Dusta Di Atas Cinta

Dusta Di Atas Cinta
Dia Menghilang


__ADS_3

Belinda merasa bahwa belakangan ini ketika ia dimintai pertolongan oleh Siwi untuk mengusut kasus meninggalnya Inez seperti ada yang mengikutinya dan sering sekali membuatnya tidak nyaman. Pada awalnya Belinda merasa bahwa itu hanya halusinasi belaka namun akhirnya ia mengerti bahwa itu bukanlah halusinasi belaka karena ia pun juga mendapatkan sebuah pesan dari orang tak dikenal yang memintanya untuk jangan ikut campur dengan kasus


meninggalnya Inez. Belinda tentu saja terkejut ketika mendapatkan pesan tersebut yang mana karena pesan tersebut membuat Belinda makin penasaran seperti apa rupa orang yang sudah membuat Inez meninggal dunia. Hanggara menemui Belinda saat mereka pulang bekerja, Belinda kemudian menceritakan mengenai apa yang dialaminya saat ini pada Hanggara dan tentu saja Hanggara terkejut dengan cerita Belinda barusan, ia meminta Belinda untuk segera melaporkan kasus ini pada polisi.


“Aku tidak mau terburu-buru untuk melaporkan kasus ini pada polisi.”


“Kenapa memangnya?”


“Karena sepertinya kalau aku melaporkan kasus ini pada polisi maka itu sama sekali tidak menyelesaikan masalah.”


“Bagaimana bisa kamu mengatakan itu, Belinda? Nyawamu sekarang dalam bahaya.”


“Aku akan baik-baik saja, Hanggara.”


Walaupun Belinda sudah mengatakan bahwa dirinya akan baik-baik saja namun Hanggara nyatanya tidak dapat tenang saat ini, ia tidak tahu siapa orang yang telah membunuh Inez namun kalau sampai ada orang yang


mengirimkan pesan random pada Belinda yang berisi sebuah ancaman untuk tidak ikut campur lebih jauh dengan kasus meninggalnya Inez, maka Hanggara yakin bahwa orang yang mengirimkan pesan itu pada Belinda pasti seseorang yang terlibat dalam kasus meninggalnya Inez.


“Lebih baik kamu mulai berhati-hati mulai sekarang, Belinda. Aku takut kalau sesuatu hal yang buruk akan terjadi padamu.”


“Terima kasih banyak sarannya Hanggara, aku dapat menjaga diriku sendiri.”


Setelah menyelesaikan makan malam, Hanggara dan Belinda pun berpisah, ketika Belinda sudah pergi dengan mobilnya dari restoran ini justru Hanggara sama sekali belum beranjak dari restoran ini dan perasaannya masih saja gelisah dengan ancaman yang diterima oleh Belinda.


****


Keesokan harinya Sundari menghadapi sidang pra peradilan yang mana pada akhirnya hakim memutuskan bahwa Sundari bersalah dalam kasus skenario buruk pada perusahaan Belinda setelah menimbang semua bukti yang


dikumpulkan. Sundari dan tim kuasa hukumnya tentu saja menolak putusan hakim namun agaknya hal tersebut sama sekali tidak dapat mengubah apa pun karena nyatanya Sundari harus tetap menghadapi sidang perdana pekan depan sebagai tersangka kasus di balik munculnya bahan berbahaya dalam kosmetik yang dijual


perusahaan Belinda. Hanggara datang mengunjungi sang mama di penjara, Sundari tentu saja begitu bahagia ketika melihat Hanggara datang untuk menjenguknya saat ini.

__ADS_1


“Kamu baik-baik saja, Nak?”


“Menurut Mama?”


“Apakah kamu bisa membantu Mama? Tolong kamu bantu Mama untuk keluar dari tempat ini.”


“Maaf Ma, akan tetapi aku sama sekali tidak dapat membantu Mama untuk hal tersebut.”


Raut wajah Sundari seketika berubah setelah dengan tegas Hanggara menolak permintaannya barusan, Sundari kemudian mengatakan bahwa Hanggara akan jadi anak yang tidak tahu diuntung jika tetap memenjarakan


dirinya.


“Mau sampai kapan Mama tidak mau mengakui kesalahan Mama?”


“Kamu ini bicara apa, Nak? Mama melakukan semua ini karena memang wanita itu pantas mendapatkannya, Belinda hahrus hancur supaya dia tidak mendekatimu lagi.”


“Bukan Belinda yang mendekatiku tapi aku yang mendekatinya.”


****


“Pak, kok kita bukannya kembali ke kantor? Bukankah saya mengatakan bahwa kita harus kembali ke kantor?”


Namun sopir Belinda itu hanya diam saja dan terus melajukan mobilnya, Belinda pun membuka topi yang dikenakan oleh sopirnya dan terkejut ketika menemukan orang yang mengemudikan mobil ini bukanlah sopirnya.


“Siapa kamu? Di mana sopirku?”


“Kamu tidak perlu tahu siapa aku!”


Mobil itu langsung menepi di tepi jalan dan ketika Belinda hendak keluar justru ada seorang pria yang masuk ke dalam mobil dan langsung membekapnya hingga Belinda tak sadarkan diri. Setelah Belinda tak sadarkan diri kini wanita itu kemudian dibawa menuju sebuah tempat yang jauh dari kota, di sana Belinda diikat tangan dan kakinya serta mulutnya dilakban.


****

__ADS_1


Perasaan Hanggara begitu tidak enak saat ini, ia mencoba untuk menghubungi Belinda namun ponsel Belinda sama sekali tidak aktif saat ini. Hanggara merasa bahwa ada sesuatu hal yang tidak beres saat ini hingga ia pun memutuskan untuk segera pergi menuju rumah Belinda untuk memastikan sendiri bahwa wanita itu telah sampai di rumah, akan tetapi justru ketika ia tiba di rumah dirinya menemukan kalau Belinda sama sekali tidak sedang ada di rumah.


“Mama belum kembali sejak tadi Om,” jawab Chelsea.


“Apa katamu? Belum kembali sejak tadi? Apakah kamu dapat menghubunginya?”


“Tidak, ponselnya tidak aktif.”


Penjelasan dari Chelsea barusan makin membuat Hanggara takut, ia takut kalau sesuatu hal yang buruk tengah terjadi pada Belinda saat ini. Chelsea sendiri kemudian bertanya pada Hanggara apakah sesuatu hal yang buruk terjadi pada Belinda saat ini dan Hanggara mengatakan bahwa ia belum tahu akan hal itu.


“Semoga saja tidak begitu, kalau nanti mamamu kembali ke sini segera hubungi Om, ya?”


“Iya Om.”


“Kalau begitu Om pergi dulu, hati-hati di rumah.”


“Iya Om.”


Hanggara kemudian pergi dari rumah tersebut, ia benar-benar khawatir mengenai keadaan Belinda saat ini karena jam sudah menunjukan pukul 10 malam dan mustahil kalau jam segini Belinda belum juga sampai di rumah.


“Ya Tuhan, semoga saja Belinda baik-baik saja.”


****


Nyatanya sampai saat ini Belinda belum juga kembali ke rumah, Chelsea menelpon Hanggara dan mengatakan bahwa pagi ini Belinda pun juga belum kembali ke rumah. Hanggara panik karena ia semakin yakin kalau sesuatu


hal yang buruk tengah terjadi pada Belinda, ia segera menuju kantor di mana Belinda bekerja, ia menemui asisten Belinda untuk mengetahui ke mana perginya wanita itu kemarin sebelum menghilang.


“Bu Belinda kemarin pergi ke pabrik tempat pembuatan kosmetik untuk memastikan kalau kejadian itu tidak kembali terulang.”


Setelah mendapatkan informasi itu Hanggara langsung pergi menuju pabrik namun di pabrik itu ia lagi-lagi tidak menemukan keberadaan Belinda.

__ADS_1


“Ke mana perginya dia, ya?” lirih Hanggara.


__ADS_2