Dusta Di Atas Cinta

Dusta Di Atas Cinta
Kabar Bahagia Atau Sebaliknya?


__ADS_3

Inez begitu kecewa dengan perlakuan Sutikno yang menuduhnya bahwa ialah dalang di balik pemberitaan buruk yang menimpa pria ini belakangan ini padahal Inez sudah mengatakan bahwa dirinya tidak tahu apa pun mengenai berita buruk itu akan tetapi Sutikno sama sekali tidak mau mendengarkannya dan malah selalu menyalahkannya. Tentu saja Inez tidak dapat menerima semua itu begitu saja, Inez pun kemudian mendapatkan sebuah fakta


bahwa ternyata dirinya tengah mengandung anak dari Sutikno dan ini adalah sebuah kesempatan yang bagus untuk mendapatkan apa yang ia inginkan dari pria ini.


“Akhirnya waktu yang aku tunggu-tunggu itu datang juga,” seringai Inez.


Inez kemudian menelpon Sutikno namun sayangnya telepon pria itu tidak aktif hingga akhirnya Inez pun mengirimkan foto hasil USG pada Sutikno dan tak lama kemudian justru Sutikno malah menghubunginya yang membuat Inez tersenyum bahagia dan langsung menjawab telepon dari Sutikno itu.


“Halo sayangku?”


“Apa maksudmu mengirimkan foto itu padaku?”


“Apa maksudku? Tentu saja aku ingin supaya kamu tahu bahwa aku sedang mengandung anakmu.”


“Tidak mungkin kalau itu adalah anakku, kamu kan suka tidur dengan banyak pria.”


“Tega sekali kamu mengatakan itu, Sutikno! Semenjak aku dekat denganmu aku tidak pernah tidur dengan pria lain selain dirimu!”


Namun Sutikno nampak kesal dan tak memedulikan apa yang Inez katakan dan langsung menutup sambungan teleponnya, Inez nampak tak percaya dengan apa yang Sutikno lakukan barusan namun Inez bersumpah akan


memertahankan anak ini apa pun yang terjadi dan dengan anak yang ada di dalam kandungannya ini, Inez akan mendapatkan apa pun yang ia inginkan.


“Dengan anak ini, aku yakin dapat mendapatkan apa pun yang aku inginkan,” seringai wanita itu.


Inez pun kemudian tak sabar untuk memberitahu yang lain bahwa dirinya tengah mengandung dan orang pertama yang ia beritahu mengenai kabar baik ini tentu saja ibunya yang selama ini sangat mendukungnya.


“Halo Nak?”


“Bu, aku memiliki kabar baik untukmu.”


****

__ADS_1


Sutikno nampak tak habis pikir dengan ucapan Inez yang mengatakan bahwa ia hamil dan ia sempat mengirim foto hasil USG yang membuat Sutikno jadi kepikiran yang bukan-bukan. Sutikno berusaha untuk tenang dan


tidak memikirkan berlebihan mengenai foto dan ucapan Inez namun sayangnya Sutikno tidak dapat melakukan hal tersebut karena ia tetap saja memikirkan hal tersebut dan membuatnya kesal bukan main.


“Bagaimana bisa wanita itu hamil? Tetapi kalaupun dia hamil apakah anak itu adalah anakku?”


Pertanyaan itulah yang muncul dalam benak Sutikno saat ini, ia tak dapat begitu saja percaya dengan apa yang dikatakan oleh Inez barusan, ia harus benar-benar memastikan bahwa anak yang dikandung oleh Inez adalah darah dagingnya sendiri.


“Tenangkan dirimu Sutikno, kita akan segera buktikan apakah anak itu benar-benar anak kandungmu atau bukan.”


Ketika situasi sudah semakin tidak kondusif dengan masalah demi masalah yang menimpa Sutikno kini masalah lain muncul yaitu dari partai yang mendukungnya sebagai wali kota dan kini partai itu juga yang akan mengusungnya menjadi calon gubernur. Sutikno mendapatkan telepon dari sekretaris jendral partai yang meminta Sutikno untuk datang ke kantor sekarang juga karena ketua umum hendak mengatakan sesuatu padanya.


“Semoga saja dia memanggilku bukan untuk mengatakan hal yang buruk,” lirih Sutikno sebelum akhirnya ia pun pergi menuju kantor partai.


****


Belinda sedang menghadiri acara peresmian peluncuran produk kosmetik terbaru dari perusahaannya, setelah sekian lama perusahaan melakukan riset mengenai produk kosmetik berbentuk krim itu akhirnya perusahaan merilisnya secara resmi untuk masyarakat dan menetapkan brand ambassador untuk produk itu yang tidak lain adalah seorang aktris terkenal di negeri ini. Belinda nampak antusias sekali di depan para wartawan yang hadir dalam memberikan sambutan dan harapan mengenai produk kosmetik barunya dan Belinda berharap produk kosmetik ini dapat mendominasi pasar kosmetik seperti yang selama ini dilakukan oleh perusahaannya. Selepas memberikan sambutan dan berfoto dengan beberapa jejeran direksi perusahaan serta brand ambassador kini Belinda kembali ke ruangan kerjanya untuk menyelesaikan sisa pekerjaannya hari ini, baru saja Belinda


“Untuk apa dia mengirimku pesan?”


Belinda melihat sekilas pesan yang Hanggara kirimkan yang mana pria itu mengajak Belinda untuk makan malam bersama namun Belinda memilih untuk tidak menjawab pesan tersebut.


“Ada-ada saja dia,” lirih Belinda.


Belinda kemudian fokus pada pekerjaanya hingga Hanggara kembali mengirimkan pesan padanya dan Belinda pun kembali melihat apa isi pesan yang dikirimkan oleh Hanggara barusan yang intinya pria itu menunggu jawaban


dari Belinda.


****


Angkasa tidak menyerah begitu saja untuk mendapatkan Chelsea kembali padanya, pemuda itu mendatangi sekolah Chelsea dan menunggu sampai Chelsea pulang sekolah namun justru Angkasa menemukan Austin yang juga tengah menunggu kepulangan adiknya di depan gerbang sekolah ini. Austin yang menemukan Angkasa pun nampak menatap tajam pemuda itu dan berjalan menghampirinya.

__ADS_1


“Mau apa kamu datang ke sekolah adikku?”


“Aku ingin bertemu dengannya, ada hal yang perlu kami bicarakan.”


“Aku tidak akan membiarkan adikku berhubungan dengan orang sepertimu!”


Angkasa nampak tertawa mendengar ucapan Austin barusan dan tentu saja respon Angkasa yang kurang ajar barusan membuat Austin marah akan tetapi Austin berusaha untuk menahan emosinya karena sekarang jam pulang sekolah, beberapa siswa dan siswi sudah keluar dari pintu pagar dan akhirnya sosok Chelsea pun muncul juga, ketika Angkasa hendak menghampiri Chelsea tentu saja Austin tidak tinggal diam, ia langsung menarik tangan Angkasa.


“Aku sudah mengatakan jangan pernah dekati adikku!”


Namun Angkasa tak memedulikan apa yang dikatakan oleh Austin dan pemuda itu tetap saja menghampiri Chelsea, tentu saja Chelsea terkejut mendapati Angkasa ada di sini.


“Chelsea, tolong dengarkan aku dulu ada yang perlu kita bicarakan sekarang.”


“Tidak Chelsea, jangan dengarkan dia ayo kita pulang,” ujar Austin seraya menarik tangan adiknya untuk pergi.


****


Sutikno tiba di gedung pusat partai di sana ketika ia tiba nampak sudah banyak sekali wartawan yang datang dan menanyakan apa maksud dan tujuan Sutikno datang ke sini.


“Pak Sutikno apa yang membuat anda datang ke sini?”


“Apakah ini ada hubungannya dengan pencalonan anda sebagai calon gubernur?”


“Apakah anda yakin akan tetap dicalonkan sebagai calon gubernur setelah rentetan berita negatif yang menjadi pemberitaan media belakangan ini?”


Dan masih banyak pertanyaan lain dari awak media yang mengikutinya hingga pintu depan karena satpam langsung menghalangi wartawan untuk jangan masuk lebih dalam ke dalam gedung partai tersebut. Dengan


didampingi oleh sekretaris jendral partai nampak Sutikno diantarkan untuk menemui sang ketua umum yang sudah menunggunya di ruangan kerjanya.


“Permisi Pak, ini Pak Sutikno sudah datang.”

__ADS_1


“Terima kasih, tolong kamu tinggalkan kami berdua saja di sini.”


__ADS_2