Dusta Di Atas Cinta

Dusta Di Atas Cinta
Pernyataan Cinta


__ADS_3

Belinda tentu saja terkejut dengan sosok yang datang


ke rumahnya pada saat ini yang tidak lain dan tidak bukan adalah Hanggara,


Belinda menyuruh putrinya untuk pergi dulu karena ada sesuatu yang perlu ia dan


Hanggara bicarakan. Chelsea tentu saja langsung pergi meninggalkan mereka dan


setelah anak itu pergi barulah Belinda menanyakan kenapa Hanggara datang ke


sini.


“Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan kakakku,


apakah dia ada?”


“Tidak, sepertinya dia tidak akan pulang malam ini.”


Hanggara nampak tersenyum penuh arti dan tentu saja


Belinda mengerutkan kening heran dengan reaksi pria ini ketika mendengar


jawabannya barusan, Belinda bertanya pada Hanggara apa yang sebenarnya terjadi


dan Hanggara mengatakan pada Belinda bahwa sebenarnya ia hanya mencari alasan


saja untuk datang ke rumah ini.


“Sejujurnya aku memang datang ke rumah ini bukan untuk


menemui kakakku namun menemuimu.”


“Apa maksudmu menemuiku?”


Hanggara kemudian mengatakan pada Belinda bahwa ia


datang untuk menemui wanita ini karena merindukannya, Belinda tentu saja


terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Hanggara barusan. Belinda meminta


Hanggara untuk jangan melakukan hal apa pun yang tidak baik di rumah ini.


“Bukankah kamu pernah mengatakan bahwa kakakku membawa


wanita lain ke kamarnya? Bukankah ini adalah saat yang tepat untuk membalas


perbuatannya?”


“Jangan gila kamu Hanggara, di rumah ada Chelsea dan


aku tidak mau kalau dia sampai melihat apa yang kita lakukan!”


“Kamar Chelsea itu ada di atas dan dia pasti tidak


akan turun ke bawah.”


Hanggara menaik turunkan alis dan menggoda Belinda


supaya wanita ini mau tidur dengannya malam ini namun Belinda menolaknya,


Belinda mengatakan bahwa lebih baik Hanggara pulang saja malam ini karena ia


lelah.


“Apakah kamu yakin ingin menyuruhku pulang? Malam ini


tidak ada suamimu dan kapan lagi kita bisa menghabiskan waktu berduaan seperti


ini di rumah ini kan?”


Belinda nampak terdiam sejenak dan kemudian secara


mengejutkan Hanggara menggedongnya dan membawanya masuk ke dalam kamar wanita


itu dan menguncinya.


****


Sementara itu di tempat yang lain Sutikno menghabiskan


waktu bersama wanita simpanannya yang bernama Inez, wanita itu sudah lelap


tertidur di sebelahnya namun tidak dengan Sutikno yang matanya masih belum juga

__ADS_1


dapat terpejam karena memikirkan sesuatu. Sutikno teringat kejadian di rumah


keluarganya ketika Hanggara dan Belinda hendak berciuman jika ia tidak memergoki


mereka dan tentu saja Sutikno yakin kalau ada sesuatu hal yang tidak beres


antara keduanya dan ia harus segera mencari tahu semuanya.


“Aku tidak dapat membiarkan semua itu terjadi,”


gumamnya.


Ketika pagi menjelang, Sutikno langsung pergi ke


kantor wali kota dan di depan kantor sudah banyak wartawan yang berkumpul


meminta pendapatnya mengenai pungutan liar yang dilakukan oleh oknum pegawai


negeri di lingkungan pemerintahannya, Sutikno mengatakan pada wartawan akan


segera mengusut kasus ini dan ia berjanji akan segera memberhentikan PNS yang


kedapatan melakukan pungutan liar. Setelah wawancara singkat itu, Sutikno masuk


ke dalam kantor dan menuju ruangan kerjanya, baru saja ia duduk di ruangan


kerjanya nampak ponselnya berdering dan di layarnya tertera nama Inez namun


Sutikno sama sekali tidak mau menjawab telepon dari wanita itu. Sutikno malah


fokus ke sebuah nama di layar ponselnya yang tidak lain adalah nama ibu


sambungnya.


****


Sutikno kembali ke rumah setelah kemarin tidak pulang,


Belinda sendiri pulang ke rumah saat Sutikno tiba di rumah, Sutikno nampak


memanggil satpam yang berjaga di depan rumah dan menanyakan siapa saja tamu


yang datang ketika ia tidak di rumah kemarin. Satpam mengatakan bahwa tidak ada


dikatakan oleh satpam itu.


“Kamu pikir dapat mengelabuiku?”


“Saya tidak mengatakan kebohongan Pak, saya mengatakan


kejujuran.”


Sutikno kemudian mengecek rekaman kamera CCTV namun


yang membuatnya kesal adalah rekaman kamera CCTV di rumah ini semua mati


kemarin saat ia pergi, tentu saja Sutikno memarahi semua pegawai rumahnya


karena ia menganggap tidak becus melakukan pekerjaan. Semua pegawai rumah


tertunduk saat dimarahi oleh Sutikno dan di saat itulah sosok Belinda muncul


dan ia sama sekali heran dengan Sutikno yang memarahi semua pegawai rumah ini.


“Apa yang kamu lakukan pada mereka semua?”


“Mereka semua tidak becus dalam bekerja, pantas aku marahi


karena mereka sepertinya hanya makan gaji buta saja!”


Belinda meminta Sutikno untuk mengendalikan emosinya


dan menyuruh semua pegawai rumah ini untuk membubarkan diri, Sutikno nampak


masih marah dengan keadaan ini, ia yakin bahwa semua pegawai rumah bersekongkol


untuk mengelabuinya.


“Apa yang membuatmu marah begini pada mereka?”


“Aku tahu bahwa mereka bersekongkol untuk


menyembunyikan sesuatu dariku.”

__ADS_1


****


Belinda nampak berusaha tenang ketika Sutikno


mengatakan itu barusan, Sutikno sendiri nampak berusaha mengintimidasi Belinda


supaya istrinya ini nampak gugup namun nyatanya Belinda tetap tenang dan sama


sekali tidak menunjukan ekspresi seperti yang diinginkan oleh Sutikno.


“Kenapa memangnya aku harus gugup?”


“Aku tahu bahwa kamu dan Hanggara kemarin menghabiskan


waktu bersama di rumah ini, aku yakin itu.”


Belinda nampak tertawa mendengar ucapan Sutikno


barusan, Belinda mengatakan bahwa apa yang Sutikno katakan barusan adalah


sesuatu hal yang sangat tidak masuk akal namun Sutikno yakin bahwa apa yang ia


yakini itu adalah sebuah kebenaran.


“Kamu dan Hanggara sebenarnya punya hubungan spesial


kan?!”


“Harus berapa kali aku mengatakan padamu bahwa aku dan


Hanggara sama sekali tidak memiliki hubungan spesial!” seru Belinda yang


kemudian memilih pergi menuju kamarnya untuk istirahat, Sutikno sendiri nampak gusar


dan menghela napasnya panjang. Sutikno yakin sekali kalau ada sesuatu hal yang


coba ditutupi oleh Belinda saat ini dan ia akan mencari tahu kebenarannya bahwa


apa yang menjadi kecurigaannya itu adalah benar.


“Kamu mungkin masih bisa terus mengelak saat ini


Belinda, akan tetapi aku akan terus mencari bukti supaya mengetahui kalau


sebenarnya kamu tengah berbohong saat ini.”


****


Chelsea diajak Angkasa makan di sebuah restoran dan


tentu saja Chelsea nampak begitu bahagia sekali ketika diajak pergi dengan orang


yang ia sukai, Chelsea sendiri sebenarnya sudah berulang kali memberikan sinyal


pada pria ini bahwa ia menyukainya namun sepertinya Angkasa masih belum juga


menerima sinyal tersebut hingga membuat Chelsea dongkol setengah mati. Akan


tetapi pada hari ini justru Chelsea nampak dibuat terkejut dengan pernyataan


Angkasa selepas mereka makan malam.


“Chelsea, ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu.”


“Apa itu, Kak?”


“Aku mencintaimu.”


Chelsea nampak terkejut dengan apa yang dikatakan oleh


Angkasa barusan, ia tidak menyangka bahwa mimpinya untuk mendengar kata-kata


itu akhirnya terwujud juga hari ini.


“Apakah aku saat ini sedang tidak bermimpi? Maksudku,


ini nyatanya kan?”


Angkasa nampak tersenyum dan kemudian mengatakan pada


Chelsea bahwa ini nyata, ia mengatakan bahwa ia ingin Chelsea mau menjadi


kekasihnya.

__ADS_1


“Kamu mau kan?”


__ADS_2