Dusta Di Atas Cinta

Dusta Di Atas Cinta
Berita Buruk Itu Masih Ada


__ADS_3

Hanggara benar-benar datang pada malam hari ini untuk makan malam bersama dengan Belinda dan kedua anaknya, Belinda merasa tidak nyaman dengan kedatangan Hanggara walaupun sebenarnya ia juga senang dengan kedatangan pria itu ke rumah namun sekarang menurut Belinda bukanlah waktu yang tepat untuk Hanggara datang. Kedua anak Belinda sama sekali tidak mempermasalahkan Hanggara datang dan ikut makan malam bersama mereka, justru malah keduanya begitu senang dan antusias sekali saat tahu Hanggara akan makan malam bersama mereka. Hanggara bisa dengan mudah akrab dengan kedua anak Belinda, kedua anak Belinda tersebut bisa terbuka pada omnya dibanding papa mereka dan selepas makan malam kedua anak Belinda itu pamit menuju kamar masing-masing sementara Belinda dan Hanggara masih berbincang di halaman rumah.


“Kamu sepertinya tengah memikirkan sesuatu tadi ketika kita makan malam.”


Belinda menghela napasnya panjang, Belinda menceritakan keluh kesahnya mengenai kekhawatirannya dengan kedatangan Hanggara di rumah ini.


“Aku bukannya tidak suka kalau kamu datang ke sini hanya saja aku takut kalau kelak anak-anak akan tahu hubungan kita.”


“Memangnya kenapa kalau anak-anak tahu hubungan kita? Bukankah itu bagus, Belinda?”


“Iya, aku tahu hanya saja pasti ini sangat tidak mudah bagi mereka menerima semuanya. Papa mereka kan berselingkuh dengan Inez dan mereka membenci papanya akibat perbuatan papa mereka itu dan kelak ketika


mereka mengetahui hubungan kita, aku khawatir kalau mereka berdua pun akan membenciku layaknya mereka membenci papa mereka.”


Hanggara dapat paham apa yang menjadi kekhawatiran Belinda saat ini, pria itu mengusap punggung Belinda dan mengatakan semua akan baik-baik saja.


“Kamu tak perlu memikirkan hal itu terlalu jauh, bukankah yang jauh lebih penting adalah menikmati hari ini?”


Belinda menghela napasnya karena memang yang dikatakan oleh Hanggara tadi ada benarnya, ia terlalu takut untuk memikirkan apa yang terjadi di masa depan padahal belum tentu apa yang menjadi pikirannya itu menjadi


sebuah kenyataan.


“Kalau begitu aku pulang dulu.”


“Hati-hati di jalan.”


****

__ADS_1


Keesokan harinya Belinda datang ke rumah sakit untuk menjenguk Inez yang katanya kondisinya masih kritis dan dirawat di ruang ICU, ketika Belinda tiba di rumah sakit itu ia bertemu dengan mamanya Inez yang menunggui putrinya dengan raut wajah khawatir. Ketika melihat Belinda datang ke rumah sakit ini nampak mamanya Inez terkejut dan meminta maaf pada Belinda atas apa yang sudah putrinya lakukan, Belinda nampak mengerutkan keningnya heran dengan apa yang dikatakan oleh wanita ini.


“Anda ini bicara apa?”


“Inez saat ini tengah berjuang antara hidup dan mati jadi tolong anda jangan menyakiti dia.”


“Siapa yang akan menyakiti Inez? Aku datang ke sini bukan untuk menyakiti Inez, aku datang untuk menjenguknya.”


Mamanya Inez nampak terkejut dengan apa yang Belinda katakan, ia dapat merasakan kalau Belinda memang mengatakan yang sejujurnya dan tentu saja membuatnya lega, Belinda sendiri mengatakan bahwa ia tidak membenci Inez walaupun Inez sudah berselingkuh dengan suaminya bahkan sampai mengandung anak mereka.


“Hubunganku dengan Sutikno sudah tidak baik sejak awal dan ketika Inez masuk ke dalam rumah tangga kami, sejujurnya aku tidak masalah akan hal itu karena mungkin dengan demikian maka aku dapat berpisah dengan


Sutikno akan tetapi sayangnya sampai saat ini Sutikno masih belum mau bercerai denganku.”


****


Sutikno mendapatkan kabar dari orang suruhannya bahwa rencana mereka untuk membunuh Inez gagal total dan tentu saja Sutikno marah bukan main, ia mengatakan bahwa orang suruhannya tidak becus untuk membunuh Inez yang kondisinya tengah sekarat di rumah sakit namun kemudian ia juga mendapatkan informasi mengenai Belinda yang datang ke rumah sakit. Tentu saja informasi itu membuat Sutikno heran, kenapa Belinda ikut menjenguk Inez di rumah sakit dan sebenarnya apa yang tengah dilakukan oleh Belinda di sana.


“Baik Pak.”


Sutikno kemudian menutup sambungan teleponnya, Sutikno menghela napasnya dan ia tidak bisa tenang sebelum tahu apa yang membuat Belinda datang ke rumah sakit dan menemui Inez, apa yang tengah direncanakan oleh Belinda saat ini ia harus tahu semuanya.


“Apakah Belinda tengah merencanakan sesuatu pada Inez? Apakah dia juga ingin menyingkirkan Inez?”


Dan masih banyak sekali pertanyaan yang ada di dalam kepala Sutikno saat ini, Sutikno menghela napasnya dan ia berjalan mondar-mandir di dalam ruangan kerjanya karena tidak dapat fokus pada pekerjaannya hingga akhirnya asistennya masuk ke dalam ruangan dan mengatakan bahwa saat ini Sutikno ada agenda kunjungan ke masyarakat.


“Baiklah tolong siapkan mobilnya.”

__ADS_1


****


Hari ini Sutikno dijadwalkan untuk mengunjungi perkampungan warga yang sebelumnya dana bantuannya tidak sampai dan diduga kuat dipotong oleh lurah dan camat, untuk menarik simpati warga tentu saja Sutikno mengatakan akan segera mengusut tuntas kasus ini dan akan memberikan bantuan lain pada warga yang terdampak dari kejadian ini. Sutikno seperti biasanya datang tidak sendirian karena ia membawa wartawan untuk meliput kegiatannya saat ini namun tentu saja pertanyaan pertanyaan wartawan mengenai kasus yang tengah


membelitnya tentu saja ada namun Sutikno mengatakan bahwa ia tidak mau untuk membahas hal tersebut.


“Permisi ya, saya masih ada pekerjaan.”


Sutikno dengan pengawalan super ketat kembali berjalan menuju mobil dinasnya dengan kerubungan warga dan wartawan yang berusaha mendekatinya dan akhirnya Sutikno bisa masuk ke dalam mobil dinasnya dengan


selamat dan ketika mobil dinasnya sudah berjalan menjauh maka Sutikno dapat menghela napasnya lega.


“Para wartawan itu benar-benar membuatku naik darah,” geram Sutikno.


Sutikno kemudian meraih ponselnya dan mencoba menghubungi seseorang dan meminta bertemu dengannya nanti malam.


“Aku akan membuat mereka semua membayar atas apa yang mereka lakukan padaku.”


Sutikno sendiri kemudian kembali tiba di kantor wali kota dan kembali banyak wartawan yang tengah menunggunya di depan pintu masuk gedung wali kota, banyak sekali pertanyaan seputar kasus perselingkuhan dan korupsi yang tengah membelitnya namun Sutikno memilih bungkam.


****


Belinda terus memantau kondisi Inez hingga wanita itu telah melalui masa kritisnya dan Belinda pun juga sudah mendapatkan sebuah bukti bahwa ternyata kasus kecelakaan yang dialami oleh Inez adalah sebuah hal yang disengaja dan tentu saja Belinda dapat menduga bahwa siapa dalang di balik kejadian itu namun Belinda masih belum mendapatkan bukti yang kuat bahwa memang dugaannya mengarah pada orang itu. Belinda pada sore hari ini selepas pulang bekerja mendatangi rumah sakit untuk menjenguk Inez yang katanya sudah membaik kondisinya dan sudah dipindahkan ke ruangan inap biasa.


“Nyonya Belinda.”


“Bagaimana keadaan Inez sekarang?”

__ADS_1


“Seperti yang Nyonya lihat saat ini, dia belum sadarkan diri namun dokter mengatakan bahwa ia sudah melalui masa kritisnya.”


Rupanya diam-diam ada seseorang yang tengah memerhatikan Belinda dari luar ruangan inap Inez dan orang itu nampak mengepalkan kedua tangannya.


__ADS_2