
Belinda tidak mau menjawab pertanyaan dari Hanggara barusan walaupun pria ini mendesaknya untuk mengatakan yang sebenarnya. Belinda meminta Hanggara untuk mengerti dengan keputusan yang sudah ia ambil namun agaknya Hanggara tidak mau melakukan hal itu karena menurut Hanggara bahwa saat ini Belinda masih mencintainya.
“Chelsea sudah mau kembali tinggal bersamamu, bukankah itu artinya perlahan dia juga akan dapat menerima hubungan kita?”
“Hanggara, aku tidak mau membicarakan hal ini.”
Hanggara menghela napasnya panjang, ia mengatakan pada Belinda bahwa Belinda seharusnya jujur mengenai apa yang ia rasakan ketimbang harus berpura-pura seperti ini. Selepas mengatakan itu Hanggara nampak pergi
dari rumah dan membuat Belinda dapat bernapas lega, setidaknya dengan ini Chelsea tidak jadi berpikiran yang buruk mengenai dirinya. Chelsea sendiri kemudian keluar dari dalam kamarnya dan menemui sang mama, Belinda meminta Chelsea untuk tidak salah paham mengenai apa yang terjadi di antara dirinya dan Hanggara barusan namun justru Chelsea mengatakan sesuatu yang membuatnya terkejut.
“Mama masih mencintai om Hanggara kan?”
“Kenapa kamu menanyakan itu, Nak?”
“Kalau memang Mama masih mencintainya, kenapa Mama harus tidak jujur padanya untuk menjaga perasaanku?”
“Mama tidak mencintainya, Mama rasa ini semua adalah kesalahan yang tidak seharusnya terjadi di antara kami.”
Namun Chelsea menggelengkan kepalanya, ia sudah cukup dewasa untuk mengerti masalah ini, Chelsea tahu bahwa Belinda mencintai Hanggara dan ia dapat melihat itu dalam sorot mata Belinda.
“Mama tidak perlu berusaha menipuku dengan mengatakan kebohongan karena aku dapat melihatnya di mata Mama.”
Sontak saja Belinda terdiam setelah Chelsea mengatakan hal tersebut, Belinda bingung harus berkata apa lagi pada Chelsea dan memilih untuk diam, Chelsea mengatakan pada Belinda bahwa ia sampai saat ini belum
dapat menerima hubungan Belinda dengan Hanggara namun ia tidak mau menjadi egois dan memaksakan kehendaknya sendiri.
“Mama pasti tahu apa maksud ucapanku barusan,” ujar Chelsea sebelum ia kembali pergi meninggalkan Belinda.
****
Sundari nampak kesal karena ponsel Hanggara tidak aktif padahal sudah sejak tadi ia mencoba menghubungi Hanggara karena hari ini Hanggara harus menemui wanita yang sudah dijodohkan olehnya. Sundari kemudian
pergi ke apartemen Hanggara untuk mencoba menemui anaknya itu di sana namun sayangnya ketika ia tiba di sana, justru Sundari tidak menemukan apa yang ia cari.
__ADS_1
“Ke mana perginya anak itu?”
Kembali lagi Sundari mencoba menelpon ponsel Hanggara namun tetap saja Hanggara tidak menjawab telepon darinya yang makin membuat Sundari berang bukan main. Sundari pun kemudian tahu harus pergi ke mana dia
saat ini untuk mencari keberadaan Hanggara.
“Iya, aku tahu di mana harus mencarinya.”
Sundari sudah hendak bergegas pergi ke rumah Belinda karena ia yakin sekali bahwa Hanggara ada di sana namun sebelum ia mencapai mobilnya, ia melihat Hanggara baru saja tiba di parkiran apartemen. Sontak saja
Sundari langsung menghampiri anaknya dan mengomeli Hanggara karena tidak mau menjawab telepon darinya.
“Kamu dari mana saja sebenarnya, Hanggara? Kenapa tidak menjawab telepon dari Mama?”
“Kenapa Mama datang ke sini?”
Sundari mengatakan apa yang membawanya sampai ke sini dan respon Hanggara sungguh membuat Sundari kesal karena Hanggara menolak apa yang diinginkan olehnya.
“Apa katamu?”
****
Austin pergi menemui Chelsea di rumah Belinda, tentu saja kedatangan Austin ini membuat Belinda bahagia apalagi Austin mau menghabiskan waktu makan malam bersama di rumah ini dengannya dan Chelsea.
Selepas makan malam, Austin mengajak Chelsea berbincang di halaman belakang rumah, di sana Chelsea menceritakan bahwa kemarin Hanggara datang ke sini dan kemudian mama mereka mengatakan sesuatu pada mereka mengenai hubungan Belinda dan Hanggara.
“Mama bilang dia sudah tidak mencintai om Hanggara lagi akan tetapi aku tahu bahwa mama masih mencintainya, dia mengatakan itu hanya untuk menjaga perasaanku saja.”
“Lalu bagaimana tanggapanmu mengenai hal itu? Apakah kamu sudah mau menerimanya?”
Chelsea menggelengkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan dari Austin barusan. Chelsea mengatakan bahwa ia belum dapat menerima kenyataan bahwa Belinda mencintai Hanggara namun ia tidak mau menjadi
egois dengan memaksakan mamanya harus putus dengan Hanggara hanya untuk menjaga perasaannya.
__ADS_1
“Aku tidak ingin merusak kebahagiaan orang lain karena aku tahu bagaimana rasanya kebahagiaan kita dirusak oleh orang lain.”
Austin menghela napasnya, selepas pembicaraan singkat itu kini Austin berpamitan untuk kembali ke apartemennya. Chelsea sempat mengantarkan Austin sampai depan dan setelahnya Chelsea kembali masuk ke dalam rumah yang mana Belinda sudah menunggunya.
“Kakakmu sudah pulang?”
“Begitulah.”
****
Inez makin dibuat tidak nyaman karena pria yang tergila-gila padanya ini selalu mencoba untuk membuat mereka kembali mengulang memori indah yang pernah terjadi dulu. Inez sudah berulang kali mengatakan pada
pria ini bahwa ia bukanlah wanita penghibur namun agaknya pria ini begitu keras kepala dan mengatakan pada Inez bahwa sampai kapan pun di matanya Inez tidak lebih dari seorang wanita penghibur.
“Kalau memang anda mencari seorang wanita penghibur maka bukankah seharusnya anda pergi saja menemui mereka? Saya yakin bahwa anda akan menemukannya.”
“Tentu saja aku akan menemukannya, akan tetapi tentu saja tidak ada yang pernah dapat persis seperti kenikmatan yang pernah aku dapatkan denganmu, Inez.”
Tentu saja Inez merinding mendengarnya, pria ini makin mendekatinya dan kemudian perlahan namun pasti wajahnya begitu dekat dengan wajah Inez hingga Inez dapat merasakan deru napas pria itu menerpa wajahnya. Tangan pria itu juga perlahan mulai merengkuh pinggang Inez yang mana Inez semakin dekat dengannya dan pria itu pun ingin mencoba lebih dari ini, Inez pun langsung mendorong pria ini supaya jangan melampaui batasnya.
“Tolong anda paham dan jangan melakukan hal yang tidak baik pada saya.”
“Inez, berapa yang perlu aku bayar untuk dapat tidur denganmu?”
“Saya sudah mengatakan bahwa saya bukan wanita panggilan! Jadi sekarang juga pergi dari sini!”
****
Belinda memikirkan mengenai perasaannya pada Hanggara dan juga ucapan Chelsea padanya waktu itu, Belinda merasa bahwa perlahan tapi pasti Chelsea sepertinya dapat menerima semua ini dan ia harapkan memang
demikian. Belinda sendiri dibuat tidak fokus bekerja karena masalah tersebut, untungnya saja tidak ada rapat yang harus Belinda lakukan hari ini karena kalau sampai ada rapat hari ini maka Belinda pasti sudah tidak akan fokus
melakukannya. Belinda meraih ponselnya dan kemudian ingin sekali menghubungi Hanggara akan tetapi justru ia ragu untuk melakukan hal tersebut, ia hanya diam menatap nama kontak Hanggara yang ada di ponselnya.
__ADS_1
“Apakah aku harus mencoba menghubunginya?”
Ketika Belinda tengah memandangi kontak Hanggara, ponselnya berdering dan ia terkejut melihat siapa nama yang tertera di layar ponselnya saat ini.