebih baik Papa tidak perlu datang lagi ke rumah ini jika hanya ingin membuat keributan saja,” ujar Austin.
“Austin, tolong kamu dengarkan Papa dulu, Nak.”
“Aku tidak ingin mendengar apa pun dari mulut Papa, pergi sekarang juga dari rumah ini.”
Sutikno nampak menahan amarahnya dan sebelum ia pergi dari rumah ini, Sutikno mengatakan pada Austin bahwa Belinda tidak sebaik apa yang ia pikirkan bahkan Sutikno juga mengatakan bahwa Belinda sama saja dengannya kemudian ia segera pergi dari rumah ini.
“Kamu baik-baik saja kan?” tanya Austin pada adiknya.
Chelsea menganggukan kepalanya dan kemudian Austin mengantarkan adiknya menuju kamarnya sementara Belinda nampak duduk di sofa ruang tengah, ia tak menyangka saat pulang bekerja justru ia harus dihadapkan
oleh drama yang tidak ia harapkan.
“Ya Tuhan, kuatkanlah aku menghadapi semua ini.”
Belinda kemudian berjalan menuju kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian namun baru saja ia menaruh tasnya di nakas, ponselnya berdering.
****
Hari ini adalah hari libur dan Hanggara datang ke rumah untuk merayakan kedatangan Austin kembali ke Indonesia, Austin nampak bahagia karena omnya datang dan memberikan selamat atas kelulusannya dari universitas. Hanggara sendiri menawarkan pada Austin untuk bekerja di perusahaannya namun Austin mengatakan bahwa ia tidak ingin buru-buru langsung bekerja dulu. Sementara itu Belinda sendiri nampak senang sekaligus khawatir
karena Hanggara yang datang ke rumah ini, ia senang karena Hanggara dekat dengan kedua anaknya sejak kecil namun di sisi lain ia khawatir dengan tanggapan kedua anaknya saat kelak mereka tahu hubungan terlarangnya dengan Hanggara.
__ADS_1
“Mama kenapa diam saja?” tanya Chelsea yang membuat Belinda terkejut.
“Oh, Mama baik-baik saja, Nak.”