
Inez nampak memanggil Belinda yang mana membuat Belinda sontak berhenti ketika mendengar namanya dipanggil. Belinda menoleh ke arah Inez dan ia nampak heran kenapa wanita ini muncul di rumahnya saat ini.
Inez sendiri sempat ditahan oleh satpam yang berjaga di depan rumah dan Belinda pun meminta satpam tersebut untuk membiarkan Inez masuk ke dalam dan bicara dengannya maka setelah dilepaskan oleh satpam kini Inez pun menghampiri Belinda.
“Kenapa kamu datang ke rumahku?”
“Ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu.”
“Mengenai apa?”
“Aku sedang hamil anaknya suamimu.”
Belinda nampak terkejut dengan ucapan Inez barusan untuk sesaat namun setelahnya ia hanya menganggukan kepalanya dan bertanya kenapa lantas Inez menemuinya kalau begitu? Tentu saja Inez marah dan mengatakan bahwa anak ini akan menghancurkan pernikahan Belinda Sutikno namun jawaban Inez tersebut malah membuat Belinda tertawa.
“Apa yang lucu? Sama sekali tidak ada yang lucu di sini!” seru Inez berang.
“Aku merasa lucu denganmu karena memikirkan dengan anak itu maka dapat menghancurkan pernikahanku dengan Sutikno, sejujurnya Inez aku sama sekali tidak peduli kalau kamu mau memiliki anak dengan suamiku atau
tidak, kalau soal bercerai sebenarnya aku sudah ingin bercerai sejak dulu dengan dia hanya saja Sutikno selalu saja menolaknya dengan alasan bahwa karirnya tengah dipertaruhkan dan sampai sekarang pun dia masih tak mau menceraikanku walaupun ia tahu bahwa hubungan kami sudah tidak baik-baik saja.”
Inez nampak kesal mendengar jawaban Belinda barusan namun Belinda tidak mau membuang waktunya meladeni Inez, ia meminta Inez untuk segera pergi karena dirinya tidak memiliki banyak waktu saat ini.
“Silakan kamu pergi dari sini,” ujar Belinda yang kemudian segera berbalik badan dan masuk ke dalam rumah sementara Inez nampak masih belum terima jika dirinya diusir begitu saja oleh Belinda.
“Hei, tunggu dulu! Aku bahkan belum selesai bicara denganmu!”
Namun tetap saja Belinda tak memedulikan Inez dan akhirnya Inez pun dibawa oleh satpam untuk keluar dari rumah ini.
****
Ketika Inez dibawa keluar oleh satpam bertepatan dengan Sutikno yang tiba di rumah ini, Sutikno nampak terkejut ketika melihat Inez ditarik keluar dari rumahnya dan sontak saja Sutikno bertanya pada satpam apa yang sudah dilakukan oleh Inez di rumah ini. Inez menjawab bahwa ia memberitahu Belinda yang sebenarnya.
“Aku memberitahu bahwa aku tengah mengandung anakmu!”
“Apa katamu?!” berang Sutikno.
__ADS_1
“Iya, aku memberitahunya bahwa kamu sudah menghamiliku dan aku menuntut pertanggung jawabanmu atas anak yang ada di dalam kandunganku!”
Inez mengatakan itu dengan suara keras dan di depan satpam yang berjaga di depan pintu gerbang tentu saja Sutikno marah dan malu dengan apa yang Inez katakan barusan, ia meminta Inez untuk jangan bicara sembarangan.
“Kamu jangan mengaku-ngaku dulu kalau anak yang dikandungmu itu adalah anakku! Bisa saja anak itu adalah anak orang lain namun kamu hanya mengaku-ngaku saja supaya dapat menjadi benalu dalam kehidupanku
kan?!”
“Tega sekali kamu mengatakan itu Sutikno! Aku sama sekali tidak pernah berhubungan badan dengan pria manapun kecuali dirimu!” tunjuk Inez pada pria ini yang mana membuat perdebatan mereka semakin sengit
dan rupanya diam-diam Belinda memerhatikan perdebatan mereka dari dalam rumah dan ia menggelengkan kepalanya.
“Mereka berdua benar-benar tidak memiliki urat malu.”
****
Tidak hanya Belinda yang mendengar perdebatan antara Inez dan Sutikno namun Austin pun juga mendengarnya dan rasa bencinya pada papanya semakin bertambah, ia tak menyangka bahwa Sutikno rupanya juga telah
menghamili wanita itu. Belinda dan kedua anaknya tengah makan malam di meja makan namun tidak ada satu pun dari mereka yang bicara saat makan malam berlangsung hingga selepas makan malam, Chelsea pergi ke kamar dan Belinda bicara dengan Austin di halaman belakang rumah.
“Iya, tentu saja aku mendengarnya, bagaimana bisa aku tidak mendengar perdebatan mereka karena suara mereka sangat keras dan aku merasa heran kenapa mereka berdua tidak memiliki malu ketika bertengkar seperti tadi,”
jawab Austin.
Belinda nampak tersenyum dan mengusap kepala Austin, ia mengatakan bahwa Austin tidak perlu terlalu memikirkan apa yang terjadi barusan namun Austin malah mengatakan bahwa sebaiknya Belinda berpisah saja dengan Sutikno.
“Aku pikir memang itu adalah jalan terbaik untuk kalian.”
“Mama sebenarnya sudah memikirkan itu namun papamu masih menolaknya.”
“Kenapa papa harus menolaknya?”
Belinda pun menjelaskan kenapa Sutikno menolak ketika Belinda sempat mengatakan ingin berpisah dengannya yang tentu saja ada hubungannya dengan politik.
“Aku tidak percaya dengan semua ini.”
__ADS_1
“Namun sekarang Mama yakin bahwa berpisah adalah jalan terbaik untuk kami.”
****
Rupanya kejadian pertengkaran antara Sutikno dan Inez kala itu menjadi viral di media sosial karena ada seseorang yang merekam kejadian itu dan mengunggahnya di media sosial. Sontak saja media sosial dibuat
heboh dengan rekaman itu yang mana tentu saja elektabilitas Sutikno semakin turun di mata masyarakat. Sutikno sudah melakukan klarifikasi di media bahwa apa yang menjadi narasi di media sosial itu tidak benar namun sudah banyak masyarakat yang tak memercayai apa yang ia katakan karena dari rekaman yang beredar jelas sekali kalau antara mereka berdua bertengkar karena suatu kejadian yang tidak lain Sutikno menghamili Inez. Selepas kejadian itu tentu saja Sutikno jadi dikejar-kejar oleh wartawan yang ingin mendapatkan pendapat Sutikno dari video viral tersebut dan Sutikno memilih bungkam, ia dengan pengawalan super ketat menembus banyaknya wartawan yang ingin sekali melakukan wawancara dengannya.
“Lihat saja Inez, kamu akan membayar mahal atas apa yang kamu telah lakukan padaku ini,” geram Sutikno selepas ia sudah masuk ke dalam mobil dinasnya.
Saat dalam perjalanan menuju rumah dinasnya nampak Sutikno meraih ponselnya dan mencoba menelpon seseorang dan tidak lama kemudian seseorang itu menjawab telepon darinya.
“Bisakah kamu datang ke rumah dinas sekarang? Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu.”
****
Angkasa masih mencoba mendekati Chelsea dan meminta maaf atas kejadian yang membuat Chelsea trauma hingga saat ini namun sayangnya gadis itu sama sekali tidak mau menemuinya dan bahkan cenderung menghindari
Angkasa.
“Chelsea tunggu dulu.”
Namun Chelsea tidak mau mengikuti apa yang Angkasa katakan, ia terus berjalan meninggalkan Angkasa namun akhirnya Angkasa berhasil menangkap tangannya. Sontak saja Chelsea berteriak dan meronta meminta Angkasa
untuk melepaskannya saat ini juga.
“Lepaskan aku!”
“Kita harus bicara dulu, aku ingin meminta maaf atas apa yang sudah pernah aku lakukan padamu!”
“Lepaskan aku! Lepaskan aku!”
“Chelsea, aku mohon tolong jangan seperti ini.”
Ketika situasi semakin memanas Austin tiba dan langsung menyelamatkan adiknya, Chelsea bisa langsung masuk ke dalam mobil sementara Austin mengatakan pada Angkasa untuk jangan mengganggu adiknya lagi.
__ADS_1
“Awas saja kamu!” geram Angkasa setelah Austin dan Chelsea pergi.