Dusta Di Atas Cinta

Dusta Di Atas Cinta
Mencari Kebenaran


__ADS_3

Belinda nampak heran kenapa putrinya menatapnya seperti ini karena jelas Chelsea tidak pernah menatapnya dengan tatapan seperti ini, Belinda pun kemudian bertanya pada Chelsea kenapa menatapnya seperti ini dan Chelsea pun mengatakan sesuatu padanya.


“Bolehkah aku bertanya pada Mama sesuatu?”


“Apa yang hendak kamu tanyakan padaku?”


“Apa yang sebenarnya Mama dan om Hanggara lakukan malam itu?”


Belinda nampak terkejut dengan pertanyaan yang Chelsea ajukan barusan, ia tak menyangka kalau Chelsea akan menanyakan hal itu padanya. Belinda berusaha untuk terlihat tenang di depan Chelsea dan kemudian ia mengatakan pada Chelsea bahwa ia meminta Hanggara masuk ke dalam kamarnya karena ia ingin bercerita sesuatu pada Hanggara namun Chelsea masih menampakan wajah yang sepertinya tidak puas dengan penjelasan dari Belinda barusan. Belinda pun meminta putrinya untuk jangan berpikiran yang macam-macam akan hal


itu dan kemudian Chelsea pun pergi ke kamarnya. Selepas Chelsea pergi ke kamarnya kini Belinda dapat menghela napasnya lega untuk sementara namun tentu saja ia penasaran dan takut kalau Chelsea tahu yang sebenarnya hubungan yang terjadi di antara dirinya dan Hanggara.


“Siapa sebenarnya yang memberitahunya?”


Belinda kemudian pergi ke kamarnya dan meriah ponselnya untuk menghubungi Hanggara, Belinda kemudian menceritakan semuanya pada Hanggara dan pria itu meminta Belinda untuk jangan memikirkan hal yang aneh-aneh dulu saat ini.


“Tapi kenapa dia bisa menanyakan itu? Apakah dia melihat ketika kamu masuk ke dalam kamarku?”


“Sepertinya begitu.”


“Apa katamu?”


Hanggara kemudian menjelaskan bahwa Chelsea sempat melihatnya malam itu ketika masuk ke dalam kamar Belinda yang tentu saja membuat Belinda semakin takut kalau pada akhirnya Chelsea dapat mengetahui yang


sebenarnya bahwa mereka memiliki hubungan.


“Kalau memang pada akhirnya kita harus jujur lantas kita bisa apa?”


“Tidak sekarang Hanggara, aku belum siap untuk jujur pada anak-anakku mengenai hubungan kita berdua.”

__ADS_1


“Baiklah kalau memang begitu, aku tidak dapat untuk memaksamu.”


Setelah perbincangan singkat itu, Belinda pun menutup sambungan teleponnya namun ia masih khawatir dengan apa yang akan terjadi berikutnya.


****


Austin menanyakan pada adiknya kenapa sikap Chelsea belakangan ini aneh pada mamanya namun Chelsea berusaha menutupinya dari Austin dan mengatakan bahwa semua baik-baik saja dan itu hanya perasaan Austin saja namun tentu saja Austin menolak semua yang dikatakan oleh Chelsea barusan.


“Kamu pikir dapat menipuku dengan ucapanmu begitu? Bahasa tubuhmu mengatakan yang sebaliknya.”


Chelsea terdiam mendengar ucapan kakaknya barusan, ia bingung apakah harus menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada Austin atau memilih untuk bungkam namun setelah memikirkan dengan masak tindakan apa yang harus ia ambil setelah ini Chelsea memutuskan untuk tidak mengatakan apa pun pada kakaknya, bagaimanapun juga Chlesea harus mengumpulkan bukti yang kuat untuk membuktikan kalau apa yang menjadi kecurigaannya pada Belinda dan Hanggara memang ada benarnya.


“Bukan apa-apa Kak, percayalah padaku.”


Austin nampak menghela napasnya panjang, ia tahu bahwa adiknya ini tengah menyembunyikan sesuatu darinya namun sayangnya Chelsea masih pada keputusannya untuk tidak mau mengatakan apa pun padanya. Austin pun pada akhirnya kembali tidak dapat memaksa Chelsea untuk mau mengatakan masalahnya padanya walaupun sejujurnya dia sangat penasaran sekali apa yang sebenarnya terjadi pada adiknya. Sementara itu rupanya Belinda diam-diam memerhatikan kedua anaknya itu dengan penuh rasa khawatir, ia khawatir kalau mereka tengah membicarakan hal yang buruk tentangnya.


****


bujukan dari pimpinan redaksi Sun News maka akhirnya Dea mau menemui Sutikno namun ia tidak sendirian melainkan datang bersama temannya. Ketika tiba di sana nampak Sutikno sudah menunggunya namun sayangnya hanya Dea saja yang diizinkan masuk ke dalam dan semua peralatan jurnalis mereka ditahan oleh pengawal


Sutikno. Dea nampak kesal dengan semua ini namun akhirnya ia harus menyerahkan semua peralatan jurnalisnya sebelum menemui Sutikno di dalam sana, ketika wanita ini datang nampak Sutikno tersenyum lebar padanya.


“Akhirnya kamu datang juga.”


“Apa yang membuat anda ingin saya menemui anda?”


“Tentu saja saya mengundang kamu datang ke sini karena ingin membahas sesuatu mengenai Sun News.”


“Ada apa dengan tempat saya bekerja?”

__ADS_1


“Saya akan mengizinkan kembali Sun News beroperasi namun tentu saja ada sebuah syarat yang harus kamu lakukan.”


****


Inez akhirnya diizinkan keluar dari rumah sakit dan ia dibawa menuju rumah mamanya, Inez benar-benar masih tak habis pikir dengan Sutikno yang mencoba ingin membunuhnya padahal pria itu telah membunuh anak


yang tengah dikandungnya. Ketika mengingat bahwa anak yang ada di dalam kandungannya sudah meninggal dunia mendahuluinya hal tersebut membuat Inez sangat sedih, ia sangat tidak terima kehilangan anaknya itu dan kini Inez benar-benar tidak dapat menerima kalau Sutikno dalang di balik semua ini.


“Pria itu harus membayar apa yang telah ia lakukan padaku.”


“Sudahlah Inez, lupakan pria kurang ajar itu, jalani saja hidupmu secara normal setelah ini dan jangan pernah terlibat apa pun lagi dengannya.”


“Tidak bisa begitu, aku tidak bisa tinggal diam dan melihat pria itu bahagia di sisa hidupnya, aku harus membuatnya menderita dan membayar atas apa yang sudah ia lakukan padaku dan anakku!”


“Inez, tolong jangan melakukan hal yang buruk, sudah cukup Mama melihatmu masuk rumah sakit akibat pria itu dan Mama tidak mau hal buruk lain terulang kembali jika kamu kembali berurusan dengan pria itu.”


“Tidak bisa begitu Ma, pria itu harus membayar apa yang telah ia lakukan padaku dan anakku, aku tidak dapat menerima semua ini!”


****


Chelsea masih memikirkan bagaimana cara untuk membuktikan kalau mamanya dan Hanggara benar-benar tidak memiliki hubungan lebih namun ia bingung apa yang harus ia lakukan hingga akhirnya Chelsea pun kemudian mendapatkan sebuah ide. Chelsea kemudian menelpon Hanggara dan mengajak omnya itu untuk datang ke rumah dan menginap di sana karena Chelsea ingin menceritakan sesuatu pada Hanggara. Hanggara tentu saja sama sekali tidak keberatan dengan permintaan keponakannya itu karena juga besok adalah hari libur. Maka sore harinya setelah Hanggara pulang bekerja, pria itu datang ke rumah keluarga Belinda dan disambut oleh Chelsea.


“Om sudah datang,” ujar Chelsea memeluk Hanggara.


“Jadi kamu mau bercerita soal apa pada Om?” tanya Hanggara setelah mereka selesai berpelukan.


Chelsea pun kemudian membawa Hanggara duduk di sofa dan menceritakan sesuatu mengenai Angkasa ketika mereka sedang mengobrol nampak Belinda baru saja tiba di rumah dan ia terkejut ketika menemukan Hanggara di rumahnya tengah mengobrol dengan Chelsea.


“Apa yang kamu lakukan di rumah ini?”

__ADS_1


__ADS_2