Dusta Di Atas Cinta

Dusta Di Atas Cinta
Amarah Sang Mama


__ADS_3

Sundari pergi ke rumah Belinda karena ia memiliki keyakinan bahwa ia akan menemui Hanggara di sana dan sepertinya apa yang menjadi kecurigaannya itu terbukti ketika ia menemukan Hanggara di rumah Belinda ini. Tentu saja mereka berdua terkejut dan tak menyangka ketika menemukan Sundari di sini, Sundari nampak begitu marah pada Hanggara yang malah ada di rumah ini dan sengaja untuk tidak menjawab panggilan darinya.


“Apakah kamu sudah kehilangan akal sehatmu? Kenapa kamu ada di sini Hanggara?!”


“Mama kenapa ke sini?”


“Harusnya Mama yang bertanya kenapa kamu ada di sini di rumah wanita ini?!”


Hanggara nampak tidak enak pada Belinda karena Sundari membuat keributan di rumah wanita ini, Hanggara meminta Sundari untuk pergi sekarang juga dari rumah Belinda namun Sundari menolak dan mengatakan pada


Hanggara bahwa ia harus memberi Belinda pelajaran sebelum pergi dari sini.


“Kamu berbohong padaku kan? Kamu bilang sudah tidak memiliki hubungan lagi dengan anakku namun sekarang apa yang aku lihat, hah?! Dasar wanita penipu! Sampai kapan pun aku tidak akan sudi anakku menjalin hubungan


dengan wanita sepertimu! Dasar wanita tidak tahu malu!”


Hanggara makin merasa tidak enak dengan ucapan Sundari pada Belinda, ia kemudian langsung membawa Sundari pergi dari rumah ini walaupun Sundari berontak dan meminta Hanggara untuk melepaskannya namun tentu


saja Hanggara tidak akan membiarkan Sundari melakukan hal yang buruk pada Belinda apalagi di saat mamanya ini sedang kehilangan akal sehatnya karena amarah yang begitu besar tengah menguasai dirinya.


“Apa yang kamu lakukan pada Mama, Nak? Mama ingin memberikan pelajaran pada wanita itu!”


“Sudah cukup, Ma! Jangan lakukan itu pada Belinda!”


Ucapan Hanggara barusan membuat Sundari terkejut bukan main, Sundari tak percaya kalau Hanggara membentaknya barusan. Tentu saja Sundari langsung menyalahkan Belinda karena menganggap bahwa wanita itu adalah sumber kenapa anaknya bisa bersikap kurang ajar seperti ini padanya.


“Bisakah Mama tidak menyalahkan Belinda terus?”


****


Chelsea akhirnya mengetahui bahwa orang yang sudah memenjarakan Angkasa atas perbuatannya adalah Belinda, Chelsea sebenarnya tidak terlalu terkejut akan hal tersebut mengingat mamanya memiliki kekuasaan hingga dapat memenjarakan Angkasa. Chelsea memutuskan untuk menemui Belinda di kantor mamanya, kedatangan Chelsea itu membuat Belinda terkejut sekaligus senang, ia meminta Chelsea untuk masuk ke dalam ruangan kerjanya karena ia sangat merindukan putrinya ini.


“Mama senang sekali kamu mau menemui Mama, Nak.”


Chelsea masih diam karena ia tidak tahu apa yang hendak ia bicarakan dengan mamanya, Belinda sendiri nampak terus mengatakan pada Chelsea bahwa ia begitu bahagia karena Chelsea mau menemuinya di sini.


“Apakah Mama yang telah memenjarakan Angkasa?” tanya Chelsea akhirnya.


“Iya, Mama yang melakukan semua itu, Mama melakukannya karena tidak mau kalau orang itu mencelakaimu lebih dalam lagi apalagi membuatmu rusak.”

__ADS_1


“Terima kasih.”


Belinda nampak tersenyum mendengar ucapan Chelsea barusan yang berterima kasih padanya, ia mengatakan pada Chelsea untuk tidak perlu berterima kasih karena memang sudah tugas Belinda sebagai seorang ibu melakukan itu.


“Kamu mau minum apa?”


“Aku tidak haus, aku datang ke sini hanya untuk mengatakan itu saja, aku permisi dulu.”


Akan tetapi sebelum Chelsea beranjak dari ruangan kerja Belinda, wanita itu menahan Chelsea dan mengatakan bahwa masih banyak hal yang ingin Belinda bicarakan dengan Chelsea.


****


Belinda meminta Chelsea untuk kembali ke rumah dan tinggal bersamanya mulai dari hari ini akan tetapi Chelsea mengatakan pada Belinda bahwa sampai saat ini ia belum dapat melakukan hal tersebut.


“Maafkan aku, Ma. Akan tetapi aku harap Mama paham dengan keputusan yang aku ambil ini.”


Selepas mengatakan itu, Chelsea pun melangkahkan kakinya pergi dari ruangan kerja Belinda. Belinda sendiri nampak begitu sedih karena rupanya Chelsea masih belum dapat menerimanya kembali seperti dulu kala.


Ketika Chelsea tengah berjalan di koridor kantor, ia secara tak sengaja bertemu dengan Austin yang terkejut ketika menemukan Chelsea tengah berada di kantor ini.


“Chelsea, apa yang kamu lakukan di sini?”


“Mama? Kenapa dengan mama?”


“Bukan apa-apa, aku hanya ingin berterima kasih saja karena mama sudah membuat kak Angkasa dipenjara atas apa yang sudah ia lakukan padamu.”


Austin mengajak Chelsea keluar sebentar untuk makan siang karena kebetulan saat ini sudah jam makan siang, Chelsea tentu saja tidak menolak akan hal itu dan ia mengikuti apa yang diinginkan oleh kakaknya. Austin


membawa Chelsea ke sebuah restoran dekat kantor dan mereka sudah memesan makan serta minum, kini mereka hanya tinggal menanti pesanan mereka diantar ke meja.


****


Sembari menantikan pesanan mereka datang, Austin dan Chelsea berbincang mengenai apa saja yang Chelsea bicarakan dengan Belinda di kantor mama mereka. Chelsea mengatakan bahwa ia hanya membicarakan hal tersebut dengan Belinda namun Austin yakin bahwa Belinda mengatakan hal yang lain pada adiknya.


“Aku tahu mama pasti mengatakan hal yang lain kan?”


Chelsea tidak langsung menjawab pertanyaan dari kakaknya itu, ia terdiam beberapa saat hingga akhirnya Chelsea pun mengatakan keinginan Belinda yang ingin dirinya kembali ke rumah.


“Lalu bagaimana keputusan yang kamu buat? Apakah kamu sudah memutuskannya?”

__ADS_1


“Aku mengatakan pada mama bahwa sampai saat ini aku belum dapat kembali ke rumah itu.”


Austin hanya menganggukan kepalanya mendengar jawaban dari Chelsea, tidak lama kemudian pesanan mereka berdua tiba. Austin berterima kasih pada pelayan yang telah mengantarkan pesanan mereka dan setelah pelayan


itu pergi, Chelsea pun mengajukan pertanyaan pada kakaknya.


“Bolehkah aku bertanya sesuatu padamu, Kak?”


“Apa yang ingin kamu tanyakan, Chelsea?”


“Apakah kamu masih belum juga dapat memaafkan mama?”


Austin tidak langsung menjawab pertanyaan yang Chelsea ajukan barusan, ia nampak diam dan menghela napasnya sebelum menjawab pertanyaan dari adiknya.


“Sejujurnya aku masih belum dapat menerima kenyataan bahwa mama menjalin hubungan dengan om Hanggara selama ini.”


Chelsea hanya menganggukan kepalanya setelah mendengarkan jawaban dari kakaknya, setelah itu mereka berdua pun kemudian makan siang.


****


Hanggara menelpon Belinda ketika Belinda sudah tiba di rumah, Hanggara menanyakan apakah Belinda baik-baik saja atau tidak dan Belinda pun mengatakan bahwa ia baik-baik saja.


“Mama tidak melakukan hal yang buruk padamu kan?”


“Tidak sama sekali.”


“Kalau aku dengar dari suaramu sepertinya ada sesuatu yang terjadi, ya?”


Belinda kemudian menceritakan pertemuannya dengan Chelsea tadi siang, Hanggara pun jadi paham apa yang terjadi pada Belinda.


“Aku akan coba bicara dengannya.”


“Tidak, kamu tidak perlu bicara dengannya.”


“Kalau begitu baiklah, aku akan datang ke sana.”


“Apa? Kamu tidak perlu datang ke sini.”


Namun Hanggara sama sekali tidak mau mendengarkan Belinda, ia langsung menutup sambungan telepon dan kemudian Belinda hanya dapat menghela napasnya dengan kelakuan Hanggara ini.

__ADS_1


__ADS_2