Dusta Di Atas Cinta

Dusta Di Atas Cinta
Aku Bukan Wanita Panggilan


__ADS_3

Inez tentu saja terkejut dan menolak apa yang diinginkan oleh pria yang dulu merupkan pelanggannya, penolakan Inez itu nyatanya sama sekali tidak berpengaruh banyak pada pria itu. Pria itu tetap saja meminta bahkan memaksa Inez untuk ikut dengannya ke dalam hotel walaupun Inez sudah mengatakan kalau ia tidak lagi menjajakan diri untuk pria.


“Apakah kamu sedang mencoba mengelabuiku? Kamu itu memang seorang wanita penghibur sejak dulu, kamu tidak dapat membodohiku!”


“Aku sudah mengatakan kalau aku tidak lagi melakukan hal itu jadi mulai sekarang jangan pernah mencoba menggangguku lagi.”


Inez berusaha melarikan diri dari pria itu namun nyatanya ia tidak dapat melakukannya karena pria itu menahan tangan Inez dan meminta Inez untuk masuk ke dalam mobilnya sekarang juga.


“Aku sudah mengatakan bahwa aku bukan lagi wanita penghibur, apakah kamu tidak dapat mendengarnya?!”


“Masuk ke dalam mobil sekarang jugaa!”


Namun tentu saja Inez menolak dan mendorong pria itu kemudian melarikan diri dengan berlari sekencang-kencangnya, Inez akhirnya dapat melarikan diri dari pria itu. Inez benar-benar tak menyangka kalau akan


bertemu dengan pria yang merupakan pelanggan lamanya sebelum ia dekat dengan Sutikno.


“Sial sekali aku bertemu dengannya di saat seperti ini.”


Inez menghela napasnya lega karena ia dapat melarikan diri dari pria itu dan ia dapat sampai di rumah dengan selamat tanpa halangan sedikit pun. Inez disambut oleh sang mama yang bertanya apa yang terjadi padanya saat ini namun Inez menolak mengatakan apa yang sebenarnya terjadi pada mamanya karena tak mau membuat sang mama khawatir.


“Mama tidak perlu mencemaskanku karena aku baik-baik saja.”


Selepas mengatakan itu Inez langsung masuk ke dalam rumah, perasaan sang mama tentu saja tidak tenang karena ia tahu bahwa Inez tengah menyembunyikan sesuatu darinya.


“Ya Tuhan, sebenarnya apa yang terjadi pada putriku? Aku tahu kalau sesuatu hal yang tidak beres terjadi padanya.”


****


Inez berpikir kalau ia akan lolos dari bayang-bayang pria yang ia temui kemarin akan tetapi justru nyatanya ketika pagi ini ia keluar rumah, justru dirinya bertemu dengan pria itu. Sudah sangat terlambat bagi Inez untuk masuk kembali ke dalam rumah karena nyatanya pria itu menahan pintu supaya tidak tertutup oleh Inez.


“Kenapa kamu sepertinya tidak suka kalau aku datang ke sini, Inez?”

__ADS_1


“Apa yang hendak kamu lakukan padaku? Kenapa tahu aku tinggal di sini?”


“Tentu saja itu bukanlah perkara yang sulit untukku, kamu tahu kan siapa aku?”


Inez tetap saja berusaha menutup pintu rumahnya namun tenaga pria itu lebih besar hingga apa yang Inez usahakan sia-sia saja, pria itu akhirnya dapat masuk ke dalam rumah dan Inez pun berteriak seraya mengancam


akan memanggil tetangganya kalau pria ini masih ingin berbuat hal yang buruk padanya.


“Aku tidak akan melakukan hal yang buruk padamu, aku ke sini untuk menawarkanmu pekerjaan.”


“Apa maksudmu?”


“Sudahlah Inez, kamu sudah tahu apa yang harus kamu lakukan, kenapa juga harus berpura-pura untuk tidak tahu?”


Inez mengepalkan tangannya karena ia tahu apa yang sedang dibicarakan oleh pria ini, Inez mengatakan bahwa ia sudah tidak lagi bekerja sebagai wanita penghibur namun pria ini tak mau mengakuinya.


“Kamu tidak dapat membodohiku! Aku tahu kamu sok jual mahal begini karena masih berharap pada Sutikno kan?!”


****


tidak mau berkomentar banyak soal pemberitaan media, ketika awak media berusaha melakukan wawancara dengannya, Belinda memilih untuk menghindar dan tak mau wajahnya disorot oleh wartawan. Rupanya pemberitaan di media itu membuat sentimen pembeli ke produk yang ditawarkan oleh perusahaannya menurun secara drastis, Belinda pun langsung mengadakan rapat dengan tim marketing perusahaan bagaimana


supaya penjualan produk mereka pada masyarakat bisa naik lagi ke depannya. Setelah rapat berlangsung, Belinda masuk ke dalam ruangan kerjanya untuk menangkan dirinya yang merasa agak tertekan belakangan ini hingga ia akhirnya meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja dan menatapnya, apakah ada telepon atau tidak saat ini.


“Kenapa juga aku memikirkan dia?”


Sosok yang dibicarakan oleh Belinda itu tentu saja adalah Hanggara, pria itu sudah lama sekali tidak menghubunginya semenjak Belinda mengatakan kalau ia ingin putus dengan pria itu. Belinda sekarang mulai


menyesali apa yang telah ia ucapkan saat itu pada Hanggara, ia butuh pria itu sekarang namun sepertinya semua sudah terlambat.


“Baiklah kalau memang bukan Hanggara, maka aku bisa mendapatkan yang lainnya.”

__ADS_1


Belinda kemudian mengetikan sesuatu di ponselnya dan tersenyum, ia menelpon sebuah nomor yang mana mereka sudah janjian bertemu selepas Belinda pulang bekerja.


****


Chelsea menduga bahwa apa yang terjadi pada Austin adalah berkat ulah Angkasa dan secara mengejutkan Chelsea mendapatkan kabar bahwa Angkasa sudah ditangkap oleh polisi karena sebagai dalang perbuatan pemukulan pada Austin. Chelsea terkejut siapa gerangan orang yang telah memberikan bukti kuat pada polisi hingga Angkasa bisa langsung ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara.


“Siapa gerangan dia?”


Chelsea tiba di apartemen Austin dan Austin hari ini masih cuti bekerja hingga ia tinggal di apartemen ini menunggu sampai Chelsea kembali. Ketika Chelsea kembali nampak Austin bertanya pada adiknya mengenai apa yang sedang Chelsea pikirkan.


“Apakah Kakak sudah mendengar mengenai Angkasa yang ditahan oleh polisi?”


“Angkasa? Kenapa pemuda itu ditahan oleh polisi?”


Chelsea pun menceritakan bagaimana Angkasa bisa ditangkap oleh polisi pada kakaknya dan hal tersebut membuat Austin terkejut karena ia berpikir kalau memang Angkasa dalang di balik kejadian buruk yang menimpanya beberapa waktu yang lalu.


“Aku juga berpikir seperti itu, Kak. Akan tetapi siapa orang yang membuat semua ini? Tidak mungkin polisi bisa langsung bergerak cepat kalau memang tidak ada sesuatu yang membuat mereka dapat dengan cepat mengendus


siapa pelakunya.”


****


Mamanya Inez sedang menyapu halaman rumah ketika sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan rumahnya, seorang pria turun dari dalam mobil mewah itu dan berjalan menuju pekarangan rumah dan menyapanya.


“Siapa anda? Mencari siapa?”


“Bu Siwi, saya mencari Inez, katanya dia sudah siap untuk bertemu saya sore ini.”


Siwi nampak heran dengan ucapan pria itu, ia mengenali sosok pria ini setelah menatap wajah pria ini untuk kali kedua, wajah pria ini tidak asing karena memang dia adalah salah satu pengusaha properti terkenal di kota ini.


“Apakah Inez di dalam? Saya ingin menemuinya di dalam dulu.”

__ADS_1


Pria itu langsung masuk ke dalam rumah dan menemukan Inez yang terkejut dengan kedatangan pria ini ke dalam rumah, Inez sontak marah pada pria ini dan menyuruhnya untuk keluar sekarang juga.


“Apakah kamu ingin kita melakukannya di rumah ini? Aku tidak masalah untuk itu, aku dapat memberikanmu nominal yang banyak asal kamu melayaniku sekarang juga!”


__ADS_2