Dusta Di Atas Cinta

Dusta Di Atas Cinta
Gagalnya Rencana


__ADS_3

Chelsea tentu saja nampak terkejut dengan bentakan yang dilayangkan oleh Angkasa barusan, untuk pertama kalinya ia dibentak oleh pacarnya untuk meminum minuman yang ia ragu untuk minum namun Angkasa terus


saja memaksanya untuk meminum minuman tersebut.


“Aku tidak mau, lebih baik aku pulang saja.”


Akan tetapi tentu saja tidak semudah itu bagi Chelsea untuk dapat keluar dari kamar ini karena Angkasa langsung menahannya dan mendorongnya hingga jatuh ke ranjang dan ia langsung berada di atas Chelsea yang membuat gadis itu panik.


“Kamu pikir mau pergi ke mana, hm?”


Chelsea panik dan ia berusaha mendorong Angkasa untuk menjauh darinya dan ia berhasil melakukan itu, buru-buru Chelsea pergi dari rumah kontrakan itu namun sayangnya Angkasa lagi-lagi menahannya dan langsung


menarik Chelsea untuk tidak pergi dari sini.


“Kamu bilang mencintaiku? Kenapa malah pergi begini?”


“Aku tidak mau diperlakukan seperti ini, lepaskan aku!”


Angkasa menyeringai dan kemudian ia kembali menggiring Chelesa untuk masuk ke dalam kamar tersebut dan mengunci pintunya, tentu saja Chelesa panik bukan main karena saat ini dirinya tidak dapat untuk melarikan


diri keluar.


“Percuma saja kalau kamu ingin pergi karena tidak ada jalan keluar bagimu,” seringai pemuda itu.


Chelsea tentu saja tidak mau menyerah begitu saja ia mencoba menelpon keluarganya namun ponselnya langsung dibuang begitu saja oleh Angkasa yang membuat Chelsea terkejut bukan main dengan apa yang dilakukan oleh


Angkasa dan kini posisinya sudah sangat terdesak dan ia tidak dapat melakukan perlawanan lagi.


“Kalau saja kamu kooperatif sejak tadi maka aku tidak perlu melakukan hal buruk seperti ini padamu kan?”


Chelsesa nyaris saja mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari Angkasa andai saja pintu kamar ini tidak diketuk dari luar, Angkasa menggerutu karena aksinya terhenti saat ini, ia menyumpahi orang yang telah mengganggu waktunya dengan Chelsea dan alangkah terkejutnya ia ketika membuka pintu justru dirinya mendapatkan sebuah bogem mentah yang dilayangkan seorang pemuda yang langsung membawa Chelsea pergi bersamanya.


****


Chelsea nampak berterima kasih pada Kelvin yang sudah menyelamatkannya saat ini kalau saja tidak ada Kelvin maka mungkin saja Chelesa sudah berakhir dengan dilecehkan oleh Angkasa di dalam kamar itu. Kelvin

__ADS_1


mengantarkan Chelsea ke rumahnya dan tanpa banyak bicara, gadis itu langsung masuk ke dalam rumah sementara itu Kelvin nampak menghela napasnya berat dan melajukan kendaraannya pergi meninggalkan rumah Chelsea. Ketika gadis itu masuk ke dalam rumah nampak Belinda tengah menantinya, Belinda bertanya pada Chelsea dari mana saja putrinya hingga jam segini baru kembali ke rumah namun Chelsea tidak menjawab pertanyaan dari Belinda barusan.


“Nak, apa yang terjadi padamu?”


Chelsea hanya menggelengkan kepala dan berlari menuju kamarnya, tentu saja Belinda tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada Chelsea hingga akhirnya keesokan paginya ia bertanya pada satpam yang berjaga


di depan pagar rumah untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada Chelesa, satpam tersebut menceritakan bahwa semalam Chelsea diantarkan oleh seseorang yang sepertinya temannya.


“Baiklah, terima kasih.”


Belinda benar-benar penasaran siapa orang yang mengantarkan Chelsea kemarin ke rumah, ia melihat rekaman kamera CCTV namun ia tidak dapat melihat siapa orang yang mengantarkan Chelsea semalam pulang ke rumah.


“Siapa sebenarnya orang yang mengantarkannya ke rumah?”


****


Sementara itu di rumah keluarga Hanggara nampak pria itu mendapatkan pertanyaan dari sang mama mengenai apa yang dikatakan oleh Sutikno padanya. Hanggara tentu saja menolak semua tuduhan yang dilayangkan oleh


Sutikno itu dan meminta sang mama untuk jangan pernah untuk memercayai apa yang Sutikno katakan padanya.


“Mama tahu kalau dia tidak pernah menyukai kita namun dia tidak sembarangan dalam bicara, dia memiliki bukti bahwa kamu dan Belinda memang memiliki hubungan yang dekat.”


“Kami memang dekat namun bukan berarti kami ini memiliki hubungan spesial seperti yang dituduhkan oleh dia, Ma.”


Sundari nampak menghela napasnya berat, ia nampak bingung harus mengatakan apa lagi pada putranya sementara itu Hanggara berusaha meyakinkan mamanya untuk jangan memikirkan apa yang Sutikno katakan padanya.


“Semua yang dia katakan itu tidak benar, Ma. Tolong jangan terlalu dipikirkan lagi, ya?”


Sundari nampak menghela napasnya saja dan tidak menanggapi apa yang dikatakan oleh Hanggara barusan, ia memilih untuk pergi meninggalkan meja makan sementara Hanggara dapat menghela napasnya lega karena


untuk sementara ia dapat membuat mamanya percaya namun ia akan pastikan bahwa Sutikno akan membayar apa yang sudah ia lakukan ini.


“Kamu mencari gara-gara denganku rupanya, jangan salahkan aku kalau melakukan ini.”


****

__ADS_1


Belinda hari ini tidak masuk kerja karena menunggui Chelsea yang sepertinya sedang sakit selepas semalam ia pulang larut malam, Belinda sudah mencoba untuk bicara dengan Chelsea namun putrinya itu nampak tidak mau mengatakan apa pun padanya. Belinda kemudian mendapatkan tamu yang tidak lain adalah Kelvin, pemuda itu pun menceritakan pada Belinda apa yang sebenarnya terjadi pada Chelsea.


“Apa katamu? Jadi kemarin putriku nyaris dilecehkan seorang pemuda?!”


“Iya Tante, pemuda itu adalah pacarnya Chelsea sendiri, dia sengaja membawa Chelsea ke sebuah kost-kostan untuk memuluskan aksinya.”


“Siapa pacarnya? Akan aku berikan pelajaran dia,” geram Belinda.


Ketika Belinda dan Kelvin tengah berbincang, ada tamu lain yang datang dan tidak lain dan tidak bukan tamu yang datang ini adalah Angkasa, sontak saja Kelvin menunjuk Angksa dan mengatakan bahwa Angkasa adalah


orang yang hendak melecehkan Chelsea kemarin. Belinda pun kemudian tidak tinggal diam, ia menghampiri pemuda itu dan bertanya apakah yang Kelvin katakan barusan benar.


“Kamu pacarnya anakku?”


“Iya Tante, saya memang pacarnya Chelsea.”


“Apa yang sudah kamu lakukan pada putriku hingga sekarang dia sakit?!”


“Saya tidak melakukan apa pun, Tante.”


Belinda nampak emosi dan menampar wajah Angkasa, ia tidak terima dengan apa yang sudah dilakukan oleh Angkasa pada putrinya menurut kesaksian Kelvin.


****


Angkasa menolak tuduhan dari Kelvin namun Kelvin lebih meyakinkan Belinda bahwa semua yang ia ucapkan itu benar, Angkasa pun terdesak dan ia mengatakan bahwa semua itu hanya salah paham saja namun Belinda tidak percaya dengan apa yang Angkasa katakan barusan. Belinda mengatakan akan membawa kasus ini ke ranah hukum.


“Tidak Tante, tolong jangan bawa ini ke ranah hukum, saya sudah mengatakan bahwa semua ini hanya salah paham saja.”


“Jangan dengarkan dia Tante, dia itu seorang pembohong!” ujar Kelvin yang membuat suasana semakin panas.


Belinda tidak mau melihat Angkasa lagi di rumah ini, ia meminta satpam membawa pergi Angkasa dari rumah ini walaupun pemuda itu sudah memohon dan meminta Belinda untuk jangan mengusirnya seperti ini.


“Kalau begitu aku juga pamit pulang dulu Tante,” ujar Kelvin selepas Angkasa diusir.


“Baiklah, hati-hati di jalan, terima kasih atas informasi yang kamu berikan.”

__ADS_1


Selepas Kelvin pergi, Belinda dikejutkan oleh seorang tamu yang tidak ia duga akan datang ke rumahnya dan tamunya itu melemparkan sebuah senyuman padanya.


__ADS_2