Dusta Di Atas Cinta

Dusta Di Atas Cinta
Keputusan Emosional


__ADS_3

Hanggara nampak terkejut bukan main dengan apa yang Belinda katakan barusan yang ingin mengakhiri semua sampai di sini, tentu saja Hanggara menolak apa yang Belinda katakan barusan karena ia sudah terlanjur


mencintai Belinda di lain sisi juga Hanggara nampak tak habis pikir dengan apa yang diinginkan Belinda setelah apa yang selama ini mereka lalui dan perjuangkan.


“Bukankah kamu juga mencintaiku, Belinda? Bagaimana bisa kamu mau supaya kita berpisah?”


“Aku memang mencintaimu, Hanggara namun karena rasa cinta ini pada akhirnya justru malah menjadi bumerang untukku, kamu lihat sendiri kan? Karena aku jujur pada anak-anak maka sekarang mereka jadi membenciku.”


“Mereka sama sekali tidak membencimu, Belinda. Mereka hanya membutuhkan waktu untuk menerima kenyataan ini!”


Namun Belinda menggelengkan kepalanya, ia masih berpikiran bahwa semua ini salahnya dan keputusan yang ia ambil dan ia ingin mengakhiri hubungannya dengan Hanggara saat ini juga.


“Saat ini kamu tengah emosional Belinda, kamu tidak dapat berpikir dengan jernih oleh sebab itu kamu mengambil keputusan yang tergesa-gesa, aku akan meninggalkanmu sendirian dan aku harap setelah ini kamu dapat tenang dan mengambil keputusan yang baik.”


“Kamu salah Hanggara, aku sudah memikirkan ini dengan masak dan aku pikir memang ini adalah jalan terbaik yang harus aku ambil untuk kelangsungkan keluargaku.”


Namun Hanggara nampak menggelengkan kepalanya, ia kemudian meninggalkan Belinda sendirian, selepas Hanggara pergi kini Belinda merasa kesepian dan ia hanya dapat menangis dan meratapi keputusannya barusan. Ia tahu bahwa ia sangat mencintai Hanggara namun rasanya tidak mungkin ia dapat memertahankan hubungan ini sementara kedua anaknya tidak dapat menerima ini.


“Ini semua salahku, kenapa aku harus mengambil keputusan yang salah?” lirih Belinda sedih.


Pada akhirnya Belinda masuk ke dalam kamar dan kemudian ia mencoba untuk menghubungi nomor Austin namun sayangnya nomor Austin sama sekali tidak aktif dan ketika ia juga coba menghubungi Chelsea nomornya juga tidak aktif.


“Tolong kalian jawab teleponnya.”


****


Keesokan harinya Sutikno sudah ada di meja makan dan Chelsea pun baru saja keluar dari dalam kamarnya berjalan menuju meja makan, di sana Sutikno bertanya pada Chelsea apakah hari ini Chelsea akan pulang ke rumah atau tidak namun Chelsea enggan menjawab pertanyaan dari papanya barusan.

__ADS_1


“Apakah kamu tidak kasihan pada mamamu? Mungkin saja saat ini dia khawatir karena kamu tidak kembali ke rumah semalam dan kamu tidak memberikan kabar bahwa semalam kamu ada di sini.”


“Apakah Papa sedang mencoba mengusirku secara halus saat ini?”


“Papa sama sekali tidak sedang mencoba mengusirmu, hanya saja alangkah baiknya kamu menghubungi mamu dan katakan bahwa kamu di sini.”


Chelsea menggelengkan kepalanya, Chelsea mengatakan bahwa Belinda juga pasti tidak akan peduli dengan dirinya karena yang ia pedulikan hanyalah Hanggara. Sutikno sendiri hanya menghela napasnya, ia tentu


saja tidak senang dengan keadaan seperti ini walaupun ia membenci hubungan Hanggara dan Belinda namun ia tidak ingin kedua anak mereka malah membenci mama mereka.


“Kamu sepertinya masih membutuhkan waktu untuk menerima semua ini, Papa tidak akan memaksamu untuk ini.”


Selepas sarapan Sutikno langsung pergi bekerja ke kantor wali kota sementara Chelsea mulai berkemas dan pergi ke sekolah dengan diantarkan sopir Sutikno. Saat dalam perjalanan ke sekolah nampak Chelsea melihat ponselnya yang di sana banyak sekali panggilan tak terjawab dari Belinda namun Chelsea sama sekali tidak berniat menelpon balik mamanya itu.


****


“Mama mengatakan ini karena Mama menyayangimu, Nak.”


“Kalau memang Mama sayang padaku bukankah seharusnya Mama mendukungku?”


“Tidak Nak, apa yang kamu lakukan ini tidak dapat dibenarkan sama sekali, Mama tidak suka akan hal ini.”


Namun Inez berkeras bahwa sampai mati pun ia akan menuntut Sutikno membayar kejahatannya atas yang telah ia perbuat, Inez kembali bicara pada wartawan mengenai apa yang Sutikno lakukan dan hubungan yang terjalin di antara mereka pada masa lalu. Pernyataan Inez itu kembali menjadi viral di media sosial dan tentu saja Sutikno mendapatkan kritikan tajam dari netizen, citra Sutikno makin buruk di publik menjelang akhir masa jabatannya


sebagai wali kota. Selain itu ketika ia melakukan kunjungan ke beberapa wilayah disambut oleh demo warga yang menolak kedatangannya.


“Semua karena wanita itu, awas saja kamu Inez.”

__ADS_1


Sutikno kemudian menelpon seseorang dan menyuruh melakukan sesuatu yang setelah obrolan singkat itu berlangsung, Sutikno langsung menutup sambungan teleponnya.


****


Belinda masih mencoba menghubungi Austin dan Chelsea namun sayangnya nomor keduanya tidak aktif, ia tadi menanyakan kepada atasan Austin apakah hari ini Austin pergi bekerja atau tidak namun atasan Austin mengatakan bahwa hari ini ia tidak pergi bekerja dan teleponnya juga tidak aktif. Belinda tidak dapat fokus dalam bekerja kalau seperti ini, ia kemudian memutuskan untuk pergi ke apartemen tempat di mana Austin tinggal karena ia yakin kalau Austin di sana.


“Bu, anda mau ke mana?”


“Saya harus pergi ke suatu tempat.”


“Tapi sebentar lagi akan ada rapat dengan dewan direksi perusahaan.”


“Mundurkan saja rapatnya sampai saya kembali.”


Asisten pribadi Belinda itu sudah mencoba bicara dengan Belinda untuk jangan pergi namun Belinda tetap memaksa pergi karena bagaimanapun juga ia harus bicara dengan Austin saat ini dan meluruskan semuanya. Dalam perjalanan menuju apartemen Austin, Belinda terus saja berdoa semoga saja Austin ada di sana hingga kedatangannya ke apartemen itu bukanlah sesuatu hal yang sia-sia. Akhirnya Belinda pun tiba juga di sana, segera saja Belinda menuju unit di mana Austin tinggal, Belinda sudah tahu bagaimana kode untuk membuka pintu apartemen itu dan segera saja ia masuk ke dalam apartemen itu dan menemukan Austin di sana.


****


Hanggara tidak habis pikir dengan Belinda yang meminta putus dengannya setelah yang selama ini mereka lalui, Hanggara tentu saja tidak rela dengan keputusan yang diambil oleh Belinda itu karena Belinda mengambil keputusan saat dirinya tidak berpikiran jernih. Hanggara tentu saja tidak akan mau melepaskan Belinda dan menuruti apa yang menjadi keinginan Belinda barusan, ia kini mencoba untuk menghubungi Belinda namun sayangnya nomor ponsel wanita itu tidak aktif saat ini.


“Kenapa kamu tidak menjawab telepon dariku, Belinda?”


Selepas pulang bekerja, Hanggara memutuskan pergi menemui Belinda di rumah namun ketika tiba di sana ia tidak menemukan Belinda justru ketika ia hendak kembali masuk ke dalam mobil ia bertemu dengan Sutikno, tentu saja Hanggara tidak suka dengan kakaknya itu yang datang ke sini.


“Apa yang membawamu ke sini?” tanya Hanggara ketus.


“Kebetulan kamu ada di sini, aku ingin bicara denganmu.”

__ADS_1


__ADS_2