Dusta Di Atas Cinta

Dusta Di Atas Cinta
Mendapat Kekerasan


__ADS_3

Chelsea yang sudah terlanjur melihat keberadaan Angkasa tentu saja sontak memilih untuk menghindari pemuda itu dan ketika ia berbalik badan justru Chelesa menemukan teman-temannya dan menanyakan kenapa Chelsea


tidak pergi menemui Angkasa padahal pacarnya itu telah menanti di gerbang. Chelsea nampak bingung harus menjelaskan seperti apa yang sebenarnya terjadi di antara dirinya dan Angkasa pada teman-temannya akan tetapi pada akhirnya Chelsea memilih untuk tidak menceritakannya pada teman-temannya, Chelesa malah memilih untuk menunggu sampai Angkasa pergi namun justru yang ia tunggu-tunggu tidak kunjung pergi.


“Bagaimana ini?” lirih Chelsea.


Chelsea kemudian menelpon mamanya untuk meminta bantuan namun yang membuat Chelsea terkejut sebelum ia sempat menelpon mamanya, sosok Angkasa sudah muncul di depannya dan sontak saja Chelsea langsung mundur


dan merasa ketakutan setelah apa yang coba dilakukan oleh pacarnya ini padanya.


“Aku minta maaf.”


“Menjauh dariku.”


“Chelsea, tolong dengarkan aku dulu, kita bisa membicarakan semua baik-baik kan?”


Akan tetapi Chelsea nampak menolak ucapan Angkasa barusan, rasa trauma yang ia alami akibat perbuatan pacarnya ini nyatanya begitu membekas hingga saat ini dan tentu saja tidaklah mudah baginya untuk melupakan hal tersebut.


“Pergi sekarang juga, aku tidak mau melihatmu lagi.”


Akan tetapi sebelum Chelsea pergi Angkasa menahan tangan gadis itu dan meminta supaya Chelsea mau mendengarkannya dulu dan memberikannya kesempatan, Chelsea menggelengkan kepalanya dan mengatakan bahwa ia tidak mau berhubungan lagi dengan Angkasa.


“Apakah kamu tidak mencintaiku, Chelsea?”


Chelsea menggelengkan kepalanya dengan sangat yakin, ia tidak mencintai pemuda itu dan meminta Angkasa untuk pergi menjauh darinya. Angkasa tidak dapat berbuat banyak karena sejak tadi satpam memerhatikan mereka berdua dan akhirnya Chelsea pun dapat selamat karena sopirnya sudah tiba di depan sekolah dan tanpa membuang waktu Chelsea langsung masuk ke dalam mobil dan kendaraan itu pun melaju meninggalkan sekolah. Sementara itu Angkasa nampak geram bukan main karena rencananya gagal untuk membuat Chelsea kembali padanya.


“Awas saja kamu.”


****


Berita tidak baik muncul di sebuah artikel yang membuat pemberitaan negatif di media marak pada Sutikno, artikel yang memuat berita mengenai perselingkuhan antara Sutikno dengan seorang wanita itu nyatanya merembet luas dan kemudian menjadi bahan perbincangan di media sosial. Beberapa warga masyarakat pun nampak menggunjing dirinya lewat media sosial yang membuat polisi segera turun tangan dan menangkap masyarakat yang membuat komentar jahat pada Sutikno tentu saja Sutikno tidak mengakui bahwa dirinya yang menyuruh

__ADS_1


polisi menangkap masyarakat dengan berdalih bahwa polisi hanya melakukan tugasnya saja sebagai penegak hukum. Walau sudah ada beberapa warga yang diamankan akibat komentar jahat mereka di media sosial namun Sutikno belum dapat tenang begitu saja, ia harus mencari tahu siapa orang yang menjadi dalang di balik munculnya pemberitaan itu hingga menjadi pemberitaan di media sosial.


“Iya, aku tahu siapa ini,” geram Sutikno.


Sutikno kemudian mencari keberadaan Belinda saat ia kembali ke rumah namun sayangnya Belinda belum tiba di rumah saat Sutikno mencarinya. Sutikno mencoba menghubungi ponsel Belinda namun ponselnya tidak aktif hingga membuat Sutikno menggeram kesal dengan semua ini.


“Awas saja kamu Belinda, berani sekali kamu melakukan ini padaku.”


Akhirnya sosok yang sejak tadi dinantikannya muncul juga di pintu rumah, Sutikno tanpa membuang waktu langsung menampar wajah Belinda hingga membuat Belinda terkejut karena baru saja ia pulang ke rumah


namun sudah disambut kemarahan oleh suaminya.


****


Sutikno menuduh bahwa Belinda menjadi otak dari pemberitaan buruk di media yang membuat namanya jelek namun Belinda tidak mengakuinya, ia mengatakan tidak tahu apa pun mengenai hal itu. Sutikno tentu saja marah dengan jawaban Belinda barusan, ia marah karena Belinda masih berkelit dan tidak mau mengakui perbuatannya, Sutikno nyaris kembali melakukan kekerasan pada Belinda andai saja Chelsea tidak tiba di rumah dan menghentikan aksi kasar papanya ini.


“Apa yang Papa hendak lakukan pada mama?!”


“Kamu tidak tahu apa yang sudah mamamu ini lakukan jadi diam saja!”


Belinda menahan Sutikno untuk jangan melakukan hal itu.


“Kendalikan emosimu, kamu dapat membuat Chelsea trauma dengan yang kamu lakukan ini!”


“Kamu ingin berlagak menjadi orang tua yang baik di depan Chlesea? Lucu sekali, kamu bahkan bukan orang tua yang baik jadi jangan berpura-pura di depannya!”


Belinda sama sekali tidak menanggapi apa yang Sutikno katakan, ia mengantarkan Chelsea menuju kamarnya walaupun Sutikno memanggilnya dan mengatakan bahwa masalah di antara mereka sama sekali belum selesai.


****


Sesampainya di dalam kamar nampak Chelsea bertanya pada mamanya apakah mamanya baik-baik saja atau tidak, Belinda mengatakan pada putrinya bahwa ia baik-baik saja dan Chelsea tidak perlu untuk mengkhawatirkannya akan tetapi Chelsea dapat melihat dengan jelas bekas tamparan di wajah mamanya akibat perlakuan buruk Sutikno itu. Chelsea mengatakan bahwa lebih baik mamanya melaporkan kasus ini pada polisi karena ini sudah termasuk KDRT.

__ADS_1


“Mama tahu apa yang Mama lakukan saat ini, terima kasih karena kamu sudah sangat peduli pada Mama.”


“Iya Ma.”


“Kamu istirahatlah.”


Sebelum pergi dari kamar Chelsea nampak Belinda mencium putrinya itu dan kemudian melangkahkan kakinya untuk pergi dari kamar ini menuju kamarnya namun sesampainya di kamarnya nampak Sutikno sudah menantinya.


“Mau apa kamu di kamarku? Keluar sekarang juga dari sini!”


“Aku sudah mengatakan padamu bahwa masalah di antara kita berdua belum selesai kan?!”


“Aku sudah mengatakan padamu bahwa aku tidak tahu mengenai berita buruk itu, aku tidak tahu!”


Sutikno masih tidak mau mendengarkan apa yang dikatakan oleh Belinda, ia masih yakin bahwa Belinda adalah dalang di balik masalah yang tengah ia hadapi saat ini. Belinda sendiri lelah sekali setelah seharian ini bekerja di kantor dan ketika tiba di rumah justru ia dihadapkan pada masalah dengan Sutikno.


****


Nyatanya setelah kejadian itu Sutikno jadi jarang pulang ke rumah, Belinda sama sekali tidak memedulikan kalau suaminya itu tidur dengan Inez atau wanita lain sekalipun. Belinda sendiri memikirkan siapa orang yang sudah membuat berita buruk mengenai suaminya di media sosial hingga membuat Sutikno marah besar padanya padahal ia sama sekali tidak melakukan apa pun.


“Apakah dia yang melakukannya?”


Belinda nampak melirik ponselnya dan menemukan nama Hanggara di sana, Belinda segera menjawab telepon dari Hanggara dan pria itu menanyakan kenapa Belinda tidak masuk kerja hari ini.


“Aku sedang tidak enak badan saat ini.”


“Oh benarkah? Kalau begitu kamu sedang ada di rumah kan? Aku akan datang ke sana.”


Percuma saja kalau Belinda menolak Hanggara untuk datang ke rumahnya karena pria itu pasti tetap akan dapat juga dan benar saja tidak lama kemudian Hanggara muncul dan ia nampak terkejut melihat keadaan Belinda.


“Apa yang terjadi padamu?”

__ADS_1


“Aku baik-baik saja.”


“Semua pasti akibat kelakuan kakakku kan?!”


__ADS_2