Dusta Di Atas Cinta

Dusta Di Atas Cinta
Seharusnya Begini


__ADS_3

Pada akhirnya Sutikno pun mau memberitahu di mana keberadaan Chelsea, Belinda tentu saja lega bukan main saat tahu bahwa Chelsea tinggal bersama Sutikno di rumah dinasnya dan keesokan harinya Belinda berniat


untuk mengunjungi Chelsea yang ada di rumah dinas Sutikno. Kedatangan Belinda ke rumah dinas ini nampak membuat Chelsea terkejut bukan main, ia tidak menyangka kalau Belinda akan datang ke sini dan menemui dirinya.


“Mama ingin bicara denganmu.”


“Kenapa Mama bisa tahu aku di sini?”


“Itu sama sekali tidak penting.”


“Aku tidak mau membicarakan apa pun dengan Mama.”


Akan tetapi Belinda tetap saja ingin bicara dengan Chelsea, Belinda mengatakan pada Chelsea bahwa ia tidak akan memaksa Chelsea untuk menerima hubungannya dengan Hanggara kalau memang Chelsea tidak dapat menerima itu namun Belinda mohon pada anaknya ini untuk kembali ke rumah.


“Mama sangat memohon padamu untuk kembali ke rumah Nak, tolong.”


“Bukankah Mama lebih suka kalau aku tidak di rumah? Mama bisa lebih leluasa dengan om Hanggara berduaan.”


Ucapan Chelsea barusan tentu saja membuat Belinda terkejut dan sakit hati mendengarnya namun ia tidak bisa marah dengan ucapan Chelsea itu, Belinda masih mencoba untuk membujuk Chelsea supaya mau pulang dengannya namun Chlesea menolak itu.


“Aku tidak akan pernah mau pulang dengan Mama, titik.”


Belinda menghela napasnya berat, ia sudah menduga bahwa hal ini akan terjadi di kemudian hari hanya saja ia belum siap menghadapi semua ini. Percuma saja ia membujuk Chelsea untuk ikut pulang dengannya kalau


memang Chelsea tidak mau pulang.


“Baiklah, Mama tidak akan memaksamu lagi, jaga dirimu baik-baik di sini namun Mama harap masih ada kesempatan untukmu pulang ke rumah dan kita bisa bersama-sama tinggal seperti dulu lagi.”


Selepas mengatakan itu Belinda kemudian pergi meninggalkan rumah dinas Sutikno, Chelsea yang sudah sejak tadi menahan air matanya supaya tidak tumpah akhirnya tidak dapat lagi menahannya, ia meluapkan emosinya yang sejak tadi ia tahan di depan Belinda.


****


Belinda tidak menjawab telepon ataupun pesan dari Hanggara, ia tidak mau diganggu oleh pria itu karena ingin menenangkan dirinya yang kalut saat ini setelah hubungan terlarangnya dengan Hanggara diketahui oleh

__ADS_1


kedua anaknya. Hanggara sendiri nampak tidak bisa tinggal diam saja dan membiarkan hubungannya dengan Belinda berakhir begitu saja, ia tidak rela jika hubungan mereka harus karam begitu saja akibat tidak setujunya kedua anak Belinda. Hanggara datang menemui wanita itu di rumah dan kedatangan Hanggara disambut dingin oleh Belinda.


“Bukankah aku sudah mengatakan padamu bahwa aku tidak ingin diganggu oleh siapa pun?”


“Aku hanya ingin memastikan kalau kamu baik-baik saja, Belinda.”


“Sekarang kamu sudah lihat kalau aku baik-baik saja kan?”


Hanggara masih mencoba bicara baik-baik pada Belinda namun sepertinya Belinda tidak dapat diajak bicara dengan baik saat ini karena ia masih kalut akibat memikirkan kedua anaknya yang menolak jalinan cinta di


antara keduanya.


“Aku tahu bahwa kamu masih memikirkan kedua anakmu yang tidak setuju dengan hubungan kita namun tidak perlu juga sampai mengorbankan jalinan cinta yang selama ini kita jalin kan?”


“Hanggara, aku tidak ingin membahasnya saat ini.”


“Jadi kamu tetap pada keputusanmu begitu? Kamu ingin kita berakhir sampai di sini?”


****


Sutikno harus berjuang menghadapi terpaan banyak berita miring mengenai dirinya di akhir sisa masa jabatannya sebagai wali kota apalagi ia dibayang-bayangi berbagai kasus mengerikan mulai dari dugaan korupsi, perzinahan hingga pembunuhan namun hingga saat ini Sutikno masih dapat mengendalikan semuanya walaupun ia tidak sekuat dulu karena sekarang tidak ada partai yang akan membantunya menangkis semua berita ini. Sutikno saat ini


sedang melakukan kunjungan ke warga dan mendengarkan aspirasi warga yang belum ia dengar selama ini namun saat kunjungan itu berlangsung justru terjadi kericuhan di mana salah seorang warga merangsek ingin melakukan kejahatan pada Sutikno namun tentu saja sebelum warga itu berhasil melukai Sutikno sudah diamankan oleh tim pengawalan wali kota. Sutikno sendiri nampak tidak gentar dengan semua itu, selepas kunjungan itu ia pergi menemui warga yang diamankan di kantor polisi itu.


“Apakah anda yakin, Pak ingin menemui orang itu?”


“Tentu saja, aku yakin akan hal itu.”


Akhirnya Sutikno pun pergi menemui warga itu di kantor polisi, mereka bicara di sebuah ruangan empat mata saja, di sana Sutikno meminta pria ini untuk jujur siapa orang yang menyuruhnya melakukan semua ini.


“Kamu dapat jujur padaku, aku tidak akan mengatakan apa pun pada siapa pun.”


****

__ADS_1


Inez mendapatkan teror dari Sutikno karena wanita itu masih saja berusaha mengusik hidup Sutikno setelah Inez masih dibiarkan hidup oleh pria itu, mamanya Inez sudah berulang kali mengatakan pada Inez untuk berhenti melakukan ini namun Inez tidak mau mendengarnya.


“Aku tidak akan pernah berhenti Ma, aku menutut keadilan dari pria itu.”


“Mama juga ingin keadilan dari pria itu namun kamu harus tahu bahwa pria itu bukanlah orang sembarangan, dia menggunakan kekuasaannya untuk melakukan apa pun yang ia mau, sudah cukup menyakitkan kehilangan


cucu Mama, Mama tidak ingin kehilanganmu.”


“Mama tentu saja tidak akan kehilanganku karena aku akan baik-baik saja, dia tidak akan pernah dapat melakukan hal yang buruk denganku.”


Mamanya Inez masih saja berusaha untuk membuat Inez berhenti melakukan misi balas dendamnya namun sayangnya Inez tidak memedulikan apa yang mamanya katakan, ia tetap pada keinginannya yaitu menutut balas atas apa yang telah Sutikno lakukan pada anaknya. Inez kemudian pergi menemui Belinda di rumahnya dan Inez nampak heran karena Belinda seperti murung sekali saat ia tiba di rumah ini.


“Anda kenapa sepertinya murung begitu, Nyonya?”


“Apa yang membawamu ke sini, Inez?” tanya Belinda yang enggan menjawab pertanyaan dari Inez malah ia menanyakan balik pada Inez perihal kedatangan wanita ini ke sini.


****


Sundari masih mencoba membujuk supaya Hanggara tidak melanjutkan hubungannya dengan Belinda dan Sundari pun dibuat terkejut dengan ucapan Hanggara yang mengatakan bahwa Belinda ingin mengakhiri hubungannya saat


ini juga.


“Apakah Mama tidak salah dengar, Nak?”


“Tentu saja Mama tidak salah dengar karena memang Belinda sendiri yang mengatakan itu padaku.”


Sundari nampak tersenyum karena ini adalah kesempatan yang tidak boleh ia lewatkan begitu saja, Sundari kemudian mencoba membuat Hanggara untuk membenci Belinda dan kemudian mau menerima tawarannya untuk


menikah dengan Laila namun Hanggara mengatakan bahwa ia tidak mau memikirkan hal itu.


“Aku tidak mau hubunganku dengannya berakhir begini saja, tidak aku tidak rela.”


“Hanggara, dia sudah mengambil keputusan dan sudah seharusnya kamu menghormati keputusannya.”

__ADS_1


__ADS_2