Dusta Di Atas Cinta

Dusta Di Atas Cinta
Cinta Sampai Di Sini


__ADS_3

Pergi keluar hanya menjadi sebuah alasan yang diberikan oleh Austin dan Chelsea untuk melihat kebenaran apakah antara Belinda dan Hanggara memang tidak ada apa-apa, Chelsea yang memiliki ide ini dan Austin


rupanya menyetujuinya hingga akhirnya mereka pun melakukan ini. Rupanya apa yang menjadi kecurigaan mereka berdua bahwa Belinda dan Hanggara memiliki hubungan khusus nyatanya benar adanya. Ketika Chelsea dan Austin pergi mereka kembali lagi ke rumah diam-diam untuk memantau keduanya, mereka berdua melihat Hanggara dan Belinda nampak tengah membicarakan sesuatu namun Hanggara seperti semakin mendekati Belinda dan ingin memeluk wanita itu namun Belinda menolaknya karena takut kalau anak-anak akan melihatnya.


“Mau sampai kapan kamu akan mengelak seperti ini, Belinda?”


“Bukankah sebelumnya sudah pernah kita bahasa Hanggara?”


“Aku tahu akan tetapi sejujurnya aku mulai kesal dengan semua ini, aku ingin mereka semua mengenai hubungan kita.”


Belinda nampak ingin mengatakan sesuatu namun ia dibuat terkejut dengan kemunculan dua anaknya dari belakang Hanggara.


“Kalian sudah kembali?”


Austin dan Chelsea tidak mengatakan apa pun pada Belinda namun mereka menatap mama mereka dengan tatapan yang sulit untuk diartikan. Belinda sendiri nampak jadi serba salah saat ini, ia takut kalau kedua anaknya ini barusan mendengar perbincangan antara dirinya dan Hanggara.


“Kenapa kalian menatap Mama seperti itu?”


“Apakah tidak ada sesuatu yang ingin Mama jelaskan pada kami?” tanya Austin.


“Apa maksudmu, Nak?”


“Mama dan om Hanggara memiliki hubungan spesial kan?” tanya Chelsea.


“Mama tidak memiliki hubungan spesial dengan om Hanggara, kalian ini bicara apa?”


“Kenapa Mama mau berbohong padahal kami sudah mendengar semuanya?”


Kini Belinda yang jadi terdiam, ia bingung harus mengemukakan alasan apalagi untuk membuat kedua anaknya percaya bahwa ia dan Hanggara memang tidak memiliki hubungan namun nyatanya Hanggara malah mengatakan sesuatu pada kedua anaknya.


“Kalau kalian ingin tahu yang sebenarnya bahwa memang apa yang kalian katakan berdua itu benar adanya.”


“Hanggara!”


“Kenapa Belinda? Bukankah mereka berhak tahu yang sebenarnya?”

__ADS_1


****


Selepas kejadian itu, Hanggara pulang ke apartemennya sementara Austin dan Chelsea nampak meminta Belinda untuk jujur mengenai hubungannya dengan Hanggara. Pada mulanya Belinda masih saja berkeras bahwa kedua anaknya ini hanya salah paham saja padanya karena ia tidak memiliki hubungan apa pun dengan Hanggara namun pada akhirnya Belinda tidak dapat menolak apalagi menyangkalnya lagi karena kedua anaknya ini sudah mendengar semua percakapannya dengan Hanggara.


“Baiklah, Mama harus mengakui bahwa apa yang kalian katakan itu benar.”


Austin dan Chelsea nampak sedih dan kalut saat mendengar kejujuran yang akhirnya keluar dari mulut Belinda, wanita itu meminta maaf pada kedua anaknya karena tidak jujur mengenai hubungan spesialnya dengan Hanggara selama ini.


“Sejak kapan Mama menjalin hubungan dengan om Hanggara?”


Belinda tidak dapat menjawab pertanyaan dari Austin barusan, ia benar-benar tidak kuasa untuk membendung air matanya untuk tidak tumpah, ia tahu bahwa kedua anaknya ini pasti kecewa padanya namun Belinda sendiri tidak dapat membohongi dirinya sendiri bahwa ia memang menyukai Hanggara. Belinda pun memilih untuk jujur dan mengatakan yang sebenarnya pada Austin bahwa hubungan mereka sudah terjalin sejak lama, Austin nampak begitu shock dengan kejujuran yang dilakukan oleh Belinda sementara Chelsea sendiri langsung pergi ke kamarnya karena tidak sanggup mendengar lebih lanjut cerita Belinda.


****


Setelah pembicaraan dengan kedua anaknya semalam, sikap Austin dan Chelsea berubah pada Belinda, keduanya nampak tidak mau bicara dengan Belinda dan selalu saja menghindari Belinda walaupun Belinda sudah mencoba untuk bicara dengan mereka. Belinda kini jadi meragukan keputusannya untuk jujur pada kedua anaknya, Belinda menyalahkan dirinya sendiri bahwa seharusnya ia tidak mengambil keputusan untuk jujur.


“Sudah aku duga kalau semua akan menjadi seperti ini,” lirih Belinda.


Belinda yang sedang ada di kantor pun menjadi tidak fokus dalam bekerja karena memikirkan masalah dengan anak-anak hingga pekerjaannya pun terbengkalai. Rapat yang harus ia hadiri pun ia tidak fokus dalam menyimak


“Aku sepertinya tidak bisa di kantor hingga sore, aku pulang dulu,” ujar Belinda pada asisten pribadinya yang membantunya mengerjakan pekerjaannya selama di kantor.


“Baik Bu, hati-hati di jalan.”


Belinda memutuskan untuk pulang lebih awal pada hari ini karena kepalanya terasa begitu pusing sekali dan ia khawatir kalau ia memaksakan diri untuk tetap bekerja maka pada akhirnya justru malah akan menghambat aktivitasnya. Belinda sepanjang jalan hanya diam dan menatap keluar jendela mobilnya hingga mobil itu pun tiba di rumah, ketika Belinda tiba di rumah ia tidak menemukan siapa pun di sini.


****


Sutikno nampak begitu heran ketika Chelsea datang ke rumah dinasnya malam ini dan mengatakan bahwa ia ingin tidur di sini. Tentu saja Sutikno penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi pada Chelsea hingga memilih untuk tidur di sini dan bukan di rumah dengan Belinda.


“Chelsea, apa yang sebenarnya terjadi padamu?”


Awalnya Chelsea tidak mau mengatakan apa pun pada Sutikno namun akhirnya Chelsea pun mau mengatakan alasan yang membuatnya mau menginap di rumah ini untuk malam ini.


“Sejujurnya aku malas pulang ke rumah karena ada mama.”

__ADS_1


“Kenapa dengan mamamu?”


“Apakah Papa tidak tahu kalau mama memiliki hubungan spesial dengan om Hanggara?”


“Kamu tahu dari mana akan hal itu?”


“Mama sendiri yang mengatakannya padaku.”


Sutikno tentu saja terkejut dengan ucapan Chelsea barusan, ia tidak menyangka kalau Belinda akan berani mengatakan itu pada anak-anaknya, Chelsea sendiri tidak mau bercerita lebih lanjut karena suasana hatinya sedang buruk dan Sutikno pun tidak mau memaksa anaknya itu bicara lebih lanjut.


“Jadi Belinda sudah mengatakan kejujuran pada anak-anak? Sepertinya dia memang ingin sekali bersama dengan Hanggara.”


Sutikno kemudian pergi ke ruangan kerjanya dan tiba-tiba ajudannya mengetuk pintu dan masuk ke dalam sana, ajudannya mengatakan sesuatu yang membuat raut wajah Sutikno menjadi panik.


“Apa maksudmu?”


****


Belinda nampak sedih karena kedua anaknya tidak kembali ke rumah setelah kejujurannya hari itu, Belinda kini mulai meratapi keputusannya untuk jujur pada mereka berdua. Belinda mulai menyalahkan dirinya dan mengatakan bahwa tidak seharusnya ia tertarik pada Hanggara hingga semua masalah ini akan terjadi.


“Aku bodoh sekali, kenapa membiarkan semua ini terjadi?”


Belinda menggelengkan kepalanya dan ia kemudian meraih ponselnya untuk menghubungi Hanggara, Belinda mencoba menelpon Hanggara dan tidak lama kemudian Hanggara menjawab telepon dari Belinda ini.


“Halo Belinda, kenapa kamu menelponku?”


“Ada sesuatu yang ingin aku bicrakan denganmu, apakah nanti kamu bisa datang ke rumah?”


“Tentu saja, aku akan datang nanti malam.”


Selepas obrolan singkat itu Belinda langsung menutup teleponnya dan menanti sampai Hanggara datang ke rumahnya dan akhirnya pria yang sejak tadi ia nantikan kedatangannya itu tiba juga di rumahnya.


“Apa yang ingin kamu bicarakan denganku, Belinda?”


“Aku tidak sanggup dengan semua ini, lebih baik kita akhiri semuanya sampai di sini.”

__ADS_1


__ADS_2