
Hanggara tentu saja terkejut dengan apa yang Sundari katakan barusan, ia meminta penjelasan dari Sundari mengenai kenapa Sundari malah mensyukuri apa yang terjadi pada Belinda.
“Tentu saja Mama bahagia karena memang wanita itu layak mendapatkannya, wanita itu bahkan harusnya jauh lebih menderita dari ini.”
“Apakah Mama ada sangkut pautnya dengan kasus yang menimpa Belinda ini?”
“Kamu ini bicara apa? Mama sama sekali tidak terlibat dalam kasus yang menimpa Belinda, lagi pula memang kementrian sudah buka suara mengenai perusahaan wanita itu memang tidak layak dipertahankan lagi, selama
ini mereka menggunakan bahan terlarang dalam pembuatan produk kosmetik mereka, sungguh mengerikan sekali. Mama tidak dapat membayangkan pasti sudah banyak sekali korban di luar sana yang dibungkam oleh perusahaan wanita itu.”
Hanggara hanya diam dan mendengarkan apa yang Sundari katakan barusan, sejujurnya Hanggara sama sekali tidak memercayai sepenuhnya apa yang Sundari katakan barusan. Hanggara masih menaruh curiga yang besar pada sang mama mengenai kasus yang menimpa Belinda ini. Setelah sarapan, Hanggara pergi ke kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian kemudian pergi ke kantor sementara Sundari sibuk membersihkan alat makan di dapur, tentu saja Sundari tersenyum bahagia karena rencananya berjalan dengan lancar.
“Kamu tahu Belinda? Tidak ada seorang pun yang dapat menghalangi jalanku, kamu belum tahu saja siapa aku,” seringai wanita itu.
Tidak lama kemudian Hanggara sudah siap untuk pergi ke kantor, ia pun berpamitan pada sang mama. Sundari mengantarkan Hanggara sampai depan pintu apartemen dan ia melanjutkan kegiatannya membersihkan apartemen
Hanggara. Sesampainya di dalam mobil, Hanggara belum menyalakan mesin mobilnya, ia masih duduk terdiam memikirkan kemungkinan bahwa kasus yang terjadi pada Belinda ini memiliki hubungan dengan sang mama.
“Aku tidak bisa hanya diam saja dan tidak melakukan apa pun untuk membuktikan kecurigaanku, jika benar mama terlibat dalam kasus ini tentu saja ini sudah sangat keterlaluan dan aku tidak dapat membiarkannya.”
****
Kasus bahan berbahaya yang ada dalam produk kosmetik Belinda makin membuat publik panas, media masih saja menyorot kasus ini ditambah adanya desakan supaya perusahaan milik Belinda ditutup karena selama ini rupanya banyak sekali laporan mengenai keluhan konsumen dari produk mereka namun tidak pernah ada tanggapan berarti.
“Selama ini produk mereka sangat berbahaya karena menggunakan bahan yang tidak seharusnya menjadi bahan campuran dalam produk kosmetik, jika digunakan dalam jangka waktu yang lama maka akan menimbulkan penyakit
serius.”
Belinda nampak mematikan televisi setelah melihat wawancara dengan salah satu peniliti yang diundang wawancara ke stasiun televisi untuk memberikan pandangannya pada kandungan bahan terlarang yang
ditemukan dalam produk kosmetik perusahaan Belinda.
__ADS_1
“Tidak mungkin aku mau menghancurkan reputasi perusahaan yang susah payah keluargaku bangun pasti ada kesalahan di sini.”
Belinda mendapatkan telepon dari orang suruhannya yang memang ia sengaja tugaskan untuk melakukan investigasi besar-besaran mengenai kasus ini. Belinda dapat tersenyum lega saat orang itu mengatakan bahwa ia sudah mengetahui sesuatu dan mengamankan seseorang yang diduga adalah dalang di balik semua ini.
“Baiklah, aku akan segera ke sana.”
Belinda tentu saja tanpa membuang banyak waktu langsung pergi menghampiri di mana orang suruhannya berada, ia sudah tidak sabar untuk melihat siapa orang yang diduga adalah sumber dari masalah besar ini.
****
Belinda tiba juga di tempat di mana orang itu berada, ia langsung diarahkan menuju sebuah tempat dimana ada seorang pria yang sengaja didudukan dan dikelilingi orang suruhan Belinda. Belinda pun meminta orang suruhannya untuk pergi dari sini karena ada sesuatu yang ingin ia bicarakan dengan orang ini.
“Baik Nyonya.”
Setelah orang suruhannya pergi, Belinda pun kemudian mengajak pria ini untuk bicara, ia ingin mendengar secara langsung mengenai apa yang sebenarnya motivasi orang ini sampai-sampai melakukan hal tercela seperti itu.
“Saya tidak tahu apa maksudmu melakukan hal ini pada perusahaan kami, selama saya memimpin perusahaan saya sangat tahu sekali bahwa perusahaan kami tidak pernah sekalipun mencampurkan bahan berbahaya dalam
Orang itu tidak mengatakan apa pun pada Belinda, orang tersebut hanya diam dan menundukan kepalanya, Belinda pun meminta orang ini untuk mengatakan yang sejujurnya padanya mengenai apa saja yang ia ketahui.
“Kamu katakan yang sejujurnya pada saya mengenai motivasimu melakukan itu, kalau kamu mau jujur pada saya maka saya tidak akan melanjutkan kasus ini sampai ke meja hijau.”
“Nyonya saya ….”
“Katakan yang sejujurnya padaku.”
“Sebenarnya… sebenarnya …..”
****
Hanggara rupanya juga sudah meminta orang suruhannya menyelidiki apa yang terjadi pada kasus yang menimpa perusahaan Belinda akan tetapi justru Hanggara mendapatkan kabar mengejutkan bahwa sekarang kasus yang
__ADS_1
menimpa Belinda sudah selesai bahkan kementrian terkait pun sudah melakukan klarifikasi mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada perusahaan kosmetik Belinda.
“Bagaimana bisa?”
“Saya pun juga tidak tahu, akan tetapi itulah informasi yang berhasil saya dapatkan.”
“Kamu cari tahu lebih lanjut apa yang sebenarnya terjadi dan siapa orang yang bertanggung jawab atas kasus ini.”
“Baik Tuan.”
Hanggara kemudian mematikan sambungan teleponnya, tentu saja ia lega karena akhirnya kasus yang menimpa Belinda dapat berakhir juga dan perusahaan wanita itu tidak lagi mendapatkan penilain buruk dari publik setelah kasus yang menimpa beberapa waktu lalu. Akan tetapi tentu saja Hanggara penasaran sebenarnya siapa dalang di balik semua ini dan bagaimana semua dapat terjadi dengan begitu cepat?
“Apa yang sebenarnya terjadi,” gumamnya.
Hanggara mendapatkan telepon dari Sundari yang memintanya makan siang dengan wanita yang dijodohkan olehnya. Hanggara hanya mengiyakan saja ucapan Sundari itu supaya mamanya berhenti untuk bicara dan
menutup telepon ini dengan segera. Sundari sendiri nampaknya tahu bahwa Hanggara hanya mengiyakan saja ucapannya supaya cepat selesai, tentu saja Sundari kesal dengan hal itu.
“Mama serius Hanggara, jangan sampai kamu mengecewakan Mama.”
****
Sutikno dari balik jeruji besi sudah mendengar kasus yang menimpa mantan istrinya, ia tentu saja merasa prihatin dengan kondisi perusahaan Belinda saat ini namun Sutikno yakin bahwa sebenarnya Belinda pasti dapat
melalui semua ini karena wanita itu adalah wanita yang kuat dan cerdas, pasti Belinda akan langsung bergerak dan mencari siapa orang yang bertanggung jawab atas kasus ini. Sutikno mendapatkan kunjungan dari seseorang, ia kemudian digiring oleh sipir untuk pergi menemui orang tersebut yang tidak lain adalah Austin, Sutikno sendiri nampak terkejut dan bahagia dengan orang yang rupanya datang untuk menjenguknya.
“Austin?”
“Iya Pa, aku datang untuk menjenguk Papa di sini, bagaimana kabar Papa selama di sini?”
“Seperti yang kamu lihat Nak, bagaimana kondisi mamamu? Papa sudah mendengar apa yang terjadi pada perusahaan.”
__ADS_1