Dusta Di Atas Cinta

Dusta Di Atas Cinta
Aku Telah Mencoba Memberitahu


__ADS_3

Ketika Belinda mengatakan pada Inez bahwa dalang di balik semua ini adalah Sutikno tentu saja Inez sama sekali tidak memercayai apa yang Belinda katakan padanya barusan, Inez berpendapat bahwa Sutikno adalah pria yang baik dan mau memertahankan anaknya dan tidak mungkin kalau pria itu mau mencelakainya.


“Justru aku yakin bahwa semua ini adalah salahmu, kamu cemburu karena aku memiliki anak dari suamimu dan kemudian kamu merencanakan semua hal buruk ini padaku!”


Belinda nampak tak percaya dengan pola pikir Inez saat ini padahal ia sudah memberitahu bukti bahwa Sutikno adalah dalang di balik semua ini, Belinda mengatakan bahwa ia tidak memaksa Inez untuk percaya dengan apa yang ia katakan namun Belinda meminta Inez untuk merasakan ketulusan yang Belinda berikan untuk menolong wanita ini.


“Aku melakukan semua ini karena aku pernah ada di posisimu yang tengah mengandung dan aku tahu bahwa setiap ibu di dunia ini ingin melahirkan anak mereka dengan selamat.”


“Pergi dari sini sekarang juga!”


Belinda menghela napasnya dan kemudian ia pun melangkahkan kakinya pergi dari ruangan inap Inez dan ketika ia sudah berada di luar sana nampak Belinda bertemu dengan mamanya Inez dan wanita itu meminta maaf atas kelakuan putrinya barusan.


“Tidak apa, saya pulang dulu.”


Belinda pun segera bergegas pergi meninggalkan rumah sakit ini sementara selepas Belinda pergi mamanya Inez masuk ke dalam ruangan inap putrinya dan mengatakan pada Inez bahwa tidak seharusnya Inez bersikap


kurang ajar pada Belinda mengingat semua kebaikan Belinda yang diberikan untuk Inez sampai detik ini.


“Kok Mama jadi membela wanita itu? Bukankah jelas-jelas wanita itu ingin membunuhku dan anakku?!”


“Kamu salah Inez, kalau bukan karena nyonya Belinda maka kamu tidak akan selamat! Bukankah beliau sudah mengatakan bahwa Sutikno dalang di balik semua ini!”


Namun walau mamanya sudah mengatakan bahwa Sutikno dalang di balik semua ini, Inez masih belum mau memercayai hal tersebut.


****


Sutikno datang ke rumah sakit secara diam-diam untuk menjenguk Inez yang katanya sudah siuman dan ketika ia tiba di rumah sakit ini lebih tepatnya di depan ruangan inap Inez ia memerhatikan di dalam ruangan itu ada Inez serta mamanya dan kemudian Sutikno masuk ke dalam ruangan inap tersebut yang membuat mamanya Inez marah.


“Mau apa kamu datang ke sini? Lebih baik anda pergi sekarang juga!”


“Saya datang ke sini dengan baik-baik, kenapa anda mengusir saya?”


“Anda mau membunuh anak saya, apakah saya harus bersikap baik pada anda?!”

__ADS_1


“Mama ini bicara apa?! Kenapa bersikap seperti ini padanya?”


“Kamu tidak tahu apa-apa Inez, ketika kamu belum siuman pria ini hendak membunuhmu! Mama melihat semuanya dengan kedua mata kepala Mama sendiri, andai saja saat itu Mama tidak datang untuk menyelamatkanmu maka mungkin pria ini sudah berhasil membunuhmu!”


Inez nampak terkejut dan tak memercayai apa yang mamanya katakan barusan, Sutikno kemudian menanyakan pada Inez apakah wanita itu memercayai apa yang mamanya katakan barusan.


“Aku… aku ….”


“Inez, kamu harus percaya pada Mama, untuk apa Mama mengarang cerita!”


Inez nampak bingung dan tidak mengatakan apa pun, mamanya Inez mengusir Sutikno dari ruangan inap ini dan akhirnya Sutikno pun mengalah dan pergi dari ruangan inap ini.


“Namun semua ini belum berakhir lihat saja nanti.”


****


Angkasa masih mencoba mendekati Chelsea dan bicara dengan gadis itu, ia ingin meminta maaf pada Chelsea atas apa yang sudah ia coba lakukan pada gadis itu waktu itu dan Angkasa berharap bahwa Chelsea mau


memaafkan dirinya. Angkasa menunggu Chelsea di depan gerbang sekolah gadis itu hingga jam sekolah pun tiba dan banyak siswa dan siswi keluar dari gerbang itu dan tentu saja di antaranya adalah Chelsea, gadis itu nampak terkejut dengan kehadiran Angkasa di sana dan Chelsea hendak menghindari Angkasa namun Angkasa berhasil menghalangi Chelsea supaya tidaka melarikan diri darinya.


“Chelsea, bisakah kita bicara sebentar?”


“Tidak, sudah tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan lagi, lepaskan aku!”


“Tolonglah, aku tidak akan melepaskanmu kalau kamu tidak mau bicara denganku!”


Chelsea masih meronta dan berteriak hingga membuat banyak orang memerhatikan mereka, sontak saja satpam turun tangn dan meminta Angkasa pergi dari sini namun Angkasa menolak.


“Saya tidak akan pergi dari sini karena saya ingin bicara dengan pacar saya ini!”


“Pergi kamu dari sini karena kamu ketika datang selalu saja membuat masalah!”


Ketika Angkasa mendebat satpam itu sontak saja Chelsea melarikan diri, Angkasa yang melihat Chelsea melarikan diri langsung mengejarnya dan Chelsea berhasil ditangkap oleh Angkasa dan dibawanya menuju sebuah gang yang sepi dekat sekolah.

__ADS_1


“Aku sudah mengatakan tidak ada yang ingin kubicarakan denganmu, lepaskan aku!”


“Chelsea, apakah kamu tidak mencintaiku lagi?”


****


Austin baru saja tiba di sekolah dan ia mencari di mana Chelsea berada, ia bertanya pada satpam mengenai di mana keberadaan adiknya itu dan satpam mengatakan bahwa tadi Chelsea terlibat keributan dengan pemuda yang


waktu itu. Sontak saja Austin tahu bahwa siapa pemuda yang dimaksud oleh satpam ini, ia kemudian mencari di mana keberadaan Chelsea hingga akhirnya ia menemukan Chelsea tengah berbincang dengan Angkasa.


“Kenapa kamu mau bicara dengannya, Chelsea?”


Chelsea dan Angkasa nampak sama-sama terkejut dengan kedatangan Austin, Chelsea tidak mengatakan apa pun dan langsung berlindung di balik tubuh kakaknya. Austin menunjuk Angkasa dan mengatakan jangan pernah


mencoba mengganggu adiknya lagi.


“Kalau kamu masih nekat maka kamu akan rasakan sendiri akibat perbuatanmu ini.”


Selepas itu Austin membawa adiknya masuk ke dalam mobil, sepanjang perjalanan dari sekolah menuju rumah nampak Chelsea tidak mengatakan apa pun dan Austin sendiri nampak tidak enak untuk mengulik lebih dalam apa yang sudah dilakukan oleh Angkasa pada adiknya barusan. Ketika sudah tiba di rumah pun, Chelsea memilih langsung mengurung dirinya di dalam kamar tanpa mengatakan sepatah kata pun pada Austin.


****


Sutikno nampak bertemu dengan seseorang di sebuah tempat yang tertutup dan tentu saja sangat dijaga ketat oleh orang suruhannya, orang yang tengah ditemuinya ini adalah oknum pegawai kejaksaan dan alasan Sutikno mengajak orang ini bertemu di sini tentu saja adalah untuk membicarakan sesuatu.


“Anda pasti tahu apa yang saya inginkan bukan?”


“Iya Pak Sutikno tentu saja saya tahu bahwa anda ingin kasus pengusutan korupsi yang melibatkan anda dihentikan bukan?”


“Tolong kerja samanya, saya sangat memohon pada anda.”


“Tentu saja namun seperti yang sudah anda tahu bahwa tidaklah mudah untuk memberhentikan kasus ini apalagi sudah menjadi pembicaraan publik.”


Sutikno tahu apa yang tengah dibicarakan oleh orang ini dan kemudian ia pun menyuruh orang suruhannya membawa sebuah tas ransel yang mana di dalamnya ada banyak uang tunai dengan pecahan 100 ribu rupiah.

__ADS_1


“Apakah semua uang ini cukup untuk memberhentikan kasus saya?”


__ADS_2