
Chelsea menjadi memikirkan apa yang terjadi pada Angkasa saat ini karena bantuan dari mamanya, Chelsea merasa bahwa tidak ada salahnya untuk mulai kembali membuka komunikasi dengan mamanya walaupun
sebenarnya ia masih belum dapat menerima fakta bahwa mamanya menjalin hubungan dengan omnya sendiri. Chelsea sudah memikirkan ini dengan baik dan ia sengaja tidak memberitahu Austin karena Chelsea tahu bahwa kakaknya itu masih belum dapat menerima kenyataan ini. Chelsea menghela napasnya sebelum memberanikan
diri untuk menghubungi sang mama selepas ia pulang sekolah. Belinda sendiri langsung menjawab telepon dari Chelsea ini.
“Halo, Chelsea?”
“Ma, nanti aku akan datang ke rumah.”
“Oh benarkah? Baguslah kalau begitu, apakah kakakmu juga akan datang bersamamu?”
“Tidak, hanya aku sendiri saja.”
“Baiklah kalau memang kamu sendiri saja, Mama akan tunggu.”
Selepas perbincangan singkat itu, Chelsea langsung menutup sambungan teleponnya dan menghela napasnya dalam-dalam, Chelsea berusaha untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa keputusan yang ia ambil ini adalah sebuah keputusan yang tepat. Maka selepas itu ia pun segera pergi ke rumah Belinda dan menunggu di sana sampai mamanya kembali ke rumah, setelah menanti selama beberapa jam akhirnya Belinda pun tiba juga di rumah. Belinda sendiri tidak dapat menahan dirinya untuk memeluk Chelsea karena ia sangat merindukan
sosok putrinya ini.
“Mama sangat merindukanmu, Nak.”
Chelsea sendiri masih canggung ketika dipeluk seperti ini oleh Belinda, ia bingung apakah harus membalas pelukan Belinda ini atau tidak. Belinda sendiri tentu saja agak kecewa karena Chelsea tidak membalas pelukannya akan tetapi Chelsea datang ke rumahnya saja sudah membuatnya bahagia apalagi mau bicara dengannya.
“Jadi apa yang membawamu ke sini?” tanya Belinda
setelah mereka selesai berpelukan melepas rindu.
Chelsea tidak langsung menjawab pertanyaan yang Belinda ajukan, Chelsea nampak diam sejenak sebelum akhirnya ia mengutarakan bahwa ia datang ke sini untuk mempertimbangkan untuk kembali tinggal di rumah ini.
“Bagaimana menurut Mama?”
“Tentu saja Mama sangat bahagia sekali kalau memang kamu memutuskan itu, Nak.”
****
Chelsea sudah mendapatkan lampu hijau dari mamanya untuk tinggal dengannya kembali di rumah itu, kini masalah lain yang harus ia selesaikan adalah bagaimana bicara dengan kakaknya mengenai hal ini. Chelsea
tahu bahwa Austin pasti akan kecewa dengan keputusan yang ia sudah ambil ini, akan tetapi tentu saja Chelsea tidak dapat selamanya tidak mengutarakan kejujuran pada kakaknya yang mana kalau ia terus tidak jujur akan membuat kakaknya semakin terluka.
__ADS_1
“Kamu dari mana saja? Kok jam segini baru kembali?” tanya Austin saat adiknya kembali.
“Aku habis dari luar, menemui seseorang,” jawab Chelsea singkat.
Jawaban dari Chelsea itu nyatanya membuat Austin penasaran, tentu saja ia penasaran dengan siapa orang yang ditemui oleh Chelsea barusan namun sepertinya Chelsea tidak mau mengatakan mengenai siapa orang itu.
Austin sendiri tidak mau memaksa adiknya untuk mengatakan yang sebenarnya namun pada akhirnya Chelsea pun mengatakan pada Austin mengenai sesuatu.
“Sejujurnya ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu, Kak.”
“Apa itu, Chelsea?”
Chelsea awalnya agak ragu untuk mengatakan itu, akan tetapi setelah ia mengumpulkan semua keberanian yang ia miliki akhirnya Chelsea pun mengatakan pada kakaknya mengenai apa yang sudah menjadi keputusannya yaitu
tinggal kembali dengan Belinda.
“Barusan aku menemui mama dan aku akan kembali tinggal dengannya.”
****
Austin tentu saja terkejut dan tak habis pikir dengan keputusan Chelsea barusan, ia menanyakan pada adiknya apakah mama mereka melakukan intervensi atas keputusan yang Chelsea buat dan tentu saja Chelsea membantah itu. Chelsea mengatakan bahwa ia melakukan semua ini atas dasar keinginannya sendiri dan sama sekali tidak ada pengaruh apa pun dari mama mereka.
“Aku mengatakan yang sebenarnya, Kak. Kenapa kamu tidak mau mengerti juga?”
Austin dapat merasakan bahwa Chelsea mengatakan yang sejujurnya padanya, Austin masih tidak paham kenapa Chelsea sampai mengambil keputusan seperti ini. Ia berusaha meyakinkan Chelsea untuk jangan melakukan itu akan tetapi Chelsea meminta Austin untuk menghormati keputusannya.
“Baiklah kalau memang kamu masih berkeras hati, apakah kamu sudah siap memaafkan sepenuhnya mama dan berdamai dengan fakta bahwa mama dan om Hanggara memiliki hubungan?”
“Kalau soal itu aku belum dapat mengatakan bahwa aku sudah sepenuhnya memaafkan mereka, akan tetapi aku tidak bisa terus menerus menjaga jarak dengan mama. Walau bagaimanapun juga dia tetap mama kita dan aku
tidak mau memutus komunikasi begitu saja walaupun aku tahu dia salah.”
Austin tidak dapat mencegah lagi adiknya yang terlihat begitu yakin dengan keputusan yang sudah ia ambil, Austin hanya dapat mendoakan yang terbaik saja untuk adiknya.
****
Pada akhirnya Chelsea pindah juga ke rumah Belinda, tentu saja Belinda bahagia karena Chelsea kembali ke rumah ini walaupun Chelsea masih belum sepenuhnya dapat menerima apa yang terjadi di antara dirinya dan
Hanggara. Chelsea datang tidak sendirian melainkan dengan Austin, Belinda ikut bahagia bahkan Belinda pun membujuk Austin supaya ia ikut tinggal bersama di rumah ini akan tetapi Austin menolaknya.
__ADS_1
“Aku datang ke sini hanya untuk mengantarkan Chelsea saja.”
“Begitu rupanya.”
Austin pun kemudian mengatakan bahwa ada sesuatu yang ingin ia bicarakan dengan mamanya, Belinda bertanya apa yang sebenarnya hendak Austin bicarakan dengannya.
“Sejujurnya sampai saat ini aku belum dapat menerima kenyataan ini, terlalu menyakitkan rasanya tahu yang sebenarnya.”
“Mama minta maaf, akan tetapi saat ini mama dan Hanggara sudah tidak ada hubungan apa pun lagi.”
Austin hanya menghela napasnya berat, tentu saja ia tidak sepenuhnya dapat memercayai apa yang dikatakan oleh Belinda, Austin hanya mengatakan bahwa tolong Belinda menjaga Chelsea dan ia pun kemudian pamit pergi
dari rumah itu.
“Semoga saja kamu bisa segera kembali ke rumah ini, Nak.”
Belinda menatap kepergian Austin dengan sedih, ia hanya dapat berdoa saja semoga Austin dibukakan pintu hatinya dan dapat kembali ke rumah ini.
****
Nyatanya Hanggara masih saja datang ke rumah ini untuk menemui Belinda, Belinda sendiri belum mengatakan pada Hanggara bahwa Chelsea sudah kembali ke rumah ini hingga membuat Hanggara agak terkejut tadi. Chelsea
sendiri nampak masih menghindari Hanggara dan memilih untuk segera masuk ke dalam kamarnya saat melihat dirinya.
“Sejak kapan Chelsea kembali ke rumah ini?”
“Sejak kemarin, aku lupa memberitahukannya padamu.”
“Jadi dia sudah dapat menerima hubungan kita?”
“Memangnya kita masih ada hubungan?”
“Belinda, tolong jangan seperti ini, kamu tahu kan kalau hanya kamu orang yang benar-benar aku cinta?”
“Tapi hubungan kita ini sudah kandas, Hanggara. Tolong kamu memahami itu.”
“Tapi kamu mencintaiku kan? Kamu mencintaiku kan, Belinda?” desak Hanggara.
“Aku ….”
__ADS_1
“Katakan yang sebenarnya, kamu mencintaiku kan?”