Dusta Di Atas Cinta

Dusta Di Atas Cinta
Aku Akan Membalas Kalian


__ADS_3

Usia yang tidak terpaut jauh memang membuat Hanggara bisa dengan mudah akrab dengan kedua keponakannya sejak mereka masih kecil Hanggara sudah membangun kedekatan dengan Austin dan Chelsea hingga mereka


berdua memiliki ikatan yang kuat dengan Hanggara. Tentu saja Belinda bahagia melihat kedua anaknya begitu bahagia bisa dekat dengan Hanggara namun di sisi lain tentu saja Belinda risau dengan apa yang akan terjadi jika Austin dan Chelsea mengetahui yang sebenarnya mengenai hubungan yang terjalin di antara dirinya dan Hanggara yang tentu saja tidak akan ia selamanya dapat tutupi dari kedua anaknya. Ketika Austin dan Chelsea tengah pergi berdua membeli sesuatu kini di rumah ini hanya ada Hanggara dan Belinda saja tentu saja kesempatan itu


dimanfaatkan oleh Hanggara berduaan dengan Belinda tanpa perlu ia takut ada orang lain yang melihatnya.


“Kalau aku perhatikan sepertinya kamu tengah memikirkan sesuatu sejak tadi.”


“Iya, sejujurnya memang aku tengah memikirkan sesuatu dan ini menyangkut kita.”


“Apa maksudmu?”


Belinda kemudian meluapkan apa yang tengah berkecamuk di dalam kepalanya, ia takut jika ketika hari itu tiba di mana hubungan antara dirinya dan Hanggara terkuak oleh Austin dan Chelsea maka semua tidak lagi sama. Hanggara nampak tersenyum dan kemudian menggenggam kedua tangan Belinda untuk menenangkan apa yang menjadi kegelisahan wanita ini.


“Aku tidak tahu apa yang akan terjadi ke depannya mengenai hubungan kita, akan tetapi bisakah untuk saat ini kita tidak perlu merisaukan hal itu?”


Belinda menghela napasnya panjang, apa yang Hanggara katakan memang ada benarnya, ia tidak perlu terlalu merisaukan apa yang akan terjadi di masa depan akan tetapi yang jauh lebih penting adalah hidup di masa


kini dan saat ini ia ingin menikmati waktunya berdua dengan Hanggara walaupun ia tahu bahwa kelak perasaannya ini pada Hanggara akan melukai kedua anaknya akan tetapi ia berharap akan segera menemukan solusi terbaik dari masalah yang tengah ia hadapi.


****


Ketika Chelsea dan Austin tengah pergi membeli beberapa makanan ringan dan juga beberapa keperluan untuk pesta makan malam nanti di supermarket ini justru secara tak sengaja Chelsea bertemu dengan Angkasa yang sontak saja membuat gadis itu terkejut.


“Chelsea?”


Chelsea secara reflek langsung menghindari Angkasa, sontak saja gelagat aneh yang ditunjukan oleh adiknya ini menarik perhatian dari Austin dan ia bertanya pada adiknya mengenai siapa pemuda yang tengah berdiri tidak jauh darinya.


“Siapa dia? Kenapa kamu takut dengannya? Apakah dia orang jahat?”

__ADS_1


Angkasa kemudian memperkenalkan diri pada Austin bahwa ia adalah kekasih Chelsea dan Austin nampak mengerutkan keningnya heran dengan hal tersebut, kalau memang Angkasa adalah kekasih adiknya kenapa Chelsea harus begitu takut bertemu dengan pemuda ini.


“Lebih baik kita pergi dari sini,” ujar Chelsea namun Angkasa tentu saja tidak mau melepaskan Chelsea begitu saja.


“Tunggu dulu Chelsea, kita perlu bicara.”


“Tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan.”


Selepas mengatakan itu Chelsea langsung menarik tangan kakaknya untuk pergi menjauh dari Angkasa yang berteriak memanggil namanya namun Chelsea menulikan telinga dan terus saja berjalan hingga akhirnya mereka


dapat keluar juga dari supermarket tersebut setelah membayar semua belanjaan mereka.


“Apakah kamu mau bercerita padaku siapa pemuda tadi?” tanya Austin selepas mereka masuk ke dalam mobil.


****


Sutikno kembali ke rumah hari ini untuk bertemu dengan kedua anaknya namun ketika ia tiba di rumah justru ia menemukan Belinda dan Hanggara yang tengah bermesraan dan tentu saja tindakan Belinda dan Hanggara


“Jaga bicaramu!”


“Apakah aku salah mengatakan itu? Kamu selalu membawa banyak wanita ke rumah ini namun Belinda hanya diam saja dan menganggap semua tidak pernah terjadi.”


Ucapan Hanggara barusan membuat Sutikno naik pitam dan nyaris memukulnya namun sebelum Sutikno sempat melakukan itu, Hanggara sudah menahan tangan Sutikno dan mengatakan bahwa Sutikno jangan pernah mencoba untuk bersikap kasar padanya.


“Berani sekali kamu melakukan ini padaku, kamu tahu siapa aku sekarang? Dengan kekuasaan yang aku miliki bukan hal yang sulit untuk menghancurkan hidupmu dan mamamu yang menyedihkan itu!”


“Lalu apakah kamu ingin menghancurkan karir politik yang selama ini kamu coba bangun? Sekarang saja masyarakat sudah mulai goyah kepercayaannya padamu yang aku dengar partai yang sebelumnya mengusungmu


menjadi wali kota pun ikut ragu apakah akan mengusungmu sebagai calon gubernur dalam pemilihan mendatang atau tidak.”

__ADS_1


****


Austin nampak emosi saat tahu bahwa Angkasa adalah pria yang mencoba melecehkan adiknya dan tentu saja Austin hendak memberikan pelajaran pada Angkasa namun Chelsea menahan kakaknya dan mengatakan bahwa ia


baik-baik saja saat ini.


“Kamu yakin? Kamu tidak sedang menyembunyikannya kan?”


“Tidak Kak, aku benar-benar mengatakannya, sebelum dia mau melakukan itu padaku ada seseorang yang menyelamatkanku dan sekarang dia sangat ingin supaya aku kembali dekat dengannya namun aku tidak mau.”


“Tentu saja kamu tidak boleh dekat-dekat dengan orang seperti itu lagi, Kakak tidak setuju kamu memiliki pacar seperti pemuda itu.”


Akhirnya mereka berdua pun tiba di rumah dan ketika tiba di rumah justru mereka mendengar perdebatan antara papa mereka dengan Hanggara, sontak saja kedatangan Austin dan Chelsea membuat keduanya yang


tengah berdebat seketika terhenti. Sutikno kemudian menghampiri kedua anaknya dan mengatakan bahwa ia merindukan keduanya namun Austin meminta Sutikno untuk pergi dari rumah ini.


“Kamu kenapa mengusir Papa, Nak? Papa pemilik rumah ini jadi Papa berhak untuk datang ke sini kalau memang kamu ingin mengusir seseorang maka dialah yang pantas untuk disur,” ujar Sutikno menunjuk Hanggara yang disambut tawa oleh pria itu.


“Lebih baik Papa pergi sekarang juga dari pada merusak rencana makan malam kami.”


****


Sutikno tentu saja tidak tinggal diam, ia tidak terima ketika kedua anaknya justru malah membela Belinda yang sudah jelas-jelas berselingkuh dengan adik iparnya sendiri, Sutikno pun kemudian membeberkan fakta bahwa Belinda dan Hanggara memiliki hubungan dan Austin serta Chelsea nampak terkejut namun Austin sama sekali tidak memercayai apa yang dikatakan oleh papanya.


“Kenapa kamu tidak percaya pada Papamu sendiri, Nak? Papa mengatakan yang sebenarnya.”


“Karena Papa berselingkuh dengan wanita lain selama ini, apakah Papa pikir aku tidak tahu sebelum wanita bernama Inez itu Papa juga ada main dengan wanita lain?!”


“Nak, Papa …..”

__ADS_1


“Sudah cukup, aku tidak mau berdebat untuk masalah ini, tolong Papa pergi sekarang juga atau aku yang akan pergi dari rumah ini.”


Sutikno nampak berat sekali meninggalkan rumah ini namun sebelum meninggalkan rumah ini, dirinya bersumpah akan menghancurkan Belinda dan Hanggara.


__ADS_2