Dusta Di Atas Cinta

Dusta Di Atas Cinta
Berpisah Lebih Baik


__ADS_3

Hanggara nampak tidak mau berbasa-basi dengan kakaknya namun Sutikno mengatakan pada Hanggara bahwa ada sesuatu yang ingin ia bicarakan dengan Hanggara. Awalnya ia menolak untuk bicara namun Sutikno


memaksa supaya mereka berdua bicara maka Hanggara pun tidak memiliki alasan untuk menolak ajakan Sutikno itu.


“Memangnya apa yang hendak kamu bicarakan denganku?”


“Apakah kamu masih tetap ingin melanjutkan hubunganmu dengan Belinda saat ini?”


“Kenapa kamu menanyakan itu? Bukankah itu sama sekali bukan urusanmu.”


“Apakah kamu tidak memikirkan bagaimana kondisi mamamu itu? Dia sampai memohon padaku supaya aku menghentikanmu.”


“Dengarkan aku, apa yang menjadi urusan pribadiku bukanlah urusanmu jadi tolong jangan campuri urusan pribadiku.”


“Baklah kalau begitu namun aku ingin memberitahumu sesuatu bahwa aku dan Belinda akan segera bercerai.”


Hanggara yang mendengar itu sontak saja terkejut dan tak percaya, Sutikno sendiri tahu bahwa Hanggara nampak tak memercayai hal itu dan Sutikno pun mengatakan pada Hanggara bahwa apa yang ia katakan itu adalah benar adanya.


“Apakah kamu tidak memercayai apa yang barusan aku katakan?”


“Tapi bagaimana bisa?”


“Karena anak-anak sudah tahu hubungan kalian maka sesuai janjiku pada Belinda aku akan menceraikannya.”


Hanggara sendiri tidak tahu harus senang atau sebaliknya dengan ucapan Sutikno ini namun ia sendiri tidak menampik bahwa dirinya begitu bahagia mendengar berita ini, Hanggara pun kemudian pergi meninggalkan Sutikno dan masuk ke dalam mobilnya sementara Sutikno nampak menyeringai dan berjalan masuk ke dalam rumah. Di sana ia menantikan sampai Belinda pulang dan tidak lama kemudian sosok yang sejak tadi ia tunggu akhirnya tiba juga, Belinda sendiri nampak terkejut dengan kedatangan suaminya yang ada di rumah ini.


“Mau apa kamu datang ke sini?”


“Sepertinya kamu tidak suka kalau aku datang ke sini?”


“Katakan saja apa yang kamu inginkan Sutikno.”


Sutikno tidak langsung menjawab pertanyaan dari Belinda barusan, ia nampak menyeringai pada istrinya itu dan mengatakan bahwa apa yang menjadi keinginan Belinda akan segera terkabul.


“Apa maksudmu?”


“Buknkah kamu menginginkan kita berpisah? Maka itulah yang akan kamu dapatkan.”


****


Belinda tak menyangka bahwa saat ini Sutikno memberikannya surat cerai yang telah ia tandatangani, Belinda sendiri menanyakan kenapa Sutikno melakukan hal ini dan suaminya pun dengan entengnya mengatakan kalau ia melakukan semua ini karena anak-anak sudah tahu hubungannya dengan Hanggara.

__ADS_1


“Bagaimana reaksi anak-anak? Mereka berdua bahagia bukan?”


Belinda tidak menjawab pertanyaan dari Sutikno barusan yang membuat Sutikno menyeringai, pria itu mengatakan bahwa itulah yang ia rasakan ketika kedua anak mereka membencinya akibat hubungan terlarangnya dengan Inez.


“Namun kamu berbeda denganku Sutikno, kamu jauh sebelum dengan Inez saja sudah menjalin hubungan dengan wanita lain namun aku selalu diam saja dan berusaha menutupi semuanya.”


“Terserah kamu mau mengatakan apa padaku, akan tetapi sekarang kita impas.”


Setelah mengatakan itu Sutikno pun pergi meninggalkan Belinda sendirian di rumah ini, Belinda sendiri menatap surat cerai yang sudah ada dalam genggamannya, ia tak menyangka kalau Sutikno akan melakukan ini.


“Apakah aku harus bahagia dengan ini atau sebaliknya?”


Belinda kemudian pergi masuk ke dalam kamarnya untuk menenangkan dirinya, ia menghela napasnya panjang dan menatap kembali surat cerai yang ada dalam genggamannya. Belinda coba menghubungi Chelsea namun sayangnya nomor ponsel Chelsea sama sekali tidak aktif.


“Di mana dia sebenarnya sekarang?”


****


Keesokan harinya secara mengejutkan Hanggara muncul di rumah, Belinda sendiri nampak tidak siap dengan kemunculan pria itu dan kemudian bertanya kenapa Hanggara datang ke sini. Hanggara mengatakan bahwa ia


sangat merindukan Belinda dan ia bertanya kenapa semalaman Belinda tidak menjawab telepon darinya.


“Maaf namun aku butuh waktu untuk semua ini.”


“Apa katamu? Kamu bertemu dengan Sutikno?”


“Iya dan dia mengatakan kalau dia akan menceraikanmu.”


Belinda hanya diam saja mendengar apa yang dikatakan oleh Hanggara dan Hanggara pun nampak menatap Belinda dengan heran, Hanggara bertanya pada Belinda kenapa Belinda hanya diam saja dan tidak berekspresi


mengenai berita yang barusan diberikan oleh Hanggara.


“Sejujurnya karena aku sudah tahu akan hal itu lagi pula Sutikno memang semalam datang ke sini dan dia menyerahkan surat cerai yang sudah dia tandatangani.”


“Benarkah? Kalau begitu syukurlah, kalian berdua tidak lama lagi akan berpisah kan?”


Belinda lagi-lagi tidak menanggapi apa yang dikatakan oleh Hanggara hingga membuat Hanggara bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi pada Belinda.


“Apakah kamu masih ingin kita berakhir, Belinda?”


“Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan saat ini

__ADS_1


Hanggara.”


****


Hanggara masih berusaha untuk meyakinkan Belinda untuk jangan mengatakan berpisah padanya namun Belinda masih diam saja dan mengatakan pada Hanggara untuk jangan memaksanya karena ia butuh waktu untuk memikirkan semua ini.


“Saat ini aku butuh waktu sendiri, tolong jangan ganggu aku.”


Hanggara nampak kecewa dengan ucapan Belinda barusan dan ia pun segera pergi dari rumah ini, selepas kepergian Hanggara kini Belinda hanya dapat diam dan tidak tahu apa yang harus ia lakukan setelah ini. Tentu saja


ia bahagia karena dapat mengakhiri hubungannya yang tidak sehat dengan Sutikno namun di sisi lain ia tidak tahu apakah bisa memulai hubungan baru dengan Hanggara yang ia cintai sementara kedua anaknya tidak menyetujui hubungannya. Ketika Belinda tengah kalut nampak Austin tiba di rumah dan membuat Belinda senang namun Austin mengatakan kalau ia datang untuk mengambil sisa barangnya yang tertinggal di rumah ini.


“Apakah kita tidak dapat bicara dulu, Austin?”


“Untuk apa kita harus bicara? Bukankah waktu itu kita sudah bicara.”


“Nak, tolong jangan seperti ini.”


“Ternyata Mama tidak lebih baik dari papa, kalian sama-sama membuatku dan Chelsea muak.”


“Kamu pasti tahu di mana Chelsea berada kan? Tolong beritahu Mama di mana dia berada.”


“Aku tidak tahu di mana dia sekarang.”


****


Belinda masih membujuk Austin untuk mengetahui di mana Chelsea berada namun Austin tetap saja tidak mau memberitahu Belinda di mana adiknya itu berada. Belinda memohon pada Austin untuk mengatakan yang sejujurnya hingga akhirnya Austin pun mengatakan sesuatu.


“Mama tanya saja pada papa karena papa tahu di mana Chelsea berada.”


Selepas mengatakan itu Austin langsung pergi dengan kopernya dari rumah ini dan masuk ke dalam mobilnya, Belinda pun segera menghubungi Sutikno dan berharap kalau pria itu dapat segera menjawab telepon darinya.


“Ada apa kamu menelponku Belinda?”


“Katakan di mana Chelsea berada.”


“Kenapa kamu menanyakan Chelsea padaku.”


“Aku tahu kalau kamu tahu di mana dia berada sekarang jadi katakan padaku!”


“Aku tidak tahu dia di mana.”

__ADS_1


“Aku mohon padamu, tolong katakan di mana Chelsea.”


__ADS_2