Dusta Di Atas Cinta

Dusta Di Atas Cinta
Akhir Cerita Cinta


__ADS_3

Belinda merasa bahagia sekali karena hubungannya dengan kedua anaknya sudah mulai membaik bahkan Austin sendiri sudah mau kembali tinggal di rumah itu bersama dengannya dan Chelsea. Mereka bertiga hidup dengan penuh cinta dan kebahagiaan setelah kejadian buruk yang menimpa Belinda, semenjak kejadian itu juga Belinda tidak mau terlalu mengungkit soal Hanggara di depan anak-anaknya walaupun kedua anaknya sudah mulai terbiasa


dengan hubungannya dengan Hanggara yang mana sebelumnya keduanya begitu sangat menentang hubungan terlarang tersebut.


“Ngomong-ngomong kok om Hanggara tidak pernah datang ke sini lagi?” tanya Chelsea yang membuat Belinda terkejut.


“Kok kamu menanyakan itu?” tanya Belinda yang berusaha bersikap tenang saat ini.


“Bukankah biasanya om Hanggara sering datang ke sini? Apakah karena aku dan kak Austin kembali ke rumah ini maka Mama menyuruh om Hanggara tidak ke sini?”


“Tidak, tentu saja bukan seperti itu. Sejujurnya Mama sudah lama tidak berhubungan dengan Hanggara.”


“Kenapa demikian? Bukankah Mama dan om Hanggara saling mencintai?”


“Sudahlah Nak, Mama tak mau membahas soal ini.”


Ketika mereka sudah selesai sarapan, tiba-tiba saja Hanggara muncul di pintu yang membuat Belinda terkejut, ia sekilas melirik ke arah Chelsea yang nampak biasa saja saat melihat Hanggara datang.


“Mau apa kamu datang ke sini, Hanggara?”


“Sepertinya kamu tidak suka kalau aku datang ke sini?”


“Katakan saja apa keinginanmu.”


“Mama kenapa bersikap buruk begitu pada om Hanggara?”


“Mama tidak bersikap buruk, kok.”


“Sudahlah Mama dan om Hanggara bisa menghabiskan waktu bersama, aku tidak akan mengganggu kalian.”


Selepas mengatakan itu, Chelsea langsung pergi meninggalkan mamanya dan Hanggara di ruang tengah. Hanggara sendiri kemudian memberanikan diri untuk mendekati Belinda dan ia menyerahkan sebuket bunga


untuk wanita itu.


“Aku membelikan ini untukmu.”


“Kenapa kamu melakukannya?”


“Karena aku mencintaimu, Belinda.”


“Hanggara …..”


“Bukankah anak-anakmu sudah mulai mau menerimaku? Kenapa kamu masih saja menyangkal akan hal itu, Belinda?”

__ADS_1


“Bukan seperti itu hanya saja…..”


****


Austin sendiri baru saja pulang ke rumah setelah ia dari menemui temannya, ketika ia kembali ke rumah nampak Hanggara sedang ada di halaman depan bersama dengan mamanya. Belinda nampak tegang saat Austin pulang


dan memergoki dirinya bersama Hanggara, Belinda takut kalau anaknya itu akan marah dan kemudian menjadi tak terkendali padahal hubungan mereka baru saja membaik dan ia tidak ingin kalau sampai Austin kabur lagi dari rumah.


“Kamu sudah pulang, Nak?”


“Kenapa Mama sepertinya tegang begitu saat melihatku kembali?”


“Tidak, Mama hanya tidak ingin membuatmu tidak nyaman.”


“Om Hanggara sudah lama tidak datang ke sini, kenapa baru datang?”


“Sejujurnya aku sudah ingin datang ke sini sejak lama namun mamamu tidak pernah mengizinkanku datang.”


Sontak saja Belinda menoleh ke arah Hanggara dan menatap pria itu tajam sementara Hanggara sama sekali tidak takut dengan itu.


“Kenapa Mama melakukan itu? Bukankah aku mengatakan bahwa aku akan mulai menerima hubungan kalian?”


“Namun Mama takut kalau kamu berubah pikiran saat melihat kami berdua, Mama tidak ingin kamu kembali melarikan diri dari rumah.”


“Mama dan om Hanggara habiskan saja waktu kalian.”


Setelah mengatakan itu, Austin kemudian pergi masuk ke dalam rumah meninggalkan Belinda dan Hanggara yang masih ada di tempat mereka.


****


Hanggara datang menemui Sundari di penjara, wanita itu nampak bahagia saat melihat akhirnya Hanggara datang menjenguknya di sini. Sundari mengatakan bahwa ia begitu merindukan Hanggara dan ingin sekali memeluk


Hanggara saat ini namun justru Hanggara datang ke sini dengan mengatakan sesuatu hal yang membuatnya sangat jengkel sekali.


“Aku datang ke sini untuk mengatakan sesuatu pada Mama, aku dan Belinda tidak lama lagi akan menikah.”


Senyum yang ada di wajah Sundari seketika menghilang saat mendengar ucapan Hanggara barusan, Sundari mengatakan pada Hanggara untuk jangan bercanda dengan apa yang dikatakan olehnya barusana dan Hanggara


mengatakan bahwa ia sama sekali tidak bercanda akan hal tersebut.


“Untuk apa aku bercanda untuk hal ini, Ma? Aku mengatakan sesuatu hal yang serius.”


“Apa maksudmu serius? Kamu dan wanita itu hendak menikah? Apakah menurutmu Mama akan membiarkan semua itu terjadi? Jangan bercanda, Hanggara. Kamu tahu kan kalau Mama tidak pernah setuju ketika kamu menjalin hubungan dengan wanita itu?”

__ADS_1


“Maafkan aku Ma, akan tetapi aku tidak bisa menuruti apa yang Mama katakan saat ini. Aku ingin bahagia dan hanya dengan Belinda saja kebahagiaanku.”


“Tidak, Mama tidak akan pernah membiarkan ini terjadi, Nak.”


****


Belinda terkejut saat Hanggara mengatakan bahwa ia akan menikahinya sesegera mungkin, Belinda tentu saja tak menyangka kalau Hanggara akan seserius ini untuk sampai ke tahap tersebut. Tentu saja Belinda bahagia dengan niat baik Hanggara itu yang sangat serius hingga mau mempersuntingnya, akan tetapi Belinda sendiri khawatir dengan respon kedua anaknya saat tahu dirinya sudah dilamar secara resmi oleh Hanggara dan pria itu ingin menikah dengannya. Belinda kemudian mengajak Austin dan Chelsea untuk bicara saat ini untuk membahas hal tersebut.


“Terima kasih karena kalian berdua sudah mau mengikuti apa yang Mama katakan.”


“Kenapa Mama memanggil kami ke sini?”


“Iya, memangnya ada apa, Ma?”


“Mama memanggil kalian ke sini karena Mama ingin mengatakan sesuatu pada kalian.”


“Kalau begitu apa itu, Ma?”


Maka kemudian Belinda pun dengan berat hati mengatakan apa yang dikatakan oleh Hanggara padanya bahwa pria itu ingin menikahinya, Belinda meminta maaf pada kedua anaknya jika harus mendengar semua ini namun


respon kedua anaknya justru nampak berbanding terbalik dengan apa yang Belinda takutkan.


“Jadi om Hanggara benar-benar serius untuk menikah dengan Mama?” tanya Chelsea.


“Begitulah, dia mengatakan itu pada Mama dan Mama bisa melihat bahwa dia sangat serius ketika mengatakan itu.”


“Lalu bagaimana respon Mama?” tanya Austin.


“Sejujurnya Mama takut kalau kalian berdua tidak setuju dengan pernikahan Mama ini.”


****


Austin dan Chelsea sama sekali tidak keberatan jika Belinda ingin menikah lagi dengan Hanggara, tentu saja Belinda bahagia karena akhirnya kedua anaknya sama sekali tidak mempermasalahkan hubungannya dengan


Hanggara bahkan keduanya sangat mendukung hubungan mereka untuk lebih serius dan melangkah ke jenjang pernikahan. Sebelum menikah dengan Hanggara, Belinda sempat menemui Sutikno dipenjara dan Belinda sempat mengatakan bahwa ia akan menikah dengan Hanggara walaupun mungkin Sutikno akan membencinya namun Sutikno justru mengatakan bahwa ia menerima apa pun keputusan Belinda.


“Apa pun itu semoga saja kamu bahagia dengan pilihanmu kelak.”


Belinda tidak dapat membendung air matanya untuk tidak tumpah karena setelah acara ijab kabul selesai rasanya seperti mimpi saja, ini memang bukan pernikahan pertamanya namun rasanya seperti ia baru pertama kali menikah saja karena kali ini dia menikah dengan pria yang ia cintai.


“Aku mencintaimu Belinda.”


“Aku juga mencintaimu, Hanggara.”

__ADS_1


T A M A T


__ADS_2