Dusta Di Atas Cinta

Dusta Di Atas Cinta
Siasat Baru Untuk Mengungkap Kebenaran


__ADS_3

Belinda tentu saja terkejut dengan pertanyaan yang diajukan oleh putranya barusan namun ia berusaha untuk tetap tenang dan tidak membuat Austin semakin curiga padanya. Belinda mengatakan pada Austin apa yang dikatakan oleh Chelsea itu tidaklah benar dan meminta supaya Austin jangan berpikiran yang buruk mengenai kedekatan mereka berdua.


“Mama ingin pergi ke kamar dulu.”


Sikap Belinda yang aneh membuat Austin bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi pada mamanya, ia yakin bahwa mamanya pasti menyembunyikan sesuatu darinya dan ia jadi berpikir mungkin saja ini ada kaitannya dengan apa yang sempat Chelsea katakan padanya.


“Apakah mungkin sebenarnya yang Chelsea katakan benar? Tapi aku belum memiliki bukti yang kuat untuk membuktikan rasa curigaku pada mama.”


Setelah itu Austin pergi ke kamarnya dan memikirkan bagaimana cara supaya dirinya dapat mencari tahu kebenaran yang selama ini mungkin saja tidak ia ketahui dan tiba-tiba saja sebuah ide terlintas dalam benaknya.


“Mungkinkah aku harus melakukan itu?”


Austin nampak ragu namun pada akhirnya ia memutuskan bahwa tidak ada jalan lain untuk mencari tahu selain harus melakukan hal tersebut. Austin keesokan harinya bicara dengan sang mama bahwa ia ingin bekerja di perusahaan Belinda, tentu saja Belinda terkejut namun juga senang karena akhirnya Austin mau bergabung dengan perusahaannya.


“Mama senang sekali akhirnya kamu memutuskan untuk bergabung dengan perusahaan.”


“Iya, aku sudah memikirkannya dengan matang dan sepertinya tidak ada salahnya untuk bergabung dengan perusahaan.”


“Keputusan yang kamu ambil sangat tepat Austin, mulai besok kamu dapat bekerja.”


“Baiklah.”


Setelah sarapan, Belinda pun pergi terlebih dahulu sementara Chelsea belum berangkat sekolah karena menunggu diantarkan oleh kakaknya yang masih sarapan, selepas mama mereka pergi barulah Chelsea berani buka suara untuk menanyakan kenapa kakaknya memutuskan bekerja di perusahaan mama mereka.


“Bukankah sebelumnya Kakak bilang tidak tertarik bekerja di perusahaan Mama?”


“Itu sebelumnya sampai kamu mengatakan hal itu yang membuatku penasaran.”


“Maksudnya Kakak masuk ke perusahaan itu untuk menjadi mata-mata Mama?”


****


Sutikno menjadi sorotan publik belakangan ini berkat banyaknya pembicaraan negatif belakangan ini walaupun ia sudah mencoba untuk mengendalikan semuanya namun nyatanya pemberitaan negatif itu tetap saja berlanjut


bahkan kasus hukum yang menjerat Sutikno pun terus berlangsung antara lain kasus suap menyuap dengan anggota kejaksaan yang menangani kasus korupsinya. Desakan publik pada kejaksaan untuk menangkap dan mengadili Sutikno semakin kuat apalagi banyak media yang menyoroti kasus ini namun sampai saat ini kejaksaan masih belum mengambil sikap apa pun.

__ADS_1


“Kalian pikir dapat dengan mudah untuk menangkapku tentu saja tidak.”


Sutikno sudah bicara dengan internal kejaksaan mengenai kasus yang menimpanya dan ia sudah membuat sebuah kesepakatan dengan kejaksaan jika mereka menghentikan kasus ini maka Sutikno akan memberikan rasa terima


kasihnya pada kejaksaan hingga saat ini kasus Sutikno seperti sengaja diulur-ulur sementara untuk kasus lain yang menimpa Inez bahkan tidak pernah terdengar lagi beritanya yang tentu saja membuat Inez geram bukan main dengan media yang tidak lagi memberitakan kejahatan Sutikno padanya.


“Mama sudah mengatakan bahwa pria itu bukanlah orang biasa, ia tidak mudah untuk dihancurkan apalagi dia memiliki banyak uang dan kekuasaan.”


“Tapi apakah aku harus diam saja setelah apa yang dia lakukan padaku dan calon anakku? Rasanya ini semua tidak adil!”


Mamanya Inez dapat merasakan bahwa putrinya masih begitu membenci Sutikno dan ingin pria itu mendapatkan hukuman yang setimpal atas apa yang sudah dilakukan oleh pria itu namun sayangnya Sutikno sampai saat


ini masih bebas berkeliaran di luar sana.


****


Sutikno kembali menghabiskan malamnya dengan wanita sewaan yang ia sewa untuk menemaninya malam ini, ia melampiaskan semuanya pada wanita itu apa yang tengah ia raskan saat ini hingga setelah percintaan itu Sutikno kembali teringat dengan Inez.


“Kenapa juga aku harus memikirkan dia?”


“Wanita itu sepertinya belum kapok juga berurusan denganku, apakah aku harus membunuhmu dulu sampai membuatmu tutup mulut?”


Postingan Inez mendapatkan dukungan netizen yang ramai-ramai menyerbu akun kepolisian untuk kembali mengusut kasus yang menimpa Inez ini. Sutikno kemudian menelpon seseorang dan meminta supaya akun milik Inez segera diblokir dan juga postingan itu jangan sampai merembet ke mana-mana.


“Lihat saja Inez, aku tidak akan tinggal diam.”


****


Inez tidak percaya bahwa akun media sosialnya ditangguhkan, ia sudah tahu bahwa siapa yang telah melakukan perbuatan ini. Inez tentu saja marah dan kesal karena ketika ia berusaha menyuarakan keadilan pada dirinya justru


Sutikno menutup aksesnya dan ingin sekali seluruh dunia tidak mengetahui kebenaran yang telah ia lakukan.


“Aku tidak bisa tinggal diam, aku harus melawan pria itu.”


Inez kemudian pergi dari rumah mamanya menuju sebuah tempat yang tidak lain adalah kantor Belinda, di sana ia ditahan oleh satpam tidak boleh masuk karena tidak memiliki keperluan. Tentu saja Belinda tidak terima dan meminta satpam untuk membolehkannya masuk karena ia ingin sekali bertemu Belinda saat ini.

__ADS_1


“Saya tidak akan lama, saya hanya ingin bertemu dia sebentar saja.”


“Maaf namun yang tidak berkepentingan dilarang keras masuk ke dalam.”


Inez sudah berusaha memohon namun nyatanya satpam itu bergeming, satpam tetap menyuruh Inez untuk pergi dari sini dan Inez tidak dapat melakukan apa pun kecuali menuruti apa yang satpam perintahkan. Baru saja


ia berbalik badan nampak mobil Belinda tiba di lobi dan wanita itu turun dari dalam mobilnya, Belinda nampak terkejut ketika melihat Inez di kantornya.


“Apa yang kamu lakukan di sini?”


“Aku ingin bertemu dengan anda.”


****


Austin mengajak Hanggara makan siang bersama saat ini dan Hanggara sama sekali tidak menolak ajakan keponakannya itu untuk makan siang bersama. Austin sudah tiba terlebih dahulu di restoran itu menunggu


sampai Hanggara datang dan tidak lama kemudian akhirnya Hanggara datang dan duduk di kursi yang berhadapan dengannya.


“Apakah kamu sudah lama menunggu?”


“Tidak, aku baru saja datang.”


Mereka pun kemudian memesan menu makan siang masing-masing dan sembari menanti menu makan siang mereka datang, Austin mengatakan pada Hanggara bahwa mulai besok ia akan bekerja di perusahaan Belinda.


“Itu bagus sekali, Austin.”


“Begitulah setelah aku berpikir kenapa tidak aku bekerja di perusahaan Mama.”


Setelah mengobrol panjang lebar mengenai pembahasan itu Austin pun mencoba mengganti topik pembicaraan yaitu mengenai kedekatan Hanggara dengan mamanya.


“Om, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?”


“Apa itu, Austin?”


“Apakah Om sudah memiliki pacar saat ini?”

__ADS_1


__ADS_2