
Sutikno datang ke rumah sakit untuk menjenguk Inez dan ia sama sekali tidak menyangka bahwa di rumah sakit ini justru dirinya bertemu dengan Belinda yang juga sama-sama tengah menjenguk Inez. Tidak hanya Sutikno
namun Belinda dan Inez pun juga sama-sama terkejutnya dengan kedatangan Sutikno, Belinda pun menanyakan kenapa Sutikno datang ke sini.
“Aku datang ke sini untuk menjenguk Inez, kamu sendiri apa yang kamu lakukan di sini? Aku sama sekali tidak menyangka kalau kalian bisa akur seperti ini.”
“Lebih baik kamu pergi sekarang juga dari sini,” tegas Inez yang membuat Sutikno nampak menyeringai pada wanita itu.
“Kenapa tiba-tiba kamu jadi galak padaku, Inez? Bukankah sebelumnya kamu begitu mencintaiku?”
“Pergi dari sini sekarang juga!”
Belinda meminta Sutikno untuk pergi dan jangan membuat kegaduhan di rumah sakit ini dan tentu saja Sutikno mengatakan bahwa ia akan pergi sebentar lagi namun sebelum pria itu pergi nampak Sutikno memberikan
peringatan pada Belinda dan Inez bahwa semua ini tidak akan berakhir dengan seperti apa yang mereka harapkan.
“Kalian semua tidak akan pernah dapat menghancurkanku sekalipun kalian bersatu untuk itu.”
Selepas mengatakan itu Sutikno pergi dari ruangan inap Inez dan rupanya Sutikno berpapasan dengan mamanya Inez yang membuat mamanya Inez sontak berteriak marah pada Sutikno namun karena Sutikno dalam pengawalan
ketat maka mamanya Inez tidak dapat bertindak banyak untuk meluapkan kekesalannya pada pria itu. Karena khawatir dengan keadaan putrinya selepas melihat Sutikno ada di rumah sakit ini, buru-buru ia pergi ke ruangan inap Inez dan ia dapat menghela napasnya lega karena menemukan Inez dalam kondisi baik-baik saja.
“Syukurlah kalau tidak terjadi sesuatu hal yang buruk padamu, Inez.”
“Tentu saja tidak akan terjadi sesuatu hal yang buruk pada Inez, ada saya,” ujar Belinda.
Selepas mamanya Inez tiba di sini, Belinda pun pamit untuk pulang ke rumahnya, mamanya Inez mengantarkan Belinda sampai ke depan dan setelahnya ia pun kembali ke ruangan inap putrinya.
****
Sutikno tidak habis pikir ketika Belinda dan Inez bisa-bisanya dekat seperti tadi, ia khawatir kalau jangan-jangan Belinda tengah memengaruhi Inez untuk balas dendam padanya namun Sutikno tidak mau terlalu merisaukan hal
tersebut karena ia yakin Belinda tidak akan melakukan itu.
__ADS_1
“Tapi apakah aku dapat memercayai wanita itu?”
Banyak sekali pertanyaan dan kegelisahan yang ada di dalam benak Sutikno saat ini saat memikirkan Belinda dan Inez namun sekarang justru ia dibuat terkejut dengan pernyataan pers Sun News di depan banyak media
mengenai pertemuan mereka di kantornya beberapa waktu yang lalu. Sutikno sama sekali tidak menyangka bahwa Sun News akan sangat berani sekali menentang apa yang sudah ia perintahkan.
“Jadi mereka ingin cari gara-gara denganku? Baiklah kalau memang itu yang kalian inginkan.”
Sutikno langsung menghubungi seseorang dan meminta izin Sun News beroperasi dihentikan di kota ini, tentu saja permintaan Sutikno itu langsung ditindak lanjuti dan tidak lama setelahnya Sun News mendapatkan peringatan bahwa mereka beroperasi secara ilegal karena izin mereka sudah dicabut oleh pemerintah kota. Sun News nampak tak terima dengan pencabutan izin mereka karena menyiarkan berita mengenai kebenaran namun tentu saja mereka kalah kekuasaan karena yang mereka lawan adalah wali kota.
“Kalian tidak akan pernah menang melawanku.”
****
Laila menemui Sundari di rumah wanita itu, Sundari sendiri nampak tak percaya ketika Laila datang ke rumahnya dan mengatakan ada sesuatu hal yang ingin ia bicarakan dengan Sundari saat ini.
“Kalau Tante lihat dari raut wajahmu sepertinya ini adalah masalah serius, ya?”
“Iya Tante memang ini adalah sesuatu hal yang serius dan aku harap Tante mau menjawab pertanyaanku dengan jujur.”
Laila pun kemudian menceritakan perihal pertemuannya dengan Hanggara beberapa waktu yang lalu, mereka berdua telah berbicara mengenai perjodohan yang sudah disepakati oleh kedua orang tua mereka namun yang membuat Sundari terkejut adalah ucapan Hanggara pada Laila yang secara berani mengatakan bahwa ia sudah memiliki seorang kekasih.
“Dia mengatakan bahwa sudah memiliki kekasih dan katanya Tante kenal orang itu.”
“Kamu jangan memercayai apa yang dikatakan oleh Hanggara, dia mengatakan itu supaya tidak dijodohkan denganmu.”
“Tapi aku dapat merasakan bahwa apa yang dia katakan itu sama sekali tidak bercanda Tante, aku tahu bahwa dia mengatakan yang sebenarnya.”
“Tante ini adalah mamanya dan Tante tahu seperti apa anak Tante jadi percayalah pada Tante, sayang.”
Laila menggelengkan kepalanya karena tahu bahwa ada sesuatu hal yang ditutupi oleh Sundari saat ini, ia meminta Sundari mengatakan kejujuran padanya.
****
__ADS_1
Hanggara datang ke rumah Belinda dan seperti biasa pria itu menghabiskan waktu untuk dekat dengan kedua anak Belinda, Chelsea dan Austin begitu nyaman bercerita dengan om mereka bahkan ketika Hanggara mengatakan akan menginap di rumah itu pun mereka sama sekali tidak keberatan akan hal itu. Belinda baru saja pulang ke rumah dan nampak terkejut menemukan Hanggara ada di rumah ini bersama dengan kedua anaknya.
“Mama sudah pulang.”
“Kenapa om kalian ada di sini?”
“Om Hanggara ke sini untuk menemui kami,” jawab Chelsea.
“Apa katamu?”
“Ma, om Hanggara akan menginap malam ini di sini, boleh kan?” tanya Austin.
Sontak saja Belinda nampak terkejut ketika mendengar ucapan Austin barusan, ia kemudian meminta Hanggara untuk bicara sebentar dengannya di ruangan kerja. Hanggara mengekori langkah kaki Belinda menuju ruangan
kerja Sutikno dan mereka berdua pun bicara di sana.
“Apa maksudmu datang ke rumah ini? Aku tahu bahwa tujuanmu bukan untuk seperti yang dikatakan oleh Chelsea barusan.”
“Aku dengar dari Austin bahwa Chelsea mengalami hal yang buruk di sekolah, sebagai om dari mereka apakah aku salah peduli pada keponakanku sendiri?”
“Hanggara kamu ….”
“Kenapa? Apakah kamu ingin kita menghabiskan waktu malam ini bersama, sayang? Aku sangat tidak keberatan dengan hal itu.”
Hanggara mencondongkan wajahnya mendekati wajah Belinda namun Belinda mendorong wajah Hanggara untuk jangan mendekatinya.
****
Akhirnya Belinda memberikan izin Hanggara menginap di rumahnya dan kamar Hanggara berada tepat di sebelah kamar Belinda sementara kamar kedua anak Belinda ada di lantai dua. Belinda sudah mematikan lampu kamarnya dan bersiap untuk tidur, ia telah memejamkan kedua matanya sampai ia merasa ada seseorang yang membuka pintu kamarnya dan menyelinap masuk ke dalam selimut dan berbaring d sebelahnya, Belinda merasakan ada tangan yang melingkari pinggangnya saat ini tanpa ia menoleh pun ia tahu siapa pemilik tangan ini.
“Kenapa kamu diam-diam masuk ke sini?”
“Memangnya aku tidak boleh untuk tidur di sini denganmu?”
__ADS_1
“Hanggara ….”
Hanggara membalikan tubuh Belinda dan kini wajah mereka sangat dekat sekali, tanpa membuang waktu Hanggara mencium bibir Belinda dan Belinda yang memang sangat ingin pria itu pun hanya pasrah saja ketika perlahan Hanggara melakukan hal yang lebih namun rupanya di luar kamar mereka nampak Chelsea yang berdiri di depan kamar Belinda dan takut-takut untuk membuka pintu kamar mamanya.